
"Hiaaaa!"
Bamm!
Zet! Dret! Dret!
Swosh! Swosh! Swosh!
Bunyi aura kekuatan yang keluar dari tubuh nyai Perumbi berisik sekali, sesaat setelah dia merilis kekuatannya tersebut
Dragon yang menyadari itu jadi khawatir. Jika lawannya benar benar menggunakan ilmu itu. Alamat tidak ada yang akan selamat. Termasuk orang orangnya sendiri
Oleh karena itu dia berniat, ingin mencegah hal itu agar tidak terjadi
"Ternyata dia sudah menguasai jurus pemusnah, satu dari sepuluh larangan tingkat tinggi, walau berada di level terakhir."
"Tapi dampaknya sangat mengerikan sekali."
"Separoh dari daratan ini bisa hancur, dan tercipta lubang yang sangat besar."
"Mahluk yang mendiaminya akan mati, dan seluruh ekosistem nya akan punah."
"Oleh karena itu aku harus mencegahnya, dengan ilmu yang jauh lebih tinggi dari ilmu itu!"
"Jika dibiarkan, berarti aku pemimpin yang tidak bertanggung jawab!" Ucap Dragon merasa cemas
Kemudian berdiri tegak di udara. Terlihat seperti sangat gelisah. Hingga membuat lawannya mengira dia sudah mulai ketakutan
"Hehehehe!. Apakah kau merasa takut anak muda?"
"Terlambat!"
"Kau lihatlah kekuatan ku ini!. Hanya dengan sekali kibasan tangan, seluruh tempat ini akan rata dengan tanah!"
"Anak buah yang kau banggakan itupun akan turut menjadi korban!"
"Apakah sekarang kau sudah tahu, sedang berhadapan dengan siapa?" Ucap nyai Perumbi seakan membanggakan diri sendiri
"Baru menguasai satu ilmu saja sudah sombong!. Apalagi kalau menguasai semuanya!"
"Coba kau lihat ini!. Bukankah teknik ini jauh lebih tinggi dari teknik mu?" Jawab Dragon tidak mau kalah gertak dari lawannya
Kemudian tanpa berteriak seperti Perumbi. Aura kekuatan yang lebih pekat muncul dari tubuh Dragon
Warnanya sangat dominan sekali. Kuning, biru, merah dan jingga, hingga menghiasi langit sekitarnya menjadi semakin bercahaya
Lima puluh pengawal Dragon yang semuanya masih hidup, memandang takjub kearahnya, hingga pertarungan berat sebelah mendadak berhenti
Jumlah musuh yang harus mereka habisi, hanya tinggal lima belas orang saja. dan itupun cuma dihadapi oleh Langit, Awan dan Bumi. Sedangkan yang lain lebih memilih untuk menonton jalannya pertarungan
Saat Dragon merilis kekuatannya itu. Semua orang tahu, bahwa tingkatannya jauh lebih tinggi dari tingkatan kekuatan nyai Perumbi
Orang yang diajak bicara oleh Dragon pun langsung mengerti, bahwa sekarang dia sedang berhadapan dengan orang yang benar benar kuat, dan itu sangat mempengaruhi mentalnya sebagai seorang praktisi dunia persilatan
"De de derajat penguasa!. Bagaimana kau yang masih muda ini bisa menguasai ilmu itu?"
"Apakah kau ini masih manusia?" Reaksi Perumbi sangat ketakutan
"Kenapa?. Apakah sekarang kau pula yang merasa takut?"
"Teknik terlarang yang kau terapkan itu, menempati urutan sepuluh."
"Sedangkan ini urutan kelima!"
"Jika di adu kau sudah tahu siapa yang akan menang."
"Jadi apakah kau masih ingin meneruskan aksi mu itu nyai?" Jawab Dragon penuh intimidasi
"Siapa takut!. Walau tingkatan ilmu mu melebihi tingkatan ku. Aku yakin tenaga dalam mu masih rendah. Jadi akan lebih mudah kalah."
__ADS_1
"Oleh karena itu mari kita buktikan, siapa yang paling kuat diantara kita!" Jawab nyai Perumbi tidak kenal takut
Kemudian mengibaskan tangannya ke arah Dragon, dengan niat ingin menghabisinya dengan sekali serang
Akibat yang ditimbulkan, membuat situasi menjadi tegang, karena Perumbi bukannya menyerang Dragon, tapi menyerang anak buahnya, termasuk orang orang yang berada di dekat mereka
Dragon yang melihat itu tidak menjadi panik. Dengan menggunakan formasi ilusi, serangan tersebut mendadak hilang, tersedot masuk kedalam lingkaran ilusi, dan berganti dengan hembusan angin yang bertiup sepoi sepoi menyejukkan
"Jangan bangga dulu anak muda!"
"Kau lihat lah itu!. Bukankah jurus yang kau peragakan itu meleset?"
"Teknik pemusnah yang kau serap tadi bukannya hilang, tapi berpindah tempat dan akan segera meledak di sana."
"Jadi ucapkanlah kata selamat jalan pada orang orang mu, karena mereka akan segera mati!" Ucap nyai Perumbi sudah mengira dia akan menang
"Satu, dua, ti...ga!" Ucapnya. Lalu..
Boom!
"Hahahaha!. Matilah kalian di sana!"
"Susul murid ku dan sampaikan salam sayang ku pada mereka!" Respon Perumbi kegirangan
"Ada apa dengan musuh tuan muda di atas sana?"
"Kenapa dia menari nari di udara?. Sedangkan serangannya tadi telah berubah menjadi ilusi?"
"Apakah dia kira serangannya tadi benar benar mengenai kita?" Tanya Jenifer pada temannya
"Sepertinya iya. Dia tidak tahu bahwa tuan muda telah memperdaya nya, dengan mengubah serangan itu menjadi ledakan."
"Padahal yang ia lihat itu hanya ilusi saja. Benar benar sangat memalukan!" Jawab dan reaksi Leon sambil menggelengkan kepalanya pertanda heran
"Nyai Perumbi!. Apakah rasa senang mu itu sudah selesai?"
"Kalau sudah, sekarang giliran ku pula yang akan tertawa."
"Tidak mungkin!. Bagaimana bisa?" Reaksi Perumbi tidak percaya
"Bukankah tadi mereka sudah meledak, bersama dengan ledakan seranganku?"
"Tapi kenapa mereka masih hidup?"
"Apa yang telah kau lakukan pada seranganku itu?" Tanya nyai Perumbi merasa penasaran
"Yang kau serang itu bukan anak buah ku, tapi murid murid Bergolapati, juga para pengawal cucunya itu."
"Sedangkan anak buah ku masih tenang tenang saja di sana!" Jawab Dragon apa adanya
"Kurang ajar!. Kau telah menipu ku dengan jurus terkutuk mu itu!"
"Hiaaaa!" Teriak nyai Perumbi kuat kuat, sambil menyerang Dragon dengan teknik pemusnah nya
Menyadari dirinya diserang, tidak membuat Dragon menjadi gugup. Dengan tenang dia menyambut serangan dahsyat itu, dan seperti tidak ada beban apa-apa
Teknik derajat penguasa yang sudah dirilis itu, dia gunakan untuk meredam efek kekuatan dari serangan yang dilancarkan padanya
Akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa sekali. Ledakan besar segera terjadi di udara, hingga membuat tubuh nyai Perumbi terdorong cukup jauh, dan meluncur turun menimpa bukit batu yang ada di bawahnya. Lalu..
Boom!
Tubuhnya terbenam sedalam dua meter di bukit batu tersebut, dan membuat bebatuan di sekitarnya retak, bahkan ada yang hancur
Disusul pula dengan lesatan pukulan jarak jauh, yang dilancarkan oleh Dragon ke arah nyai Perumbi jatuh tadi. Dan..
Whus!
Slash!
__ADS_1
Dhuar!
Boom!
"Aaaaaargh!"
Tidak sampai di situ. Jari sakti yang sangat melegenda itu juga ikut ambil bagian
Tubuh nyai Perumbi yang masih utuh itu di angkat ke udara oleh Dragon. Dengan nyawanya yang masih tersisa di badan
Kemudian tanpa berkata-kata lagi, Dragon segera melepaskan teknik jari saktinya, dan meluncur ke arah nyai Perumbi, dan sedetik kemudian..
Bhooouummm!
Tubuh nyai Perumbi meledak dan hancur di udara, serta tidak menyisakan suatu apapun di atas sana. yang ada hanya keheningan tanpa suara
Awan pun serasa enggan untuk melintas, atau menampakkan dirinya di sekitar pertarungan itu
Semua yang tersisa pun berdiri diam. saat tuan muda Dragon menyelesaikan tugasnya
Pertempuran yang cukup panjang, berhasil diselesaikan oleh orang yang paling mereka hormati, walau mereka pun ikut berkontribusi di dalamnya
Karena merekalah yang telah menghabisi anak buah Bergolapati, serta orang-orangnya Bison
Jadi sebenarnya yang berperan penting dalam pertarungan seru tersebut, adalah anak buah Dragon. Sedangkan dia sendiri berperan untuk mengeksekusi para petingginya
Kini pertarungan pun telah usai. Tidak ada lagi kelompok Bison, atau kelompok kakeknya tersebut
Untuk sementara situasi sudah kembali aman. Dan tempat itu kembali menjadi sepi, dari hingar-bingar pertarungan serta ledakan yang terjadi
Dragon sebagai pemimpin mereka mengambil inisiatif untuk pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanannya
***
Sementara itu di tempat lain, tempat di mana sebenarnya Dragon mengetahui, bahwa di tempat tersebut ada empat orang yang sedang bersembunyi, dan mengawasi pertarungan antara dia dan Nyai Perumbi
Tapi karena Dragon malas meladeni mereka. Maka keberadaan empat orang itu dibiarkannya saja, karena dia mempunyai rencana lain terhadap mereka
Namun sebelum dia pergi itu, Dragon mengirimkan transmisi suara kepada mereka berempat
"Untuk satu hari ini, aku masih memberikan kesempatan pada kalian untuk hidup!"
"Tapi besok aku akan mengambil nyawa kalian, karena menurut aura kesadaranku, kalian juga menguasai ilmu dari kitab Kalamurka, dan ada hubungannya dengan orang yang barusan aku habisi itu!"
"Jadi gunakanlah waktu yang tersisa, untuk berpamitan kepada keluarga dan kepada kelompok kalian!"
"Sekarang aku pergi dulu, agar kalian bisa bersiap-siap untuk menyambut kematian kalian besok!" Ucap Dragon pada empat orang tersebut
"Uh gawat!. Ternyata dia mengetahui tempat persembunyian kita, dan berapa jumlah kita sekarang ini!"
"Daripada turut menjadi korban, lebih baik kita cepat pergi dari sini!" Ucap Rumbi, saudara sepupu dari Nyai Perumbi yang sudah Dragon habisi tadi dengan wajah yang terlihat ketakutan
"Apa yang kau takutkan rumbi?. dia memang kuat!"
"Tapi jika menghadapi kita berempat, belum tentu dia akan menang!" Bantah Rukmi, saudara seperguruan dari nyai Perumbi tadi merasa bakal menang
"Dasar bodoh!. Bukankah tadi kau melihat, bagaimana adik seperguruan kita di habisi sedemikan rupa oleh lawannya itu?"
"Kalau kau mau mati seperti Perumbi yang bodoh itu!, ya lakukanlah!"
"Aku lebih memilih untuk pergi dari sini, dan melaporkan ini pada pemimpin agung!" Bantah Rukmini pula
"Aku setuju dengan usul dari Rukmini. Karena sejujurnya kekuatan kita berempat, masih kalah jauh dari ilmu pemuda itu."
"Satu satunya orang yang bisa mengimbangi pemuda itu adalah pemimpin agung kita, Dewi Lasmini."
"Dialah orang yang paling kuat diantara kita, karena dia sudah menguasai dua puluh satu jurus dan teknik, serta menguasai empat jurus terlarang dalam kitab itu."
"Dengan adanya dia, apalagi kalau dia mau membantu kita. Aku yakin pemuda tersebut bisa dihabisi "
__ADS_1
"Jadi sekarang lebih baik kita laporkan ini padanya!" Sambung Arumi datang menengahi perdebatan saudara-saudara seperguruannya