Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Dragon di ancam


__ADS_3

"Tuan penguasa!. Bagaimana anda bisa ada di sini?. Bukankah kota ini bukan milik anda?" Respon That Natgong Wie keheranan


"Apakah kau lupa Natgong, kalau gedung pameran ini adalah milikku?"Jawab tuan penguasa tersebut mengingatkan


"Ya itu kami tahu!. Tapi setidaknya anda tidak boleh mengintimidasi para pengunjung yang datang, karena itu akan membuat kami merasa tidak nyaman!" Bantah Natgong tidak senang


"Kalau masalah lain mungkin aku tidak akan datang. Tapi ini tiga buah giok yang sangat berharga sekali."


"Satupun diantara kalian ini, tidak akan bisa memiliki giok-giok itu, termasuk orang yang sudah membelinya!"


"Batu berharga yang ditemukan di tempat pelelanganku, harus diserahkan kepada pemiliknya, dan itu adalah aku!" Jawab Chakrii Chakan dengan ekspresi arogan


"Tidak bisa!. batu itu sudah menjadi milikku, karena aku sudah membelinya!" Ucap salah seorang pemenang pada tuan penguasa


"Enak saja!. Kapan kau membelinya?, sedangkan batu itu saja belum dilelang. Sembarangan saja kau bicara!" Respon pengunjung lain yang juga menang


"Pokoknya salah satu dari giok itu harus menjadi milikku!" Jawab orang tersebut tidak senang


"Begini saja!. Bagaimana kalau orang-orang yang kalah, menyerahkan taruhannya tadi kepada orang yang memenangkan taruhan?"


"Setelah itu orang yang memiliki tiga buah giok itu harus melelangnya saat ini juga." Ucap Bonstri, pemimpin keluarga terkaya nomor 3 di Thailand mengusulkan


"Betul!. Aku setuju dengan usul ibuku barusan!. Sebab jika yang menang tidak mendapatkan bayaran, tentu kalian akan dianggap tidak adil!" Sambung Channarong menguatkan


"Ya kami juga setuju!. Jadi mohon kepada yang kalah, agar mentransfer uangnya ke rekening pemenang, agar permainan ini terlihat adil!" Sambung orang lain lagi


"Justru aku yang tidak mau!. Tadi aku mengatakan, bahwa pemuda ini harus menyerahkan 3 giok itu kepadaku. dan aku akan membayarnya dengan harga pantas." Ucap tuan Chakan semakin arogan


"Aku tidak tahu siapa kamu?. Tapi yang aku tahu, aku tidak menyukai sikapmu!"


"Jelas-jelas batu yang berisi giok itu sudah aku beli. Setelah dibuka ternyata ada gioknya."


"Melihat bahwa aku menemukan giok-giok berharga ini, kalian langsung menentukan ini dan itu. Apakah kalian tidak memandang mukaku?" Ucap Dragon sangat tidak senang


"Kau tahu apa bocah tengik. Ini tempatku!,dan aku bisa berbuat apa saja di sini!"


"Jika kau berani melawan. Maka jangan salahkan aku kalau kau akan dihabisi!" Bentak Chakan tidak berperasaan


"Kau mau menghabisiku?. Apakah kau mampu?" Jawab Dragon sangat jumawa sekali


"Apa yang tidak bisa aku lakukan?. Pengawal ku banyak. Sedangkan kau hanya seorang!. Ditambah lagi dengan adikmu yang lemah itu!"


"Aku rasa hanya dengan sekali pukul, kau akan tumbang, bahkan mungkin langsung mati." Jawab Chakan sangat merendahkan


"Oh ho!. Aku jadi penasaran dengan bentuk anak buahmu itu?"


"Jadi cepat bawa mereka kemari!. Biar aku buka matamu itu!" Respon Dragon malah menantang


"Kalian dengar itu!. Bocah ini mencoba menantangku. Apakah dia tidak tahu siapa aku?" Tanya Chakan keheranan


"Aku tidak peduli siapa kamu!. Kalau kau berani mengintimidasi ku, maka jangan salahkan aku, jika tempat ini akan rata dengan tanah!" Jawab Dragon penuh ancaman


"Hahahaha!. Bocah tengik seperti mu, mencoba untuk menakuti?. Apakah kau sedang mengigau anak ku?" Respon Chakan semakin merendahkan


"Anak muda!. Orang yang akan kau lawan itu adalah ketua gangster terbesar di negara ini."


"Kenalannya sangat banyak. Bahkan para pejabat dan orang-orang kaya juga kenal dengannya."


"Dia mempunyai pengawal yang berjumlah ratusan, bahkan jika dikumpulkan, bisa mencapai ribuan."


"Oleh karena itu jangan memprovokasinya agar kalian tidak celaka."


"Lagi pula aku lihat kau bukan orang sini, termasuk adikmu itu. Jadi ikuti saja sarannya, jika tidak mau menjadi korban." Ucap Bonstri memberi saran

__ADS_1


"Nyonya Bonstri tenang saja!. Aku tidak akan apa apa."


"Orang seperti Chakan itu, tidak apa ada apa-apanya bagiku!" Jawab Dragon tenang


"Anak anak!. Tunggu apa lagi?. Cepat tangkap bocah itu dan ambil giok-giok nya!" Ucap Chakan memberi perintah pada anak buahnya


"Habislah bocah itu!. Dia berani melawan tuan Chakan yang dikenal tidak mau mengampuni lawan-lawannya itu."


"Kalau dia itu aku!, maka aku akan menyerahkan giok giok itu, yang penting nyawa kita selamat." Respon beberapa orang pengunjung, yang tadi ikut ikutan menentang Chakan


Sementara itu, Dyah dan Dragon yang sudah dikepung tersebut masih tenang-tenang saja. Mereka malah mengemasi barang barang yang mereka punya, dan dimasukkan ke dalam dunia jiwa, melalui cincin semesta yang ada di jari Dragon


Sekejap saja semua giok giok itu telah hilang, dan tidak tahu kemana perginya


Tuan Chakan, ketua gangster negara itu tentu saja tidak senang. Dia semakin getol memerintahkan, agar segera menangkap Dragon dan adiknya itu,untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Tapi Dragon yang sudah bersiap-siap, langsung menyambut serangan mereka dengan mudah. dan Dyah juga berbuat melakukannya.


Serangan cepat yang dilancarkan oleh keduanya, membuat semua mata yang memandang jadi terbelalak lebar, dan mereka juga demikian


Dyah yang dianggap lemah itu, ternyata sangat kuat sekali, apalagi kakaknya tersebut


Gerakan tangan serta kakinya yang cepat, walaupun masih kecil, tapi mampu menumbangkan beberapa orang hanya dalam sekali pukul


Bahkan ada di antara mereka yang langsung pingsan, akibat dadanya ditendang oleh Dyah. Sementara yang lainnya ada yang giginya patah, tangannya keseleo dan mulutnya berdarah


Sementara Dragon lain lagi. Hanya dengan menggunakan sebelah tangan, dia menangkis serta membalas serangan, dan telak mengenai tubuh-tubuh mereka


Dalam kesempatan ini Dragon tidak menggunakan tenaga dalam, atau teknik-teknik kanuragan lainnya. Dia hanya menggunakan pukulan biasa, tapi mampu meremukkan gajah sebesar apapun


Akibat selalu di tempa oleh pertempuran, menyebabkan pukulan Dragon tidak bisa ditahan. Akhirnya lebih dari 115 orang, yang mencoba untuk menangkap dia dan adiknya, sekarang telah diam, dan terbaring di lantai karena pingsan


Melihat itu, semua orang yang tadi meragukan Dragon, termasuk tuan Chakan, tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan mata kepala sendiri mereka melihat, bahwa Dragon dan adiknya tersebut, telah mengalahkan orang sebanyak itu, bahkan hanya menggunakan sebelah tangan. itupun hanya menggunakan pukulan,tapi bukan tendangan


Tak lama kemudian Dragon pun berkata." Apakah masih ada lagi anak buah yang kau perintahkan untuk menangkap kami?. Kalau ada segera datangkan mereka, karena kami sudah mulai merasa bosan di sini?" Ujarnya penuh tantangan


"Si si siapa kau sebenarnya?"


"Kenapa bisa mengalahkan anak buahku yang sebanyak itu?. Apakah kau menggunakan sihir?" Tanya Chakan penasaran


"Sudah aku katakan, bahwa kami ini hanya pengembara, yang kebetulan lewat di sini."


"Kebetulan juga kami memenangkan taruhan."


"Selama ini kalian selalu meremehkan orang lain, dan tidak memandang kepadanya."


"Hari ini aku berniat memberi pelajaran kepada kalian, agar lain kali tidak berbuat seperti itu lagi!" Jawab Dragon penuh tekanan


"Ih ya ada yang lupa!. Tempat yang kalian hina itu, ternyata adalah tempat batu giok yang mahal harganya."


"Di tempat itulah aku menemukan tiga giok itu, dan masih banyak yang lain."


"Jika kalian kurang percaya silakan coba!"


"Kami permisi dulu!" Ujarnya tidak sungkan-sungkan


Chakan dan yang lainnya. Terutama That Natgong Wie, hanya bisa menahan amarahnya. Mereka tidak berani untuk memprovokasi Dragon lagi, karena mereka tahu, bagaimana hebatnya Dragon saat mengalahkan orang banyak tersebut


Jika mereka mencari masalah lagi, mereka yakin akan dipermalukan juga


Oleh karena itu mereka membiarkan saja saat Dragon dan adiknya meninggalkan tempat itu, walaupun dengan perasaan tidak senang


"Eh tunggu apa lagi!. Ayo kita serbu tempat itu, dan kita beli semua batu-batunya!" Ucap seseorang mengagetkan mereka

__ADS_1


"Betul kata mu!. Tempat itu adalah tempat keberuntungan. Jadi aku akan membeli banyak batu di sana!" Sambut yang lain pula


Maka berbondong bondong lah orang menyerbu stand yang dianggap tidak berguna itu, sampai membuat pelayannya kewalahan. Maka hanya dalam waktu 10 menit, 1000 buah batu yang mereka jual telah habis, dan tidak tersisa lagi


Chakan dan Natgong yang paling banyak membeli. Sedangkan kepala keluarga yang lain hanya membeli beberapa buah batu saja, karena mereka yakin batu yang mereka pilih itu berisi batu mulia. dan diharapkan berisi giok seperti yang Dragon temukan


Benar seperti yang mereka perkirakan. 6 buah batu yang mereka beli itu, empat diantaranya berisi benda berharga,sedangkan dua lagi hanya berisi giok berjenis swarsa, tapi berharga juga


Hampir empat jam aktivitas di tempat pelelangan itu


digunakan untuk memotong batu. Rata-rata batu yang mereka beli berisi logam mulia. Jadi mereka tidak mengalami rugi


Sementara Chakan dan Natgong, serta dua kepala keluarga lainnya, ditambah dengan tiga orang tuan muda mereka, menemukan batu semi Imperial Jade dan logam berharga lainnya


Petunjuk Dragon memang benar-benar berharga. Seluruh pengunjung berduyun duyun memenuhi stand yang 4 hari lalu tidak dilirik sama sekali


Tapi di hari kelima, semua batu yang mereka jual telah terjual habis. Jadi tugas mereka di sana telah selesai


***


"Kakak!. Kenapa kakak tidak mau menjual 3 giok itu?. Bukankah kita akan mendapatkan banyak uang?" Tanya Dyah penasaran


"Adik mau tahu jawabannya?" Jawab Dragon malah balik bertanya


"Ya tentu dong!. Jangan buat adik penasaran lah!" Respon Dyah marah


"Kalau kita jual memang akan menghasilkan banyak uang. tapi apakah adik lupa kalau kita ini sudah banyak uang?"


"Kakak rasa jika menjual giok itu, tidak ada gunanya, karena usaha keluarga kita kan banyak?"


"Setiap hari bisa menghasilkan triliunan rupiah. Jadi kita kurang apa lagi?" Ucap Dragon memberi penjelasan dan ingin memberikan pengertian kepada adiknya


"Selain itu! kakak kan punya calon istri nih!. Jadi kakak berniat untuk memberikan giok giok tersebut pada mereka." Ucap Dragon menjelaskan.


"Oh gitu ya kak?. Kalau calon kakak itu dapat, bagaimana dengan Dyah?. masak Dyah dilupakan?" Respon Dyah protes


"Kan Adik bisa mengambilnya di istana jiwa. Bukankah di sana banyak?" Jawab Dragon mengingatkan


"Ah benar juga ya?. Bahkan yang jauh lebih bagus dari giok itu banyak. Kenapa Dyah sampai lupa ya?" Responnya menggelikan


"Ya sudah!. Ayo kita lanjutkan perjalanan, atau kita pulang saja, karena hari pun sudah malam." Sambung Dragon kembali mengingatkan


Kemudian membimbing tangan Dyah untuk ikut dengannya


Tapi belum juga lima langkah, tiba-tiba dari arah depan, di tempat yang sedikit gelap. Ada kisaran 25 orang menghadang jalan mereka.


Kelompok itu diketuai oleh seorang pria bermuka codet, yang kemungkinan dulu bekas luka. Perawakan orang tersebut sanggam atau kekar. Tangannya besar, tinjunya apalagi


Lalu dengan tatapan tidak bersahabat dan seram tersebut. dia berniat mengintimidasi Dragon dan adiknya itu, agar nyali mereka ciut.


Kemudian dengan garangnya dia berkata. "Hentikan langkah kalian, dan serahkan barang barang yang kalian bawa!. dan jangan coba-coba untuk melawan!" Ucapnya penuh ancaman


"Kami tidak membawa apa-apa selain gorengan ini!" Jawab Dragon mengada ada


"Jangan coba-coba untuk menipu kami!. Kami sudah tahu apa yang terjadi di rumah pelelangan itu!"


"Kalian telah memenangkan tiga buah giok yang sangat berharga. dan kalian simpan itu!"


"Tapi sayangnya, kami juga berminat dengan batu itu!"


"Jadi cepat kau serahkan giok yang kau miliki!. Kalau tidak mau akan kami habisi!" Respon ketua gangster bermuka codet tersebut mengancam


"Kalau aku tidak mau bagaimana?. Apakah kalian akan mengeroyokku?" Jawab Dragon malah balik bertanya

__ADS_1


__ADS_2