
Maka dalam sekejap saja tempat itu sudah berubah menjadi seperti medan perang. Masing masing sudah bersiap dengan senjatanya
Tapi Dragon masih tenang tenang saja, karena dia yakin anak buahnya tidak akan mudah terprovokasi, apalagi gemetar ketakutan
Walaupun jumlah mereka hanya 15 orang, namun kekuatannya tidak bisa dianggap remeh. Lawan yang berjumlah 50 orang, buat mereka hanya seperti daun daun kering yang berguguran
Dimata mereka apa yang mereka pegang itu sungguh menggelikan. Yang mereka kira pistol itu ternyata adalah potongan roti, yang dibuat keras oleh Dragon dan dibuat seperti pistol mainan
Sedangkan mereka memegang senjata sungguhan, walaupun itu baru merupakan aura inti pedangnya. Namun jangan disangka tidak mematikan. Justru senjata seperti itu yang sangat ditakuti oleh lawan, yang mempunyai aura kesadarannya sendiri, dan bisa melihat bentuknya
Namun buat anak buah Huang Song, hal tersebut malah dianggap mainan. Pedang melawan pistol mana yang akan menang dan cepat?. Ya tentu pistol lah
Jadi saat melihat masing masing lawan memegang pedang kecuali Dragon, Sikap Huang Song dan anak buahnya masih tetap saja meremehkan. Padahal nyawa mereka sedang terancam
Tapi diantara 50 orang itu, Tuan muda keluarga tersebut yang masih bersikap tenang, dan terlihat sangat berhati hati. Karena sepintas dia melihat, walau tidak secara mendalam, bahwa jumlah mereka yang sebanyak itu, tidak akan bisa memenangkan pertarungan, walaupun mereka memegang senjata
Walaupun dia sangat membenci rombongan Dragon, tapi dia tidak mau bertindak gegabah, karena dia sendiri tidak mengenal siapa itu Dragon, disebabkan wajahnya sudah berubah
Jiang Song hanya mengenal Dragon melalui gambarnya saja, itupun melalui siaran televisi dan portal portal berita saja. Namun yang ada dihadapannya itu tidak dia kenal. dan itu membuat Jiang Song merasa khawatir
Yang paling dia khawatirkan itu adalah ayahnya. Sikapnya sudah mulai berubah, dan sudah mendekati gila, karena pikirannya terpusat pada uangnya yang sudah banyak habis, apalagi jika tidak mampu dia rebut kembali
"Tuan kaya!" Sapa Jiang Song mencoba berdamai
"Mohon batalkan perseteruan ini. Maafkan sikap orang tua ku yang buruk seperti itu."
"Aku tahu permainan kalian itu adil. Orang itu saja yang bodoh, hingga menyebabkan kerugian yang sangat banyak buat keluarga ku."
"Silakan ambil plakat plakat itu, dan minta dicairkan dibagian pembayaran."
"Kami mengaku kalah!. Semoga kedepannya kami akan merebut kembali uang itu."
"Tapi mohon katakan dengan siapa kami sedang berhadapan?" Ucap Jiang Song bertanya
"Ternyata kau lebih bijak dari ayah mu."
"Aku Mahesh dan ini anak buah ku. Mereka bersikap seperti itu, karena ingin melindungi ku."
"Kau lihatlah anak buah mu itu!. Mereka memegang senjata api, yang sewaktu waktu bisa meletus. Tentu saja kami harus berusaha bertahan?" Respon Dragon bersikap tenang
"Turunkan senjata kalian!. Biarkan tuan tuan ini pergi, karena mereka tidak berbuat curang." Ucap Jiang Song pada anak buahnya
Sikapnya terlihat tenang, tapi siapa tahu di dalam hatinya menyimpan dendam yang sangat dalam, dan itu diketahui oleh hanya Dragon seorang. Tapi dia berpura-pura tidak tahu, dan bersikap wajar apa adanya
__ADS_1
"Karena kau sudah berkata seperti itu, maka kami akan pergi. Tapi tolong urus ayahmu tersebut. Jangan khawatir uang yang aku dapatkan ini tidak akan aku makan seorang, tapi akan aku gunakan untuk kepentingan bangsa kalian sendiri." Tanggapan Dragon sungguh mencengangkan
"Silakan!" Jawab Jiang Song singkat. Tapi mengisyaratkan rasa tidak puas dalam hatinya
"Tunggu!. Enak sekali kau mau pergi, setelah apa yang kau lakukan padaku, dan merebut semua uangku!"
"Kau pikir aku bodoh?. Jangan mimpi!" Ucap Huang Song tiba-tiba
"Tembak mereka!" Ucapnya memberi perintah
"Hentikan!. Jangan berani macam macam!"
"Sekarang kepala keluarga sudah aku ambil alih!. Jadi aku yang berhak untuk memerintah kalian!" Teriak Jiang Song merasa tersinggung
"Jangan dengarkan anak tidak berguna itu!. Orang tua sudah susah, malah semakin dibuat susah!" Bantah Huang Song marah
"Huh!. Siapa yang harus kita dengar?. Tuan muda atau tuan besar?"
"Kalau kita menuruti perkataan tuan besar, alamat kita akan susah!"
"Tapi jika menuruti tuan muda, bagaimana nasib kita selanjutnya?" Ucap komandan pengawal itu serba salah
"Apa yang kalian lakukan?.Cepat tembak mereka!" Teriak Huang Song marah. Kemudian merebut pistol yang ada di tangan anak buahnya
Kejadian itu membuat 50 orang lebih pengawal menjadi keheranan. Salah seorang diantara mereka berkata. "Apa yang terjadi?. Kenapa pistol pistol kita berubah menjadi roti?. Siapa yang melakukannya?" Ujarnya ingin mendapat jawaban
Tapi pertanyaannya tidak terjawab. Mereka malah sibuk memeriksa senjatanya masing masing, hanya sekedar memastikan, bahwa apa yang mereka lihat itu tidak benar
Namun setelah memastikan, bahwa senjata mereka memang telah berubah, barulah mereka sadar dengan apa yang terjadi. kemudian serempak menjatuhkan senjata yang sudah berubah menjadi roti tersebut ke lantai
"Sekarang apa yang ingin kalian lakukan?. Apakah masih ingin menyerang kami?" Tanya Dragon cukup mengintimidasi
"Hari ini kau menang!. tapi lain kali jika kita bertemu lagi, maka jangan harap kau bisa selamat!" Jawab Huang Song mencoba mengancam
Kemudian menyuruh anak buahnya untuk pergi, tanpa memperdulikan anaknya lagi
"Maafkan sikap ayah ku. Dia stress karena telah kehilangan uang dalam jumlah banyak."
"Sekarang keluargaku sudah bangkrut. Hanya tersisa beberapa buah perusahaan, termasuk kasino ini."
"Jika kau ingin mengambil alih, silakan karena itu sudah dibuat taruhan oleh ayahku." Ucap Jiang Song merendah
"Tidak perlu!. Aku tidak membutuhkan perusahaan perusahaan tersebut. Aku hanya ingin uang sejumlah yang aku menangkan."
__ADS_1
"Tentang perusahaan ini juga yang lain, aku serahkan padamu, karena perusahaan tersebut tidak cocok untuk aku kelola." Jawab Dragon cukup bijaksana
"Terima kasih kalau begitu. Uang yang sudah anda menangkan tadi, sudah terkirim ke rekening anda."
"Percayalah!. Setelah ini tidak akan ada lagi permusuhan antara kita. Aku akan membuat ayahku melupakan tentang kekalahannya." Respon Jiang Song mencoba bersikap legawa
Tapi dalam hatinya yang terdalam dia menyimpan dendam yang sangat besar. Hanya menunggu waktunya saja untuk membuat perhitungan dengan Dragon
"Aku ingatkan!. Jangan berniat untuk membalas dendam. Karena apa yang kau sembunyikan walau dalam hati sekalipun aku bisa mengetahuinya!" Ucap Dragon memberi peringatan
Kemudian mengirimkan formasi kutukan, ke tubuh Jiang Song dan anak buahnya
Kepada ayahnya, dia juga melakukan hal yang demikian, agar kedepannya dia tidak berani membuat masalah
***
Satu jam kemudian. Dragon sudah berada di daerah pinggiran kota, yang kondisinya sangat memperhatikan sekali. Banyak rumah-rumah yang berdempetan, dengan kondisi hidup mereka yang pas pasan, karena masih banyak yang hidup di bawah standar
Kepada mereka lah Dragon dan anak buahnya memberikan bantuan, dengan menggunakan uang yang dia menangkan di atas meja judi
Jika dipikir-pikir, tindakan itu memang salah. memberikan bantuan dengan uang judi. tapi itu bukan diniatkan untuk mendapatkan imbalan. Dragon hanya memberikan uang yang berasal dari orang kaya, yang tidak pernah mau membantu orang susah. Mereka malah senang menumpuk kekayaan, dan tidak peduli dengan nasib orang-orang miskin sebangsanya
Disebabkan itulah, Dragon terpaksa melakukan itu. Jika diibaratkan, seperti pahlawan Robin hood, yang mengambil harta orang-orang kaya, dan diberikan kepada orang miskin
Namun cara Dragon lain. Dia tidak mencuri, tapi memenangkan uang dari arena judi, walau terpaksa harus sedikit berbuat curang, karena lawan duluan yang mencurangi mereka
Tapi serupiah pun Dragon tidak berniat untuk mengambil, apalagi digunakan untuk makan, karena dia tahu hukumnya jelas tidak baik. Dragon hanya ingin memberikan pelajaran, pada orang-orang kaya di negara tersebut
Ini baru awal perjalanannya. Masih ada 3 kepala keluarga besar lainnya, yang turut memusuhi Dragon. Kepada mereka Dragon akan membuat perhitungan dengan cara lain. Jika tidak bisa diajak berunding, maka terpaksa harus dihabisi
***
Satu hari kemudian. Berita tentang bangkrutnya orang terkaya nomor 2 di negara tersebut, terdengar santer di seluruh kota
Kepala keluarga yang memimpin selama satu dekade, kini sudah menjadi gila, dan kedudukannya sudah digantikan oleh anaknya
Beberapa buah perusahaan pun terpaksa harus mereka jual, demi untuk menghidupi keluarga besar tersebut. Begitu juga dengan beberapa mobil mewah yang mereka miliki
Kini hanya tinggal dua perusahaan yang masih dikelola oleh mereka. Satu perusahaan waralaba, dan satunya lagi perusahaan tambang, itupun berada di negara lain
Sekarang kehidupan mereka sudah susah, dan tidak bisa lagi bergaya seperti biasa.Jiang Song yang menjadi kepala keluarga, sekarang pun sudah berpenampilan seperti rakyat kebanyakan
Dragon sengaja berbuat seperti itu, karena dia tidak mau menghabisi mereka. Jika dia nekat melakukannya, maka akan berurusan dengan pihak otoritas setempat, dan itu sangat membahayakan diri serta keluarganya
__ADS_1