Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Wejangan Eyang Prabu


__ADS_3

Di tengah kebingungan seperti itu, tiba-tiba saja kaisar pedang meluncur turun dari atas sana, dan berhenti di depan Dragon, serta memutari tubuhnya seperti sedang mengenali tuan barunya tersebut


Bukan hanya senjata itu saja yang sedang mengitari tubuhnya, ribuan senjata, kitab dan lain lain juga melakukan hal yang sama. Tapi yang mengherankan, semua senjata, kitab dan yang lainnya itu tidak berani berada di depan kaisar pedang, namun tetap berada di belakangnya, termasuk cemeti amar rasuli juga keris kyai sengkelet yang melegenda itu


Pemandangan itu tentu saja membuat Ditya Prabu, Brawijaya, Pringgandani juga Prameswari yang masih berada di dalam tubuh Dyah menjadi keheranan


Selama ini mereka tidak mengetahui, bahwa di tubuh Dragon ternyata tersimpan banyak senjata-senjata sakti, apalagi Ditya Prabu dan Brawijaya. Mereka berdua hanya tahu bahwa Dragon mempunyai cemeti amar rasuli serta keris Kyai sengkelet saja. Tapi tentang senjata-senjata lain belum mereka ketahui sampai saat ini


Padahal boleh dikatakan seluruh ruang jiwa yang ada di tubuh Dragon sudah mereka jelajahi. Tapi kenapa mereka tidak mengetahui keberadaan senjata-senjata sakti tersebut?. Lalu di mana senjata serta kitab-kitab itu bersemayam?


Apakah ini ada kaitannya dengan larangan langit, bahwa sesakti apapun orang itu, mereka tidak boleh mengetahui isi jiwa seseorang, apalagi mencari tahu tentang jiwa tersebut. Namun ini suatu pengecualian buat Dragon


Dia dengan bebasnya bisa membaca isi hati seseorang. juga membaca pikiran orang lain, serta niat yang terkandung di dalam hati tersebut. Apakah itu baik atau buruk Dragon sudah bisa menentukan hanya dengan melihatnya saja. dan itu tidak dibatasi untuk Dragon


Sebagai seseorang yang dipersiapkan untuk bisa memimpin dunia, maka dia mempunyai kelebihan khusus, yang seorang Ditya Prabu sendiri tidak memilikinya. Tapi buat Dragon itu merupakan suatu pengecualian


Hingga saat ribuan senjata yang dipimpin oleh kaisar pedang mengitari tubuhnya, kemudian berhenti tiba-tiba. Barulah Ditya Prabu juga yang lainnya menjadi yakin, bahwa Dragon adalah manusia pilihan Pencipta. dan itu membuat mereka tidak merasa iri, karena era mereka sudah pun berlalu, dan tidak bisa ditarik kembali


Kini giliran generasi sekarang yang akan memimpin dunia, sama seperti Ditya Prabu juga Brawijaya dulu


Maka setelah menyadari dan memahami kejadian yang sebenarnya, barulah Ditya Prabu membuka suara."Manusia pilihan Pencipta."


"Kau sudah ditakdirkan akan menjadi pemimpin dunia, yang disegani sekaligus ditakuti oleh semua orang!"


"Kau akan menjadi manusia yang pilih tanding, dan tidak sembarangan menjatuhkan tangan pada orang lain."


"Lembut pada yang lemah keras pada yang jahat!"


"Kau memang pantas dijuluki naga penakluk dunia." Ujarnya terkesan tulus


Kemudian diam beberapa saat lalu berkata kembali. "Dragon!. Simpan kembali semua senjata serta kitab kitab itu. dan bagikan kepada anak buahmu yang kau anggap pantas!"


"Jangan pilih kasih. Karena mereka sangat setia kepadamu juga kepada keluargamu."


"Oleh karena itu eyang berpesan, agar kau menjadi orang yang rendah hati, dan tidak memamerkan kekuatan jika tidak terpaksa."


"Ingatlah wasiat eyang ini, dan jangan berniat untuk melanggarnya!" Ucapnya tegas


"Aku akan selalu ingat apa yang eyang katakan itu!"


"Sampai kapanpun aku akan tetap menegakkan keadilan, dan memberantas kejahatan!"


"Membantu yang lemah dan menguatkan yang memerlukan bantuan!"


"Jika aku tidak mampu melakukannya, maka aku akan meminta bantuan kepada eyang juga guru Prabu. Sebagai bentuk penghormatan murid terhadap gurunya." Jawab Dragon cukup bijaksana sekali


"Bagus!. Kau memang bisa diandalkan!"


"Kalau begitu kami pergi dulu, karena eyang sudah merasa mengantuk."


"Mengenai adikmu itu aku serahkan padamu, karena eyang sudah kapok berdebat dengannya!" Reaksi Ditya Prabu berterus terang. Dan tak lama kemudian dia berkata kembali.


"Pringgandani!. Masuklah kembali ke tubuh anak itu. Sebentar lagi dia akan bangun. Jangan sampai dia melihat keberadaanmu sebelum waktunya." Ucap Ditya Prabu pada muridnya itu. Lalu menghilang bersama dengan hembusan angin malam yang menyejukkan


"Baik guru!" Jawab Pringgandani patuh.

__ADS_1


Kemudian masuk kembali ke tubuh Dyah, dan menatap di lautan spiritualnya untuk selamanya


Tapi tak lama sesudah itu, Dragon pun bertindak cepat. Dia tidak mau adiknya mengetahui apa yang dia lakukan di tempat itu, karena dia juga tidak mampu berdebat dengan adiknya yang terkenal ceriwis tersebut


Sekejap saja tubuh Dyah sudah menghilang, dan kembali ke kota emas, serta sudah berada di kamar mewahnya dalam kondisi masih tidur


Setelah orang-orang yang dekat dengannya itu pergi, Dragon mengedarkan pandangannya ke seluruh areal tersebut. Kemudian memandang ke atas langit, untuk memastikan bahwa dirinya sedang tidak diawasi


Entah kenapa setelah kaisar pedang berada di dalam tubuhnya, aura kesadaran Dragon menjadi berlipat ganda ribuan kali. Benda dan jiwa sekecil dan sejauh apapun, akan bisa dilihat dan diketahui olehnya. Itu semua berkat kaisar pedang yang sekarang sudah menjadi miliknya


Tiba-tiba saja matanya menangkap sesosok makhluk dari kejauhan, yang sejak dari awal mengawasi Dragon dan orang-orangnya. Tapi sedetik kemudian sosok tersebut sudah menghilang dan tidak diketahui di mana rimbanya lagi


"Siapa sebenarnya orang itu?. Kenapa kesaktiannya sangat tinggi sekali?"


"Apakah mungkin dia mahluk primordial, yang kesaktiannya sudah sangat terkenal di dunia?


"Tapi kalau benar itu mereka. Untuk apa dari tadi terus mengawasi kami?"


"Apakah ada sesuatu yang sedang dicarinya?" Batin Dragon dalam hati


Kemudian memutuskan untuk pergi dari situ, dan kembali ke hotel tempat dia menginap untuk tidur


***


Lima jam kemudian. Dragon baru bisa bangun dari tidurnya, karena dia benar benar mengantuk dan merasa lelah setelah selama kurang lebih dua jam bertarung dengan musuhnya


Anak buahnya tidak berani mengganggunya, karena mereka sudah sering melihat tuannya melakukan itu. Dan sudah tidak heran dengan kejadian tersebut


Jadi tepat pukul 08.00 pagi, Dragon baru keluar dari kamarnya, dan masih dalam kondisi mengantuk. Entah apa yang terjadi padanya, dan biasanya tidak seperti itu


Jadi begitu Dragon keluar, dia mendapati ada empat orang pengawal setianya sedang menunggu di depan pintu


Mereka adalah Abhicandra, Leon, Burgon dan Jenifer, yang memang selalu berbuat seperti itu saat tuannya terlambat bangun


Tapi kali ini ekspresi wajah mereka seperti orang cemas. Namun karena mereka pandai menyembunyikannya, maka Dragon bersikap biasa saja, walau sebenarnya dia tahu apa yang mereka cemaskan


"Selamat pagi tuan muda!. Apakah tidurnya nyenyak?" Ucap Abhicandra bertanya


"Ada apa kakek Abi? tidak seperti biasanya?" Respon Dragon keheranan


"I itu tuan muda!. Bukankan dua hari lagi kita akan kembali ke kota emas?"


"Apakah sisa dua hari ini kita manfaatkan untuk mengunjungi perkampungan kumuh atau langsung kembali ke sana?" Jawab Abhicandra sambil bertanya


"Bagaimana menurut kalian?. Apakah kita pulang hari ini atau memanfaatkan sisa dua hari lagi untuk ke tempat lain?" Jawab Dragon malah balik bertanya


"Itu tergantung dari keputusan tuan muda. Apapun yang tuan putuskan, kami akan mematuhinya." Jawab Burgon terkesan hati-hati


"Bagaimana denganmu senior Jennifer?. Apakah kamu setuju dengan pendapat ketua Burgon?" Ucap Dragon meminta pendapat


"Izin menjawab tuan muda!. Menurut ku akan lebih baik kita mengunjungi perkampungan kumuh itu sebelum kita pulang."


"Siapa tahu tuan bisa menemukan sesuatu yang berharga di sana." Jawab Jenifer ragu ragu


"Kalau paman Leon bagaimana?. Apakah paman setuju dengan pendapat mereka berdua?" Tanya Dragon pula

__ADS_1


"Saya sependapat tuan muda. Tidak sah rasanya kalau kita melewatkan perkampungan kumuh itu, tanpa memperdulikan nasib mereka."


"Jadi menurutku lebih baik kita ke sana pagi ini. Mudah-mudahan pada sore harinya keadaan di kampung tersebut sudah membaik. dan keesokan harinya kita sudah bisa memutuskan untuk kembali ke kota emas." Jawab Leon apa adanya


"Baiklah kalau begitu!. Segera beritahu pada yang lain. Satu jam lagi kita akan berangkat ke sana dengan menggunakan mobil sewaan!"


"Aku tidak mau waktu kita terbuang percuma kalau berjalan kaki dari sini."


"Walau jaraknya tidak begitu jauh. tapi kalau dilakukan dengan jalan kaki, akan menghabiskan waktu juga."


"Oleh karena itu cepat hubungi pihak hotel, untuk menyediakan mobil sewaan yang mereka janjikan itu."


"Jangan lupa pula untuk memberitahu yang lain untuk bersiap-siap." Ucap Dragon mantap


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab keempatnya serentak. Kemudian dua diantaranya meninggalkan Dragon untuk memberitahu pihak hotel, serta mengabarkan kepada bawahannya agar bersiap-siap


***


Satu jam kemudian. Iring-iringan enam buah mobil sudah terlihat di jalan raya, dan sedang menuju ke perkampungan kumuh yang mereka bicarakan tadi


Jarak antara hotel dengan perkampungan tersebut sekitar satu setengah kilometer atau lebih. Berada di sebelah utara kota, dan hampir mendekati laut atau muara yang berair keruh


Penduduknya terbilang masih memegang tradisi yang kulot, dan masih tergantung pada orang pandai, yang apabila salah seorang warganya sakit, maka kepada orang pandai tersebutlah mereka akan berobat. Padahal di kampung tersebut ada pusat kesehatan, namun mereka tidak mau pergi ke sana karena dianggap melanggar aturan


Walaupun kampung mereka terkesan kumuh, namun sesungguhnya sebagian besar mereka adalah orang-orang kaya. Mereka nya saja yang tidak mau berubah karena masih mempercayai ucapan dari seseorang yang mereka anggap pandai di kampung tersebut


Permasalahan itulah yang ingin diselesaikan oleh Dragon, berdasarkan pendapat dari bawahannya. Maka sekitar 15 menit kemudian, mereka pun sudah berada di perbatasan kampung tersebut, dan ingin segera memasukinya


Namun kedatangan mereka tidak disambut dengan baik. karena ketuanya atau orang pandai tersebut sudah memberitahu duluan, bahwa akan ada beberapa orang yang ingin mengunjungi kampung mereka untuk membuat perubahan


Mendengar itu, puluhan pemuda, ditambah dengan orang-orang tua, menghadang laju mobil Dragon, dan menghalanginya untuk masuk ke kampung itu


Salah seorang penduduk kampung tersebut mengacungkan kayu bulat sepanjang 1,5 meter, sebagai isyarat agar mobil yang ditumpangi oleh Dragon berhenti tepat di perbatasan kampung itu. dan dicegah agar tidak masuk ke dalam


Entah ada apa sebenarnya di kampung kumuh itu. Nampaknya mereka mati-matian mencegah agar Dragon dan rombongannya tidak jadi masuk ke kampung mereka, karena suatu alasan yang tidak jelas. dan sikap mereka sangat bermusuhan sekali


Hal itulah yang membuat anak buah Dragon menjadi marah, dan segera keluar dari dalam mobil, untuk menghajar penduduk kampung itu


Tapi langkah mereka dicegah oleh Dragon, dengan mengangkat tangan kanannya keatas, sebagai pertanda agar mereka diam


Aksi Dragon yang seperti itu, sontak saja membuat gerakan mereka yang baru saja keluar dari dalam mobil menjadi terhenti, dan menunggu instruksi selanjutnya


"Anak muda!. Nampaknya kau sangat dihormati. Apakah kau pemimpin mereka?"


"Katakan apa tujuan kalian datang kemari?. Jika kedatangan kalian ingin merusak tradisi kami, maka kami tidak akan mengizinkan!"


"Tapi jika kedatangan kalian hanya untuk singgah, kemudian pergi lagi, maka kami tidak akan keberatan!" Ucap salah seorang penduduk kampung tersebut cukup gamblang sekali


Dragon yang ditanya seperti itu tidak langsung menjawab. Tapi malah mengedarkan pandangannya keseluruhan tempat, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ada dan terjadi di kampung tersebut


Kenapa niat baik mereka dihalangi, dan tidak mendapat sambutan yang memuaskan?"


Apakah ada rahasia di kampung tersebut, atau memang mereka benar-benar mempertahankan tradisi nenek moyang mereka dari perubahan zaman?


Sepertinya itu masih membutuhkan pembuktian. dan hal itulah yang ingin dibuktikan oleh Dragon dan orang-orangnya saat ini

__ADS_1


__ADS_2