
"Ah tidak mungkin!. Bagaimana aku bisa kalah?. Padahal aku sudah menghafalnya diluar kepala, tapi masih kalah juga dengan mu?"
"Apakah kau berbuat curang, dengan mendapatkan jawaban itu langsung dari guru kita?" Tanya Ariandi Pratama tidak senang
"Bukankah kau sendiri yang melakukan itu?. Kenapa harus menuduh orang lain?"
"Apakah harus aku beritahukan kepada guru kita, bahwa kau membawa catatan serta jawabannya?" Jawab Dragon cukup mengejutkan
"Jangan asal ngomong!. Aku mahasiswa terpandai di kampus ini!"
"Selama tiga tahun di tiap pertandingan, aku belum pernah kalah, dan selalu mendapatkan gelar juara pertama dengan nilai sempurna!"
"Tapi kali ini kau sudah merebut posisi ku, dan aku tidak terima!" Teriak Pratama semakin tidak terima
"Jangan protes padaku!. Protes lah kepada dewan juri di sana!"
"Kalau kau masih meragukan ku, ayo kita bertanding lagi. Aku yakin kau tetap akan kalah!" Jawab Dragon dengan santainya
"Baik!. Aku akan ladeni tantanganmu!. Ayo ikut aku melapor ke dewan juri, agar mereka mengadakan tes ulang!"
"Kita buktikan, bahwa akulah mahasiswa terpandai di abad ini, dan yang akan keluar sebagai pemenangnya!"
"Juara pertama tidak boleh kau rebut. Dan ingat!, aku tidak rela!" Ucap Ariandi Pratama semakin murka
"Kau pergilah sendiri. Aku sedang tidak ada mood untuk melayani orang gila!" Jawab Dragon malas-malasan
"Tidak bisa!. Kamu harus ikut aku. dan sama-sama menghadap pada dewan penguji!"
"Aku yakin mereka telah keliru, karena telah berani memenangkanmu dalam lomba kali ini. Padahal kau mahasiswa baru. Dan itu aku anggap mustahil!" Bantah Ariandi tidak percaya, dan tetap ngotot mengajak Dragon untuk menghadap dewan juri
Tapi Dragon tidak menanggapinya. Dia lebih memilih pergi dari tempat itu, dan menyudahi aktifitasnya
"Berhenti!. Kalau kau berani, ayo hadapi aku dalam debat terbuka!"
"Ayahku seorang general manager di hotel Angkasa. Jadi mudah bagi ku untuk memintanya menyediakan ruangan untuk kita berdebat!"
__ADS_1
"Kau berani atau tidak?" Ucap dan tanya Ariandi Pratama penuh tantangan
"Kau aturlah waktunya. Kapanpun kau inginkan, aku siap meladenimu!" Jawab Dragon tidak kenal takut. Kemudian tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya, dia bergegas pergi dari tempat itu, hingga membuat Ariandi Pratama menjadi semakin murka
"Huh menyebalkan!. Bagaimana bocah itu bisa mengungguliku? padahal aku sudah meminta jawabannya kepada salah seorang panitia di acara ini. Tapi tetap saja aku kalah!"
"Brengsek!. Aku pasti telah dibohongi!. Awas!. Aku akan membuat perhitungan dengan mereka?" Guman Ariandi tidak terima
Kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu untuk melepaskan kekesalannya. Setelah sampai di luar, dia langsung menelepon ayahnya, serta menceritakan apa yang dia alami
Sebagai orang tua yang gila sanjungan. Laporan dari Ariandi tentu saja membuatnya marah. Mana bisa orang lain mengalahkannya, yang sudah dia proklamasikan sebagai mahasiswa tercerdas di abad ini
Jika kenyataannya anaknya kalah, mau ditaruh di mana mukanya?. Oleh karena itu begitu mendapat telepon dari Ariandi. Dia segera memerintahkan kepada bawahannya untuk menyiapkan ruang yang diinginkan, dan memutuskan bahwa acara debat akan diadakan dua hari kemudian
Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana Dragon bisa mengalahkan Ariandi Pratama, yang notabene adalah mahasiswa semester lima, tercerdas di kampus ini. Tapi kenapa Dragon bisa mengalahkannya?. dan kenapa dia bisa mengikuti tes itu, walau baru kuliah selama satu minggu?"
Apakah ada permainan di balik itu semua?. Karena kemungkinan orang tua Dragon telah menginformasikan kepada dewan juri, bahwa mereka harus memenangkan anaknya?
Tapi itu bukan kampus mereka, karena Dion tidak mempunyai saham sedikitpun di sana. Kalaupun memang ada. Tidak mungkin bagi Dion untuk berbuat curang seperti itu, karena dia tahu siapa Dragon yang sebenarnya
Dragon bisa ikut tes itu, berkat pengumuman yang mengatakan, bahwa seluruh mahasiswa boleh ikut dalam tes itu, termasuk juga mahasiswa baru kalau mereka mampu
Membaca pengumuman tersebut, Dragon sangat merasa tertantang. Kalau masalah inteligensinya sudah tidak bisa diragukan lagi, dan sudah dikuasainya di luar kepala, karena kitab inti semesta dan pasangannya sudah tertanam di kepala, dan sudah menyatu dengan jiwanya
Jadi begitu mendapatkan kesempatan, Dragon pun ingin menguji, apakah benar bahwa kitab inti semesta itu sangat luar biasa. Dan ternyata setelah Dragon mengikuti serangkaian tes. semua pertanyaan yang ada di kertas itu mudah sekali dia jawab. Persis seperti yang ada di dalam buku, yang disertai dengan argumen yang sangat mencengangkan
Membaca statement dari Dragon, dan melihat jawabannya yang benar-benar sempurna. maka dewan juri sepakat untuk memberikan juara pertama kepada Dragon, dengan hasil sangat memuaskan. Sementara Ariandi Pratama menduduki peringkat kedua, dengan kategori memuaskan
Karena masalah itulah membuat Ariandi Pratama menjadi murka dan tidak terima, serta bertekad untuk membuktikan, bahwa dialah orang tercerdas yang ada di abad ini. Tapi dia lupa siapa orang yang sedang dihadapinya itu
Dragon Mahesa Birawa, adalah manusia pilihan semesta, yang telah dipersiapkan untuk memimpin dunia. Jika seorang Ariandi mencoba melawannya, maka akan sia-sia saja
Tapi dua hari kemudian. Acara debat sudah siap dilaksanakan dan tinggal menunggu Dragon datang saja. Namun acaranya bukan debat terbuka lagi, tapi debat tertutup, yang dihadiri oleh para pengusaha, kaum intelektual, termasuk profesor dari disiplin ilmu yang berbeda dari kota-kota lain
Kali ini Ariandi Pratama benar-benar mempersiapkannya secara baik. Soal-soalnya pun dia dapatkan dari para profesor itu, ada juga dari kaum intelektual lainnya
__ADS_1
Setelah waktunya tiba. Para tamu undangan berbondong-bondong memasuki aula debat, yang sudah dipersiapkan oleh Junandi Pratama, ayah dari Ariandi Pratama tersebut
Namun setelah ditunggu selama 10 menit, orang yang diajak debat belum juga datang, dan itu membuat tamu undangan menjadi gelisah. Junandi Pratama dan anaknya juga demikian. Dan sudah mulai kesal, Termasuk panitia yang sudah dibentuk itu
Jika Dragon tidak datang, berarti acara tersebut akan gagal, dan itu membuat Ariandi Pratama akan menanggung malu
Mereka memberikan waktu lima menit lagi untuk Dragon. Tapi sampai di detik terakhir pun batang hidungnya juga belum kelihatan. Hingga di detik detik terakhir yang menegangkan, barulah bayangannya kelihatan
Dia datang tidak sendiri. Tapi ditemani oleh puluhan anak buahnya, yang menyamar sebagai saksi intelektual. Jikalau pihak Ariandi berbuat curang. maka merekalah yang akan menjadi penengahnya
"Kenapa kau lama sekali?. Aku sudah bosan menunggu!"
"Tahukah kau?. Hampir saja ayah ku kehilangan muka!. Beruntung kau datang juga."
"Kalau tidak aku akan membuat aduan, yang menyatakan, bahwa kau sengaja mempermalukan orang lain, dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan."
"Tapi sudahlah!. Kau pun sudah datang.Jadi ayo kita mulai debat itu. Aku sudah tidak sabar ingin mempermalukan mu!" Ucap Ariandi Pratama bernada sindiran sekaligus ancaman
"Dasar orang gila kehormatan. Segala cara kau tempuh, walau harus mengorbankan kepentingan orang lain!"
"Jika aku tidak datang, mungkin kau akan menghabisi diri sendiri karena malu mempunyai IQ rendah. Benarkan begitu senior?" Respon Dragon menyakitkan
"Jaga ucapan mu anak muda!. Kalau bukan dihadapan orang ramai. Sudah pasti kau akan aku hajar!" Ucap Junandi Pratama tidak senang
"Kau juga jaga ucapan mu orang tua!. Jangan sampai kekuasaan besar turun tangan!" Balas Dragon tak kalah ketusnya
Deg!
Jantung Junandi Pratama berdetak kencang, saat Dragon mengucapkan kata kekuasaan. Apakah mungkin dia mampu berbuat seperti itu?
Namun karena egonya yang terlalu tinggi, dan gila kehormatan, maka dia tidak peduli apapun yang Dragon katakan. Kemudian dengan sombongnya dia berkata." Berkatalah sepuasmu anak muda!. Sebentar lagi kau akan tamat!"
"Ingat!. Dia bukan anak sembarangan, tetapi anak jenius yang ada di abad ini, dan tidak akan ada lagi anak jenius setelahnya!" Ingat itu!" Balasnya mengagetkan
"Benarkah?. Aku ingin lihat sampai di mana kesombonganmu juga anakmu itu!"
__ADS_1
"Setelah ini aku akan membuat perhitungan denganmu!" Jawab Dragon mengandung ancaman