Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Ketua tim penguji


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


"Lihat!. Tubuhku sudah semakin kurus tidak gemuk lagi!"


"Aku juga!. Bahkan tubuhku sudah kelihatan mulai atletis!"


"Sepertinya selera makanku sudah berkurang, dan berganti menjadi semangat olahraga."


"Aku harus melaporkan ini kepada Mahesa. karena berkat dialah aku jadi seperti ini."


"Bukan kau saja tapi kita." Bantah Martondang tidak terima.


"Ya ya kita!. Jadi mari kita cari Mahesa!, siapa tahu hari ini dia datang?" Reaksi Ibok Hang senang.


Kemudian bersiap siap untuk pergi. Tapi belum juga melangkah, Dragon sudah ada di depan mereka.


"Mahesa!. Seperti hantu saja kau!. Datang dan pergi tidak terasa!"


"Sebenarnya kau ini apa sih?. Siluman atau manusia?. Mengejutkan saja!" Reaksi Martondang tidak terima.


"Siluman bukan manusia juga bukan. Tapi lebih dari itu. Jadi tebak aku ini apa?" Respon Dragon dibawa bercanda.


"Manusia setengah dewa. Eh bukan!. Ah sudahlah. buat pening saja!" Jawab Martondang tidak mampu menggambarkan apa yang diinginkan oleh Dragon


"Jadi bagaimana?. Apakah kalian sudah merasakan perbedaannya?" Tanya Dragon sekedar bertanya saja.


"Ya jelas sudah!. Badanku sekarang semakin ringan, nafsu makan tidak menggebu lagi, dan semangatku jadi membara."


"Kalau begini terus, aku yakin dalam 3 bulan kedepan aku sudah langsing dan semakin tampan."


"Dengan semakin langsing, maka gadis-gadis akan banyak mendekatiku!" Jawab Ibok Hang cepat, mendahului rekannya, Martondang.


"Bagaimana denganmu Tondang?. Apakah perasaanmu juga sama?" Tanya Dragon pada yang satunya lagi.


"Sama seperti Ibok, badanku sekarang juga semakin ringan. Nafsu makanku juga semakin kurang."


"Jadi aku yakin 3 bulan ke depan, badanku sudah berubah. Tinggal rajin berolahraga saja." Jawab Martondang berterus terang.


"Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya."


"Program diet ini serta merubah pola pikir harus dilaksanakan dengan ketat!"


"Aku tidak mau kalian main-main dengan programku ini. sebab jika kalian berani melakukannya, maka aku akan menghentikan bantuanku!" Ucap Dragon mengancam mereka.


"Tenang saja kawan!. Kami sudah merasakan manfaatnya. Jadi kami tidak akan berani melanggar perjanjian."


"Tapi sekali-sekali bolehkan kami makan enak?" Jawab Ibok Hang mencoba kompromi.


"Kalau sekali-sekali boleh! tapi nanti setelah 3 bulan."


"Kalau saat ini kalian terus memikirkan makan, maka saat ini juga aku akan menghentikan program itu. Bagaimana?" Respon Dragon tidak terduga.


"Oh Jangan, jangan!. Biarlah kami makan seadanya dengan program diet yang sudah kau tentukan, daripada harus kembali ke zaman batu."


"Walau bagaimanapun aku tidak mungkin selamanya berada di kampus ini."


"Sudah waktunya untuk keluar, dan mencari pekerjaan di sana!" Jawab Martondang mendahului temannya.


"Baguslah kalau begitu!. Tapi ngomong-ngomong ada satu berita besar yang akan aku sampaikan pada kalian." Respon Dragon berterus terang.


"Apa itu?. Cepat sampaikan!, karena aku sudah sangat penasaran!" Respon Martondang sudah tidak sabaran lagi.


"Hari ini dosen pembimbing praktik tidak bisa datang. Jadi mereka mewakilkan kepadaku untuk menjadi ketua tim penilai kalian."


"Kalau kalian keberatan silakan ajukan sekarang, sebelum praktik ini dilaksanakan." Jawab Dragon berterus terang.

__ADS_1


"Wah bagus itu!. Aku senang mendengarnya. Kapan praktik akan dilaksanakan?" Reaksi Ibok Hang merasa senang.


"Hari ini pukul 02.00 siang, dan waktunya hanya 3 jam. Dari jam 02.00 sampai jam 05.00. Lewat daripada itu maka kalian akan dinyatakan tidak lulus!" Jawab Dragon apa adanya.


"Baik!. Kalau begitu aku akan bersiap-siap!"


"Walaupun waktu masih ada 5 jam lagi, tapi kami perlu mempelajari teorinya." Jawab Ibok Hang ragu ragu


"Tidak perlu belajar lagi!, karena daya pikir kalian sekarang sudah semakin berkembang. Kalau kalian kurang percaya silakan jawab pertanyaan ini." Bantah Dragon mengejutkan mereka.


"Benarkah?. Bagaimana bisa?" Respon Ibok Hang tidak percaya.


"Apa yang tidak bisa?. Selama ini kalian hanya malas saja, dan hanya memikirkan tentang makan serta gaya."


"Tapi sejak aku turun tangan, daya pikir kalian sudah berubah."


"Kalau kau kurang percaya cobalah!" Jawab Dragon cukup tenang.


Kemudian memberikan selembar kertas yang isinya ada 10 soal, mengenai mesin dan peralatannya.


"Ah benar katamu!. Soal yang semula sulit tapi sekarang jadi mudah!"


"Wah ini sangat luar biasa!. Berarti aku ini benar-benar jenius!"


"Tidak percuma bersusah payah belajar. ternyata hasilnya luar biasa!"


"Kalau aku tahu bakal begini, sudah lama aku berteman dengan mu Mahesa. Kau memang luar biasa!" Reaksi Martondang tidak terduga.


"Bukan jenius tapi beruntung. Karena kita mengenal teman yang baik seperti Mahesa."


"Sudah pintar sakti lagi"


"Mana ada obat yang bisa membuat orang pintar dalam sekejap mata. Baru tiga hari juga. Tapi dampaknya sudah terasa."


"Wawasan kita sudah semakin luas. Soal sulit seperti ini bisa kita jawab."


"Ya kau benar!. Aku yakin praktek sore nanti kita langsung dinyatakan lulus. apalagi yang mengujinya teman kita sendiri!" Sambut Martondang setuju dengan pendapat temannya barusan.


"Belum tentu juga!. Walaupun aku yang menguji kalian, tapi kalau kalian tidak kompeten, maka aku tidak akan segan-segan untuk tidak meluluskan kalian!"


"Tapi kalau kalian bersungguh-sungguh, maka aku yang akan bertanggung jawab, dalam kelulusan kalian. Sehingga 3 bulan kedepan, kalian sudah bisa diwisuda, dan sudah bisa mendapatkan gelar sarjana." Respon Dragon memberi peringatan kepada mereka.


"Bagus!. Aku akan belajar bersungguh-sungguh, dan melaksanakan program darimu dengan baik!"


"Jika aku berbohong, maka aku tidak akan marah kalau tidak diluluskan!, dan akan terus berusaha dan mencoba sampai lulus!" Sambut Ibok Hang dengan tekad kuat.


"Aku juga seperti itu!. Aku akan belajar bersungguh sungguh, dan tidak akan bermain-main lagi!" Sambung Martondang juga dengan tekad yang kuat.


"Baiklah!. Aku tunggu kesungguhan kalian, dan buktikan pukul 02.00 siang nanti, sampai pukul 05.00 sore. Mudah-mudahan kalian lulus!" Sambut Dragon senang.


Kemudian memberikan beberapa lembar kertas yang berisi petunjuk dan tatacara praktik, dan apa yang harus mereka lakukan. Lalu pergi dari tempat itu tanpa menoleh lagi.


Lima jam kemudian. Ibok Hang dan timnya, sudah bersiap siap untuk melakukan praktik bongkar pasang mesin produksi, yang tidak ada kerusakan sama sekali.


Pada mereka diharuskan untuk membongkar serta memasang kembali mesin tersebut hingga bisa digunakan lagi. serta mengganti jika ada alat yang sudah aus.


Jadi tepat pukul 2 sore, praktek pun dimulai. Dragon yang ditunjuk untuk menjadi ketua tim penilai, mempersilakan empat tim yang ada di depannya untuk memulai pekerjaannya.


Waktu yang diberikan hanya tiga jam. Dan harus selesai sebelum pukul lima sore. Maka sibuk lah empat tim tersebut mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.


Ada yang menyiapkan, kunci pas. tempat baut berbagai ukuran, bahkan ada yang menyiapkan oli pengganti setelah mesin itu selesai dipasang.


Kelompok Ibok Hang yang diketahui olehnya, terlihat sedang sibuk membongkar tutup mesin itu, dan membongkar semua isinya.


Pekerjaan itu mereka lakukan hanya dalam waktu setengah jam. Setelah itu mereka membersihkan peralatannya dengan minyak yang memang sudah dipersiapkan. Setelah beres mereka memasangnya kembali dengan penuh perhitungan, agar saat dihidupkan tidak terjadi konslet atau kerusakan.

__ADS_1


Setelah satu setengah jam, mesin yang mereka bongkar tadi sudah berhasil dipasang, dan sudah kembali seperti semula. Tinggal menghidupkannya saja.


Sementara kelompok lain masih sibuk membersihkan segala macam onderdil yang ada di dalam mesin itu. Tapi setelah dua setengah jam, ada satu tim yang belum selesai memasang tutupnya. dan saat waktu sudah hampir menunjukkan pukul 3 semua tim sudah menyelesaikan pemasangannya, dan tinggal menghidupkannya saja.


"Bagus!. Kalian bekerja dengan baik. Walau masih ada beberapa kekurangan, tapi itu bisa diperbaiki sambil berjalan."


"Sekarang saatnya untuk menghidupkan mesin yang tadi kalian bongkar dan pasang itu."


"Jika bunyinya tidak sesuai dengan harapan, maka kelompok tersebut dinyatakan tidak lulus, dan harus diulangi satu minggu kemudian." Ucap Dragon memberikan arahan.


Setelah Dragon berkata seperti itu. datang beberapa orang yang masing-masing menuju ke mesin yang telah mereka pasang tadi, dan segera menghidupkannya.


"Luar biasa!. Ternyata hasil yang kalian tunjukkan padaku sesuai dengan harapan."


"Indikator yang ada di komputer ini menunjukkan, bahwa tidak ada kerusakan dan pergesekan alat-alat di dalam mesin sama sekali."


"Bunyinya pun tidak mengalami perubahan, bahkan menjadi lebih halus dari sebelumnya."


"Jadi dengan dengan berat hati aku katakan bahwa....


Ucapan Dragon sengaja dihentikan, untuk membuat 20 orang yang tadi melaksanakan praktek menjadi kebingungan


Mereka sudah tidak sabar menunggu apa yang akan diucapkan oleh Dragon, Apakah mereka dinyatakan lulus atau tidak?.


Namun setelah ditunggu selama setengah menit, Dragon belum juga menyambung perkataannya.


Ibok Hang serta yang lain, sudah merasa gelisah. Dia tahu bagaimana Dragon itu. Jadi dia sangat berharap agar kali ini Dragon menyatakan dia dan kelompoknya lulus.


Tapi sampai 1 menit, Dragon masih belum menyambungnya juga. Mereka sudah semakin gelisah. Tapi tidak berani marah. Sebab jika mereka marah, maka otomatis mereka dinyatakan tidak lulus.


"Dengan wewenang yang diberikan. Aku nyatakan kalian semuanya.. lulus!"


"Hore!" Teriak mereka berbarengan, dan berlari ke arah Dragon untuk mengucapkan terima kasih, sambil ingin memeluknya.


Tapi Dragon sudah keburu lari, karena dia tidak mau pakainya kotor, sebab dia tidak membawa pakaian ganti.


Namun walau Dragon lari, mereka juga mengejarnya. dan akhirnya Dragon berhasil mereka tangkap, lalu diangkat beramai-ramai, serta dilambungkan ke udara.


Maka jadilah pakaian Dragon kotor, yang tidak sesuai dengan harapannya.


"Huh!.Menyebalkan!" Batin Dragon dalam hati. Kemudian meminta pada mahasiswa yang dinilainya untuk menyudahi aksinya tersebut.


***


Kini Dragon sudah berada di tempat lain. Pakaian yang tadi sempat kotor sudah diganti, karena para pengawalnya selalu membawa pakaian ganti untuk tuannya, jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. dan itu ternyata benar.


Jadi apa yang mereka usahakan tidak menjadi sia-sia.


"Antar aku ke restoran di seberang jalan itu, karena aku ingin makan di sana." Ucap Dragon pada 10 orang pengawalnya sambil memberikan kode.


"Tapi ingat!. Jangan terlalu mencolok!"


"Awasi beberapa orang yang menurut penglihatan ku sangat mencurigakan."


"Mereka ada di sudut ruangan, dan jumlahnya ada 6 orang."


"Sepertinya mereka berniat ingin merampok rumah makan itu, karena ada senjata di pinggang mereka." Ucap Dragon memberikan arahan.


"Baik tuan muda!. Kami siap meringkus mereka!" Jawab Bumi mendahului teman-temannya yang lain.


"Cepat berpencar!. Jangan masuk secara bersamaan, agar mereka tidak curiga!" Ucap Leon pula.


"Yunior Jeny!. kau masuk dulu."


"Periksa apakah mereka membawa bom?. Jika ada cepat laporkan!" Ucap Leon memberi arahan.

__ADS_1


"Siap komandan!" Jawab Jenifer patuh. Lalu masuk ke dalam restoran itu, tanpa menimbulkan kecurigaan.


__ADS_2