Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Tugas yang berat


__ADS_3

Segera setelah itu, pertarungan besar pun pecah. Masing-masing orang ingin merobohkan lawan.Jika perlu menghabisinya.Tapi untuk sementara pertarungan masih terlihat imbang, karena anak buah Dragon belum mau menggunakan ilmu inti pedang, dan ilmu-ilmu lainnya. Mereka masih menggunakan kekuatan tangan serta kaki, karena lawan pun hanya menggunakan pukulan serta tendangan


Namun saat beberapa orang menggunakan senjata tajam berupa katana, dan senjata senjata lainnya, barulah mereka mengeluarkan pedang yang diberikan oleh Dragon. Bahkan ada pedang yang dibentuk dari aura kekuatan inti pedang, Kekuatan intimidasi nya sangat terasa sekali. yang melakukan itu tentu saja Abhicandra, Jenifer dan Ling Ma. Aksi mereka itu sempat membuat pertarungan terhenti. Tapi hanya berlangsung beberapa detik saja. Setelah itu dilanjutkan lagi


Berkat pedang-pedang itu, pertarungan menjadi seimbang, bahkan kini sudah menjadi berat sebelah, karena kesaktian pedang yang mereka gunakan tidak bisa diragukan lagi. Beberapa anak buah Dragon pun mengimbangi pertarungan tersebut dengan pukulan Bajra dan Guntur Saketi, sehingga pertarungan menjadi semakin tidak seimbang


Banyak anak buah Jinbanwa serta anak buah bos bos lainnya yang menjadi korban. Rata-rata mereka terkena pukulan Guntur Saketi juga pukulan Bajra, hingga membuat tubuh mereka gosong seperti terbakar. Tapi belum dibuat mati, karena Dragon melarang untuk itu


Namun saat gencar gencarnya terjadi pertarungan, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari seseorang yang mengenai anak buah Dragon. Beruntung tidak sampai mati, karena peluru tersebut tidak mampu menembus terlalu dalam. Cuma tubuhnya saja yang terdorong dan jatuh dilantai


Melihat kejadian itu, seluruh anak buah Dragon menjadi marah. Mereka segera mengerahkan teknik inti pedang hingga ke level puncak. Sebentar saja aula luas tersebut dipenuhi dengan ratusan pedang yang berputar putar di sekeliling tubuh mereka, dan membuat semua lawan ketakutan


Pertarungan segera berhenti. Puluhan anak buah Jinbanwa juga yang lain hanya bisa terdiam. Hati mereka mendadak takut serta ciut, karena orang yang mereka hadapi bukanlah orang sembarangan, sedangkan mereka tadi telah berani memprovokasinya


Orang yang menembak barusan menjadi target pembunuhan, karena tindakannya tersebut telah mengakibatkan seorang pengawal menjadi korban. Tubuhnya hancur ditembus oleh pedang, sedangkan senjata yang dipegangnya tersebut jatuh ke lantai


Pemandangan barusan benar-benar telah membuat situasi menjadi mencekam. Jinbanwa dan teman-temannya segera bereaksi. Mereka serempak menjatuhkan dirinya ke lantai, dan memohon ampun agar tidak dibunuh


Di saat seperti itulah, Avatar Dragon datang, dan langsung membuat situasi menjadi tegang. Lalu tanpa memperdulikan apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut, Dragon mendekati pengawalnya. Kemudian menyentuhkan jari telunjuknya ke tempat luka, dan sungguh ajaib, luka tersebut segera sembuh, dan tidak ada lagi bekas apa-apa


Setelah mengobati pengawalnya, Dragon membalikkan badan, dan memberi kode kepada anak buahnya untuk menghentikan teknik inti pedang. Setelah itu dia mengalihkan pandangannya kearah Jinbanwa juga yang lain, kemudian berkata."Jika tadi kalian berkata baik baik, dan mengijinkan anak buah ku masuk, aku yakin kejadian ini tidak akan terjadi."


"Mereka datang karena ada hal penting yang ingin dibicarakan dengan kalian. Tapi sayangnya kalian mengabaikannya, bahkan berniat ingin menangkap mereka."


"Apakah kalian tidak tahu bahwa itu bisa memicu kesalahpahaman diantara kita?" Ucap Dragon berwibawa


"Maafkan kami tuan dewa. Sungguh kami tidak bermaksud demikian."


"Kami hanya heran, kenapa ada orang yang berani masuk ke ruangan ini disaat ada pertemuan?"


"Padahal yang kami bicarakan itu merupakan hal yang sangat penting, yaitu tentang rencana untuk.."


"Untuk menghancurkan Birawa Group bukan?" Potong Dragon langsung pada intinya

__ADS_1


"Ba Ba bagaimana tuan bisa tahu tentang itu?, padahal kami membicarakannya secara rahasia?" Tanya Jinbanwa keheranan


"Karena aku adalah orang yang akan menjadi target penghancuran kalian!" Jawab Dragon berterus terang


"Ja ja jadi..?"


"Ya!. Akulah penguasa Birawa Group setelah ayah ku!. Orang yang ingin kalian hancurkan karena keserakahan kalian sendiri!"


"Berpikir kalian mampu, maka kami berinisiatif duluan untuk mendatangi kalian, sekaligus untuk membuat perhitungan!"


"Sekarang kami sudah ada di hadapan kalian, lalu apa yang akan kalian lakukan terhadap kami?" Jawab Dragon cukup tegas


"Ma ma maafkan sikap kami tuan!. Sungguh kami tidak tahu siapa anda, dan kami tidak tahu bahwa anda mampu mendatangi kami dalam sekejap mata."


"Padahal keberadaan kami ini tidak ada seorangpun yang tahu, tapi tuan mampu menemukan kami."


"Mohon ampuni kami. dan jangan bunuh kami!" Respon Jinbanwa memohon belas kasihan


"Kami bisa saja mengampuni kalian, tapi dengan satu syarat!" Ucap Dragon seperti memberi pilihan


"Jadilah bawahan ku!. maka aku akan menjamin keselamatan kalian!"Jawab Dragon berterus terang


"Bawahan?. Maksud tuan adalah..?"


"Kau sudah tahu apa jawabannya. Jadi untuk apa kau tanyakan lagi?"


"Jika kalian keberatan, maka bersiaplah untuk dimusnahkan!" Jawab Dragon penuh dengan ancaman


"Baik, baik, baik!. Kami akan menjadi bawahan tuan, dan selamanya akan tetap patuh dan mengabdi pada tuan!" Sambut Jinbanwa tidak ada pilihan


"Bagus!. Itu jawaban yang aku inginkan!"


"Mulai sekarang, kalian semua yang ada di sini sudah menjadi anak buahku, dan berada di bawah perlindungan Birawa Group."

__ADS_1


"Jika ke depannya ada yang berani memprovokasi kalian, maka aku adalah orang pertama yang akan membela kalian!" Respon Dragon cukup senang


Mendengar perkataan yang sangat tegas tersebut, membuat lebih dari 100 orang itukembali berlutut. Mereka senang tidak dibunuh oleh Dragon, sebab jika mereka melawan dan tidak patuh dengan apa yang diucapkannya, mereka sangat yakin bahwa Dragon dan orang-orangnya akan membuat perhitungan dengan mereka


Oleh karena itu tanpa dikomando oleh siapapun, seluruh orang orang yang ada di ruangan tersebut berlutut kepada Dragon, pertanda mereka sudah takluk


Melihat sikap mereka yang patuh seperti itu, membuat hati Dragon senang Tapi demi menjaga keselamatan diri dan keluarga beserta orang-orangnya. Dragon terpaksa harus mengikat hati mereka agar tidak berkhianat di kemudian hari


Dengan yakinnya Dragon mengirimkan formasi kutukan serta formasi kesetiaan ke tubuh pengikut barunya masing masing. Maka dalam sekejap mata, sikap mereka bertambah hormat, dan tidak mungkin lagi akan melawan


***


Sementara itu di tempat lain, pada waktu yang bersamaan pula. Kelompok yang dipimpin oleh Adiwilaga, Ling Shia, Langit serta Bumi, terlihat sudah memasuki arena latihan atau Dojo, di sebuah distrik yang bernama Okawa


Mereka datang ke tempat tersebut karena diperintahkan oleh Dragon, untuk menantang petarung yang ada di Dojo tersebut. Tapi tidak boleh sampai membunuh, karena tujuan mereka adalah untuk menarik perhatian dari pemimpinnya


Namun saat mereka masuk itu, mereka mendapat pengawasan yang cukup ketat. Apalagi mereka terdiri dari para petarung tingkat tinggi. Rata-rata mereka pemegang sabuk oranye. 30 orang pemegang sabuk kuning. Belasan orang yang memakai sabuk hijau. Delapan belas sabuk biru. Enam belas orang memakai sabuk coklat, Sepuluh orang memakai sabuk merah, serta 4 orang yang sudah memakai sabuk hitam, atau yang disebut dengan gelar Dan. Mereka juga sudah dipanggil sensei. Merekalah yang saat ini menjadi pemimpin mereka saat sedang berlatih


Namun tanpa disadari oleh Adiwilaga dan anak buahnya. di tempat tersebut juga ada master karate tingkat pertama sampai tingkat lima. Yang pertama karateka yang bergelar Shodan, yang kedua bergelar Nidan, Ketiga Dandan, kempat Yidan dan kelima Godan


Keterampilan serta kepiawan mereka dalam hal karate, jangan diragukan lagi. Jika sudah bergelar master atau sensei tingkat tinggi, mereka bukan orang sembarangan, dan sulit sekali untuk dikalahkan


Satu orang yang sudah memegang gelar Godan. Sebentar lagi akan naik ke level 6 yang disebut dengan Rokudan. nampaknya saat ini dia sedang berlatih keterampilannya demi untuk mendapatkan gelar tersebut


Sedangkan di tempat lain masih di kota yang sama, ada seseorang karateka yang sudah dijuluki dengan Kyudan. Karena dia sudah berada di tingkat 9, setingkat lebih tinggi dari sebutan Sihan


Sedangkan pendiri perguruan, yaitu Yagami Hasyimura, sudah menyandang gelar Judan. Sebuah tingkatan yang paling tinggi dalam karate. Tapi orang tersebut sangat sulit untuk ditemui, karena dia jarang muncul di tempat itu. Hanya sesekali jika ada kejadian besar baru dia akan datang


Setelah masuk itu, mereka langsung dipersilakan untuk duduk, di bawah tatapan mata yang tidak bersahabat, dan langsung ditanyakan apa maksud kedatangannya


Adiwilaga yang menjadi pemimpin kelompok tersebut menjawab pertanyaan itu dengan berterus terang, bahwa mereka datang karena ingin bertemu dengan pemilik perguruan tersebut, karena ada hal penting yang ingin dia tanyakan


Mendengar jawaban tersebut, Yagami Matsushita, karateka yang sudah dipanggil sensei itu maju ke depan, dan langsung menunjukkan sikap permusuhan kepada Adiwilaga dan orang-orangnya. Di Dojo tersebut dia terkenal dengan sikapnya yang mudah tersinggung, dan selalu mengutamakan otot untuk menyelesaikannya

__ADS_1


Melihat reaksi Yagami yang seperti itu, Bumi yang juga terkenal dengan sikap tegasnya pun maju ke depan, dan langsung berhadapan dengan sensei tersebut. Dia tidak terima diremehkan, apalagi sikap Yagami yang tidak bersahabat itu. Padahal sejatinya mereka datang karena ingin bertemu dengan pemilik Dojo tersebut. Tapi sikap yang ditunjukkan tidak menunjukkan persahabatan


Oleh karena itu Bumi menjadi marah, dan tanpa meminta izin dari Adiwilaga lagi, dia langsung maju, dan siap untuk menghadapi segala tantangan apapun


__ADS_2