
Satu hari kemudian. Dragon terlihat sedang berada di sebuah kampus, di mana di tempat itu dia mengampu jurusan teknik mesin. satu jurusan yang menurut kebanyakan mahasiswa sangat melelahkan, kotor dan berkubang lumpur, karena mau tidak mau mereka harus bersentuhan dengan besi juga oli, serta alat-alat lainnya.
Namun buat Dragon itu merupakan sebuah tantangan, karena sebelumnya dia belum pernah melakukan itu, tapi hari ini dia terlihat sangat bersemangat sekali.
Dosen pembimbingnya adalah dua orang yang sangat menguasai tentang mesin dan alat-alatnya. Kebetulan mereka bukan berasal dari negara ini, tapi berasal dari negara Jerman dan Rusia.
Bahasa yang digunakannya pun bahasa campuran Indonesia Rusia Indonesia Jerman. Tapi rata rata mahasiswanya mengerti apa yang mereka sampaikan.
Saat itu Dragon sedang menyelesaikan satu tugas, berkenaan dengan perbaikan suku cadang balistik computers dan peralatan sensor lainnya, di tank amfibi buatan Rusia, seperti sistem navigasi malam, kamera video, laser penunjuk atau laser range finder dan lain sebagainya. Dan itu harus selesai dalam waktu tiga jam.
Banyak mahasiswa yang menyerah, tapi Dragon dan tim pemantau nya, yang terdiri dari lima orang, terus mengerjakannya, karena perbaikan balistik komputer itu hampir selesai mereka kerjakan, bahkan waktunya hanya memakan waktu sekitar 45 menit.
Dosen pembimbing yang melihat itu menjadi keheranan. mereka bertanya-tanya, bagaimana seorang mahasiswa baru seperti Dragon, bisa menyelesaikan tugas yang sangat sulit tersebut, bahkan dikerjakannya tidak sampai dalam 1 jam. dari 3 jam waktu yang diberikan oleh mereka. Tapi itulah kenyataannya.
Dragon yang menjadi ketua tim, walau pada kenyataannya bekerja sendiri, berhasil menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Balistik komputer yang ada di tank itu menyala, bahkan jadi lebih bagus dari sebelumnya, karena sudah di upgrade menjadi baru.
"Luar biasa!. Mahasiswa ini memang hebat!. Padahal dia mahasiswa baru, tapi sudah menguasai jaringan komputer di kendaraan berat."
"Jika itu aku, belum tentu mampu menyelesaikannya dalam waktu singkat. Tapi mahasiswa ini bisa."
"Namun bagaimana dia bisa menyelesaikan tugas yang sulit itu seorang diri?. Sedangkan tim yang lain bekerja sama?"
"Apakah anak ini mahasiswa lama yang menyamar, sehingga pekerjaan sulit seperti ini bisa selesai tidak dalam hitungan jam?"
"Jika benar begitu, berarti aku telah menemukan jenius dari yang ter jenius yang pernah ada di dunia?" Batin Kladinop dalam hati kagum bercampur heran.
"Sudah selesai prof!. Silakan periksa!" Ucap Dragon melaporkan.
"Tidak perlu di periksa, karena hasilnya sudah nampak!"
"Bahkan layarnya jadi semakin bagus."
"Itu tandanya pekerjaanmu sudah berhasil. Dan kau sudah dinyatakan lulus!" Ucap Kladinop merasa senang.
Kemudian memandang ke arah dosen lain agar dia juga memberikan komentar.
Dosen yang dipandang pun mengerti. Lalu buru buru berkata. "Kau hebat anak muda!. Selama ini tidak ada yang bisa memperbaiki jaringan komputer di tank ini, tapi kau bisa!"
"Bahkan teknisi yang sudah berpengalaman pun menyerah juga. Namun hari ini mata kami jadi terbuka, bahwa barang rongsokan yang dianggap sudah tidak berguna masih bisa diperbaiki."
"Dengan demikian pemerintah mu tidak perlu lagi memesan suku cadang dari luar, yang datangnya cukup lama, dan harus memanggil teknisi dari negara tank ini dibeli pula."
"Tapi berkatmu, kerusakan yang cukup parah bisa berfungsi kembali. dan itu harganya tidak murah."
"Kalau boleh tau, bagaimana kau bisa mengetahui kalau kerusakannya bukan di komputernya, tapi di bagian sirkuit luarnya?"Tanya Pladinop merasa kagum.
"Itu mudah saja. karena setiap benda yang saling terhubung itu pasti ada kekurangan. walau itu kecil kemungkinannya untuk terjadi."
"Tapi dalam kasus tank ini anda bisa lihat, bahwa kerusakan komputernya cukup parah, dimana bukan hanya body komputernya yang korosi, tapi sirkuit nya juga sudah karatan, bukan di dalam saja tapi luarnya juga."
"Pada yang korosi dan karatan tersebutlah, perhatian aku berikan, serta mengganti apa yang sudah tidak bisa digunakan, dan membersihkan apa yang sekiranya sudah karatan."
"Berkat langkah itu komputer di tank ini sudah berfungsi kembali." Jawab Dragon menjelaskan apa adanya
"Luar biasa!. Tank yang sudah dianggap rongsokan dan sudah akan di buang. Akhirnya bisa di gunakan kembali."
"Jika ini dikembangkan. Aku yakin negara mu akan maju dalam hal persenjataan."
"Tapi jika dibiarkan, akan membuat jenius seperti mu akan hilang ditelan zaman, dan dilindas oleh banyak kepentingan."
"Oleh karena itu aku sarankan. Pindahkanlah pelajaranmu ke salah satu negara yang ada di Eropa."
"Kau boleh memilih Finlandia, Rusia, Jerman Inggris atau Prancis."
"Bahkan kau boleh memindahkan pelajaranmu ke Amerika. Tapi itu pun jika kau berkenan." Reaksi Pladinop merasa sayang.
"Mungkin jika harus pindah ke salah satu negara itu, aku tidak bisa. Aku lebih mencintai negaraku, dan akan belajar di negaraku, serta akan mengembangkan negaraku, itulah prinsipku!" Jawab Dragon sangat mencengangkan.
__ADS_1
"Apakah tidak ada pertimbangan lagi anak muda?. Misalnya mengikuti pertukaran mahasiswa?"
"Jadi sementara kau bisa mencari pengalaman di luar?" Tanya Pladinop mencoba mempengaruhi pendirian Dragon.
"Jika aku bilang tidak bisa ya tidak bisa!, dan tidak bisa dipaksakan!" Jawab Dragon tegas.
"Baiklah kalau begitu. Untuk hari ini praktik kita sudah selesai."
"Tinggal memberi laporan saja pada pihak kampus, bahwa kau sudah bisa mendapatkan gelar sarjana teknik mesin."
"Mengenai tawaranku tadi, selamanya akan berlaku untuk mu". Respon Pladinop Kucheve masih berharap pada Dragon. agar dia mau memindahkan pelajarannya ke tempat lain.
"Baik terima kasih!. Jawabanku sudah tetap, dan tidak akan bisa dirubah kembali!" Jawab Dragon mantap. Kemudian mengemasi barang barangnya, dan pergi dari tempat itu, bersama dengan tim yang lain.
***
"Apakah kau tahu nama mahasiswa itu, dan di mana dia tinggal, serta dari keluarga mana dia?" Tanya seorang mahasiswa yang sudah 7 tahun belum lulus-lulus juga pada temannya.
"Untuk sementara aku belum tahu namanya. Tapi kalau masalah tempat tinggal katanya ada seseorang yang tahu."
"Namun berasal dari keluarga mana juga tidak ada yang tahu." Jawab teman tersebut apa adanya.
"Dasar sialan!. Aku yang sudah 7 tahun belum lulus-lulus juga. tidak menjadi perhatian."
"Tapi mahasiswa baru itu belum juga ada setengah tahun sudah dinyatakan lulus oleh profesor yang pelit nilai itu."
"Kalau begini terus, alamat gelar mahasiswa abadi akan terus aku sandang."
"Menurutmu apa yang harus aku lakukan padanya Martondang?"
"Mana aku tahu apa yang harus kau lakukan?. Aku juga mengalami nasib yang sama seperti mu!"
"Cuma bedanya aku baru 5 tahun. Sedangkan engkau sudah 7 tahun. Berarti nasib kita hampir sama."
"Tapi menurutku lebih baik kita berteman dengannya saja, daripada harus memusuhinya." Jawab orang yang dipanggil Martondang itu memberi saran.
"Jika itu kita lakukan, di mana muka kita akan ditaruh?. Sedangkan teman-teman kita sudah banyak yang bekerja."
"Apakah nanti kita tidak dibilang mahasiswa murahan?" Reaksi Ibok Hang kurang senang.
"Murahan atau tidaknya, tergantung dengan cara kita meminta tolong."
"Jika kita berteman dengannya dulu, sesudah itu baru mengutarakan keinginan, mungkin itu termasuk perbuatan yang terpuji?" Jawab Martondang menjelaskan.
"Ah terserah kau sajalah!. Kau atur itu!. Aku sedang malas membahasnya!" Respon Ibok Hang akhirnya bisa tenang.
"Halo selamat siang!. Apa ada yang bisa aku bantu untuk kalian?" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul dibelakang mereka itu mengagetkan.
"Ha ha hantu!" Reaksi Ibok Hang ketakutan.
"Maaf! Aku bukan hantu tapi Mahesa."
"Barusan aku mendengar, kalau kalian sudah cukup lama belajar di sini. Tapi belum lulus-lulus juga."
"Kalau boleh tahu apa masalah kalian?, sehingga menempuh pendidikan selama itu?" Jawab Dragon atau kalau yang di kampus dipanggil Mahesa itu ingin tahu.
"Oh itu?. Begini kawan!. Si Martondang ini sudah 5 tahun belajar di kampus ini, mengambil jurusan yang sama dengan mu, tapi setiap dia disuruh praktik selalu tidak diluruskan oleh dosen penguji."
"Jadi dia ingin meminta bantuan darimu, agar kau mau memberitahunya, bagaimana caranya kau bisa lulus hanya dalam sekali ujian?" Ucap Ibok Hang menyamarkan jati dirinya, dan tidak mau berterus terang.
"Aku dengar tadi bahwa kau jauh lebih lama sekolahnya dari temanmu itu?"
"Kalau dia baru 5 tahun, sedangkan kau sudah 7 tahun. Lalu siapa sebenarnya yang ingin meminta bantuan?" Ucap Dragon keheranan.
"Ya itu akulah!. Cuma aku malu mengakuinya. Jadi aku gunakan saja Martondang ini untuk membujuk mu. siapa tahu kau mau menolong kami?" Jawab Ibok Hang berterus terang.
"Oh Ternyata begitu?. Tapi sebelumnya aku ingin tahu, kalian berasal dari mana?. Apakah dari bagian utara itu?" Respon Dragon ingin menguji calon teman barunya tersebut dengan pura-pura menanyakan dari mana asalnya.
__ADS_1
"Ya!. Kami berdua ini berasal dari bagian utara. tapi sudah berdomisili di kota ini cukup lama, karena kedua orang tua kami juga tinggal di sini." Jawab mahasiswa yang selalu dipanggil Hang itu menjelaskan.
"Oh begitu!. Sekarang katakan!. Apa yang kalian inginkan dariku?. Apakah ingin aku merubah otak kalian agar menjadi pintar?" Tanya Dragon dibawa bercanda.
"Kalau kau memang bisa kenapa tidak?"
"Jika perlu kau merubah tubuhku yang kurus ini menjadi langsing, agar gerakanku menjadi lincah, dan saat aku praktik nanti, tidak terhalangi oleh bentuk tubuhku yang tambun." Reaksi Ibok Hang membalas candaan Dragon dengan candaan juga.
Padahal tubuhnya itu sejatinya gemuk. Hanya lemak saja yang ada, karena hobinya adalah makan dan bersenang senang.
Pantas saja kalau dia kesulitan saat dosen pengujinya menyuruh untuk membongkar mesin, dan memasangnya kembali.
Jadi saat mendengar teman barunya itu berkelakar, dia juga membalas candaan tersebut dengan berkelakar juga. Jadilah klop candaan mereka.
"Tapi dengan satu syarat!" Jawab Dragon mengejutkan.
"Syarat?. Apa itu?" Reaksi Ibok Hang merasa penasaran
"Mulai hari ini kurangi nafsu makanmu. Jangan turuti seperti hari-hari biasa."
"Jika kau tidak mau, aku tidak bisa memaksa apalagi membantumu?"
"Jadi selamanya kau akan berada di kampus ini. dan akan tetap menjadi mahasiswa abadi." Jawab Dragon berterus terang.
"Jangan begitulah kawan?. Makan adalah hobi ku. Jika aku tidak makan, maka badanku akan kurus." Respon Ibok Hang mencoba menolak keinginan Dragon, dan tetap bersikukuh meneruskan hobinya tersebut.
"Ya kalau kau tidak mau tidak masalah. Jika mau aku bantu. Tidak mau ya sudah!" Jawab Dragon terdengar pasrah.
"Eh jangan! jangan!. Aku akan coba!"
"Mulai hari ini aku tidak akan makan, dan menahan keinginanku untuk menyantap hamburger itu!" Reaksi Ibok Hang berusaha menahan keinginannya untuk makan hamburger, yang sudah ada di tangan sahabatnya tersebut.
"Baik!. Kalau itu keinginanmu, aku akan kabulkan!"
"Tapi bagaimana dengan temanmu itu?. Apakah dia juga ingin berubah?. Karena aku lihat badannya juga hampir sama dengan mu?" Tanya Dragon ingin tahu.
"Aku juga ingin berubah!. Ya aku berubah!. Karena aku ingin segera lulus, dan mendapatkan pekerjaan!" Ucap Martondang cepat cepat, takut Dragon tidak mengikutsertakannya.
"Tapi tunggu dulu!. Sebelum kau merubah kami, aku akan ceritakan kenapa aku malas-malasan menjadi sarjana teknik, Begitu juga dengan temanku ini."
"Sebenarnya aku ingin menjadi seorang pengacara, yang hanya dengan modal pandai bicara, plus hukum hukumnya dikuasai, Ditambah lagi dengan keberanian, maka klop lah aku jadi pengacara."
"Tapi orang tuaku menginginkan agar aku menjadi sarjana teknik, karena perusahaan nya membutuhkan sarjana sepertiku."
"Oleh karena itu mereka memaksaku untuk belajar di sini, dan mendalami tentang mesin."
"Namun sayangnya otakku ini memang tidak sampai. Mudah-mudahan dengan adanya bantuanmu, apa yang diinginkan oleh orang tuaku bisa tercapai." Ucap Ibok Hang menjelaskan tanpa diminta.
"Ya sudah!. Sekarang kalian sudah terlanjur mengambil jurusan itu. jadi jangan disesali lagi."
"Mulai hari ini aku akan membantu kalian, dan aku jamin hanya dalam masa tiga bulan, kalian akan dinyatakan lulus." Reaksi Dragon sungguh menyenangkan.
"Ah terima kasih kawan!. Pertolongan mu tidak akan kami lupakan!" Respon Ibok Hang senang
Kemudian mengambil sesuatu dari tangan Dragon, karena setelah Ibok Hang berkata seperti itu. Dragon mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, yang sebenarnya diambil dari cincin semestanya tersebut
Benda itu adalah pil tingkat tinggi, yang apabila dimakan akan bisa merangsang sel-sel otak menjadi baru
Bukan hanya satu yang Dragon berikan, tetapi tiga, dan itu merupakan syarat pertama yang harus mereka lalui, dan dimakan tiga kali sehari
Sebenarnya Dragon bisa merubah pemikiran mereka, hanya dengan menyentuhkan jari telunjuknya saja, ke kening masing-masing. Tetapi Dragon tidak mau melakukannya, karena takut dianggap sihir
Namun tiga pil tersebut hampir sama khasiatnya. Cuma efeknya baru bisa terlihat tiga hari kemudian.
"Sekarang makanlah pil yang berwarna hijau itu. 4 jam berikutnya baru yang berwarna biru dan yang terakhir berwarna merah
"Setelah makan pil pil tersebut, maka badan kalian akan menjadi lemah, dan saatnya untuk beristirahat malam."
__ADS_1
"Keesokan harinya setelah kalian bangun. aku yakin tubuh kalian akan menjadi lain." Ucap Dragon menjelaskan.