
"Tetaplah bermimpi kera busuk!. Sampai aku robek mulut kotor mu itu!"
"Jika kau kurang percaya, sini maju!. akan aku buktikan bahwa aku sedang tidak membual!" Respon Clara begitu kesal
Kemudian ingin melaksanakan niatnya, dengan menyerang dewa kera. Tapi Dragon segera mencegahnya dengan berkata." Tahan Clara!. Dia makhluk keabadian, bukan lawanmu juga!"
"Serahkan dia pada kakak. Kakak akan mengulur waktu, agar kalian bisa pergi dari sini." Ucap Dragon secara perlahan
"Semuanya cepat pergi dari sini sebelum dia mengeluarkan senjatanya!" Ucap Dragon melalui mata batinnya, kepada 10 orang yang sejak dari tadi mendampingi nya
Tak lama sesudah itu, raja Kaladaksa, Adiwilaga, Abhicandra dan lain-lain, segera meninggalkan Dragon, dan pindah ke tempat lain
Tindakan mereka yang seperti itu, tentu saja membuat dewa kera menjadi marah. Padahal dia sudah berencana untuk menghukum mereka
Namun karena di depannya ada seorang manusia yang menurut penglihatannya sangat kuat, dan mungkin mampu mengimbangi kekuatannya, maka dia menunda dulu niatnya tersebut, dan ingin membereskan Dragon terlebih dahulu baru mereka
"Lawanmu adalah aku raja kera!. Karena aku tahu apa tujuan mu!"
"Kau ingin mengalahkan ku dulu, setelah itu baru mereka, lalu mengambil wanita ku."
"Tapi jangan bermimpi!. Langkahi dulu mayat ku jika kau ingin berbuat seperti itu."
"Selagi masih ada aku. Jangan harap kau bisa menyentuh mereka!" Ucap Dragon sangat jumawa
"Benarkah?. Biar aku nilai dulu keadaan mu. Pantas atau tidak berkata seperti itu pada ku?"
"Pertama aku baru menyadari, ternyata kau sangat luar biasa."
"Kau tidak terpengaruh oleh auraku, padahal jika orang berlevel tinggi pun, maka mereka akan menggigil ketakutan, bahkan kaisar dewa saja takut dengan auraku ini."
"Tapi kau tidak. Berarti kau bukan orang sembarangan."
"Aku jadi penasaran siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau mampu mengimbangi auraku, Bahkan aku rasakan auramu jauh lebih kuat dari auraku."
"Namun kau jangan senang dulu. Aku baru mengarahkan seperempat dari kekuatanku. Jika aku kerahkan semua, maka tempat ini bisa hancur, dan orang-orang yang ada di dalamnya akan mati, termasuk anak buah mu!"
"Kalau kau tidak percaya akan aku buktikan." Reaksi dewa kera masih tetap datar
"Jangan banyak omong!. Ayo kita buktikan, siapa yang paling kuat di antara kita?" Tanggapan Dragon sangat tidak terduga
Beberapa saat kemudian, terjadilah pertarungan yang sangat seru antara Dragon melawan dewa kera
Dragon menggunakan senjata saktinya berupa Cemeti Amar Rasuli, yang saat ini sudah berubah bentuk menjadi sebuah tombak
Sementara dewa kera menggunakan kipas kumala yang selalu dibanggakannya itu, dan segera mengibaskan nya ke arah Dragon, dengan harapan agar Dragon terpental karena hembusan anginnya
Namun apa yang terjadi?. Jangankan terdorong atau terpelanting, bergerak saja tidak. Cuma pakaiannya saja yang berkibar-kibar, dan terlihat sangat keren sekali
Dewa kera tentu saja heran, kenapa ada manusia yang mampu mengimbangi kekuatan kipas Kumala yang sangat melegenda itu?. Apakah manusia di depannya itu terbuat dari batu, hingga tidak terpengaruh oleh hembusan kipas itu?
Tapi tanpa dia sadari, Dragon sudah memasang ilmu pasak bumi, dengan menggunakan keterampilan elemen batu, agar tubuhnya tidak terpental, ditambah pula dengan formasi tanpa wujud hingga kekuatan apapun akan terpental, bahkan akan disedot ke dalamnya, dan akan membuat kekuatannya semakin bertambah
"Hebat juga kau anak manusia!. Kalau kipas ku ini tidak berpengaruh padamu. Lalu bagaimana dengan yang lain?"
"Aku yakin mereka pasti akan terpelanting dan menabrak bukit batu yang ada di sana."
"Kau lihatlah ini!" Ujarnya penuh ancaman
"Tak akan kubiarkan!. Sebelum kipas itu kau gunakan, aku akan menghancurkannya terlebih dahulu!" Respon Dragon cepat
Kemudian mengendalikan kaisar pedang, untuk menghancurkan kipas itu tanpa bisa dicegah oleh pemiliknya
Sring!. Sring!
Slash! Slash! Slash!
Sring! Blar!
"Kurang ajar!. Kau sudah menghancurkan kipas kebanggaan ku!. Padahal ini adalah kipas warisan dari sahabatku, tapi kau telah menghancurkannya!"
"Sebagai gantinya, kau harus menyerahkan nyawamu bhangsat!" Reaksi dewa kera sangat marah
Kemudian memanggil senjata andalannya untuk datang
"Tombak penopang langit!. Datanglah!" Teriaknya kuat-kuat
__ADS_1
Sedetik kemudian, muncul tombak yang sangat besar sekali, Tapi ujungnya tidak terlihat. Entah sampai di mana Dragon juga tidak tahu
Namun sedetik kemudian, Dragon tersenyum senang, karena mata malaikatnya mampu menembus dan melihat ujung dari senjata itu
Ternyata ujungnya menempel di awan yang sangat tebal. Di dalamnya banyak sekali kilatan petir serta kilat, yang sewaktu-waktu siap untuk meledak melalui tombak tersebut
"Dengan senjata ini aku sudah melalang buana ke seluruh alam, dan tidak ada satupun yang mampu mengalahkan ku termasuk kau!"
"Sekarang menyerah lah sebelum aku gunakan senjata ini untuk menghancurkan mu!" Ucap dewa kera mengancam lagi
"Dari tadi kau terus saja mengancam. Sekarang buktikan, Apakah senjata mu itu lebih kuat dari senjataku?" Jawab Dragon merasa geram.
Kemudian memegang cemeti nya kuat kuat, dan mengarahkannya pada dewa kera
"Hahahaha!. Cemeti kuda yang sekecil itu ingin melawan senjataku?. Mimpi kau?" Respon dewa kera merasa geli
"Tombak penopang langit!, mengecil lah, dan serang orang sombong itu!" Perintahnya.Lalu..
Whush!
Klang! Seung!. Tap!
Begitu diperintahkan.Tombak penopang langit langsung muncul, dengan auranya yang sangat mendominasi
"Lihatlah hai anak manusia!. Apa yang bisa dilakukan oleh tombak ku itu?"
"Kalau kau tidak mati, berarti kau memang hebat!" Ucap dewa kera berterus terang
Wujud tombak itu tiba-tiba berubah menjadi ribuan anak panah, dan segera menyerang Dragon. Tapi lagi-lagi serangan panah yang banyak itu tidak mampu menembus tubuh Dragon. Jangankan menembus, melewati saja tidak bisa, dan akibatnya senjata-senjata tersebut jatuh ke tanah
"Jangan gunakan lagi senjata rongsokan seperti itu!. Dia belum pantas untuk mengalahkan senjataku ini!" Respon Dragon merasa geli
"Benarkah?. Coba kau lihat ini!. Bukankah kau mengenalnya?" Jawab dewa kera tidak mau kalah
"Kalimasada?. Ariandi?. Bagaimana bisa ada pada mu?" Reaksi Dragon terkejut sekali
"Tenang saja!. Aku hanya meminjam tubuhnya untuk memperkuat senjata ku ini."
"Tapi nyawanya terpaksa aku ambil, Karena jiwa dan darahnya aku masukkan ke tombak ini." Jawab dewa kera cuek
"Ternyata ada pada mu ya?" Tanya Dragon penasaran
"Hahahaha!. Sekarang kau baru takut kan?"
"Tombak yang aku miliki ini sudah ribuan tahun bersamaku. dan aku bisa merubahnya seperti apa saja yang aku inginkan, termasuk menyerupai tombak yang kau punya." Ucap dewa kera menakut-nakuti
Kemudian menyorongkan tangan kanannya ke depan. Agar tombak atau tongkat penopang langit yang sudah berubah menjadi ribuan panah itu segera melakukan tugasnya
Tapi Dragon malah tenang tenang saja. Lalu dengan santainya dia berkata. "Baiklah raja kera!. Aku akan tunjukkan tombak kalimasada yang sesungguhnya." Jawab Dragon tidak kalah gertak
Kemudian berseru lantang. "Tombak kebanggaan satria persada!. Muncullah di depan ku!. Hadapi panah Kalimasada itu!. Aku tidak ingin kau kalah!" Ucap Dragon memberi perintah
Satu detik kemudian. Tombak yang diinginkan itupun keluar dari tubuhnya, dan langsung menyerang panah Kalimasada yang sedang menuju tuannya
Maka terjadilah pertarungan yang sangat seru di udara. Masing masing ingin mengalahkan kekuatan lawannya
Namun di detik berikutnya. Tombak Kalimasada yang dikeluarkan oleh Dragon terpental dan hilang sesudahnya
Dragon segera merilis kekuatannya. Tapi sayang, tiba tiba tubuhnya terpental akibat terkena pukulan yang sangat keras dari dewa kera, hingga membuatnya terbang beberapa meter, dan berhenti setelah menabrak gunung batu yang ada di belakangnya
"Hahahaha!. Kekuatan baru segitu mau mencoba melawanku!"
"Kalimasada!. Selesaikan tugasmu!. Hancurkan orang sombong itu. kemudian hancurkan orang-orang yang di bawanya!" Reaksi dewa kera sangat senang
Tapi tidak disangka, dari tempat Dragon jatuh itu, muncul aura yang sangat luar biasa. Kemudian menghancurkan batu batuan yang ada disitu
Sedetik berikutnya, tubuh Dragon melayang di udara. Semua rasa sakit dan cedera di tubuhnya segera hilang. Di depannya muncul kaisar pedang yang sangat sakti tersebut. Auranya sangat mendominasi sekali
Kejadian itu tentu saja membuat dewa kera terkejut. Kemudian menanggapinya
"Kaisar pedang!. Ternyata kau ada di sini."
"Kemari lah, datang kepadaku!. Biar aku yang merawat mu." Ucap dewa kera benar-benar senang
Dia tidak menyangka bahwa saingan dari panah atau tombak penopang langit itu ada pada seorang manusia, yang sekarang sedang menjadi lawannya
__ADS_1
Namun harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Kaisar pedang yang dibujuknya itu tidak bergeming, dia tetap melindungi tubuh Dragon agar tidak terkena aura Kalimasada
Dragon yang merasa dilindungi merasa malu. Kemudian merilis puncak dari kekuatan Wahyu Taqwa, yang digabung dengan 100 kekuatan puncak kalamurka
Tiba-tiba saja tubuhnya bersinar, dan berubah menjadi sosok lain, yang terlihat sangat luar biasa. Wajahnya sangat tampan. Tubuhnya proporsional, dilapisi dengan aura yang sangat luar biasa, dan armor perang tingkat semesta
Melihat itu dewa kera tentu saja terkejut. Dia kembali tidak menyangka, bahwa manusia yang menjadi lawannya itu adalah orang kuat. Kemudian tanpa sadar dia berkata." Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau bisa berubah seperti itu?" Ucapnya penasaran
"Aku adalah dewa kematian yang akan menjemputmu ke neraka."
"Oleh karena itu bersiap-lah. Aku akan mengantar mu kesana!" Jawab Dragon sangat menakutkan
"Hiaaaa!"
Bamm!
"Ugh!" Keluh raja kera kesakitan
"Selama ini kau merasa sangat kuat, dan tidak ada yang mampu mengalahkan mu!"
"Tapi sekarang aku dan kaisar pedang ini yang akan menghabisi nyawamu, atau minimal mengurung mu serta mengirim mu ke tempat lain." Ucap Dragon penuh intimidasi
"Hahahaha! Jangan mimpi anak manusia!. Kau belum tahu siapa aku?"
"Lihatlah ini!" Jawab dewa kera sangat jumawa
Kemudian merilis kekuatan tingkat tingginya, dan segera berubah menjadi bentuk lain yaitu benar-benar berubah menjadi dewa kera
Tubuh dan wajahnya tidak berbulu lagi. Tapi sudah seperti manusia biasa, bahkan kelihatannya seperti kaisar kera yang sangat tampan
Melihat itu tentu saja Dragon secara diam-diam terkejut. Tspi dia tidak terpengaruh dengan aura yang dikeluarkan oleh dewa kera tersebut
Inti Kitab Wahyu Taqwa yang sudah berlevel tinggi itu segera bereaksi
Tubuhnya semakin bersinar, dan segera melindungi anak buahnya dengan sinar itu, dan melekat ditubuh masing masing
Dragon melakukan itu karena dia tidak mau anak buahnya menjadi korban, akibat terpengaruh oleh aura kekuatan yang dipancarkan oleh tubuh kaisar dewa kera itu
Reaksi dewa kera tentu saja tidak menyangka, ada orang yang bisa melakukan itu, hingga tanpa terkontrol ia mengatakan kekagumannya." Hebat juga kau anak manusia. Tapi ja.."
"Hiaaa!"
Bamm!
"Ugh!"
"Kurang ajar!"
"Apakah kepandaian mu hanya menyerang secara curang seperti itu?" Reaksi dewa kera tidak terima
"Siapa yang cepat maka dialah yang dapat. Tidak peduli bagaimanapun caranya. Ini perang bukan perdebatan!"
"Ayo maju!, agar kau bisa merasakan kekuatanku yang selanjutnya!" Jawab Dragon cukup mendebarkan
Tapi secara diam-diam dia mengamati 1.051orang anak buahnya, yang saat ini sedang bertarung mati-matian melawan pasukan dewa kera
Raja Kaladaksa sedang berhadapan dengan raja Gondala. Masing-masing sedang mengeluarkan kesaktiannya, dan belum terlihat siapa yang menang atau siapa yang kalah
Sementara Adiwilaga, Abhicandra, Robin, tiga pendekar Shanghai, Leon. Tiga pilar utama Awan Langit dan Bumi, ditambah lagi dengan Jennifer lain lagi
Mereka terlihat sedang membantai dengan santainya, prajurit-prajurit kera yang ingin mencelakainya. Hanya dengan sekali pukul, tusuk, tebas, tendang, tampar fan lain-lain. Mereka terpelanting ke sana kemari dan tidak bangun lagi
Hati Dragon menjadi senang, karena tidak seorang pun anak buahnya yang mati. Namun sebaliknya lawan yang sedang mereka hadapi itu semakin lama semakin berkurang, karena kera kera itu bukanlah lawan mereka
Secara diam-diam pula dewa kera yang sekarang sudah berubah menjadi kaisar dewa kera, juga mengamati jalannya pertarungan. Dia begitu terkejut, karena satu persatu orang-orangnya bergelimpangan di tanah dan mati saat itu juga
Empat orang jenderal yang menjadi andalannya, sekarang sudah tidak bernyawa lagi. Hanya tinggal beberapa orang jenderal yang masih berusaha melawan. Sementara 100 komandan yang dia tugaskan untuk menghadapi orang-orangnya Dragon, juga sudah semakin berkurang. Kini hanya tinggal 7 orang saja, dan itu pun sudah menjadi bulan-bulanan anak buah Dragon
Melihat itu kaisar dewa kera tentu saja marah. Dengan emosi yang meluap-luap, dia mengerahkan kekuatannya sampai ke level puncak. dan akibatnya kekuatannya tersebut menghantam anak buah Dragon, hingga membuat mereka terpental, disusul pula oleh sabetan tombak penopang Langit Itu
Namun Dragon sudah bertindak cepat. Dengan mengandalkan keris kyai sengkelet, cemeti amar rasuli. tombak kalimasada asli, dan kaisar pedang, dia merangsek ke arah tombak penopang Langit Itu, dan berusaha menahan kekuatannya
Namun lagi-lagi tubuh Dragon dibuat terpental. Tapi kekuatan yang ditimbulkan oleh tombak penopang Langit Itu mampu ia redam, dan tidak sampai membunuh anak buahnya
Melihat itu kaisar dewa kera menjadi marah. Sekali lagi dia menghantamkan tongkatnya ke arah Dragon, dengan harapan dia segera mati
__ADS_1