
"Marlio!. Apa yang terjadi?. Kenapa kau terlempar seperti itu?. Padahal pertarungan baru saja dimulai?" Tanya David dengan ekspresi keheranan. Lalu berlari kecil ke arah Marlio untuk memberikan pertolongan
Setelah sampai, dia mengamati tubuh Marlio, serta mendapati ada sedikit luka lebam di dadanya, dan setitik darah segar keluar dari sudut bibirnya. Tapi cerita sebenarnya dia tidak tahu, karena semua orang juga melihat, Dragon tidak melakukan apa-apa. Namun tiba-tiba tubuh Marlio terlempar, dan mendapat luka seperti itu
Rasa penasaran jelas menimpa mereka. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena sedikitpun tidak ada bukti, bahwa Dragon yang melakukannya
Lalu bagaimana cara menyelesaikannya?. Apakah harus mengeroyok Dragon, atau membiarkannya pergi begitu saja?. Jelas mereka tidak terima, apalagi David
"Uh!. Aku saja tidak tahu.Tiba tiba saja tubuhku terbang, dan seperti ada yang memukul dadaku." Jawab Marlio berterus terang sambil memuntahkan sedikit darah segar. Lalu berdiri dengan dibantu oleh David
"Apakah mungkin bocah itu?. Tapi ku lihat dia belum bergerak. Jadi mustahil dia yang melakukannya." Ucap David lirih
"Entahlah!. Mungkin saja ia. Kalau memang dia, berarti dia bukan orang sembarangan."
"Aku sarankan, jangan mencari masalah dengannya kalau kau masih ingin hidup!" Ucap Marlio lirih juga sekedar mengingatkan temannya
"Mustahil!. Kau yang biasanya bergerak lincah, dan tidak pernah kalah, bisa bisanya berkata seperti itu. Ada apa dengan mu?"
"Apakah kau sudah menjadi orang penakut, hanya gara-gara terlempar seperti itu?" Protes David tidak terima
"Kalau begitu kau lawanlah dia!. Baru kau akan tahu siapa dia sebenarnya!" Jawab marlio merasa kesal
"Aku membayarmu untuk menghajarnya, bukan untuk menceramahiku!. Jadi lanjutkan pertarunganmu!. Aku ingin kau mengalahkannya!" Bantah David lagi lagi tidak terima
"Aku tidak mau!. Aku mundur!. Biarlah uang 25 juta hilang begitu saja. Nyawa jauh lebih penting dari benda itu!" Jawab Marlio tegas. Kemudian seperti ingin pergi dari tempat itu, tapi langkahnya dicegah oleh David, dan seperti ingin memaksanya
Namun sebelum itu terjadi. Dragon sudah bersuara." Mau sampai kapan kalian berdiskusi seperti itu?. Katanya mau melawanku. Tapi kenapa dari tadi kalian hanya membual saja?"
"Apakah kalian ragu-ragu atau mungkin merasa takut?" Ucap Dragon menohok sekali
David dan Mario sama-sama diam. Mereka ragu untuk menanggapi perkataan Dragon, walau hatinya terasa sakit. Tapi begitu memandang penampilan Dragon, nyali mereka menjadi ciut, dan entah mengapa sosok yang mereka lihat sekilas itu bukalah Dragon, tapi bentuk mahluk lain
"Ada apa dengan ketua pelatih?. Katanya mau menghajar bocah itu?. Tapi kenapa mereka hanya mematung seperti itu, dan idak melakukan sesuatu?"
"Apakah ini yang disebut jagoan?"
"Sangat membosankan!. Lebih baik kita keluar, karena hari ini tidak ada jadwal latihan." Ucap salah seorang murid perguruan pada temannya
"Hati hati kalau bicara!. Lihat dan perhatikan. Jangan sampai membuat pelatih kita marah." Jawab temannya mengingatkan
"Hai!. Kenapa kalian diam?. Kalau mau bertarung ayo!. Tapi tolong jangan kuat kuat!"
"Aku tidak pandai berkelahi, sedangkan kalian sudah biasa!"
"Atau bagaimana kalau salah paham ini kita sudahi sampai di sini, dan kita anggap tidak pernah terjadi apa-apa. Adil kan?" Ucap Dragon lagi
Kemudian memandang ke arah pintu masuk, dan mendapati ada tiga orang pria paruh baya yang sedang berjalan mendekatinya
Setelah jarak antara mereka cukup dekat, atau sekitar tiga setengah meter, salah seorang dari mereka berkata. "Anak muda!. Aku akui Prabawa mu sangat luar biasa. Hingga murid murid ku tidak ada yang berani menghadapi mu!"
"Tapi kau jangan senang dulu. Kami bertiga adalah guru guru mereka!"
"Setelah kami hadir. Tidak mungkin salah seorang diantara mereka tidak berani melawanmu?"
"Jadi kau tunggulah di situ. Aku akan memberikan pengertian kepada murid-murid ku agar mau melawan mu!" Ujarnya penuh intimidasi
__ADS_1
"Guru!. Lebih baik jangan!. Dia bukan orang jahat. Dia tidak mengancam kami!"
"Dia datang karena diundang oleh...." Ucap Marlio terputus, sambil memandang kearah David. Tapi dia tidak jadi mengucapkannya, karena besar resikonya kalau gurunya sampai tahu bahwa David telah menantang orang luar. dan itu sangat dilarang oleh guru-gurunya
Salah satu peraturan di perguruan itu adalah tidak boleh menyakiti orang lain kalau orang itu tidak menyakiti duluan. Dalam hal ini David termasuk salah. Dia memprovokasi Dragon yang notabene orang luar, mahasiswa baru lagi
Jika gurunya tahu tentang itu, sudah jelas David akan dihukum, atau minimal di suruh push up sebanyak 100 sampai 200 kali, di tanah lapang atau di hadapan orang yang disakitinya sebagai permintaan maaf
Oleh karena itu marlio tidak mau meneruskan kata-katanya dan lebih baik diam
Tapi tadi salah seorang gurunya sempat menangkap gerakan mata Marlio ke arah David, dan itu menimbulkan penafsiran berbeda "Kenapa diam?. Apakah bocah ini telah memprovokasi kalian, dengan datang ke sini dan berniat menantang kita?"
"Benar guru!. Dia datang tanpa diundang, dan alih alih menantang salah seorang diantara kami, dan itu adalah Marlio ini!" Jawab David mengarang cerita
"Hemm!. Ternyata begitu!"
"Anak muda!. Katakan siapa kamu, dan apa tujuan mu datang ke sini?"
"Apakah kau berniat mengacau, atau sengaja ingin menantang murid-murid perguruan?" Ucap Hermawan cukup tegas. tanpa mengkonfirmasi acuan dari David tersebut. Kemudian menunggu reaksi Dragon untuk membela tuduhan murid-muridnya
"Aku malas meladeni kalian!. Jika aku membuka cerita yang sebenarnya, apakah kalian akan percaya padaku?"
"Tentu saja tidak!. Aku tahu bahwa kalian tidak akan percaya dengan apapun yang aku katakan!"
"Tapi baiklah akan aku katakan."
"Aku ke sini sebenarnya ingin melihat-lihat. Sebagai mahasiswa baru tentu aku ingin mengenal lingkungan di kampus ini."
"Tapi tidak disangka kakiku melangkah sampai ke sini, dan melihat murid-murid anda sedang mengelilingi orang ini, yang baru aku tahu bahwa mereka berdua ini adalah pelatihnya."
"Beruntung sebelum pertarungan terjadi, anda bertiga sudah datang."
"Begitulah cerita yang sebenarnya. Mau percaya atau tidak terserah anda!" Jawab Dragon cukup tegas, dan sedikitpun tidak kenal takut atau segan
"Kau mahasiswa baru disini, tapi sedikit pun kau tidak ada segan-segan nya dengan orang yang lebih tua dari mu!"
"Apakah kau kira bisa memprovokasi kami, agar kami percaya dengan ceritamu?" Ucap salah seorang guru taekwondo bernama Hermawan dengan nada tidak senang, dan sepertinya terkesan membela murid muridnya
"Mau percaya atau tidak itu bukan urusanku!. Silakan tanya murid murid mu itu. apakah aku datang ke sini diundang atau tidak?" Jawab Dragon cukup berani, kemudian pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan mereka
"Berhenti!. Beraninya kau tidak menganggap keberadaan kami! apakah kau ingin cari mati?" Teriak Thak Sing, guru wing Chun yang berasal dari benua timur itu bernada garang
"Orang tua!. Aku tadi sudah merasa segan padamu karena kearifan mu. Tapi setelah mendengar kau berkata seperti itu, sudah hilang rasa hormatku padamu!"
"Aku sarankan!. Jangan mencari masalah denganku jika ingin tetap berada di sini!" Reaksi Dragon penuh ancaman
"Apakah kau sedang mengancam kami bocah?" Tanya Hermawan tidak senang
"Mungkin saja iya!. Tapi yang kuingatkan bukan hanya kamu, namun semuanya, karena pantang bagiku diancam apalagi oleh orang seperti mu!"
"Permisi!. Jangan halangi jalanku!" Jawab Dragon mulai meradang
"Tangkap bocah itu!. Jangan biarkan dia pergi sebelum tau apa motifnya datang mengacau di sini!"
"Tidak ada yang boleh macam macam di perguruan ini!"
__ADS_1
"Kami dipercayakan oleh dewan kampus untuk mengajarkan keterampilan kami di sini. dan mempunyai hak penuh untuk mengelola tempat ini!"
"Tapi hari ini ada seorang bocah yang sudah berani mengancam kita!"
"Oleh karena itu cepat tangkap dia, dan segera hadapkan pada kami!" Teriak Hermawan cukup lantang
Tapi belum juga niatnya terlaksana. Tiba-tiba teleponnya berbunyi, seperti ada notifikasi yang masuk
Setelah dia membukanya, mendadak wajahnya menjadi pucat pasi. Entah apa yang dikatakan oleh si pengirim padanya barusan
Sebagai orang yang dipekerjakan di kampus itu, dia tentu tahu apa makna dari seorang penguasa. Jika dia berani berbuat macam-macam, maka tamatlah riwayatnya. Mungkin itulah isi notifikasi yang barusan ia baca
Karena tak mau terjadi sesuatu pada dia dan orang orangnya. Dia melambaikan tangannya pada murid-muridnya, agar membiarkan Dragon pergi dari tempat itu
Dua orang temannya, dan 150 orang murid-muridnya, termasuk dua orang pelatih itu, tentu saja menjadi keheranan. Kenapa pak Hermawan tiba-tiba sikapnya berubah, dengan mengizinkan Dragon untuk pergi dari tempat itu, tanpa memberitahukan alasannya
Mau membantah tentu mereka tidak berani, karena pak Hermawan lah yang dipercayakan untuk mengetuai perguruan yang ada di kampus tersebut, dan perintahnya adalah mutlak
Karena langkah Dragon sudah tidak dihalangi, maka dengan mudahnya dia keluar dari aula perguruan itu, dengan pandangan kurang senang
Murid murid perguruan juga tidak senang. Mata mereka melotot dengan senyum sinis. Kecuali pandangan Hermawan yang terlihat takut takut, dengan kakinya yang terlihat gemetaran
Setelah Dragon meninggalkan tempat itu. Barulah Thak Sing dan Purbaya bertanya pada ketua Hermawan. Tapi pertanyaan mereka tidak dijawab. Dia hanya mengatakan, agar mereka jangan mencari masalah dengan Dragon. Cuma itu saja yang dikatakannya. Pun dengan ekspresi cemas, karena dia dilarang untuk membuka jati diri Dragon pada siapapun
Kemudian menyuruh orang orangnya untuk bubar, serta menutup perguruan itu, karena hari ini sedang tidak ada latihan. Tapi sayangnya dia lupa untuk sekedar mengingatkan David dan Marlio serta orang-orangnya, agar tidak mencari masalah lagi dengan Dragon. dan itu akan menjadi bumerang baginya di kemudian hari
***
Sementara itu di bagian Dragon, Dia sudah berada di luar kampus, karena jadwal kuliahnya hari ini sudah selesai. dan semuanya berjalan seperti yang dia harapkan
Lima puluh orang pengawal yang selalu setia menemaninya, saat ini hanya tinggal sepuluh orang saja, yang dipimpin oleh Bumi, kecuali saat Dragon memasuki aula pelatihan, mereka berjumlah sekitar 30 orang. Sedangkan sisanya ditugaskan ke tempat lain yang juga butuh tenaga pengamanan
Saat ini mereka pun sudah berada di dekat Dragon, kecuali Abhicandra, Burgon, Awan. Langit, Leon dan Jenifer. Mereka tidak dilibatkan lagi sebagai tim pengawal di kampus ini. Karena mereka ditugaskan di tempat lain, yaitu di kampus lain tempat Dragon juga terdaftar sebagai mahasiswanya
Untuk Abhicandra. dia ditugaskan untuk memimpin jalannya pembangunan di kampung Rawa Buaya, yang dibantu oleh dewa arsitektur bernama Mandala, guru dari James, yang berjuluk dewa strategi dan investasi itu. Dia selalu menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Saat ini dia juga mendampingi gurunya dalam menjalankan tugas itu
Jadi kedudukan Abhicandra digantikan oleh seorang talenta muda, yang berada dibawah bimbingan Bumi, Jenifer maupun yang lainnya. Sedangkan Burgon, digantikan oleh Langit, Sementara dia sendiri ditugaskan untuk memimpin perusahaan tambang yang baru didirikan itu
Robin yang sudah selesai dengan tugasnya pun diserahi tanggung jawab, untuk memimpin perusahaan tambang yang satunya lagi, dengan dibantu oleh Eric
Sementara Anjani juga ikut mendampinginya. Tapi hanya sebulan saja, karena putranya membutuhkan bimbingan disela sela orang tuanya kerja
"Salam tuan muda!. Tadi ada mata mata yang mengikuti pergerakan anda. Tapi kami sudah membereskannya!"
"Ternyata mereka anak buah David, yang ia tugaskan untuk memata-matai anda. Sekarang mereka sudah kami kurung di suatu tempat."
"Jadi apa yang harus kami lakukan pada mereka tuan muda?. Mohon petunjuknya!" Ucap Bumi yang tumben tumbennya bersikap tenang tersebut
"Lepaskan saja mereka. Tapi buat mereka lupa apa yang sudah diperintahkan oleh bosnya itu." Jawab Dragon cukup singkat tapi jelas
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Bumi patuh. Kemudian memerintahkan pada dua orang anak buahnya untuk membebaskan tawanan itu
"Aha asyik!. Teman ku sesama avatar di universitas itu sekarang sedang beraksi!"
"Dia terlihat sedang berdebat dengan seorang mahasiswa terpandai di kampus itu, dan nampaknya mahasiswa yang menjadi lawan debatnya akan segera kalah!" Ucap Dragon tiba-tiba. Hingga mengejutkan Bumi yang menjadi ketua pengawalnya di kampus ibukota itu
__ADS_1