Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Clara mau diculik


__ADS_3

"Ah sayang sekali!. Pertunjukan yang aku inginkan tidak segera terjadi."


"Padahal penyelidikan ku sudah hampir mendapatkan hasilnya."


"Tapi gara gara bocah tengil itu semuanya jadi berantakan!" Ucap seseorang yang terus mengikuti kemanapun Clara pergi


Ditempat lain tak jauh dari sosok misterius tersebut. Avatar Dragon yang berpenampilan transparan, terlihat sedang mengamati perilaku sesosok mahluk yang juga tidak kasat mata. Tapi buat Dragon bukan masalah besar


Apa yang dia lakukan terlihat jelas oleh Dragon. Kemanapun dia pergi dia tahu arahnya, karena secara diam-diam Dragon sudah meletakkan aura kesadarannya pada sosok itu, hingga kapanpun dia inginkan, Dragon bisa menarik sosok tersebut untuk menghadapnya


Seperti saat ini, sosok yang Dragon ikuti bisa terdeteksi, karena di tubuhnya sudah ada aura kesadaran Dragon. Dia terlihat sedang mengamati Clara, tapi entah apa yang diinginkannya, itu yang belum diketahui


Kesal sosok itu belum bertindak juga, Dragon meminta pada pengikutnya untuk terus mengamati sosok tersebut dengan berkata. "Rambaya juga yang lain!. Terus awasi sosok itu!. Tangkap jika terbukti ingin mencelakai Clara!"


"Aku mencium bau penculikan yang sedang ia rencanakan. Bawa ke suatu tempat, dan tanyakan kenapa dia terus mengikuti Clara?" Ucap Dragon yang juga terus mengawasi sosok itu


"Baik yang mulia!" Jawab komandan Rambaya patuh. Kemudian memerintahkan pada sepuluh anak buahnya untuk mendekati sosok tersebut


Sedangkan Dragon sendiri sudah pergi dari tempat itu, Karena dia harus mengikuti pelajaran untuk hari ini, dan akan selesai sekitar pukul 2 sore nanti


Namun sayangnya sosok yang Dragon curigai itu segera menghilang, dan berlari sangat kencang seperti terbang, menghindari kejaran anak buah Dragon


Ternyata dia menyadari saat ingin ditangkap. Selama ini dia tidak tahu kalau dia juga diikuti oleh orang lain. tapi baru hari ini dia tersadar


Takut keberadaan serta tujuannya diketahui, karena 10 orang yang mendekatinya bukan manusia biasa, namun makhluk sepertinya, maka dia buru-buru pergi dari tempat itu untuk menyelamatkan diri


Lari atau terbangnya sangat cepat sekali, melebihi gerakan Rambaya juga yang lain. Begitu hampir tersusul. dia menambah kecepatannya, hingga membuat Rambaya menjadi marah, dan melontarkan serangan jarak jauhnya ke sosok itu, namun tidak mengenainya


Hingga pada suatu tempat, sosok tersebut menghilang. Tapi sepertinya memasuki wilayah yang begitu asing, yang hanya Rambaya dan anak buahnya saja yang bisa melihat


Menyadari itu, Rambaya memerintahkan pada anak buahnya untuk berhenti, karena di pintu masuk wilayah tersebut dipasangi formasi serta rune-rune yang begitu rumit. Hanya orang-orang tertentu dari kaum mereka saja yang bisa keluar dan masuk dengan sesuka hati


"Berhenti di sini!. Aku tidak mau gegabah. Formasi itu sepertinya adalah formasi pelindung sekaligus pertahanan."


"Orang lain yang ingin masuk dan memaksanya, aku yakin tubuhnya akan meledak."


"Hanya yang mulia penguasa, yang bisa memasukinya."


"Ayo kita kembali dan laporkan kepada yang mulia, bahwa kita sudah mengetahui lokasi orang itu." Ucap Rambaya memberi perintah


"Siap laksanakan komandan!" Jawab anak buahnya patuh, kemudian pergi dari tempat itu mengikuti langkah pemimpinnya


Sementara itu di ruang kuliah, Dragon juga sudah mengetahui lokasi sosok tersebut, tapi dia hanya tersenyum saja, karena sosok itu ingin bermain-main dengannya


Apa yang tak bisa Dragon ketahui dari rahasia alam ini?. Semua sudah dia ketahui, termasuk rahasia makhluk di dalamnya


Tapi demi menghargai usaha dari anak buahnya, Dragon hanya bisa diam saja, dan bersiap untuk mendapatkan laporan dari mereka


Dua jam kemudian. Mata kuliah untuk hari ini pun sudah selesai. Seluruh mahasiswa teman-teman Dragon juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Sedangkan Dragon masih tetap berada di halaman kampus itu untuk beberapa saat


Dia sedang menunggu kedatangan Rambaya dan anak buahnya. Namun tak lama kemudian, orang yang ditunggu pun datang


"Salam yang mulia!. Tugas sudah kami laksanakan dengan baik. Lokasi orang itu sudah kami ketahui."


"Tapi kami tidak bisa masuk ke dalamnya, karena wilayah tersebut dipasangi dengan formasi pertahanan."


"Jika kami nekat masuk, maka kami akan terjebak di dalamnya. Untuk itu mohon bantuan yang mulia untuk mengatasi masalah itu." Ucap Rambaya memberi penjelasan


"Baik!. Untuk hari ini pekerjaan kalian cukup sampai disini. Silakan kembali ke tempat kalian masing-masing!"


"Aku ingin menemui Clara dulu sebelum bertindak." Respon Dragon cukup tenang. Kemudian memerintahkan pada anak buahnya untuk segera kembali ke tempatnya

__ADS_1


"Siap laksanakan yang mulia!" Jawab Rambaya serta anak buahnya serempak. Kemudian pergi dari tempat itu, dan menghilang sesudahnya


"Mau main main dengan ku ya?. Jangan mimpi bisa mengelabui ku!"


"Tidak ada yang bisa lepas dari genggamanku jika telah dimulai."


"Mahluk rendah seperti kalian, mau coba coba menculik Clara, untuk dihadiahkan pada raja gila mu itu. Sungguh berani?"


"Aku harus mendatangi tempat itu, dan memperingatkan pada rajanya agar tidak main main denganku!"


"Jika mereka tetap membandel, jangan salahkan aku jika bertindak berlebihan!" Guman Dragon pada diri sendiri. Kemudian pergi menemui Clara untuk memberitahu tentang ini


Setengah jam kemudian, Dragon dan Clara sudah berada di restoran yang selalu mereka kunjungi itu, di bawah pengawalan 4 orang pengawalnya


Kesempatan baik itu, akan digunakan oleh Dragon untuk menceritakan suatu berita penting, agar Clara bisa bersiap siap


Setelah beberapa menit, apa yang ingin disampaikan kepada Clara sudah Dragon sampaikan semua. Baru setelah itu dia menyambung perkataannya. "Begitulah yang terjadi."


"Kau telah menjadi target penculikan oleh mahluk bukan manusia. tapi bangsa siluman kera, yang tertarik dengan kecantikan mu untuk memperbaiki keturunan mereka."


"Aura mu sangat cocok dengan keinginan mereka. Jadi raja kera mengutus bawahannya untuk memata matai mu, dan menculik mu setelah ada kesempatan."


"Ingatkan dua hari yang lalu, saat kau menghajar dua orang yang menyamar sebagai mahasiswa di belakang kampus ini?"


"Mereka adalah dua siluman itu. Mereka datang karena perintah rajanya, dan jika punya kesempatan langsung menculik mu."


"Beruntung kau bukan orang lemah, bahkan mampu mengalahkan mereka. Padahal salah satu diantara mereka adalah jenderal dan komandan bawahannya."


"Oleh karena itu kakak mengajak mu kemari, untuk memberitahu masalah ini pada mu." Ucap Dragon mengakhiri ceritanya


"Sialan!. Dianggap apa aku ini?. Memang aku monyet?"


Terlihat tangan kanannya bergetar kuat, saking tak kuasa menahan marah. Dragon yang melihat itu segera menyadarkannya. Kalau tidak kursi dan meja yang ia pegang itu bisa pecah


Tak lama sesudahnya ia pun berkata. "Kalau aku tidak bisa menabok mulut raja itu, jangan panggil aku Clara!" Ujarnya lagi


"Tidak semudah itu Ra!. Tempat tinggal mereka berada jauh dari sini, dan itupun bukan di dunia manusia."


"Daerah tersebut berada di ujung pulau, yang dijaga ketat oleh ribuan pengawal, ditambah dengan adanya formasi pertahanan di seluruh areal itu."


"Orang biasa yang ingin masuk, akan terkena formasi itu, dan langsung berubah menjadi monyet. Lama kelamaan akan menjadi seperti mereka. Siluman kera."


"Jadi sebelum ke sana kita harus menyusun rencana, dan tidak boleh sembarangan!" Jawab Dragon memberitahu apa adanya


"Jadi kita hanya bisa menunggu tanpa bisa berbuat apa apa?" Tanya Clara tidak senang


"Siapa bilang kita hanya menunggu?" Jawab Dragon menenangkan


"Besok kebetulan hari libur. Jadi kita mempunyai waktu luang untuk membuat perhitungan dengan mereka."


"Kita susun rencana dulu, setelah pas baru kita pergi ke sana." Ucap Dragon memberi arahan


"Kenapa tidak sekarang kak?. Mumpung emosiku masih tinggi, jadi kekuatanku bisa memuncak!" Reaksi Clara mengusulkan


"Bukan tidak bisa hari ini. Tapi kakak mempunyai rencana lain."


"Kakak mencium adanya aura siluman lain, yang menginginkan kau menjadi miliknya." Jawab Dragon mengagetkan


"Siluman lain?. Maksud kakak?" Tanya Clara penasaran


"Di tempat itu ada sebuah lokasi yang sangat gelap. Letaknya ada di dalam gua.

__ADS_1


"Mata orang biasa tidak akan mampu menembusnya, tapi bagiku sangat mudah sekali."


"Ternyata makhluk yang mendiaminya adalah leluhur mereka, yaitu raja dewa kera."


"Kekuatannya sangat tinggi sekali. dan kemungkinan sulit untuk mengalahkannya."


"Oleh karena itu kita harus menyusun rencana, dan mencari kemungkinan apakah bisa mengalahkan raja kera itu atau tidak?" Jawab Dragon menjelaskan apa adanya


"Sayang sekali!. Apakah kakak yang sakti ini tidak bisa mengalahkannya?" Ucap Clara bertanya


"Bisa sih bisa. Tapi butuh perjuangan yang berat."


"Leluhur dewa kera itu mempunyai sebuah senjata yang sangat sakti. Kemungkinan senjata yang aku punya hanya imbang saat melawannya." Jawab Dragon lagi


"Lalu bagaimana kak?. Apakah kita menyerah saja, dan menunggu mereka mengambil Clara?" Tanya Clara ingin tahu, hanya sekedar ingin menguji pendirian dari kekasih pujaannya


"Ya kita tunggu sampai besok. Setelah kakak menyelidikinya, dan mengetahui kelemahan dewa kera itu, baru kita ke sana." Jawab Dragon apa adanya


"Apakah hanya kita berdua kak?. Bagaimana dengan pengawal kita?. Apakah mereka bisa ikut?" Tanya Clara mengusulkan


"Jangan bodoh!. Tempat itu bukan tempat sembarangan! Pengawal biasa tidak akan mampu menghadapi aura dewa kera itu!"


"Hanya pengawal yang berlevel tinggi, yang mampu menahan serangan auranya." Reaksi Dragon mengejutkan


"Apakah termasuk pengawal pengawal ku yang di sana?" Tanya Clara ingin tahu


"Mereka?. Aku rasa sebaiknya jangan!"


"Mereka hanya mempunyai kekuatan fisik, tanpa ada kekuatan jiwa." Sambung Dragon menjelaskan


"Apakah pengawal kakak mempunyai perlindungan itu? Tanya Clara penasaran


"Ya tentu saja!. Kita lihat saja besok ya. Sekarang mari kita pulang. Tapi maaf kakak tidak bisa mengantar Clara." Jawab Dragon mengalihkan cerita


"Tidak apa-apa!. Dengan bertemu begini saja Clara sudah senang."


"Dengan begini Clara jadi tahu, bahwa kakak sangat peduli padaku." Jawab Clara senang. Kemudian mengambil tangan Dragon dan menggenggamnya


"Ah kamu ini. ma.."


"Kenapa?. Tidak suka?. Atau malu dilihat orang?" Reaksi Clara pura pura marah


"Bukan begitu, tapi?. Jawab Dragon ragu ragu


"Tapi apa?. Malu kan?"


"Ya udah!. Kalau begitu aku pergi, dan jangan temui aku lagi!" sambung Clara pura pura merajuk


"Maaf, maaf, maaf!. Kakak ngaku salah. Sini pegang tangan kakak!" Jawab Dragon salah tingkah


"Tidak mau!. Rara merajuk!" Bantah Clara sambil beranjak dari tempat itu, dan meninggalkan Dragon dalam kebingungan


"Rara tunggu!" Pekiknya


Tapi Rara sudah jauh. Namun dia sempat memonyongkan mulutnya ke arah Dragon. seperti sedang mengejeknya. Kemudian berkata. "Sampai jumpa besok!"


"Jika tugas kita sudah selesai. Awas kalau menarik tangannya lagi jika Rara pegang!" Ucapnya penuh ancaman, lalu menyelonong pergi begitu saja


"Huh hati perempuan!. Memang sangat sulit untuk ditebak. Membingungkan!" Guman Dragon dalam hati


Lalu ikut-ikutan pergi, setelah membayar makanan mereka

__ADS_1


__ADS_2