
"Bangunlah cucu ku!. Sudah saatnya untuk berbuat kebajikan."
"Sudah saatnya pula kau muncul, dan menunjukkan jati diri mu pada dunia."
"Berantas kejahatan dan dukung kebaikan!"
"Teruslah berjalan di jalan yang benar. Tolong orang orang yang membutuhkan pertolongan."
"Jangan pernah mundur walau jalan terasa sulit."
"Aku dan guru mu akan terus mengawasi mu." Ucap eyang Prabu pada cucunya
"Guru!. Eyang guru!" Ucap Dragon terkejut, sesaat setelah dia membuka matanya. Dan melihat tempat yang ia duduki itu terasa lain
"Selamat datang murid ku!. dan selamat juga untuk mu!"
"Sekarang kau sudah bisa memasuki alam jiwa mu."
"Ketahuilah!. saat ini kau sedang berada di alam jiwa, yang kau bangun dengan kekuatan mu."
"Lihatlah!. Itu adalah lautan spritual mu, yang tidak akan pernah habis walau kau gunakan selama bertahun tahun."
"Lautan atau samudra spritual luas itu, bisa kau gunakan untuk meningkatkan kemampuan mu, juga meningkatkan kemampuan anak buah mu."
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi mu, kecuali sesuatu yang tidak boleh kau campuri, tentang urusan Sang Maha Pencipta. yang menciptakan alam raya ini."
"Tetaplah menunduk, dan jalankan kewajiban mu sebagai manusia terhadap Nya."
"Eyang guru juga guru mu ini, tidak mau kau tersesat, dan melupakan jatidiri mu yang sebenarnya."
"Mulai hari ini, kau kami angkat sebagai Pendekar Semesta, yang akan menyatukan kekuatan spiritual dunia, menggantikan posisi eyang guru juga guru mu ini."
"Didalam perjalanan mu nanti, akan banyak kau temui rintangan."
"Tapi itu semua hanya ujian, yang bisa membuatmu semakin kuat dan dikenal."
"Setelah itu, kau sudah layak menyandang predikat pendekar semesta!" Wejangan prabu Brawijaya pada Dragon
"Inikah kekuatan sejati manusia, yang setiap orang punya?" Tanya Dragon pada kedua orang gurunya
"Tidak semuanya benar!. Hanya orang orang pilihan yang bisa menguasai ilmu ini."
"Jikapun bisa, itu jenis ilmu lain, sihir misalnya."
"Tapi ilmu jenis itu, bersumber dari setan dan sejenisnya."
"Sedangkan ilmu yang kau warisi itu, bersumber dari kekuatan Yang Maha Kuasa, dan tidak ada yang mampu untuk mencelakai mu."
"Sementara ilmu sihir dan sejenisnya, itu bersumber dari mahluk ciptaan Nya. Jadi sangat rapuh dan mudah untuk dihancurkan." Jawab Ditya Prabu atau Eyang Prabu menjelaskan
"Ternyata begitu!" Guman Dragon lirih
"Lalu apa yang harus aku lakukan setelah ini eyang guru?. dan bagaimana cara keluar juga masuk ke alam jiwa ini?" Tanya Dragon masih belum mengerti
"Setelah tiga hari ke depan, pergilah kearah selatan, kunjungi suatu daerah yang bernama desa Banda."
"Temui orang yang bernama Angsana, dan katakan padanya, bahwa kau adalah utusan dari eyang Prabu."
"Setelah itu, dia akan memberikan sesuatu pada mu, tapi tunjukkan dulu kemampuan mu itu." Jawab eyang Prabu cukup jelas
"Mengenai bagaimana caranya bisa memasuki alam jiwa mu juga keluar setelahnya. Cukup dengan meniatkannya saja. Maka kau sudah berada di alam ini lagi." Jawab eyang Prabu lagi
"Oh ya cucuku!. Sebelum keluar dari alam jiwa ini, tempat dimana eyang guru juga gurumu bersemayam. Guru mu akan menunjukkan sesuatu padamu." Ucap eyang Prabu tiba tiba
"Apa itu eyang?" Tanya Dragon penasaran
"Sesuatu yang hanya bisa kau jumpai di alam khayal, tapi disini sungguh nyata."
"Untuk itu, pergilah bersama dengan gurumu. Dia yang akan menunjukkannya." Jawab eyang Prabu terkesan santai
"Rawijaya!. Bawa murid mu itu untuk mengunjungi tempat yang sudah menjadi miliknya." Ucap Ditya Prabu memberi perintah
"Baik guru!" Jawab Brawijaya patuh
Tak lama kemudian. Mereka berdua sudah sampai di lokasi yang menurut Ditya Prabu harus Dragon kunjungi
Semula ditempat itu tidak ada apa apa. Tapi setelah Rawijaya atau Brawijaya menjentikkan jarinya. Mendadak sesuatu yang sangat luar biasa muncul, dan jelas terlihat oleh mata Dragon
Di depan mereka, berdiri istana yang sangat megah, lengkap dengan ornamen ornamen yang semakin menambah kemegahannya
__ADS_1
Bangunan itu terbuat dari berbagai macam batu mulia, yang harganya sangat mahal, jika diuangkan di dunia luar. Tapi ditempat itu, hanya sebagai pajangan saja
Belum masuk saja sudah sangat luar biasa, apalagi jika memasukinya
"Benda itulah yang ingin guru tunjukkan pada mu Draco!"
"Di alam jiwa mu ini, benda tersebut dinamai dengan Istana Langit atau Istana Naga."
"Didalamnya tersimpan banyak harta, juga benda benda spritual, yang berguna untuk meningkatkan kemampuan mu, juga kemampuan anak buah mu, termasuk kemampuan keluargamu. Terutama ayah mu itu."
"Selain itu, didalamnya juga tersimpan sedikit harta, yang berguna untuk membangun peradaban manusia di luaran sana."
"Tapi yang terpenting dari semua itu, adalah inti dari semua ilmu, yang dikuasai oleh manusia."
"Pelajari inti itu, maka apapun yang ditanyakan oleh manusia diluar sana, kau bisa menjawabnya dengan mudah."
"Dengan kesaktian mu, ditambah dengan menguasai inti ilmu tersebut, maka kau akan menjadi yang tak terkalahkan, kecuali oleh Yang Maha Kuasa."
"Setelah menguasai kedua keterampilan tersebut, kau akan dikenal oleh dunia luar dengan sebutan Pendekar semesta, Dragon Sang Naga Dunia!" Ucap Brawijaya berterus terang
"Jadi guru dan eyang tidak bisa mengalahkan Draco ya?" Tanya Dragon terkesan konyol
"Hus!. Ya jelas bisa lah!. Karena ilmu yang kau kuasai itu, berasal dari guru dan eyang gurumu."
"Jadi kami berdua bisa mengalahkan mu!" Jawab Brawijaya merasa geli
"Tapi tadi guru mengatakan, bahwa tidak ada seorangpun manusia yang bisa mengalahkan ku. Berarti termasuk guru dan eyang guru lah!" Sanggah Dragon sekedar bercanda
"Hus!. Ngaco kamu!"
"Mau masuk atau tidak ke istana itu?. Kalau tidak kita kembali saja!" Respon Brawijaya merasa senang
"Mau! mau! mau!" Jawab Dragon tanggap, tapi sambil cengengesan
"Kalau begitu, tunggu apa lagi?. Ayo cepat masuk!" Sambut Brawijaya merasa geli. Sambil mengusap kepala Dragon, dan membawanya untuk masuk
***
Beberapa saat kemudian. Mereka sudah berada didalam istana besar dan megah itu
Sepintas jika diperhatikan dari luar tadi. Istana tersebut sudah sangat luar biasa. Tapi begitu memasukinya, ternyata lebih luar biasa lagi
"Surga lebih indah bahkan jauh lebih indah dari pada bangunan ini." Jawab Brawijaya menyela
"Guru!. Apakah ini nyata atau hanya sebatas fatamorgana saja?" Tanya Dragon tak kuasa menahan keingintahuannya
"Di dunia ini nyata, tapi di luaran sana akan menjadi tidak nyata!"
"Maksud guru?" Respon Dragon penasaran
"Nanti kau akan tahu sendiri." Jawab Brawijaya santai
"Tapi apakah istana ini bisa dipindahkan ke tempat lain?" Tanya Dragon berandai andai
"Bisa!. Tapi bakalan membuat kestabilan dunia berguncang." Jawab Brawijaya serius
"Kenapa guru?" Tanya Dragon penasaran
"Apakah kau tidak menyadari atau melihat, bahwa material untuk membangun istana ini terbuat dari apa?" Jawab Brawijaya malah balik bertanya
"Astaga!. Kenapa Dragon jadi lupa?. Ternyata itu penyebabnya." Reaksi Dragon malu sendiri
"Tau pun!. Jika orang luar tau. sudah pasti akan berusaha merebut istana ini, dengan berbagai macam cara, karena bahan untuk membuatnya terbuat dari milyaran batu batu mulia, yang harganya sangat tinggi sekali."
"Kau lihat itu!. Tiang tiangnya saja terbuat dari batu intan serta safir, dan hiasannya terbuat dari permata dan zamrud."
"Belum lagi dinding, lantai, atap dan semua yang ada di istana ini. Kau pikir itu terbuat dari apa?" Ucap Brawijaya sambil menggelengkan kepalanya
"Draco sudah mengerti guru!" Jawabnya malu malu
"Ayo!. Ikut guru!"
"Guru akan menunjukkan kitab inti ilmu semesta itu, juga harta yang guru katakan tadi, termasuk benda benda spritual yang ada di gudang istana ini!" Ucap Brawijaya terlihat serius
"Baik guru!" Jawab Dragon patuh
***
"I i ini buka sedikit lagi guru!"
__ADS_1
"Ini sudah bisa dikatakan gunung harta. Kenapa guru bilang sedikit?" Ucap Dragon tidak percaya
"Ada yang jauh lebih berharga dari semua harta itu!"
"Lihatlah!, Ini adalah kitab inti ilmu yang ada di semesta ini!"
"Pasangannya ada di dunia mu, dan dijaga oleh orang yang bernama Angsana."
"Setelah keluar dari sini, pergilah menemuinya untuk mengambil kitab itu!" Jawab Brawijaya santai
Kemudian memberikan buku itu pada Dragon, dengan cara menempelkan di keningnya
Tiba tiba seberkas sinar kuning keemasan, bercampur dengan warna biru dan jingga keluar dari buku itu, dan masuk kedalam kepala Dragon, serta menghilang setelahnya
"Bagus!. Ternyata buku itu sudah menemukan tuannya, dan itu adalah kau murid ku!" Ucap Brawijaya senang
"Apa yang terjadi guru dan kemana buku yang guru pegang tadi?" Tanya Dragon seperti linglung
"Rasakan dengan aura spritual mu, dan temukan keberadaannya." Jawab Brawijaya cepat
"Baik guru!" Jawab Dragon cepat juga
Kemudian mengeluarkan aura spiritualnya untuk menemukan buku semesta tadi
"Aku bisa merasakannya guru!. Bahkan bisa melihat lembar perlembar nya!"Ucap Dragon kegirangan
"Sekarang kau rasakan! Apakah isi buku itu sudah ada di kepala mu?" Ucap Brawijaya pula
"Ya guru!. Semua isi buku itu sudah ada di kepala ku!"
"Sekarang pengetahuan ku sudah sangat luar biasa!" Jawab Dragon semangat
"Kalau begitu ayo kita kembali, dan temui eyang guru mu untuk pamit!" Sambut Brawijaya senang juga
Tak lama kemudian setelah Dragon meminta izin pada Ditya Prabu. Di dunia nyata, mata Dragon terbuka, dan kondisinya sangat segar sekali
***
Enam jam telah terlewati, sejak Dragon mengatakan ingin memulihkan diri
Saat itu pukul 4 sore, saat dimana para pekerja sudah harus istirahat, guna memulihkan tenaganya untuk bekerja besok
Dragon memutuskan untuk keluar dari tendanya, dan menemui anak buahnya
"Salam hormat tuan muda!" Ucap Leon sesaat setelah Dragon keluar dari tendanya itu
"Ah paman Leon!. Apakah kau dari tadi selalu menunggu di depan ini?"Tanya Dragon terlihat lain
"Benar tuan muda!. Kami bergantian dengan Jenifer untuk menjaga tuan di sini!" Jawab Leon apa adanya
"Dimana kakek Abi?. Kenapa ia tidak terlihat di sini?" Tanya Dragon ingin tahu
"Senior Abi sedang bersama dengan James, Robin, Burgon dan yang lain, mengecek tepian sungai yang pemasangan pondasinya mengalami kesulitan." Jawab Leon apa adanya
"Ada masalah apa dengan pondasi itu?" Tanya Dragon penasaran
"Saya kurang tahu tuan muda!. Saya hanya tahu kesulitan itu saja, tanpa tahu penyebabnya!" Jawab Leon berterus terang
"Baiklah!. Ayo ikut aku!" Reaksi Dragon cepat
Tak lama kemudian. Dragon sudah berada di lokasi, dan menjumpai, bahwa ada dua alat berat yang terperosok kedalam sungai
Begitu Dragon sampai, serentak yang ada disitu menunduk hormat, dan memberikan salam padanya
"Sejak kapan alat berat ini masuk kedalam sungai?" Tanya Dragon ingin tahu
"Sudah hampir dua jam tuan muda!. dan tak satupun alat berat yang mampu menariknya." Jawab Abhicandra apa adanya
"Kalian semua mundur lah!. Aku akan berusaha menariknya!" Ucap Dragon berwibawa
Setelah semuanya menyingkir Dragon mengerahkan sedikit ilmunya, dan menarik dua alat berat yang ada di dalam sungai itu
Beruntung alat berat tersebut hanya terperosok saja, dan tidak semua badannya tenggelam
Dengan mudah Dragon menariknya dari dalam sungai itu. Dan dua benda tersebut seakan patuh terhadap perintahnya
"Sudah beres!. Sekarang bersihkan!, dan cek apakah ada alat alatnya yang tidak berfungsi!" Ucap Dragon sesaat setelah berhasil mengangkat dua alat berat itu
"Baik tuan muda!" Jawab semua serempak
__ADS_1
"Luar biasa!. Sesuatu yang tidak bisa dikerjakan oleh mesin, bisa dikerjakan oleh seorang manusia masih muda lagi!" Ucap sesosok makhluk tak kasat mata, yang sedari tadi terus mengawasinya