
Satu jam kemudian. Seluruh dunia telah dibuat gempar, atas tertangkapnya cukong dan bandar perhiasan, yang di pimpin oleh seorang spesialis penadah barang hasil curian
Dia itu merupakan rekanan dari Balaraja, dan sudah bekerjasama selama kurang lebih 3 tahun. dan selama itu pula, usahanya tidak pernah mendapatkan hambatan
Tapi setelah pemberitaan tentang Balaraja merebak luas. Dia akhirnya terkena imbasnya juga. karena bukti-bukti keterlibatannya telah dipaparkan oleh Rams, bersama dengan tim hackernya
Bukan hanya Hungkul saja yang berhasil ditangkap. Tapi cukong-cukong lain, termasuk para pendikingnya juga ditangkap
Mereka berjumlah 71 orang, dan sudah dipastikan terlibat dalam usaha ilegal tersebut. Dan sekarang mereka sudah diamankan oleh satuan tugas, yang memang dibentuk untuk itu
Namun Balaraja berhasil melarikan diri, dan bersembunyi di suatu tempat, yang hanya dia dan keluarganya saja yang tahu
"Biarlah untuk sementara, aku berikan dia hidup."
"Nanti setelah pekerjaan besar ini selesai. Aku akan mendatanginya!" Ucap Dragon lirih
Dia mengetahui berita tentang lolosnya Balaraja, lewat pemberitaan yang masuk ke handphonenya. juga handphone milik anak buahnya, yang ke mana-mana memang selalu mereka bawa
Selain dari handphonenya itu. Dragon juga mengetahui melalui penerawangan aura kesadarannya. dan diperkuat dengan mata sakti semesta miliknya
Dalam penerawangan itu dia melihat, bahwa Balaraja bersembunyi di sebuah desa yang cukup terpencil, yang penduduknya tidak begitu banyak
Di desa itu dia mempunyai sebidang tanah, yang lokasinya cukup terpencil juga, dan jarang didatangi oleh manusia
Ke tempat itulah Balaraja melarikan diri, bersama dengan tim hackernya. Sementara keluarganya masih tetap tinggal di istananya
Saat melarikan diri itu.Mereka sempat mengamankan sejumlah perhiasan juga batu-batu mulia, yang belum sempat dia jual, berikut uang tunai yang sangat banyak, hasil dari penjualan gelap perhiasan tersebut
Dragon yang mengetahui persembunyian Balaraja hanya tersenyum saja. Baginya menangkap orang tersebut sangat mudah. Jika dia mau, saat ini juga dia bisa. Tapi Dragon mempunyai pertimbangan lain, karena orang tersebut masih berguna baginya suatu saat nanti
"Nikmatilah dulu sisa hidupmu Balaraja!. Sebentar lagi aku akan mendatangimu!" Batin Dragon dalam hati
Kemudian mengalihkan perhatiannya, pada rombongan yang dia panggil tadi. Lalu berkata. "Bibi Emily juga yang lain!. Maaf telah membuat kalian menunggu!"
"Aku harus menyelesaikan urusan dengan Balaraja itu, dan memastikan, bahwa dia tidak akan mencampuri urusan ku dengan tempat ini!"
"Karena sekarang dia sudah menjadi buronan. Maka kesempatan untuk menguasai lokasi ini sudah tidak ada lagi."
"Jadi aku minta pada kalian untuk mengeksplorasi dan mencari kebenaran, apakah tempat ini layak untuk dijadikan areal pertambangan atau tidak."
"Setelah dipastikan bahwa tempat ini mengandung emas, dan bahan mineral lainnya, maka aku minta kepada biby Emily untuk mengurusnya!"
"Setelah surat perizinan, serta surat-surat lain keluar, maka aku akan langsung merubah tempat ini menjadi areal pertambangan. Lengkap dengan fasilitasnya!"
"Oleh karena itu!. Segeralah bekerja!"
"Aku berharap dalam waktu paling lambat satu hari. Kalian sudah menemukan bahan tambang itu!"
"Dan keesokan harinya, surat perizinan sudah boleh diurus." Ucap Dragon memberikan instruksi pada anak buahnya
"Kakek Abi juga komandan Bumi, serta yang lain!"
"Bantu mereka untuk mengekplorasi gunung itu!"
"Bongkar tanah, bebatuan juga pasir yang ada di sisi timur gua, atau di tempat-tempat lain, dan segera bawa kemari!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab mereka serempak
Kemudian bergegas pergi dari tempat itu, dan berlarian menuju gunung tersebut
Abhicandra, Burgon, Langit, Awan dan Bumi pergi ke gunung itu dengan cara terbang. Atau tepatnya berkelebat dari satu pohon ke pohon lainnya
Terkadang mereka melewati bebatuan yang cukup banyak, dan menjadikan batu batu tersebut sebagai landasan
Satu setengah jam kemudian. Contoh bebatuan, tanah yang berhasil dikumpulkan sudah ada di depan Dragon, dan sedang diteliti oleh tim ahli bebatuan serta bahan mineral yang ia datangkan
Dari penelitian itu didapati, bahwa kandungan atau kadar emas yang ada sampel tersebut mencapai 99.97%. atau emas murni 24 karat
__ADS_1
Sedangkan dari pengukuran yang satunya lagi didapati, bahwa kandungan atau kadar emasnya mencapai 97,79%. Atau emas 23 karat
Kesimpulan itu disimpulkan dengan cara uji gosok pada batu, yang ditetesi dengan zat kimia, yaitu asam nitrat dan asam klorida. Serta campuran keduanya, yang disebut cairan raja atau aqua regia
Dengan pengujian itu mereka sudah dapat menyimpulkan, bahwa sampel tanah, pasir juga bebatuan yang mereka amati itu, memang mengandung emas, bahkan kadarnya sangat tinggi sekali
Selain emas, yang mempunyai nomor atom 79, Ditempat itu juga ditemukan jenis logam mulia lainnya yaitu antara lain perak, platinum, iridium, paladium, rhodium, smium dan rutenium
Sementara saat meneliti serta mengukur bebatuan sedimen didapati, bahwa bebatuan tersebut mengandung berlian mentah atau batu intan. Itupun setelah melakukan pengukuran dengan menentukan massa jenisnya, dengan menggunakan alat ukur berlian elektrik dan metode penentuan lainnya, dan didapati bebatuan tersebut bukan batu suarsa, tapi intan, karena memiliki bentuk Piramida yang paling umum di dunia
Selain melakukan pengukuran dengan teknik itu. Tim tersebut juga menggunakan pengujian dengan menggunakan skala Mohs Hardness, yang mengindikasikan intan memiliki nilai 10. Sedangkan korundum memiliki nilai 9
Saat digosokkan, korundum tergores, dan sudah bisa dipastikan, bahwa bebatuan tersebut adalah intan murni
"Bagus!. Aku senang dengan kerja kalian!"
"Kerja yang sulit begitu bisa kalian kerjakan hanya dalam waktu dua jam!"
"Hari ini atau besok. Aku ingin bibi Emily mengurus surat perizinannya, dan ku harapkan paling lambat tiga hari sudah selesai!" Respon Dragon sangat senang, sesaat setelah timnya itu melaporkan hasilnya
"Paman Leon!. Tinggal berapa hari lagi petualangan kita ini?"
"Apakah masih sempat mengunjungi tempat tempat lainnya?" Ucap Dragon bertanya pada pengawal pribadinya tersebut
"Kalau tidak salah tinggal 12 hari lagi tuan muda!" Jawab Leon ragu ragu
"Izin menjawab juga tuan muda!"
"Dengan hari ini waktu kita masih tersisa 13 hari lagi, dan masih sempat untuk melakukan perjalanan." Ucap Abhicandra tanpa ragu ragu lagi
"Cuma masalahnya, menunggu surat perizinan itu keluar. Membutuhkan waktu berhari hari. Dan kita sudah tidak banyak waktu lagi."
"Jika terus menunggu disini, jelas akan memakan waktu..."
"Eh!. Tapi tunggu dulu!"
"Bagaimana kalau orang orang yang mempunyai otoritas tersebut aku datangkan kemari?"
"Bibi!. Apakah bibi kenal dengan orang orang yang biasanya mengurus surat perizinan pertambangan?" Tanya Dragon pada Emily
"Sangat kenal tuan muda!. Bahkan kami cukup dekat, karena mereka pernah aku tolong saat mengalami kesulitan dulu." Jawab Emily berterus terang
"Hemm!. Sangat kebetulan sekali!"
"Setujukah bibi jika mereka aku datangkan kemari?" Respon Dragon penuh harap
"Sangat setuju tuan muda!" Jawab Emily apa adanya
"Baiklah!"
"Pertama bibi hubungi mereka dulu, dan kasi tahu bahwa bibi sedang menunggu mereka di sini."
"Sebutkan juga alasannya, agar mereka membawa barang barang yang dibutuhkan untuk bisa menyetujui rencana kita."
"Setelah diberi pengertian, katakan, bahwa aku dan ayah ku ingin bertemu dengan mereka!" Tanggapan Dragon cukup luar biasa
"Siap tuan muda!" Jawab Emily patuh. Kemudian mengerjakan apa yang telah diperintahkan padanya barusan
"Ayah!. Bisakah datang ke sini?" Tanya Dragon sesaat setelah teleponnya tersambung dengan ayahnya
"Apakah ibu mu boleh ikut?, karena dia khawatir dengan adik mu itu?"
"Dia pergi tak bilang bilang lagi."
"Beruntung yang memanggilnya itu kau!. Coba kalau orang lain. Ayah pasti akan marah!" Respon Dion tegas. sekaligus meminta persetujuan
"Baiklah ayah!. Kasi tahu ibu dulu, agar bisa bersiap-siap!" Jawab Dragon senang sekali
__ADS_1
Tak lama kemudian. Dion serta Ivory pun sudah datang. dan disambut oleh para pengawal Dragon dengan rasa sukacita. Walau belum lama ini mereka juga pernah bertemu, saat Dragon menemukan lokasi baru pertambangan. yang mirip dengan lokasi baru itu. Hanya lokasinya saja yang berbeda
Namun mereka terlihat sangat senang. Begitu juga dengan Dragon. Langsung siapapun yang ada di situ, memberi hormat ke arah mereka. Terkecuali Surapati dan anak buahnya. yang saat ini masih terkurung di krangkeng batu. dan dibiarkan begitu saja
"Salam tuan senior, tuan dan nyonya besar!" Ucap pengawal Dragon juga rombongan Emily dengan sikap tunduk
"Bangunlah!. Apa kabar kalian semua?"
"Apakah baik baik saja?" Jawab tuan Birawa merasa senang
"Kami baik-baik saja tuan senior!" Jawab yang ada disitu serempak
"Kakek buyut!. Angin apa yang telah membawa kakek kemari?"
"Apakah kakek sudah bosan di rumah" Respon Dragon bercanda
"Kenapa kau tanya begitu?. Apakah kau tidak kangen pada buyut mu ini?" Ucap tuan Birawa pura pura tidak senang
"Oh tidak! tidak!. Draco hanya bercanda saja!" Jawab Dragon lugas dan tepat
Lalu mendekati orang tua serta kakek buyutnya itu, dan langsung memeluknya
"Mana Dyah?. Kenapa dia tidak ada disini?" Tanya Ivory pura pura bertanya
Padahal dia sudah melihat yang bersangkutan sedang bersembunyi di belakang Emily, dan seperti takut-takut
"Keluarlah!. Mau sampai kapan kau bersembunyi di situ Dyah?"
"Kami sudah melihatmu!" Ucap Dion turut menimpali
"Hehehehe!. Dyah mengaku kalah!"
"Tapi lain kali Dyah pasti menang!" Responnya malah lain
Disuruh keluar, malah dianggapnya main petak umpet Ada-ada saja Dyah ini
"Kemari lah!. Ibu ingin menjewer telingamu, karena pergi tak bilang-bilang pada ibu!" Ucap Ivory pura-pura kembali marah
"Kalau mau marah ya marah lah sama kak Draco, jangan pada Dyah!"
"Dyah mana tahu kalau tiba-tiba dipanggil kemari!"
"Kakak sih!. Menghadapi orang lemah seperti itu saja kalah!"
"Kalau Dyah tidak datang. kakak pasti sudah mati!"
"Hush!. Ngomong apa kau dik?"
"Mana ada kakak kalah. Yang pasti itu kesalahan guru!"
"Kalau dia tidak ikut campur, orang tersebutlah yang akan mati, bukan kakak!" Respon Dragon protes
"Sudah! sudah!. Jangan bertengkar lagi!"
"Katakan siapa guru yang kau maksudkan?"
"Apakah itu guru Gentala. Lalu dimana dia? Ucap Dion keheranan
"Ups!. Aku salah ngomong!!"
"Ini gawat!. dan bisa membongkar rahasia mereka." Batin Dragon dalam hati
"Ceritanya panjang ayah!. Nanti saja Draco jelaskan!" Ucapnya mengambil jalan pintas
"Baik!. Kau punya hutang satu dengan ayah!. dan ayah akan menuntutnya nanti!" Jawab Dion mengalah
Dia tahu kegelisahan Dragon, hanya dengan melihat raut wajahnya yang tiba-tiba berubah, saat dia menanyakan tentang guru tersebut. Pasti ada sesuatu yang disembunyikannya
__ADS_1
Oleh karena itu dia tidak meneruskan pertanyaannya, dan tidak begitu menuntut untuk dijelaskan. Karena dia juga menjaga, agar orang lain tidak merasa penasaran
"Ayo kita bahas permasalahan mu di sini!. Karena ayah masih ada pekerjaan lain di kota emas!" Ucap Dion mencoba mengalihkan pembicaraan