Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Berniat melarikan diri


__ADS_3

Satu hari kemudian. Dragon dan anak buahnya sudah berada di tempat lain, atau tepatnya di tengah hutan, yang kebetulan ada bekas penebangan liar juga ada bekas pemukiman penduduk yang sudah rusak


Mungkin mereka adalah penduduk nomaden, karena tanahnya sudah gersang, lalu ditinggalkan untuk mencari lokasi baru. Ditempat itulah sekarang Dragon sedang ingin membuat perhitungan


Tak lupa sebelum mendatangkan pemimpin kesembilan organisasi sihir besutan ratu serigala atau nenek wolf itu, Dragon terlebih dahulu memasang formasi pelindung buat anak buahnya bertahan


Selain memasang formasi pelindung, Dragon juga memasang formasi pertahanan dalam bentuk penguatan jiwa, dan akan tetap berada di tubuh anak buahnya selama yang mereka mau. Sehingga sihir dan kekuatan supranatural sekuat apapun, tidak akan mempan terhadap mereka


Dragon berbuat demikian, karena dia tidak mau anak buahnya menjadi korban, karena terpengaruh dan hilang kesadaran, saat pemimpin kesembilan tersebut mengeluarkan sihir tingkat tingginya


Oleh karena itu, sebelum semua itu terjadi, Dragon sudah mengantisipasinya terlebih dahulu. Itupun hanya untuk pengawal yang levelnya masih rendah


Namun buat Abhicandra, Leon, Jenifer, Burgon, Awan, Langit dan Bumi juga sepuluh bawahannya tidak perlu demikian, karena mereka ilmunya sudah cukup tinggi, dan tidak akan terpengaruh


oleh intimidasi sihir apapun


Jadi buat mereka, formasi seperti itu tidak begitu berpengaruh. Namun bisa menambah kekuatannya menjadi semakin kuat


Kemudian setelah semua persiapan dianggap selesai. Dragon memutuskan untuk memberi arahan pada anak buahnya dengan berkata. "Kalian semua, bersiaplah!"


"Aku akan menarik pemimpin kesembilan itu kemari, untuk diberi hukuman!" Ucapnya lantang.


Kemudian merapal mantra, atau teknik formasi pemanggilan tingkat tinggi dengan berkata.


"Formasi pelipat bumi!"


"Aktif lah!"


Boom!


Wus!


Wus!


Wus!


Seperti biasanya, setelah merapal teknik pemanggil itu. Lingkaran besar berupa rune segera terbentuk, yang mempunyai aura sangat mengerikan, tidak sama seperti lingkaran sebelumnya


Lingkaran itu mempunyai kekuatan, menarik benda apa saja untuk masuk dan muncul di depan pembuatnya


Apalagi setelah Dragon merapal kata kata. Aura dari lingkaran tersebut semakin bertambah besar


"Jiwa jiwa yang penuh kesesatan!. Datanglah kalian pada ku tanpa dipaksa!"


"Aku ingin memurnikan jiwa jiwa kalian agar menjadi bersih!" Ucap Dragon berwibawa


Boom!


Begitu selesai mengucapkannya. Rune rune pemanggil segera bereaksi, dengan menarik orang orang yang diinginkan oleh tuannya untuk datang


Tak lama sesudah itu, berbondong bondong orang keluar dari rune itu dalam kondisi kebingungan. Termasuk Brajasantana dan anaknya Freddy Jaya itu


Bersama dengan mereka, ikut pula anggotanya yang berjumlah sekitar 1.769 orang, yang semuanya telah dicuci otak dan jiwanya oleh Ratu Selina, alias Ratu Siluman Serigala, dengan sihir penakluk jiwa andalannya itu


Siapapun yang terkena ilmu itu, akan bersedia melakukan apapun yang diperintahkan padanya, termasuk jika diminta untuk membunuh orang serta keluarganya


Jangankan nyawa orang lain, nyawanya sendiri pun sanggup ia korbankan, demi untuk memenuhi ambisi serta selera siluman yang mendiami tubuh Selina


Yang dimakan bukanlah tubuh atau dagingnya, tetapi hati dan jantungnya. Termasuk jiwanya, karena dengan mengkonsumsi jiwa korban-korbannya itu, maka Ratu Selina akan bertambah muda dan abadi


Setelah semua yang dipanggil itu datang, orang-orang tersebut menjadi bingung serta keheranan, dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Yang mereka tahu adalah, saat ini mereka sedang berada di tengah hutan, yang kondisinya sangat suram sekali walau cuaca di atasnya cerah


Freddy Jaya yang pertama menyadari, bahwa rune besar itu yang telah menarik mereka dari tempatnya semula


Maka dengan suara yang dibuat keras dia berkata. "Apa yang terjadi?. Kenapa kita bisa berada disini?" Ujarnya keheranan


"Ayah juga tidak tahu!. Tiba tiba saja tubuh ayah tersedot masuk ke dalam lingkaran besar itu, dan tiba tiba sudah muncul disini!" Jawab Braja Santana juga kebingungan

__ADS_1


"Ibu!. Saat ditarik tadi ibu sedang dimana?" Tanya Freddy pula


"Ibu sedang berada di ruang pemujaan, dan ini buktinya!" Jawab Ratu Selma apa adanya, sambil menunjukkan baki penuh organ tubuh berupa hati dan jantung manusia


"Ini aneh?. Apa yang sebenarnya terjadi pada kita?"


"Kenapa dan untuk apa kita ditarik kemari?. Dan siapa yang melakukannya?" Ucap Braja Santana pada keluarganya itu


"Aku!" Jawab Dragon tiba tiba


"Kau?" Reaksi Teddy Jaya terkejut


"Ya, ini aku!. Kenapa?. Terkejut?" Jawab Dragon cukup mengintimidasi


"Bukankah kau sudah berjanji, tidak akan menangkap ku kembali saat kami dilepaskan?"


"Tapi kenapa sekarang kau menarik kami kemari?"


"Apa yang kau mau kan?" Respon Freddy Jaya protes


"Jawabannya gampang!. Aku melepaskan kalian, karena ingin memancing ikan yang lebih besar dari yang aku dapatkan kemarin. Dan inilah buktinya!"


"Sekarang kalian sudah ada di sini, dan menurut penglihatanku, tidak satu orang pun yang tertinggal."


"Masalah yang kau katakan berjanji itu Aku tidak pernah mengatakannya!"


"Aku hanya mengatakan, bahwa kau masih diberi kesempatan untuk hidup, asal menyingkirkan atau membuang sihir yang kau kuasai."


"Tapi nyatanya kau bukannya bertobat. Namun malah menjadi jadi!"


"Hanya dalam satu hari. Kau sudah menebar kejahatan dimana mana!"


"Buktinya dengan baki yang penuh dengan hati dan jantung manusia m itu!"


"Bukankah kau mendapatkannya dari anak buahmu sendiri, karena pencarianmu telah kami halangi?" Jawab dan tanya Dragon sangat menohok sekali


"Aku akan membuat perhitungan dengan mu bocah sombong!" Respon Freddy Jaya emosi


Kemudian menyerang Dragon dengan membabi buta


Namun tak satupun serangannya yang mengenai sasaran


Dragon memang sudah memberikan instruksi kepada anak buahnya agar tidak ikut campur, karena dia sendiri yang akan memberikan pelajaran pada Freddy Jaya yang sombong itu


Jadi saat tuan mudanya diserang itu, mereka hanya tersenyum sinis, dari formasi yang sengaja dibuat oleh Dragon agar mereka tidak terlihat


Braja Santana yang melihat anaknya menjadi bulan bulanan Dragon, akhirnya menjadi marah. Pada awalnya dia ingin bertanya, siapa orang yang telah berani memanggilnya kemari dengan cara hina seperti itu


Tapi saat anaknya diperlakukan tidak adil seperti itu, Dia melupakan niatnya semula. dan segera merilis ilmu sihir pengendali jiwa yang sangat dibanggakannya itu


Sekejap saja. Cuaca yang semula cerah.Tiba tiba menjadi gelap, dan situasinya sangat mencekam sekali


Dragon yang melihat itu hanya berdiri diam, dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Santana padanya


Ternyata tujuannya melakukan itu, adalah untuk memanggil roh serigala, yang bersemayam di raga anak buahnya, termasuk Freddy Jaya dan istrinya itu


Seluruh tubuh mereka berubah menjadi serigala, dengan kuku kuku panjang menyerupai besi runcing, yang keluar dari jari jari berbulu nya itu. Dan hanya membutuhkan waktu satu menit. Seluruh orang orang itu sudah berubah menjadi siluman yang menjijikkan


"Benar benar manusia sesat!"


"Kalian sudah menyerahkan hidup kalian pada mahluk tidak bermoral itu. dan kalian melakukannya dengan sengaja."


"Oleh karena itu, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk menghabisi kalian!" Respon Dragon tegas


"Tunggu!. Kenapa kau tidak terpengaruh oleh sihir ku ini?"


"Apakah kau juga mempunyai ilmu sihir seperti ku?" Tanya Santana dengan suara seraknya itu

__ADS_1


"Dasar bodoh!. Apakah kau pikir ilmu mu yang tidak seberapa itu mampu membuat ku terpengaruh?"


"Kau lihat lah ini!. Mereka juga tidak terpengaruh oleh ilmu rendahan mu itu!"


"Lihat dan perhatikan baik baik!. Bukankah mereka masih baik baik saja?" Ucap Dragon sambil menjentikkan jarinya ke udara


Sejurus setelah Dragon melakukan itu, muncul 50 orang yang dipimpin oleh Abhicandra, sambil memandang tajam kearah para siluman itu


Geerr!


Geerr!


Reaksi siluman yang dipandang oleh mereka marah, seperti ingin mencabik tubuh Abhicandra juga yang lainnya


Tapi sedikitpun mereka tidak terpengaruh oleh intimidasi ribuan serigala, yang memenuhi tempat itu, malah dengan tenangnya mereka berdiri, sambil menunggu perintah dari Dragon untuk melawan siluman siluman itu


"Kurang ajar!. Ternyata kalian bukan orang sembarangan!"


"Ilmuku yang sudah tergolong tinggi ini, tidak berpengaruh apa-apa pada kalian!"


"Kalau begitu tunggu dan rasakan, Bagaimana pembalasanku!" Reaksi Santana tidak senang


Kemudian memberi aba-aba kepada ribuan anak buahnya untuk menyerang Dragon


Sekejap saja. Suasana pembantaian sudah mulai terasa. Dragon memang sengaja memberi kesempatan kepada anak buahnya bertarung, untuk melawan siluman siluman itu.


Hitung-hitung sebagai latihan. Karena dia yakin, 50 anak buahnya itu, akan mampu menghabisi ribuan serigala serigala jadi-jadian tersebut


"Kepung dan habisi mereka!. Jangan biarkan mereka hidup!"


"Ambil jantung dan hatinya, untuk dipersembahkan kepada yang mulia Ratu!" Ucap Santana memberi perintah


"Geeerr!" Jawab siluman siluman itu serempak. Pertanda mematuhi perintah dari tuannya


Lalu meluru kearah Dragon juga yang lain, untuk melaksanakan perintah dari Santana


Namun sayang. Belum juga sampai. Tubuh tubuh mereka sudah hancur, akibat diterjang oleh sinar seperti laser, yang keluar dari mata Leon


Bukan hanya itu saja. Dari tangan Leon juga muncul ratusan bola-bola api. yang bisa berubah sesuai kehendak tuannya, dan langsung terbang menuju serigala serigala tersebut


Aura panas yang ditimbulkannya membuat benda yang diterjang langsung meledak dan tidak tersisa sedikitpun. dan itu sangat mudah dilakukannya


Sementara itu di bagian lain, Jennifer juga menggunakan bola-bola api, yang mirip seperti milik seniornya itu. Tapi jumlahnya lebih banyak daripada jumlah yang dimiliki oleh Leon


Bola bola api yang dibentuk itu, diubahnya menjadi panah-panah api, dan siap diluncurkan kapan saja tuannya kehendaki


Ternyata tak lama sesudah itu, panah-panah tersebut memang meluncur ke arah siluman jadi-jadian yang mencoba menyerangnya, dan langsung membuat tubuh mereka meledak


Abhicandra lain lagi. Pisau dan pedang terbang yang dimilikinya, sangat luar biasa sekali. Dengan bebasnya terbang ke mana-mana, dan memenggal leher serigala serigala tersebut, karena memang kelemahannya berada di situ


Sementara Burgon, menggunakan laser yang berasal dari teknik inti pedang, yang dirubahnya menjadi tombak pendek berjumlah sepuluh, dan digunakannya untuk menghabisi lawan lawannya


Bumi lebih sadis lagi.Tubuh tubuh serigala itu, di hantam serta di dihancurkan dengan menggunakan tanah, yang dirubahnya menjadi senjata mematikan


Ratusan lawannya dibuat tidak berdaya, dan belum sempat melakukan serangan. Alih alih tubuh mereka sudah hancur dan mati seketika


Langit juga demikian. Senjata bola bola cakra yang dimilikinya. berkelebat kesana kemari mencari mangsa. Setiap mengenai lawannya pasti langsung mati. Kalau tidak hancur ya meledak


Awan juga sama. Inti pedang raksa yang dikuasainya, mengambil korban yang paling banyak. Setetes saja raksa itu mengenai tubuh lawan. pasti langsung meleleh kemudian hancur tidak tersisa


Braja Santana yang melihat itu menjadi bergidik ngeri. Baginya pembantaian itu sudah diluar nalar, dan belum pernah terjadi selama ini


Freddy Jaya dan ibunya tidak terlepas dari kengerian itu. Walau mereka sudah berubah menjadi siluman, tetapi ada juga rasa takut dalam hatinya, dan itu lumrah terjadi pada semua makhluk hidup yang ada di dunia ini


"Ayah!. Apa yang harus kita lakukan?. Mereka bukan lawan anak buah kita!"


"Lebih baik kita mundur, dan melarikan diri, agar selamat dari pembantaian!" Ucap Freddy Jaya melalui mata batinnya

__ADS_1


"Ayah juga berpikir demikian. Biarlah mereka mati. yang penting kita bertiga selamat." Jawab ayahnya melalui mata batinnya juga


__ADS_2