
Sementara para pemimpin organisasi dibawa menghadap Dragon, Anak buahnya dihajar habis habisan oleh Bumi. Walau. jumlah mereka cuma sedikit, tapi lawan tidak bisa berkutik, karena kesaktian Bumi dan anak buahnya, sangat tinggi sekali.
Di suatu kesempatan, saat kondisi mereka sudah tidak bisa bertahan, salah seorang dari mereka berkata. "Ampuni kami tuan!. Kami tidak tahu apa apa. Ini semua ulah pemimpin Huang yang memberontak itu. Sedangkan kami terpaksa harus mematuhinya, sebab jika tidak, maka kami juga akan dijebloskan ke penjara."
"Oleh karena itu tolong lepaskan kami, karena kami tidak ikut memberontak." Ujarnya penuh permohonan.
"Apakah kata katamu bisa dipercaya. atau sebagai pemanis buatan saja?" Respon Bumi malah bertanya.
"Huh, kau nya saja yang bodoh!. Kau kira kami bersungguh sungguh patuh pada tuan mu yang sok berkuasa itu?. Jika kau tahu bahwa kami...!"
Dhuar!
Dhuar!
Blar!
Boom!
Belum juga selesai perkataannya, tiba tiba saja tubuh ratusan orang itu meledak, dan tidak menyisakan apa apa. Seluruh daging mereka hancur, dan berubah menjadi debu, begitu juga dengan tulang tulangnya itu.
"Kau pikir aku tidak tahu apa yang ada dalam hatimu bhangsat?. Tuan ku lebih berpengalaman dari pada kalian!"
"Sekarang rasakan hukuman dari tuan ku itu. dan nikmati selagi bisa!" Reaksi Bumi sungguh tidak terduga.
Kemudian mengalihkan perhatian pada anak buahnya, lalu berkata. "Ayo kita bersihkan tempat ini, dari pengaruh orang orang munafik, yang menyatakan setia, tapi dalam hatinya penuh dengan kebohongan." Ucap Bumi penuh penekanan.
Kemudian menyisir semua tempat, dengan mengandalkan plakat merah yang masih setia dia pegang. "Cepat kumpulkan yang masih hidup di sini. Aku ingin melihat siapa siapa saja yang masih setia, dan siapa yang tidak?" Ujarnya penuh tekanan.
Tak lama kemudian, Lebih dari 400 orang anak buah Huang dan Song, telah berdiri di depan Bumi, dengan dikawal oleh 30 orang anak buahnya.
Mereka rata rata berbadan tegap, bahkan ada dua diantara mereka yang melebihi orang normal. Tapi jangan dikira mereka lemah. Kekuatannya setara dengan 10 orang dewasa. Bila mereka bertarung, hanya dengan menggunakan kepalan tangannya saja. 10 orang itu, pasti akan terpental kemana mana. Apalagi jika menggunakan teknik inti pedang. sudah tentu 10 orang itu bukan tandingannya lagi.
Kini, musuh yang tadi sempat bertarung dengannya, rata rata menggigil ketakutan, karena mereka tahu, apa artinya dihadapkan seperti itu. Apalagi melihat pemimpin mereka, yang menggunakan baju zirah kuning keemasan. Semakin membuat anak buah Huang dan Song menggigil ketakutan.
"Hari ini telah terjadi musibah yang sangat besar. Beberapa diantara kalian, telah berani memberontak, disaat masa tenang seperti ini!"
"Tuan kita bukan ingin mencelakai kalian, tapi hanya ingin memastikan, bahwa keadaan bumi kita ini benar benar aman."
"Oleh karena itu, dia melarang bentuk kegiatan kejahatan apapun di dunia ini. karena hal itu bisa digunakan oleh musuh, sebagai media untuk menguasai bumi kembali."
"Tapi ada beberapa pemimpin kalian, yang tidak peduli dengan larangan itu. maka jadilah seperti ini."
"Kalian yang tidak tahu apa apa, kini turut menjadi korban, bahkan ratusan diantara kalian telah mati secara sia sia."
"Bahkan diyakini dari sejumlah ini, ada yang masih tetap ingin berkhianat pada tuan naga. Oleh karena itu kalian aku kumpulkan di sini, untuk menguji, apakah kalian bersih atau tidak?" Ujar Bumi dengan aura cukup mengintimidasi
Kemudian berteriak lantang. "Teknik jarum penyerap jiwa!. Keluarlah!"
Blar!
Whus!
Shut! shut! shut!
Swing!
Tap! tap! tap!
Jleb! Jleb! Jleb!
__ADS_1
"Arg!" Jerit kesakitan, dari sebagian besar orang pun sontak terdengar.
Tubuh tubuh mereka dimasuki oleh jarum perak, yang dilemparkan oleh Bumi, dan langsung menyerap jiwa mereka sampai tidak tersisa.
Setelah jiwa jiwa mereka pergi, tubuh tubuh mereka langsung hancur, dan hilang ditiup angin.
Namun ada seratusan orang lebih diantara mereka, tidak mengalami apa apa. Mereka masih tetap hidup, dan malah menjadi segar bugar. Berarti mereka tidak ikut memberontak.
"Selamat pada kalian yang masih hidup. Karena ternyata kalian tidak terlibat, jadi nyawa kalian bisa terselamatkan."
"Sekarang pergilah dari sini, karena organisasi tempat kalian hidup ini. atas nama tuan besar, akan aku bubarkan, dan selanjutnya kalian harus mencari penghidupan sendiri sendiri."
"Namun untuk menyambung hidup dan menghidupi keluarga kalian, aku izinkan pada kalian, untuk mengambil benda apa saja yang ada di sini, tapi ambil seperlunya saja. dan waktunya hanya satu jam. Setelah itu tempat ini akan aku hancurkan!" Ujar Bumi cukup mengagetkan.
Mendapat perintah seperti itu, maka bergegaslah sisa-sisa dari anak buah Huang dan Song tersebut, mengambil benda apa saja yang ada di tempat itu. Lalu dikumpulkan, dan dibagi sama rata, termasuk batangan batangan emas yang ditemukan, termasuk juga uang tunai dan benda berharga lainnya.
Kini waktu 1 jam yang diberikan sudah habis. Tiba giliran Bumi untuk menghancurkan tempat itu. Maka tak lama kemudian, terdengar teriakan yang cukup lantang. "Teknik penghancuran!.Aktif!"
Bush!
Blam!
Boom!
Begitu selesai Bumi mengucapkan teknik tersebut, seluruh bangunan yang ada di tempat itu amblas ke dalam tanah, setelah dihancurkan terlebih dahulu. Kemudian tanah yang digunakan untuk menenggelamkan bangunan-bangunan tersebut, menutup kembali.
Itulah istimewanya orang yang menguasai elemen tanah, bisa dirubah menjadi apa saja yang diinginkan, termasuk menjadi busur dan anak panahnya. Menjadi jarum kecil juga bisa, karena unsur yang ada dalam tanah, banyak mengandung logam, jadi mudah saja bagi Bumi, untuk merubahnya menjadi seperti itu.
Bukan hanya keistimewaan itu saja yang Bumi miliki. Dari elemen tanah yang dia kuasai, dia juga bisa merubahnya menjadi bangunan tempat tinggal, bertingkat lagi, menjadi jembatan, kubah, dom, menjadi alat transportasi, menjadi senjata, menjadi meriam, dan menjadi apa saja yang terlintas di pikirannya. termasuk merubahnya menjadi teknik yang sangat mengerikan, salah satunya adalah teknik penghancuran tadi.
"Sekarang semuanya sudah selesai. Pergilah kalian sejauh-jauhnya dari sini. Bawa keluarga kalian kembali ke desa, dan bangunlah desa kalian di sana!" Ujar Bumi memberi arahan.
Kemudian seperti merapal mantra, yang sebenarnya digunakan untuk menghubungi Rambaya, pengawal Dragon yang tidak terlihat itu. agar orang orang tersebut ditransfer ke desa desa mereka, supaya terhindar dari bahaya.
Sementara itu di tempat lain pada waktu yang sama. Kim Song, Kim Huang, Que Lim dan Bong Xuan, saat ini sedang berada di depan Dragon sebagai pesakitan.
Mereka dibawa oleh Rambaya, karena tuannya ingin memberi pelajaran pada mereka, terutama ketiga pengkhianat itu. Sedangkan terhadap Bong Xuan, Dragon memperlakukannya dengan baik.
"Kau tahu kenapa aku panggil ke sini Huang?" Tanya Dragon dengan ekspresi masam.
"Untuk meminta keadilan, yang selama ini tidak kami dapatkan!" Jawab Huang sangat mengejutkan.
"Ambillah kalau kau mau. Di luaran sana, masih banyak musuh yang sedang menunggu untuk bisa menguasai bumi ini."
"Ke tempat itulah kau akan aku kirimkan." Jawab Dragon lebih mengejutkan.
Tik!.
Blam!
Dalam sekejap saja, tubuh Huang sudah berada di luar angkasa. Dalam rasa terkejutnya itu dia berkata. "Ah tempat apa ini?. Tinggi sekali!" Reaksi Huang ketakutan.
"Inilah yang disebut dengan dunia dimensi. Di tempat inilah pintu masuk untuk menuju bumi. Jadi ditempat ini juga kau akan aku tinggalkan." Jawab Dragon melalui transmisi suara pada lawan bicaranya.
"Ampun, ampun!. Aku tidak mau!. Aku takut!. Tolong turunkan aku!" Reaksi Huang ketakutan kembali.
"Kau mau turun?. baik, akan aku kabulkan." Jawab Dragon tegas, dan masih menggunakan transmisi suara pada Huang itu.
Wus!
__ADS_1
"Aaaaaaaa!"
"Ampun, ampun!. Aku tidak mau mati!. Aku tobat!" Teriak Huang kuat kuat.
Zus!
"Argh!"
Dia pun berhenti di luar angkasa, nafasnya sudah mulai sesak, karena kehabisan udara.
"Masih mau memberontak?"
"Tidak, tidak!. Aku tidak mau!. Tolong turunkan aku. aku tidak bisa bernafas!" Jawab Huang putus putus.
"Kalian berdua juga harus merasakan, bagaimana bahayanya di luar angkasa itu, biar ketemu dengan musuh yang ingin menguasai bumi." Ucap Dragon pada Kim Song dan Que Lim penuh kejutan.
Tik!
Wus!
Blar!
"Hah!. Dimana ini?. Kenapa kita bisa berada di sini?. Siapa sebenarnya orang yang sedang kita lawan itu?. Kenapa dia bisa mengirim kita ke sini?" Reaksi Kim Song dengan ekspresi penasaran.
"Argh!" Aku tidak bisa bernafas. Paru paru ku sakit. Seseorang, tolong selamatkan aku!" Teriak Que Lim keras keras, hingga membuat rasa sakitnya itu bertambah parah.
"Aku juga merasa sakit. Tidak bisa bernafas. Que Lim!, To to tolong bantu aku bernafas. Tiup udara ke mulut ku. Tolong!. Aku bisa mati kalau kau tidak datang menolong ku." Ujar Kim Song yang sombong itu, terkesan mementingkan diri sendiri.
"Tidak bisa!. Selamatkan dirimu sendiri. Aku juga sedang dalam kesulitan." Jawab Que Lim tidak peduli.
"Kurang ajar kau!. Awas!, kalau kita bisa selamat, kaulah orang pertama yang akan aku hajar!" Reaksi Kim Song tidak senang.
"Argh" Keluhnya kesakitan, karena udara di paru parunya sudah mulai menipis.
"Tuan!. Tolong ampuni aku. aku mengaku bersalah. Tolong turun kan aku ke bumi. Kami tobat!" Ucap Que Lim mencoba peruntungan.
"Tetaplah tinggal di situ sampai kalian mati. Aku akan mengirimkan bunga, sebagai tanda turut berduka cita." Jawab Dragon malah meledek mereka.
"Tolong tuan!. kami masih ingin hidup. Kami berjanji, jika tuan selamatkan kami, Maka kami akan menjadi orang baik, dan akan meninggalkan dunia hitam selama lamanya." Sambut Que Lim penuh permohonan.
"Orang seperti kalian, tidak bisa di percaya. Termasuk Kim Huang itu. Jadi terima saja nasib kalian, yang akan aku asingkan di luar angkasa." Jawab Dragon tidak terduga. Kemudian berseru, merilis teknik saktinya itu.
"Formasi kutukan darah!. Aktif lah!"
Boom!
"Argh!" Reaksi ketiganya sedikit kesakitan.
"Sekarang ditubuh kalian sudah aku pasangi formasi. Jika kalian berbuat jahat lagi, maka tubuh kalian akan meledak."
"Oleh karena itu, berusahalah menjadi baik, dan Jalani hukuman kalian selama beberapa tahun."
"Sekarang bersiaplah!. Aku akan mengirimkan kalian ke planet bintang dan hiduplah kalian selamanya di sana." Ujarnya.
Lalu merilis teknik sakti kembali. "Formasi bintang langit, aktifkan!"
Blam!
Wus!
__ADS_1
Tubuh ketiganya tiba tiba menghilang. dan dikirim ke dunia lain.untuk menjalani hukumannya sampai mati.
"Selesai sudah." Ujar Dragon asli yang ada di bumi dengan ekspresi senang.Tapi tiba tiba wajahnya berubah serius, saat berkata pada Bong Xuan " Sekarang giliran mu untuk aku hukum.Jadi bersiaplah!" Ujarnya penuh intimidasi.