
"Mau sampai kapan kau bersembunyi di situ penyusup?"
"Apakah menunggu aku datang, dan memaksa mu untuk keluar?" Ucap Dragon melalui aura spiritualnya, pada sosok mahluk tersebut
"Gawat!. Seperti nya orang itu menyadari keberadaan ku. Aku harus pergi dari sini!" Reaksi sosok itu ketakutan.
Lalu bergegas pergi dari tempat itu, dan ingin kembali menghadap tuannya
Tapi belum juga bergerak. Dragon sudah ada di depannya, dan langsung berkata. "Mau lari kemana kau siluman?. Jangan seenaknya datang dan pergi ditempat ku tanpa izin" Ucap Dragon, yang tiba tiba sudah berada di depan siluman itu hingga mengagetkannya
"Si si siapa kau?. Kenapa kau bisa melihat ku dan memasuki alam ini?" Tanya sosok misterius yang ternyata berjenis siluman pohon itu gugup
"Siapa aku itu tidak penting!. dan kau tidak berhak tahu siapa aku!"
"Tapi sebaliknya kau yang harus menjelaskan, kenapa mengawasi anak buah ku?" Jawab Dragon tegas. Sambil mengirimkan aura penindasan ke seluruh tempat itu
"Aku hanya menjalankan perintah dari raja ku, untuk mengawasi aktifitas kalian, yang telah berani membuka lahan di wilayah kami!" Jawab siluman itu berterus terang
"Siapa raja kalian?. Apakah dia punya nama?" Tanya Dragon penasaran
"Ya!. Dia bernama yang mulia raja Kaladaksa. Pemimpin seluruh bangsa siluman di hutan ini. Kesaktiannya sudah tidak diragukan lagi!" Jawabnya tanpa ragu ragu
"Kenapa dia mengutus mu untuk mengawasi kami" Tanya Dragon ingin tahu
"Raja kami marah karena kalian telah berani menyerobot wilayahnya, dan membangun pemukiman di sini."
"Aku diutus untuk memperingatkan, agar kalian pergi dari sini, dan membayar ganti rugi atas kerusakan yang telah kalian timbulkan!"
"Jika tidak!. Maka raja kami akan mengirimkan ribuan prajuritnya untuk menyerang kalian!"
"Jadi sebelum terlambat. Cepat angkat kaki dari sini! dan bawa semua orang orang kalian!" Jawab Mottue, komandan pasukan bangsa siluman itu penuh ancaman
"Sembarangan kalau bicara!. Antara manusia dan bangsa siluman atau sebangsa nya , mempunyai batas dunia masing masing, tapi itu tidak termasuk semua areal hutan ini!"
"Lokasi yang aku buka itu, sudah dibuka oleh orang lain, dan aku hanya meneruskan nya saja!" Sanggah Dragon tidak terima
"Justru itu yang membuat raja kami marah!"
"Pembuka lahan terdahulu sudah kami peringatkan, dengan kehilangan anak buahnya setiap hari."
"Dan itu membuat mereka tidak tahan, lalu memutuskan pindah ke tempat lain!"
"Sekarang kalian datang, dan peringatan itu akan terjadi pada kalian."
"Tapi sebelum itu terjadi. Raja kami menyuruh ku untuk menemui pemimpin kalian, dan meminta agar secepatnya angkat kaki dari sini!, kalau tidak mau kejadian itu terulang kembali!" Ucap Mottue terdengar menyakitkan
"Aku ingin lihat, apakah raja mu berani melakukan itu pada ku juga pada anak buah ku!"
"Jika ia nekat!. Maka aku akan meratakan tempat kalian, dan mengusir kalian dari sini!" Reaksi Dragon menantang
Kemudian berkata lagi. "Ketahuilah oleh mu siluman!. Dengan mampu nya aku memasuki alam mu ini.Itu menandakan, bahwa aku juga mampu menghabisi raja kalian, dan menaklukkannya!" Ucap Dragon lagi
"Sombong kau manusia!"
"Tunggulah disini!. Aku akan melaporkan tantangan mu ini pada raja kami, agar memberikan hukuman pada mu!" Jawab siluman yang bernama Mottue itu geram
"Baik!. Aku tunggu kalian disini!"
"Lambat sedikit saja, maka aku yang akan mendatangi kalian!" Respon Dragon tidak kenal takut
Tak lama kemudian, siluman tersebut pergi dari tempat itu, dan menghilang didalam nya
Tapi tanpa dia sadari, Dragon sudah memasang jejak spritual ditubuh siluman itu, agar mudah menemukan lokasi mereka
"Mumpung mereka belum datang, lebih baik aku menemui anak buah ku dulu, untuk menyuruh mereka pulang." Guman Dragon pada diri sendiri
"Hari sudah sore!. Kembalilah kalian ke tenda!. Aku akan pergi sebentar, dan kembali sebelum malam." Ucap Dragon pada anak buahnya termasuk pada Leon, Abhicandra dan Jenifer
"Tapi tuan!. Tugas kami adalah menjaga anda, dan tidak boleh meninggalkan tuan muda pergi sendirian!" Ucap Leon protes
"Tenang saja!. Aku pergi bukan untuk bersenang senang. Tapi untuk menyelesaikan urusan ditempat yang kalian tidak bisa memasukinya." Jawab Dragon tegas
"Lalu apa yang harus kami lakukan tuan muda, selama anda pergi?" Tanya Abhicandra sudah mulai menyadari keadaan
"Awasi tempat ini. dan perkuat dengan aura spiritual kalian."
"Sebentar lagi akan ada keributan di seberang sungai ini"
"Itu disebabkan kedatangan mahluk tak kasat mata dalam jumlah banyak. dan kalian tidak bisa melihatnya "
"Namun untungnya kalian bisa merasakan keberadaan nya."
"Tapi kalian jangan khawatir. Mereka tidak akan bisa memasuki tempat ini. Karena aku sudah memasang array pelindung juga formasi penghancuran"
"Jika ada yang nekat masuk walaupun itu siluman dan sebangsanya, maka tubuh mereka akan terbakar, dan hancur menjadi debu!" Ucap Dragon menenangkan hati mereka agar tidak khawatir
__ADS_1
"Tapi tuan muda!.Tolong bawalah kami, agar bisa membantu anda menghadapi mahluk itu." Ucap Leon belum mau terima
"Untuk mu juga yang lain!. cukup pergi ke delapan penjuru mata angin, dan awasi tempat itu, agar formasinya tidak bocor."
"Perkuat tempat yang kalian jaga, dengan aura spritual kalian."
"Jika mendapati kebocoran, segera tambal, dan tetap yakin dengan kemampuan kalian."
"Musuh yang akan kita hadapi bukan manusia, tapi siluman!." Ucap Dragon akhirnya berterus terang, saat memberi pengertian pada anak buahnya
"Kami siap berkorban untuk mu tuan muda!" Jawab semuanya serempak. Lalu mengerjakan apa yang menjadi bagian mereka
"Kenapa mereka kelihatan panik ya?. Apakah ada musuh yang menyerang?" Tanya Sujana pada Brandi merasa keheranan
"Aku juga sama sepertu mu!. Sama sama tidak tahu dan butuh penjelasan, Kenapa mereka panik seperti itu?" Jawab Brandi apa adanya
"Huh, menyebalkan!.Mau mendapatkan informasi saja susahnya minta ampun" Reaksi Sujana tidak puas. Lalu pergi menuju tenda lain untuk memuaskan keingintahuannya
***
Sementara itu ditempat lain,
Kaladaksa yang mendapatkan laporan dari Mottue sangat marah sekali
Dia segera memerintahkan pada panglimanya, agar mengerahkan prajuritnya untuk menyerang manusia yang tidak tahu diri itu, dan meratakan tempatnya
Setengah jam kemudian, mereka sudah sampai di lokasi pemukiman, dan berhenti tepat di seberang sungai, berbatasan langsung dengan array serta formasi yang Dragon buat
Mereka berhenti disitu karena tidak bisa memasukinya. Dipaksakan bagaimanapun, tetap tidak bisa juga. Malah beberapa orang siluman mati dan terbakar, saat ingin mencoba memasukinya
"Kurang ajar!. Ternyata mereka sudah mempersiapkan ini sebelumnya!"
"Ternyata mereka bukan orang sembarangan!"
"Jika anak buah ku tahu, bahwa aku juga tidak bisa memasukinya. dimana akan aku taruh muka ku yang tampan ini?" Batin Kaladaksa dalam hati
"Yang mulia Raja Daksa!. Apa yang harus kita lakukan?"
"Tempat ini dipagari dengan formasi kuat. Hingga tidak seorang pun dari kita bisa memasukinya!"
"Kalau ini terus dibiarkan. Aku khawatir prajurit kita tidak akan percaya lagi pada rajanya!" Ucap Mooruka, jendral pasukan itu pada rajanya
"Perintahkan pada semua prajurit, untuk menyerang formasi itu dengan kekuatan masing masing!"
"Kalian dengar itu!. Yang mulia raja telah memerintahkan pada kita, untuk menyerang formasi yang ada di depan kita itu!"
"Kerahkan segenap kemampuan kalian, dan serang bersama sama menuju satu titik yang akan aku beri tanda!" Ucap Mooruka memberi perintah
"Baik!" Jawab seluruh prajurit itu patuh dan bersemangat sekali
Gema suara yang ditimbulkan oleh mulut mulut prajurit siluman itu, membuat pepohonan ditempat tersebut bergoyang
Air sungai bergelombang. Angin menderu kencang, udara sesak dan daun serta ranting beterbangan, membumbung tinggi di angkasa, lalu menabrak formasi itu, dan pecah di luarnya
Orang orang yang bersiap untuk membersihkan diri jadi berdiri diam
Kebetulan tempat mereka mandi tidak begitu jauh dari lokasi keributan tersebut. Dan itu membuat mereka merinding ketakutan
Banyak dari mereka yang melarikan diri. dan takut terkena masalah
"Tolong!. Tolong!. Kita diserang!"
"Cepat lari dan tinggalkan tempat ini!"
"Tinggalkan juga barang bawaan kalian.! Hari akan hujan!" Teriak orang orang yang ada di dalam formasi itu ketakutan, dan bermacam komentar muncul karena ketidaktahuan mereka
"Ada apa?. Kenapa orang orang itu ribut sekali?"
"Apakah ada serangan?" Tanya seorang pengawal pada temannya
"Aku juga tidak tahu. Lebih baik kita cari tahu kesana!" Jawab pengawal lain mengecewakan
Sementara itu ditempat pasukan Kaladaksa berada. Begitu mendapat perintah dari jenderalnya, langsung mengerahkan segenap kemampuannya, untuk bersama sama menyerang serta menghancurkan formasi itu
Saat semuanya sudah siap. Lebih dari delapan belas ribu prajurit siluman, beserta seluruh jendral, panglima dan komandannya, melepaskan kekuatannya ke arah depan.Dan..
Boom!
Asap tebal dan debu debu segera beterbangan di dunia yang tak terlihat. Tapi dampaknya bisa dirasakan oleh manusia di luaran sana
Sekali lagi bumi berguncang, air sungai pun bereaksi, angin bertiup kencang dan segala yang ada disitu bergetar
Kejadian itu sukses membuat penghuninya panik, dan bergegas keluar untuk menyelamatkan diri
Tapi formasi dan array yang diserang, masih tetap berdiri kokoh, dan tidak bergeser sedikitpun
__ADS_1
Belasan ribu prajurit siluman, mendadak tercekat diam, termasuk Kaladaksa, raja mereka itu
Mereka tidak percaya dan terima, dengan apa yang mereka lihat. Kekuatan sebesar itu, tidak mampu menghancurkan formasi pelindung yang terpasang
Jangankan menghancurkannya, bergoyang saja tidak
"Bagaimana ini?. Kekuatan kita tidak mampu membuat formasi itu hancur. Apa lagi yang harus kita buat?" Ucap seorang panglima pada temannya
"Kita minta pendapat yang mulia. Siapa tahu dia mempunyai solusinya!" Jawab panglima lain memberi usul
"Kalau begitu ayo kita ke sana! dan.." Ucap temannya setuju. Tapi...
Boom!
Belum juga usai dia bicara, seseorang sudah muncul di depan mereka, dan langsung mendominasi keadaan, dengan mengirimkan aura penindasan nya
Tubuhnya mengambang di atas sungai, dan berdiri diam tanpa bersuara. Tapi matanya menyorot tajam kearah siluman siluman itu
Tatapannya yang menakutkan, penampilannya yang keren, dengan siluet naga dibelakangnya, membuat semuanya terdiam. Termasuk orang orang yang ada di dalam formasi itu
Mendadak seluruh mahluk lain yang hidup disitu, menunduk diam, dan berlutut di tanah. Mereka sangat terintimidasi oleh prabawa yang ditimbulkan oleh orang tersebut
Belasan ribu prajurit siluman pun bergetar karenanya, dan langsung terjatuh di tanah, dengan badan menggigil ketakutan
Hanya raja, panglima, jenderal dan beberapa komandan pasukan itu yang masih bisa berdiri. Tapi tubuh mereka bergetar kuat, karena tekanan aura nya sangat kuat
Tak lama kemudian orang tersebut bersuara. "Karena kalian telah berani mengacaukan tempat ku!, maka hari ini, aku akan memusnahkan kalian semua!" Ucap orang tersebut berwibawa, yang tentu saja Dragon yang melakukannya
"Si si siapa kau?. Kenapa kekuatan mu sangat luar biasa sekali?"
"Apa hubungan mu dengan yang mulia Prabu Ditya?"
"Apakah kau keturunannya?" Tanya raja siluman itu gugup, dan sudah mulai takut
"Kalau sudah tahu siapa aku!. Kenapa tidak segera berlutut, dan mengakui kesalahan mu?" Jawab Dragon berwibawa
"Ja ja jadi!. Kau adalah..."
"Ya itu aku!" Jawab Dragon tegas
"Semuanya!. Cepat berlutut!. Dia keturunan tuan kita!" Ucap raja siluman pada anak buahnya
Serempak mereka menjatuhkan diri di tanah kembali, dan memberi hormat tanda takluk
"Maafkan perbuatan kami tuan!. Sungguh kami tidak tahu bahwa itu adalah tuan!" Ucap raja Daksa lemah
"Bagaimana kau bisa mengenal guru ku?. Apakah kalian pernah bertemu dengannya dulu?" Tanya Dragon ingin tahu
"Leluhurku adakah abdi raja yang mulia itu."
"Jadi otomatis kami semua juga abadinya."
"Karena tuan adalah keturunannya, maka kami juga adalah abdi tuan!" Jawab raja Daksa apa adanya
"Abdi ku bukan seperti kalian tapi. tapi mereka!" Reaksi Dragon ingin menguji
"Tuan jangan salah sangka. Kami bukan benar benar siluman, tapi mahluk lain yang sama dengan manusia."
"Cuma bedanya kami tidak bisa terlihat, karena leluhur kami dulunya mempelajari ilmu halimun, yang berasal dari kitab inti semesta, dan itu membuat yang mulia Prabu Ditya marah, hingga mengutuk leluhur kami, dan seterusnya tidak bisa terlihat." Jawab raja Daksa berterus terang
"Tapi mengapa kalian sering mengganggu manusia di wilayah ini. Apakah kalian ingin membalas dendam?" Tanya Dragon tegas
"Mereka sendiri yang mencari masalah tuan. Datang tanpa permisi, dan menebangi hutan kami, serta sering membuat keributan dengan berpesta minuman keras."
"Oleh karena itu kami marah dan mengusir mereka!" Jawab raja Daksa apa adanya
"Tapi bagaimana dengan orang orang yang sudah kalian bunuh itu?. Apakah kau bisa menjelaskannya?" Tanya Dragon lagi
"Mereka belum mati tuan!. Cuma kami tahan saja di tempat ini, untuk menebus kesalahannya." Jawab raja Daksa berterus terang
"Dimana mereka sekarang?. Apakah kau bisa membawanya pada ku?" Tanya Dragon ingin ketegasan
"Bisa tuan!" Jawab Daksa tanpa ragu ragu
"Jadi setelah kau tau bahwa aku adalah keturunan tuan mu dulu. apakah kau masih ingin mencari masalah dengan ku, juga menyuruhku untuk keluar dari tempat ini?" Tanya Dragon ingin penjelasan
"Hamba tidak berani tuan!. Tuan adalah junjungan kami, orang yang harus dipatuhi perintahnya." Jawab Kaladaksa takut takut
"Kalau begitu aku perintahkan pada mu, untuk segera meninggalkan tempat ini, dan jangan pernah mengganggu orang orang ku lagi!" Ucap Dragon tegas
"Kami siap mematuhi perintah tuan, dan siap membantu tuan untuk membuka hutan ini, serta menjaganya dari sebarang gangguan!" Jawab Kaladaksa tegas
"Bagus!. sekarang pergilah!"
"Jika aku membutuhkan bantuan kalian, aku akan menghubungi mu!" Respon Dragon senang
__ADS_1