
Sepuluh atau sebelas tahun yang lalu, atau mungkin lebih. saat seorang perempuan tua, bersama dengan keluarganya, kembali dari tempat lain ke negara ini
Mereka memutuskan untuk kembali dan menetap di sebuah distrik kecil di pulau S, atau tepatnya di distrik MU
Di sana mereka membeli sebuah rumah, yang menurut penduduknya cukup angker. Tapi pembelinya tidak mau tahu
Karena menurut mereka, tempat yang seperti itu tidak ada, dan hanya cerita untuk menakut nakuti anak kecil saja
Jadi mereka tetap membelinya. Dan hanya dalam satu hari. Tempat yang awalnya kumuh, kotor, semak, redup dan menyeramkan, telah berubah menjadi terang benderang, karena semua pohon, barang barang yang ditinggalkan di tebang dan dimusnahkan
Bahkan dipasangi lampu penerangan yang cukup banyak. Hingga tempat itu kalau malam bagaikan siang
Hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Banyak kejadian besar yang terjadi pada mereka
Jasmine berhubungan dengan banyak laki laki, dan akhirnya menetap pada seorang pria bernama Melviano dan sudah punya istri. Namun akhirnya mereka saling bunuh karena kesalahan Jasmine sendiri
Chalista juga demikian. Dia menjadi simpanan pengusaha kaya di ibukota provinsi. Tapi kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu juga mati terbunuh
Setahun kemudian, Everly juga menyusul. Dia mati karena rasa sedih yang teramat dalam. Hingga menyebabkan sakit, dan akhirnya meninggal juga
Kini tinggallah nenek Elina atau nenek wolf juga Danish yang masih hidup. Namun kondisinya tidak menua, karena mereka telah bekerjasama dengan siluman serigala, yang mendiami rumah itu sejak lama
Setelah setahun berlalu, nenek Elina memutuskan untuk mencari pengikut, dan diajarkan ilmu sihir, yang entah bagaimana bisa dia kuasai
Lambat laun pengikutnya semakin banyak, dan menyebar sampai keluar kota, daerah juga pulau
Karena tidak mau aktifitasnya diketahui, maka nenek Elina memutuskan untuk menjual rumah itu, dan pindah ke tempat lain, yang jauh dari pemukiman penduduk, bahkan sangat jauh, dan mendirikan pemukiman baru di sana
Danish, anak yang masih tersisa menjadi pendamping setianya, dan bertindak sebagai ketua organisasi, yang secara sembunyi sembunyi mereka dirikan
Sedangkan Elina menjadi ratunya. Dan dialah yang oleh Suta, atau Pengemis dari Utara itu disebut dengan julukan Ratu Serigala
Ratu itu juga yang ditawarkan pada Dragon untuk diikuti. Tapi Dragon menolaknya dengan tegas. Malah ingin memusnahkannya
"Sekarang bersiaplah Suta!. Aku akan mencabut nyawa mu!" Ucap Dragon berwibawa, disertai aura penindasan yang luar biasa
Leon dan Jenifer yang selalu mendampinginya terkena imbasnya juga. Tapi mereka bisa bertahan, karena aura penindasan itu tidak ditujukan langsung pada mereka
Tapi buat Suta lain lagi. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Jiwanya terguncang. Rohnya bagai ditarik secara paksa, ilmunya juga demikian.
Dragon memang sengaja tidak memberikan kesempatan buat Suta untuk melawan. Karena dia tidak mau anak buahnya terkena imbasnya
Lagipula waktu petualangan mereka tidak banyak lagi. Jadi dia mengambil keputusan demikian
"Sekaranglah saatnya!" Ucap Dragon tiba tiba
"Paman Leon dan senior Jeny, menjauh lah!"
"Aku akan meledakkan tubuh orang ini menjadi debu, agar rohnya tidak bisa kembali ke nenek siluman itu!" Ucapnya memberi perintah
Tak lama kemudian, dia sudah merapal mantra, dan mengangkat tangannya tinggi tinggi ke atas, lalu berseru..
"Formasi penghancur roh!. Aktifkan!"
Blar!
"Aaarrkhh!" Jerit kesakitan Suta segera terdengar, dan membuat orang yang mendengarnya merinding karena ngeri
"Teknik apa yang digunakan oleh tuan muda?. Kenapa dampaknya sangat mengerikan sekali?" Tanya Leon pada sahabatnya
"Aku juga tidak tahu, dan belum pernah melihat tuan muda melakukan itu."
__ADS_1
"Lebih baik kita lihat saja, dan perhatikan apa yang akan terjadi pada siluman terse..."
Boomm!
Belum juga sempurna bibir Jennifer mengucapkan kata kata itu, sebuah ledakan besar sudah terjadi, di mana tubuh Suta yang di kurung dalam formasi penyegel meledak, dan tidak menyisakan suatu apapun. Mungkin termasuk rohnya, karena Dragon sudah menghancurkan esensi tersebut
"Selesai sudah!. Dan kini gilirannya untuk mengetahui tempat persembunyian nenek siluman itu!"
"Berarti dengan ini tugas ku semakin bertambah."
"Satu, mendatangi atau menarik dalang utama pengemplang pajak dengan banyak usaha ilegalnya."
"Dua, membasmi ratu serigala, atau ratu siluman serigala, yang keberadaannya belum aku ketahui."
"Tapi sebentar lagi akan aku ketahui juga." Ucap Dion pada anak buahnya
"Kakek Abi!" Ucap Dragon memanggil kepala pengawal nya melalui mata batinnya
"Siap tuan muda!" Jawab Abhicandra melalui tranmisi suara juga
"Urus orang orang itu dan bawa ke desanya!"
"Aku ingin bertemu dan bicara pada mereka!" Ucap Dragon cukup berwibawa
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Abhicandra tegas
Kemudian menghubungi bawahannya, agar membawa bekas tawanan serigala siluman itu untuk dikumpulkan di kampung atau desa mereka
Setengah jam kemudian. Seluruh orang orang yang tadi menjadi tawanan sudah berkumpul di depan balai desa, yang sebenarnya tidak layak disebut balai, namun bangunan seadanya, yang terbuat dari kayu bulat, dan didirikan berkat gotong royong warga
Setelah mereka berkumpul. Dragon segera menemui kepala kampung itu, yang tadi juga sudah merasakan menjadi sandera, atau tawanan penjahat siluman itu
"Apakah bapak orang yang dituakan di kampung ini?" Tanya Dragon membuka kata
"Coba anda ceritakan awal mulanya kejadian ini, dan sejak kapan itu terjadi?" Reaksi Dragon cukup cepat
"Awal mulanya adalah...!" Ucap kepala kampung itu memulai cerita, sambil menyebutkan siapa namanya
Lalu menyambung ceritanya kembali, dan mengatakan bahwa dulunya kampung mereka itu damai sentosa. Tidak ada gangguan apapun. Tapi setelah datang empat orang pedagang, yang membuka usaha pertanian di sana, secara berangsur datang gangguan dari skala kecil sampai skala sedang, dan akhirnya sampai sekarang ini
"Begitulah yang sebenarnya terjadi tuan muda!" Ucap Samiaji mengakhiri ceritanya
"Hemm!.Ternyata begitu."
"Lalu dimana keempat orang itu?. Apakah mereka masih ada di kampung ini?" Ucap Dragon bertanya
"Saat terjadi penangkapan warga kampung. Mereka tidak terlihat berada di rombongan kami "
"Mungkin mereka melarikan diri, atau berbaur dengan para siluman itu. Kami juga tidak tahu tuan muda." Jawab Samiaji berterus terang
"Baiklah pak Samiaji.Terima kasih atas keterangannya!" Respon Dragon cukup puas
Kemudian memberikan bantuan pada warga, berupa uang dan alat alat pertanian, agar hasil pertanian mereka bertambah banyak
Dragon juga berjanji, bahwa hasil pertanian yang mereka tanam, akan dia tampung dan dibayar dengan harga yang cukup tinggi
Selain itu pula, mereka juga dijanjikan oleh Dragon, bahwa kampung mereka akan dialiri listrik dan dilakukan pengaspalan jalan, agar akses ke kota menjadi mudah
Setelah selesai dengan urusannya. Dragon dan anak buahnya memutuskan untuk meninggalkan kampung itu, dan melanjutkan perjalanannya
***
__ADS_1
Kini Dragon sudah tidak ada lagi di tempat itu, dan sudah berada di tempat lain, serta sedang mengamati perilaku segelintir orang kota, yang dia nilai tidak sesuai dengan norma kesopanan
Diantara yang sedang diamati itu adalah, sekumpulan muda mudi yang sedang mengadakan pesta, tak jauh dari Dragon dan anak buahnya duduk itu
Kebetulan saat itu jam sudah menunjukkan pukul 7.30 malam. Saat dimana gemerlap kota sedang dimulai
Ada lebih dari 30 orang yang sepertinya sedang mengadakan pesta reuni atau sebangsanya, yang kebetulan diadakan di kafe terbuka. Berlokasi di tepi pantai terkenal di kota itu
Dragon dan anak buahnya juga duduk di situ, tapi berlainan tempat
Tengah mereka asyik memerhatikan orang orang sedang memulai pesta tersebut. Datang serombongan pemuda yang juga akan mengadakan pesta reuni di tempat itu. Dan mereka memaksa orang orang yang sedang duduk untuk berdiri serta pindah dari tempat itu, termasuk rombongan Dragon
Tapi tentu saja mereka tidak mau, apalagi Dragon. Karena mereka menganggap mereka duluan yang datang ke tempat itu, bukan orang-orang tersebut
Jadi mereka cuek saja, dan tidak memperdulikan peringatan dari orang itu
"Apakah kalian tidak dengar! Tuan muda ku menginginkan tempat ini untuk menjamu teman temannya makan?".
"Jadi semua yang ada disini cepat bubar, dan cari tempat lain untuk makan!" Ucap seorang bodyguard pada semua orang yang ada di situ
"Kalau kami tidak mau kau mau apa?" Jawab seorang pemuda seumuran Jenifer terkesan menantang
"Kami mau kau mati!" Jawab bodyguard itu cukup tegas
"Oh!. Apakah kalian kelompok pembunuh yang sengaja berkeliaran di kota?" Respon pemuda tersebut cukup berani
"Kakak iya kau mau apa?" Tanya bodyguard itu terus terang
"Pergilah!. Cari tempat lain saja.Jangan mengganggu kami!".
"Kami hanya ingin makan ditempat ini!"
"Jangan cari masalah!" Jawab pemuda itu kalem. Dan tak mau meladeni ucapan mereka
"Kurang ajar!. Tak tahukah kau siapa dia?"
"Dia tuan muda keluarga kaya di kota ini!"
"Jika dia marah. kalian akan dapat masalah!"
"Oleh karena itu. Jika kalian masih ingin hidup. Cepat angkat kaki dari sini. dan jangan pernah kembali lagi!" Ucap bodyguard itu mengingatkan
"Hahahaha!. Kalau dia dari keluarga kaya. Kenapa mau makan ditempat seperti ini?"
"Ini mah kafe. Umum lagi!"
"Tuh di sana!, di hotel mewah itu. Baru pantas disebut orang kaya dan dipanggil tuan muda. Bukan seperti ini!" Balas pemuda tersebut cukup menohok sekali
"Nampaknya kau mau dihajar ha?" Respon bodyguard lain tidak senang
"Apa?. Mau main keroyokan ya?"
"Ayo!. Kami tidak takut!. Majulah kalau kau mau tau siapa kami!" Jawab pemuda lain yang mulai terpancing emosi
"Tuan muda!" Ucap Bumi meminta pendapatnya
"Biarkan saja!. Mereka tidak akan berani melakukan kekerasan di tempat ini. Karena kulihat di seberang meja itu ada 7 orang yang cukup kuat."
"Mereka itu adalah pelatih Taekwondo sekumpulan anak muda tersebut."
"Jika murid-muridnya mendapat kesulitan, tentu saja mereka akan turun tangan!" Jawab Dragon mengingatkan
__ADS_1
"Siap tuan muda!" Jawab Bumi mulai mereda kemarahannya