Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Perisai neraka


__ADS_3

Empat bulan kemudian.


"Bagaimana pertahanan di sektor delapan?, apakah ada kendala di sana?" Tanya Iron, yang saat ini sudah diangkat menjadi menteri pertahanan Birawa Group, bersama dengan guru guru juga 25 pengawal elit lainnya.


Kebetulan Iron ditempatkan di bagian pertahanan sektor tujuh dan delapan, yang berpusat di belahan utara bumi, bersama dengan Eric juga Awan.


Saat ini dia sedang berada di sektor tujuh, dan akan mengecek kondisi di sana.


"Untuk sementara, kondisi masih aman jenderal, walau ada sedikit pergerakan yang mencurigakan di sana." Jawab Eric mewakili Awan untuk menjawab pertanyaan.


"Hemm!. Baguslah kalau begitu. Jadi besok acara pernikahan tuan besar kita bisa berjalan dengan lancar."Respon Iron merasa senang.


"Tapi bagaimana dengan gangguan yang ada di sektor delapan jenderal?. Apakah akan dibiarkan saja?" Tanya Awan butuh penjelasan.


"Kau tahu siapa mereka?, dan dari kelompok mana?" Jawab Iron malah balik bertanya.


"Mereka disinyalir berasal dari kelompok yang tidak puas atas kebijakan dari tuan besar kita, bersama dengan pemimpin negara tersebut."


"Jadi mereka melakukan perlawanan, yang katanya ingin membebaskan negara mereka dari penjajahan?" Jawab Awan berterus terang.


"Penjajahan?. Siapa yang menjajah mereka?" Reaksi Iron keheranan.


"Penjajah itu katanya adalah kita, dan tentunya tuan besar kita." Jawab Eric apa adanya.


"Kenapa bisa begitu?. Bukankah yang menjajah itu adalah bangsa asing. Sedangkan kita hanya membebaskan negara mereka dari penindasan itu saja?"Tanya Iron semakin keheranan.


"Untuk itu kami tidak tahu juga jenderal!. Kemungkinan ada segelintir orang yang tidak menyukai keberadaan kita di sana?"


"Lagi pula mereka menganggap, bahwa ras mereka jauh lebih tinggi dari ras kita, dan berusaha membebaskan diri dari pengaruh bangsa-bangsa dari timur, katanya." Jawab Awan mendahului penjelasan dari Eric temannya.


"Pasti ada seseorang yang menggerakkan pergerakan itu?, kalau tidak mana mungkin mereka berani?"


"Tapi coba kita tanyakan hal tersebut kepada tuan besar kita. siapa tahu permasalahan kecil ini bisa dia atasi?" Ucap Iron memberi usul.


"Kalian tidak perlu menghubungiku, karena aku sendiri sudah ada di sini." Ujar seseorang yang tiba-tiba datang menemui mereka.


"Salam tuan besar!" Sapa mereka serempak, pada orang yang baru datang tersebut. Ternyata dia adalah Dragon, yang sekarang sudah dipanggil oleh mereka dengan panggilan tuan besar.


"Bagaimana kabar kalian di sini, apakah baik-baik saja?" Tanya Dragon pada mereka.


"Kami semua baik-baik saja tuan besar, dan tidak menemukan kendala yang berarti, kecuali..?"


"Ya aku tahu itu. Ada sekelompok penganut kepercayaan, yang jumlahnya lumayan banyak. Mereka meyakini, bahwa sesembahan mereka akan turun ke bumi untuk menyelamatkan mereka." Jawab Dragon memotong penjelasan dari bawahannya itu.


"Sesembahan mereka?. Mohon maaf tuan besar, siapakah dia itu, sehingga dianggap sesembahan?" Tanya Iron memotong penjelasan dari tuannya, dengan ekspresi keheranan.

__ADS_1


"Menurut rumor yang aku dengar, sesembahan itu dipanggil oleh mereka dengan panggilan Medusa. dan diyakini akan turun ke bumi tidak lama lagi." Jawab Dragon apa adanya.


"Medusa?. Bukankah itu hanya ada dalam mitologi saja tuan besar?. Apakah mungkin..?" Jawab Iron seperti meragukan penjelasan dari tuannya, tapi segera dipotong oleh Dragon.


"Bukan mungkin lagi, tapi pasti!" Jawab Dragon apa adanya.


"Kapan waktunya itu tuan?, Apakah waktunya masih lama?" Tanya Awan memberanikan diri mengajukan pertanyaan.


"Di hari pernikahanku besok, dan kejadiannya bersamaan dengan ikrar setia antara aku dan Clara."


"Di saat acara sakral itu, akan ada sedikit gangguan dari pengikutnya, karena mereka menganggap, bahwa kesempatan itu sangat langka, dan mereka mengira, kita semua akan kendor penjagaannya?"


"Tapi persangkaan mereka keliru besar. Justru di saat-saat seperti itu, penjagaan akan semakin ketat."


"Namun demi mencegah hal yang tak diinginkan, kita tetap harus waspada dari segala macam kemungkinan buruk, yang akan terjadi saat itu."


"Oleh karena itu, aku datang ke sini untuk memperingatkan kalian, agar bersiap-siap, dan memperingatkan yang lain agar tetap waspada." Jawab Dragon menjelaskan apa adanya.


"Lalu..tuan?"


"Ya apalagi?. Segera bersiap-siap dan temui anak buahmu untuk menempati posisinya masing-masing." Jawab Dragon memberi instruksi.


"Siap tuan besar!" Jawab mereka serempak, kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat tersebut guna menemui anak buahnya.


***


"Untuk itu dunia akan aku ganti dengan dunia ilusi, agar kelompok tersebut tidak mengganggu acara ku."


"Selain itu, aku akan mendatangi langsung mitologi yang bernama Medusa tersebut, yang diyakini ada di planet terjauh di alam ini."


"Jika dia sempat turun ke bumi, alamat penduduknya akan berada dalam bahaya. Oleh karena itu, aku harus mencegah hal itu agar tidak terjadi." Guman Dragon pada diri sendiri. Lalu pergi.


"Eyang guru!. Apa yang harus Draco lakukan, saat menghadapi musuh yang sangat menakutkan bagi manusia itu?" Tanya Dragon, sesaat masuk ke dalam ruang jiwanya tersebut. dan menemui guru-guru juga seniornya.


"Legenda itu sudah cukup lama, dan Eyang pun tidak pernah berjumpa dengannya, apalagi guru juga seniormu ini?"


"Tapi mata batin eyang mengatakan, bahwa legenda itu sangat kuat sekali, lebih kuat dari musuh yang kau hadapi beberapa bulan yang lalu."


"Namun untuk menghadapinya, eyang belum tahu caranya. Jadi kau carilah informasi, bagaimana cara menghadapi calon musuh terkuat mu itu?" Jawab Ditya prabu merasa malu.


"Murid tahu caranya guru!" Ucap Pringgadani yang tiba tiba datang itu.


"Ha, ternyata itu kau murid ku!. Katakan, bagaimana caranya, agar yunior mu ini bisa mengatasi masalah yang rumit itu?" Respon Ditya Prabu mulai mendapatkan titik terang.


"Yang sangat berbahaya dari orang itu adalah matanya. Benda apa saja yang ditatap olehnya, akan berubah menjadi batu, dan mudah dihancurkan olehnya kapan saja dia kehendaki."

__ADS_1


"Untuk menghadapi ancaman tersebut, jangan sampai mata bertatap dengan mata. Jika tidak, sesakti apapun kita, tidak akan mampu menghindarinya, kecuali..?" Jawab Dewi panggilan Pringgadani menggantung.


"Kecuali apa?" Tanya Ditya Prabu bertambah penasaran.


"Kecuali jika kita mempunyai perisai neraka. yang kemampuannya jauh lebih tinggi dari kemampuan mata Medusa."


"Dengan perisai itu, pemiliknya tidak akan terpengaruh oleh pandangannya."


"Tapi perisai itu..?"Jawab Dewi menjelaskan, tapi sayangnya terputus.


"Kebetulan aku punya!. Jadi Draco bisa menggunakan itu untuk menghadapi orang yang bernama Medusa tersebut." Ucap Dragon memotong penjelasan dari seniornya.


"Kau punya cucuku?. tapi kenapa Eyang tidak mengetahuinya?" Respon Ditya Prabu kembali penasaran.


"Maaf eyang, Dragon lupa untuk mengatakannya, karena saking banyaknya senjata yang ada di ruang jiwa ini." Jawab Dragon malu-malu.


"Tapi di mana?. Kenapa auranya tidak bisa yang rasakan?. Apakah benda itu benar-benar ada di dunia ini?" Tanya Ditya Prabu lagi.


"Ini eyang!. Perisai itu ada di mata Draco, dan auranya, hanya Draco sendiri yang bisa merasakannya." Jawab Dragon berterus terang, sambil memperlihatkan perisai itu pada gurunya.


"Ha?. Bukankah itu perisai neraka?, yang hanya ada dalam legenda mitologi China.Tapi bagaimana bisa ia nya ada pada mu murid ku?" Respon Brawijaya keheranan.


"Perisai neraka?. Dari mana kau tahu benda itu Braja? Apakah dianya memang ada di dunia ini?" Tanya Ditya Prabu benar-benar tidak tahu.


"Dari salah seorang teman yang berasal dari sana guru. dan kebetulan dia juga seorang pendekar yang mumpuni pada zamannya." Jawab Braja berterus terang.


"Apakah yang kau maksudkan itu pendekar Kho, yang sangat melegenda itu?" Tanya Ditya Prabu asal menebak saja.


"Iya guru!. Dialah orangnya." Jawab Braja malah begitu.


"Lalu apa hubungannya dengan perisai yang sekarang ada pada murid kita?. apakah benda itu dulunya adalah milik dia?" Tanya Ditya Prabu lagi.


"Bukan. Perisai itu bukan miliknya, tapi milik orang lain."


"Siapa?" Tanya Ditya tidak sabaran.


"Darma Boe. guru spiritual Zen, berasal dari India, yang menemukan banyak ilmu legendaris dunia, dan salah satunya adalah jurus perisai ini."


"Ilmu tersebut diturunkan nya secara turun menurun, sampai pada cucunya Thio Sam Hong. dan akhirnya pada pendekar Kho, yang entah bagaimana bisa ada padanya."


"Setelah itu, perisai tersebut pun menghilang, dan tidak diketahui dimana rimba nya?"


"Tapi setelah perisai tersebut menghilang, muncul pemberitahuan dari pemilik aslinya, bahwa ilmu perisai tersebut akan menurun pada seseorang, yang berhasil menyatukan dunia, dan itu adalah Draco. murid kita." Jawab Brawijaya apa adanya.


"Tapi apa hubungan Dragon dengannya?. sedangkan dia bukan keturunannya?. Kenapa bisa perisai tersebut ada pada cucu kita?" Respon Ditya Prabu bertambah penasaran.

__ADS_1


"Kalau dalam masalah itu aku tidak tahu guru, karena masa kita dengan pemilik aslinya terpaut cukup jauh. Jadi kebenaran cerita tersebut tidak kita ketahui."


"Namun yang terpenting sekarang adalah, ilmu perisai neraka sudah ada pada murid kita, dan mampu menangkal kedahsyatan ilmu yang dimiliki oleh Medusa tersebut. Jadi kita tidak perlu khawatir, jika Dragon kenapa-napa?" Jawab Brawijaya berterus terang.


__ADS_2