Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Asal usul kerajaan atas langit


__ADS_3

Sepuluh menit kemudian semua yang dibutuhkan oleh Dragon sudah selesai dilakukan


Bernard Savala telah memberikan keterangan pada Dragon, dibawah pengaruh ilusi yang diciptakannya. Begitu juga dengan 476 orang anak buahnya, yang seluruhnya dipanggil untuk datang, melalui formasi teleportasi yang diciptakan


Orang orang yang disekap pun sudah dikeluarkan. Mereka berjumlah 97 orang, yang terdiri dari 76 remaja perempuan, dan 21 gadis dewasa, kisaran 20 sampai 25 tahun. Dan sekarang mereka sudah diamankan oleh orang orangnya Dragon


Kini setelah semua urusan selesai dilakukan. Dragon mengunci lokasi orang yang menjadi pendukung kuat Savala, dan mengirimkan aura kesadaran, untuk mengikat orang tersebut, agar tidak melarikan diri


Tak lama kemudian Dragon terlihat sedang menyampaikan instruksi pada anak buahnya dengan berkata. "Semua yang kita butuhkan sudah ada pada kita."


"Sekarang urusan, aku serahkan pada kalian. Dan terserah apa yang akan kalian lakukan pada mereka." Ujarnya memberi arahan. Lalu membuka formasi ilusi, agar orang orang tersebut tersadar dari lamunannya


Anak buahnya yang melihat itu jadi terdiam. Tapi tak lama kemudian menjawab instruksi Dragon secara serentak. Kemudian memilih lawannya masing masing untuk diberi pelajaran


"Kau lawan ku Savala!. karena dari tadi aku melihat mu terus melotot ke arah tuan muda kami!"


"Dan itu aku anggap tidak sopan!"


"Jadi aku ingin membuat mata mu itu tahu, bahwa tidak semua orang bisa kau rendahkan!"


"Maka bersiaplah!. Aku akan memberikan hukuman pada mu saat ini!" Ucap Bumi penuh tekanan


"Heh!. Kau pikir kau itu siapa ha?"


"Jangankan hanya kau seorang!. Sepuluh orang seperti mu bisa aku kalahkan!"


"Ayo maju!. Biar kau tahu siapa aku!" Jawab Savala cukup jumawa. Kemudian menyerang Bumi dengan beringasnya


Semua teknik dan keterampilan yang dia punya, dikeluarkannya saat itu juga, untuk membuktikan, bahwa dirinya bukan orang lemah


Tapi bagi Bumi, semua serangan yang dilancarkan oleh Savala, seperti mainan anak kecil saja


Dengan mudahnya serangan tersebut ditangkis atau dihindari. Sesekali dibiarkan oleh Bumi untuk mengenai sasarannya


Namun itu semua, tidak berefek apa apa buat Bumi. Karena pertahanan tubuhnya sudah sangat luar biasa. Malah tangan Savala sendiri yang menjadi korban


Seakan tidak percaya dengan apa yang dia alami. Sekali lagi Savala menyarangkan pukulannya ke tubuh Bumi


Kali ini tenaga yang dikeluarkannya tidak main main. Dengan ancang ancang yang cukup baik, tubuhnya melenting lurus ke depan, dengan kaki kanan sebagai senjatanya, diniatkan untuk menggempur pertahanan lawan, dan dada Bumi sebagai targetnya


Teknik yang digunakannya disebut dengan tendangan terbang. Salah satu teknik yang terdapat dalam seni beladiri taekwondo. Dan itu digunakan untuk menghabisi Bumi dalam sekali serang


Tapi bukan pendekar piningit namanya, kalau hanya dengan teknik seperti itu akan kalah. Dengan menggunakan seni bela diri yang sama, tubuh Bumi bergeser ke samping, dan langsung menggunakan tendangan samping atau side kick, dengan sisi telapak kakinya sebagai senjatanya


Gerakannya yang cepat dan tiba-tiba itu, tidak disangka sama sekali oleh lawan. Karena tubuhnya sedang berada di udara, dengan mudahnya terkena sapuan kaki Bumi, dan membuatnya terpelanting serta jatuh ke tanah


Tapi dengan cepat dia bangkit kembali, walau dengan kondisi tubuh terhuyung huyung. Lalu mengatur posisi agar bisa tegak sempurna


Tapi tiba-tiba saja Bumi sudah ada di depannya. Dan siap untuk memberikan serangan lanjutan. Tendangan yang dia lakukan merupakan jurus pertama dalam seni bela diri taekwondo, yaitu tendangan depan, atau front kick, dan telak mengenai dada Savala, hingga membuatnya terjengkang, serta jatuh ke tanah, dengan darah segar keluar dari mulutnya


Setelah beberapa saat menggeliat. Tubuh Savala tidak bergerak lagi, dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya


Sementara ditempat lain. orang orangnya Dragon, sudah mendapatkan lawannya masing-masing, kecuali Leon dan Jenifer


Mereka berdua hanya menonton saja, sambil berjaga dibelakang Dragon, karena itu sudah tugas mereka. Sedangkan Abhicandra, walau dia juga diwajibkan menjaga Dragon, tapi dalam perjalanan ini, dia juga bertindak sebagai pemimpin pengawal lain yang Dragon bawa


Maka setelah mendapat instruksi dari tuannya. Dia langsung bertindak, dan memimpin anak buahnya untuk menyerang

__ADS_1


"Cepat lumpuhkan mereka!. dan ikat serta tempatkan di ujung sana!" Ucap Abhicandra memberi perintah


Sedetik kemudian, pertarungan besar pun sudah terjadi, dan tampak sedikit berimbang. Karena anak buah Dragon, tidak diijinkan untuk menggunakan ilmu kesaktian. Tapi cukup menggunakan ilmu Kanuragan, yang sudah lama mereka kuasai


Akibatnya, pertarungan cukup besar, main keroyokan lagi pun terjadi. Dimana 48 orang pengawal Dragon, harus menghadapi lawan yang cukup banyak


Namun itu tidak menjadi halangan buat mereka untuk berjuang


Jumlah lawan yang sebanyak itu, dibuat keteteran oleh kelihaian pengawal Dragon. Apalagi saat melihat ketuanya sudah tewas, hingga dalam sekejap saja, hampir separoh dari mereka bertumbangan dan langsung pingsan, saat terkena pukulan, tendangan serta tamparan tangan tangan terampil, yang dilakukan dengan serius oleh pengawal Dragon


Bernard Savala, yang sudah mati itu, tentu saja tidak bisa menolong anak buahnya, apalagi wakil wakilnya itu


Mereka dibuat tidak berdaya oleh pengawal pengawal Dragon. Apalagi setelah Burgon, Awan dan Langit turun tangan. Walau mereka tidak menggunakan teknik inti pedang semesta, dan teknik-teknik lain, tapi pukulan serta tendangannya cukup mematikan. Dan itu jelas saja tidak bisa dihadapi oleh orang-orang biasa


Sepuluh menit kemudian, pertarungan pun sudah berhenti. Dan semua anak buah Savala sudah menyatakan tunduk serta menyerah, dan memohon ampun agar tidak dibunuh


Dragon yang menjadi pimpinan utama kelompok tersebut, sigap memberikan tanggapan. Dengan tegasnya dia memberi perintah, agar orang-orang tersebut diserahkan kepada pihak berwajib. Berikut bukti-bukti kejahatan mereka


***


Satu jam kemudian. Puluhan mobil polisi, terlihat memasuki halaman dalam markas kelompok kota hitam tersebut


Mereka datang karena diberitahu, bahwa di tempat itu telah ditemukan gadis-gadis hasil penculikan, pemaksaan dan lain lain. Lengkap dengan orang-orang yang telah melakukan itu


Tapi sebelum mereka datang, Dragon sudah menghilangkan ingatan seluruh orang-orang yang Savala yang masih hidup. Juga bekas-bekas pertarungan. Agar siapa yang melakukan itu tidak diketahui oleh siapapun, termasuk oleh petugas yang berwenang


Kini Dragon dan orang orangnya, sudah berada di dalam hotel, dan bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, karena mereka orang-orang yang sangat terlatih, dan sangat mumpuni dalam segala hal


***


Waktu pun cepat berlalu. Siang berganti malam. Dan saat-saat seperti itu, digunakan oleh Dragon untuk beristirahat, dengan memasuki alam jiwanya, untuk menemui guru yang sangat dihormatinya itu


"Salam guru!" Jawab Dragon malah memberi hormat pada gurunya


"Iya iya iya!. Salam mu aku terima!"


"Sekarang katakan!. Apa tujuanmu menemui guru?" Jawab dan tanya Brawijaya pada Dragon


"Izin menjawab guru!"


"Akhir-akhir ini hatiku menjadi tidak tenang, dan pendirianku sedikit goyah."


"Karena permasalahan terus saja datang, dan tidak habis-habisnya melibatkan ku untuk menyelesaikannya."


"Padahal tidak lama lagi, Dragon harus menjalankan kewajiban sebagai manusia biasa, yang harus mempunyai ilmu untuk memimpin perusahaan kakek juga ayahku itu."


"Jika Dragon terus begini, Apakah tidak akan menyebabkan kekacauan?" Ucap dan jawab Dragon berterus terang


"Apa yang kau risaukan cucuku?"


"Bukankah kau sudah menguasai ilmu inti bumi dan ilmu inti semesta?"


"Dengan ilmu itu, kau sudah tidak perlu lagi untuk belajar."


"Tapi karena persyaratan diakuinya kita sebagai orang berilmu tinggi, dalam hal di luar ilmu kanuragan serta kesaktian, maka kau perlu juga untuk menempuh pendidikan seperti yang kau inginkan."


"Namun menurut penglihatan kakek. Pendidikanmu di sana hanya sebagai formalitas saja. Karena semua ilmu yang akan disampaikan oleh guru-gurumu, sudah engkau ketahui semuanya."

__ADS_1


"Bahkan ilmumu jauh lebih tinggi dari mereka."


"Jadi menurut kakek, pendidikanmu tidak akan berlangsung lama, karena guru-gurumu sudah tidak sanggup lagi untuk mengajarimu. Dan kau akan segera dinyatakan lulus."


"Oleh karena itu. Kau jangan merasa ragu."


"Jalani hidupmu seperti apa yang digariskan oleh Yang Maha Kuasa."


"Suatu saat nanti, kau akan tahu, untuk apa kau dilahirkan ke dunia ini." Ucap Ditya Prabu, mendahului Brawijaya dalam menjawab pertanyaan Dragon


"Salam eyang guru!" Respon Dragon merasa senang


"Bangunlah!. Kau tidak perlu melakukan itu saat bertemu dengan kami."


"Mulai sekarang!. Kuatkan tekad mu, dan tetap berjalan di jalan yang lurus. Serta ulurkan tanganmu, untuk menolong orang-orang lemah, dan memberantas orang orang yang suka berbuat kejahatan." Jawab Ditya Prabu menasehati


"Baik eyang guru!" Jawab Dragon patuh. Lalu mencium tangan Ditya Prabu serta tangan Brawijaya, walaupun tidak pernah bisa dia sentuh


Kemudian seperti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan


"Apakah kau ingin mengambil sesuatu dari ruang jiwamu ini?" Tanya Ditya Prabu langsung pada intinya


"Benar eyang Prabu!" Jawab Dragon malu-malu


"Katakan apa itu?. Apakah kau ingin mengambil keris kyai sengkelet yang kau titipkan di sini?" Tanya Ditya Prabu yang sudah tahu apa yang Dragon inginkan


"Benar eyang!" Jawab Dragon semakin malu


"Ketahuilah!. Bahwa keris yang kau inginkan, bukanlah keris sembarangan!"


"Dia raja senjata. yang semua senjata di dunia harus tunduk padanya."


"Jadi dia tidak boleh digunakan secara sembarangan. Karena jika sudah dikeluarkan dari sarungnya, maka dia akan meminta korban."


"Bahkan musuh sekuat dan sejauh apapun, akan bisa dibinasakan oleh keris tersebut. Karena dia bebas melintasi waktu dan ruang, termasuk ke istana atas langit." Ucap Ditya Prabu mengingatkan


"Apakah eyang juga tahu, tentang keberadaan istana atas Langit Itu?" Respon Dragon keheranan


"Ya jelas tahu!. Karena tempat tersebut dulunya adalah milik eyang. Yang eyang ciptakan dari aura kesadaran eyang sendiri."


"Untuk mengisi tempat yang sangat luas tersebut. Eyang mengirim murid-murid eyang ke sana. Termasuk leluhur dari raja Dewangga yang saat ini berkuasa."


"Sayangnya seiring berjalannya waktu. Ditambah dengan moksanya eyang serta gurumu ini, menyebabkan mereka tidak patuh lagi, dan membentuk koloni sendiri serta mendirikan kerajaan di sana."


"Lama kelamaan, mereka sudah melupakan ajaran eyang tentang budi pekerti, dan hakikat hidup yang harus mereka amalkan."


"Apalagi setelah raja Dewangga berhasil menembus tubuh fana menjadi tubuh penguasa alam langit. Kesaktiannya menjadi tidak terkalahkan."


"Berkat kesaktiannya itu, ditambah dengan banyaknya pendukung, membuat Raja Dewangga sudah melupakan asal-usulnya."


"Tugasmu adalah untuk meluruskan Raja Dewangga, serta merebut tempat itu, dan menjadikannya sebagai wilayah kekuasaan mu."


"Namun sayangnya Raja Dewangga bisa mengimbangi kekuatanmu!"


"Kecuali jika kau menggunakan gabungan inti ilmu semesta, dan ilmu inti bumi, yang digabung dengan Kris kyai sengkelet dan pukulan pelebur Sukma."


"Dengan ilmu itu. Raga Dewangga yang sudah menjadi seorang dewa iblis, akan bisa kau musnahkan."

__ADS_1


"Dan sukmaknya akan langsung lebur, dan tidak akan bisa menitis lagi pada siapapun!" Ucap Ditya Prabu memberi penjelasan


__ADS_2