
Satu menit kemudian. Dragon sudah berada di area senjata. Dia masuk ke tempat itu dengan menggunakan teleportasi Wahyu Taqwa
Baru saja sampai. Mulutnya langsung melongo lebar, karena ditempat itu, banyak sekali senjata yang tersimpan. Mirip seperti kuburan senjata
Ada pedang Naga Puspa. Pedang Batara Geni. Pedang Honje. Pedang bilah gelombang. Pedang tujuh cabang. Pedang Shotel. Pedang Surya Kencana dan masih banyak lagi pedang pedang sakti lainnya
Ditempat itu, Dragon juga menemukan Rompi Ontokusumo. Sebuah rompi tahan peluru juga tahan senjata jenis apapun. Ratusan armor dari berbagai belahan dunia, baik dunia atas maupun dunia bawah
Ada juga Keris kyai Carubuk lekuk 17. Buatan pandai besi bernama Empu Supa Mendagri dari Majapahit zaman dulu
Selain itu, ada juga tongkat Kalimasada. Tombak kyai Pleret.Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting. Kujang emas, Busur Pasopati. Busur Gandiwa. Konta Wijaya Danu . Cakra Sudarsana. Panah Nagapasa. Bramasta. Brahmanada. Kasutpada Kacarma. Nenggala dan masih banyak lagi senjata senjata sakti lainnya
Sementara di bagian lain. Bertumpuk ribuan buku atau kitab sakti. Ada kitab Rawarontek. Kitab Ajian Bondowoso. Ajian Saifi angin. Ajian Pancasona. Ajian Brajamusti. Ajian Rengkah Gunung. Ajian Inti Lebur Saketi. Ajian inti Karang. Jamus Kalimasada. Dan kitab ajian lainnya
Selain kitab kitab itu masih ada kitab lain yang sedikit asing ditelinga Dragon, yaitu kitab teknik keserakahan. Kitab penghancuran. Kitab penyerapan jiwa semesta. Kitab penghancur iblis. Kitab pemusnah siluman. Kitab Ramuan Dewa. Kitab dewa kekosongan. Kitab teknik dewa perang, Serta kitab teknik penciptaan
Dari semua senjata juga kitab kitab itu. Ada yang menarik perhatian Dragon. Yaitu adanya bermacam keris sakti di zamannya dulu
Ada keris setan Kober, keris empu Gandring, Keris Condong Campur, Keris Tameng Sari. Keris Kyai Carubuk. Keris Nagososro. Kembaran keris kyai Sengkelet atau keris lekuk 13, yang saat ini sudah ada ditangan Dragon
Saat menemukan keris itu. Keris yang satunya lagi langsung bereaksi. Dia keluar tanpa diminta. dan langsung terbang menuju keris yang satunya lagi
"Ada apa ini?. Kenapa sengkelet keluar sendiri tanpa aku perintah?"
"Apakah keris itu sedang mencari pasangannya?" Batin Dragon dalam hati
Nguing!
Begitu disebut, keris kyai sengkelet langsung bereaksi, Dan terbang ke langit langit gua itu, serta langsung terbang menghadap Dragon
"Ada apa sengkelet?. Kenapa kau bawa keris itu menghadap ku?" Tanya Dragon ingin tahu
"Nguing! Nguing!" Jawab sengkelet, melalui bunyi yang ditimbulkan oleh pergesekan kedua keris itu, yang ternyata bisa dimengerti oleh Dragon
"Bicaralah!. Aku tahu dalam tubuh mu itu ada jiwa yang menempatinya!"
"Bersembunyi pun percuma. Karena aku tahu tentang itu!"
"Jika kau tidak mau keluar, dan menunjukkan diri di depan ku. Maka aku sendiri yang akan menarik mu keluar!"
"Jadi jangan main kucing kucingan lagi denganku!" Ucap Dragon pada kedua jiwa yang menempati keris itu, dengan suara yang cukup mengintimidasi
Blush!
Blush!
Mendapat gertakan seperti itu, kedua keris itupun langsung bereaksi, dan muncul dalam bentuk jiwa yang berlainan jenis
Satu dalam bentuk pemuda gagah, yang pakaiannya menyerupai seorang jendral level tinggi. Yang memakai armor berwarna kuning emas, dan memancarkan cahaya cukup menyilaukan
Tangan kanannya memegang tombak pembasmi langit. Yang mempunyai dua cabang di ujungnya
Sementara ditangan kirinya. memegang sebuah perisai, yang sepertinya bukan perisai sembarangan
Sedangkan tubuh yang satunya lagi. Adalah sosok perempuan yang sangat cantik, Mungkin seorang Dewi pada masanya dulu
Ada kipas kecil terbuat dari emas, yang selalu dimainkannya, walaupun saat tengah berbicara dengan orang lain
Di pinggangnya terselip semacam seruling, yang berkilauan saat terkena cahaya pantulan dari senjata-senjata yang ada di tempat itu
Cuma dua senjata itu saja yang dia punya. Tapi jangan dianggap enteng, jika sudah digunakan olehnya
"Katakan siapa kalian?. Kenapa bisa ada di dalam keris ku?" Respon Dragon penasaran
"Izin menjawab tuan yang mulia!"
"Saya jendral Baiqie, yang memimpin seribu pertarungan besar pada masanya dulu!"
"Karena sebuah kesalahan kecil. Kaisar dewa yang menguasai tujuh ratus samudra, tujuh ratus dunia siluman dan tujuh ratus dunia langit, menghukum ku untuk masuk ke bahan keris itu, dan harus mengabdi pada orang yang berhasil menjinakkannya!" Jawab jendral Baiqie berterus terang
"Lalu yang ini?. Apakah dia juga mendapatkan hukuman yang sama?" Tanya Dragon terus ingin tahu
"Benar tuan!. Gara gara kami saling jatuh cinta, yang saat itu dilarang dalam kalangan pejuang. Maka kami diusir, dan dibuang ke bumi, serta ditempatkan di dua bahan keris yang sama."
"Nama perempuan ini adalah jendral Fu Yao, yang memimpin tiga ratus pertempuran berbahaya, demi melindungi negaranya."
"Tapi akibat cinta yang tak direstui. Maka kami terpaksa berada di dalam keris itu, dan menunggu orang untuk membebaskannya." Jawab Baiqie apa adanya
"Hemm!" Ternyata begitu!"
"Lalu apa yang harus aku lakukan, untuk membuat kalian bebas keluar dari keris itu?" Tanya Dragon ingin penjelasan
"Tuan hanya perlu menyatukan kami, dengan menggunakan ilmu tuan yang sangat tinggi itu."
__ADS_1
"Jika sudah berhasil, maka kedua keris ini akan menjadi satu."
"Setelah keris bersatu, maka kami akan terbebas, dan kembali ke dunia langit, serta kembali menjadi jendral, atau menjadi apa saja yang kami inginkan!"
"Tapi karena sudah berlangsung cukup lama, mungkin kaisar yang memerintah dulu sudah berubah, dan tidak tahu siapa penerusnya!" Jawab Baiqie berterus terang
"Dunia langit?"
"Apakah itu ada hubungannya dengan raja Dewangga, murid murtad guru ku itu. yang sekarang memerintah kerajaan atas langit?" Respon Dragon asal bicara saja
"Dewangga?. Pemberontak yang merebut milik orang lain, dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja. Apakah orang itu yang tuan maksudkan?" Jawab Baiqie malah balik bertanya
"Ya kau benar!. Dialah orang yang aku maksudkan."
"Apakah kau kenal dia?" Jawab Dragon mulai bersemangat
"Kenal secara langsung sih tidak!. Tapi mengamati aktivitasnya sering kami lakukan. Karena kami bebas keluar masuk ke kerajaan itu, Namun kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena kami tidak berwujud."
"Jika kami nekat melakukan sesuatu, maka jiwa kami sendiri yang akan hancur!"
"Oleh karena itu kami hanya mendiamkan saja. apa yang diperbuat oleh orang itu."
"Kecuali kalau kami diperintahkan untuk menyerang orang tersebut. maka kami akan melakukannya dengan senang hati!"
"Tapi kesempatan untuk menang hanya satu persen. sedangkan kekalahan, ya sisanya." Jawab Baiqie berterus terang
"Ternyata begitu."
"Tapi apakah Ditya Prabu, eyang guruku itu tidak mengetahui keberadaan kalian?" Respon Dragon seperti mulai mengerti, dan sudah bisa menarik benang lurus antara kejadian satu dengan kejadian lainnya
"Sebenarnya dia tahu. Tapi pura-pura tidak tahu, dan membiarkan tuan sendiri yang memecahkannya." Jawab Baiqie apa adanya
"Baiklah!. Aku sedang terburu-buru, dan tidak sempat untuk menganalisa keadaan disini."
"Aku ingin membuktikan, Kenapa jiwaku dipanggil kemari oleh kekuatan yang tidak bisa aku tolak."
"Apakah kau mengetahui penyebabnya Baiqie?" Ucap Dragon bertanya
"Itu karena jiwa tuan tersambung dengan penghulu atau raja dari segala macam senjata disini!"
"Penghulu dari segala macam senjata?. Apa itu?"
"Tuan lihatlah ke sana!"
"Di dalam kotak jati berukir itu, ada tersimpan sebuah senjata, yang kekuatannya mengalahkan kekuatan kami semua."
"Luar biasa!. Padahal di dunia persilatan, nama kalian sudah sangat kondang dan tersohor sekali!. Tapi ternyata masih kalah pamor dan kekuatan dari senjata itu!"
"Aku jadi penasaran, senjata jenis apa itu?" Ucap Dragon bersemangat, dalam menanggapi penjelasan dari jenderal Baiqie tersebut
"Silakan tuan ke sana, dan membuka sendiri kotak itu. Karena kami tidak berani mendekatinya." Respon Baiqie apa adanya
"Baiklah!. Aku akan mencoba membuka kotak itu, dan mengambil isinya!" Jawab Dragon sambil tersenyum senang
Kemudian buru-buru mendekati kotak tersebut, dan langsung ingin membukanya
Tapi tidak disangka, sebuah kekuatan besar menolak tubuh Dragon, hingga membuatnya mundur empat langkah ke belakang
Dragon tentu saja heran. Kenapa ada aura sekuat itu, dan mampu membuatnya terdorong, serta merasakan tekanan yang teramat besar
Sebenarnya senjata apa itu?. Kenapa kekuatannya sangat luar biasa sekali?
Baru auranya saja sudah membuat orang kesakitan. Bagaimana jika senjata tersebut digunakan untuk menyerang?
Menyadari akan hal itu, Dragon membuat suatu cara, yaitu dengan mengarahkan ilmu Wahyu Taqwa tingkat tinggi, untuk meredam aura tersebut. Dan ternyata usahanya berhasil
Tiba-tiba saja aura yang penuh penekanan itu menjadi hilang, dan berganti menjadi kedamaian
"Apakah kau sekarang sudah tunduk padaku penghulu senjata?"
"Apakah kau ingin, agar aku mengerahkan semua kemampuanku untuk menundukkan-mu?" Ucap Dragon pada senjata tersebut, walau belum dibuka olehnya
Click!
Pertanyaan Dragon malah dijawab dengan terbukanya kotak tersebut, dan isinya langsung keluar
"Jendral Baiqie!. Senjata apa itu?" Tanya Dragon pada pengikutnya
"Itu disebut cemeti. yang di zaman dulu, dinamai dengan Cemeti Amar Rasuli!"
"Tuan bisa membukanya, dengan ilmu yang tuan miliki saat ini!" Jawab Baiqie menjelaskan
"Hemm!. Baiklah!"
__ADS_1
"Dengan ilmu kebijaksanaan, Waskita serta kesaktian dari kitab Wahyu Taqwa!. Tunduk lah kau pada ku. dan datang secara sukarela serta tidak dipaksa!"
"Jika kau tidak bersedia, maka masuklah kembali ke dalam kotak itu, dan aku tidak akan mengganggu keberadaan mu!" Ucap Dragon pada Cemeti Amar Rasuli tersebut secara tegas
Whush!
Tap!
"Bagus!. Ternyata kau mengerti bahasa manusia!"
"Sekarang masuklah ke dalam dunia jiwaku, dan keluar saat aku butuhkan!" Ucap Dragon pada senjata barunya tersebut
Whush!
Sekali lagi kesiur angin yang cukup sejuk menerpa tubuh Dragon, dan tiba-tiba saja cemeti amar rasuli tersebut sudah tidak ada lagi di tangannya
Tapi sungguh tidak disangka. Semua senjata, buku teknik, jurus dan keterampilan yang Dragon temukan, langsung beterbangan, dan menuju ke arahnya, seperti sedang ingin mencelakai Dragon.
"Apa yang terjadi?. Kenapa semua senjata pusaka itu terbang ke arahku, dan seperti ingin mengikuti cemeti, yang barusan masuk ke dalam dunia jiwaku?" Ucap Dragon keheranan pada diri sendiri
"Tuan jangan heran!. Karena cemeti tersebut merupakan pemimpin kami. maka kemana pun ia pergi. Kami harus mengikutinya, termasuk saya juga Fu Yao !" Jawab Baiqie, mencoba menghilangkan keterkejutan dari tuan barunya tersebut
"Baiklah!. Karena raja, jenderal serta penghulu kalian sudah memasuki tubuhku, maka aku mempersilahkan kalian untuk masuk ke dalam tubuhku juga!" Ucap Dragon pada seluruh senjata, serta kitab tersebut, yang masih melayang layang di sekitar tubuhnya
Tak lama setelah Dragon berkata seperti itu. Ribuan pedang, tombak, belati, kitab serta senjata-senjata sakti yang ada, secara teratur memasuki tubuh Dragon, dan lenyap tak lama kemudian
Kini kuburan senjata tersebut sudah kosong melompong. dan tidak meninggalkan benda apapun di dalamnya
Dragon mengetahui tentang itu, karena dia memindai tempat tersebut, dengan menggunakan aura kesadarannya
"Selesai sudah!"
"Kini waktunya untuk keluar, dan melihat anak buahku yang nampaknya sedang menghadapi para pendatang itu!" Ucap Dragon pada diri sendiri
***
Sementara itu di luar gua, yang berada jauh di atas bumi. Abhicandra terlihat sedang memimpin anak buahnya, untuk menghadapi gempuran dari ratusan ribu prajurit, yang dipimpin oleh seratus jendral, serta lima ratus komandan kuat, dari masing masing suku bangsa itu
Siluman serigala, yang dipimpin oleh rajanya yang bernama Kolaka. Menyerahkan pimpinan penyerangan pada jendral Domangsa, yang dibantu oleh 29 jendral kuat lainnya
Sedangkan siluman rubah api. menyerahkan penyerangan pada jenderal Doradoka yang dibantu juga oleh 30 jenderal kuat bangsa itu. Sedangkan rajanya, yang terkenal licik tapi kuat itu, mengamati pertempuran dari jarak jauh, dan mencari kesempatan untuk menyerang musuhnya
Raja yang bernama Rubasama, ingin mengakhiri pertempuran tersebut, tanpa harus bersusah payah dan ingin mencelakai Abhicandra serta komandan lainnya, agar perlawanan pengikutnya menjadi reda
Sementara suku bangsa jin, yang dipimpin oleh rajanya yang sangat sakti bernama Jindaka. memimpin sendiri pertarungan itu
Dia dibantu oleh 50 orang jenderal yang dia bawa, serta tiga puluh komandan, serta puluhan ribu anak buahnya
Pertarungan tersebut pecah, karena Abhicandra serta orang orangnya, tidak mengizinkan bangsa siluman serta bangsa jin tersebut memasuki gua itu. Karena tuan mereka sedang mencari benda pusaka didalamnya
Karena tidak diizinkan, maka ketiga raja tersebut,l menjadi murka. Dan memerintahkan pada prajuritnya untuk menyerang Abhicandra serta orang orangnya
Tak lama kemudian, pecahlah pertarungan tidak seimbang, yang terjadi di tempat itu
Namun walaupun demikian. Abhicandra dan bawahannya, masih bisa mengimbangi serangan tersebut. Dengan mengeluarkan segenap ilmu yang mereka kuasai
Abhicandra dengan senjata pisau terbangnya, ditambah dengan jurus jurus lain. merangsek maju, dan membinasakan orang yang ingin menyerangnya.
Banyak yang menjadi korban akibat amukannya tersebut. Termasuk yang menjadi korban adalah dua komandan pembantu, 170 prajurit, serta satu Jendral utama bangsa jin
Leon lain lagi. Dia menggunakan mata saktinya untuk menghancurkan orang-orang tersebut, dan hasilnya sangat luar biasa sekali
Dalam melakukan serangan itu. Tubuhnya dilindungi oleh aura dewa perang, yang tidak bisa ditembus oleh jenis senjata apapun. Dan akibatnya orang-orang yang ingin menyerangnya sendiri yang menjadi korban
Jennifer juga demikian. Dia mengamuk dengan membabi buta, serta membakar siapa saja yang ingin mendekatinya, dengan menggunakan pukulan inti pedang, yang terbuat dari api, serta bebas terbang kemanapun yang dia kehendaki
Burgon, Langit, Awan dan Bumi, juga menggunakan ilmu yang sama, yaitu inti pedang, yang masing masing nya mempunyai kelebihan, serta tidak ditemukan kekurangan sedikitpun
Melihat prajuritnya banyak yang mati. Raja bangsa jin yaitu Jindaka menjadi murka. Apalagi raja Rubasama, serta raja Kolaka
Dengan lantangnya mereka berseru." Gunakan formasi penghancuran! dan paksa serta kurung mereka kedalam formasi tersebut!"
"Aku ingin mereka merasakan, betapa sakitnya jika mati!" Ucap Jindaka bersuara lantang. Dan tak lama kemudian..
Boom!
Lima puluh tubuh pengawal Dragon, langsung terkurung ke dalam formasi tersebut, dan tidak bisa ditembus dengan kekuatan sebesar apapun. Termasuk dengan menggunakan inti pedang atau teknik-teknik kuat lainnya
Menyadari itu.Abhicandra menjadi cemas, karena tuannya belum juga muncul, dan membantu mereka saat bertarung itu
Dalam kecemasan tersebut, terdengar sebuah suara yang cukup keras. "Sekarang terimalah kematian kalian!"
"Karena kalian telah berani menghalangi kami untuk masuk ke dalam gua itu, dan mengambil apa saja yang kami inginkan!"
__ADS_1
"Hiaaa!"
Boouuummm!