
Satu bulan kemudian. Dragon mendatangi sekumpulan orang orang yang sedang menunggu kedatangan serta penjelasan darinya, yaitu prihal persenjataan yang dia miliki itu. karena bentuk dan ukurannya persis sama dengan yang ada di negara mereka, fungsinya juga sama, walau terdapat beberapa perbedaan di sana sini. tapi mereka tetap tidak terima juga, dan butuh penjelasan darinya.
Namun dia datang tidak sendiri, tapi didampingi oleh pihak terkait, yang menangani masalah pertahanan, ekonomi, perdagangan dan urusan luar negeri.
Selain mereka, Dragon juga didampingi oleh beberapa orang penterjemah, yang ingin membelanya jika suatu waktu diserang dengan berbagai macam pertanyaan.
Baru saja Dragon masuk, jok jok dan tatapan sinis serta diskriminatif terdengar di ruangan besar itu. Mereka menganggap bahwa itu sah sah saja, karena mereka merasa lebih senior dari Dragon, yang notabenenya masih berusia muda.
Lalu tanpa basa basi lagi, Dragon di suruh naik ke atas mimbar, yang memang ada di ruangan tersebut, untuk menyampaikan pembelaan, pendapat dan menjawab pertanyaan.
Namun anehnya, perwakilan dari 27 negara yang pernah berurusan dengan Dragon itu tidak terlihat. Yang ada hanya pemimpin tertinggi mereka setingkat presiden, perdana menteri, atau raja saja, tanpa didampingi oleh mereka. Tapi Dragon tidak peduli akan hal itu.
"Mr Dragon!" Tiba tiba terdengar sebuah suara dari tengah tengah ruangan. dan itulah panggilan pertama dari mereka terhadap Dragon, yang auranya cukup menekan sekali.
"Kami mendapat laporan, bahwa negara anda sedang mengembangkan sistem persenjataan untuk melawan negara kami. pun kabar yang kami dengar mengatakan, bahwa anda memasang senjata senjata tersebut di pulau pulau terdekat dengan negara tetangga anda."
"Untuk masalah itu, boleh kah kami tahu, apa alasan anda melakukan itu?" Tanya seorang pemimpin, yang sangat berkuasa di negaranya tersebut dengan suara yang sengaja ia keraskan.
"Sebelum aku
menjawab pertanyaan anda, aku ingin mengajukan pertanyaan kepada anda pula!"
"Jika seekor nyamuk masuk ke kamar anda, dan membuat suara bising di telinga anda, serta berusaha mengisap darah anda, padahal anda tahu bahwa nyamuk itu sangat berbahaya. apa yang akan anda lakukan terhadap nyamuk itu?, Apakah akan membiarkannya saja atau membunuhnya?" Ujarnya bertanya.
"Ya jelas mengusir bahkan membunuhnya, agar tidak membahayakan ku juga keluarga ku!" Jawabnya seperti sudah masuk jebakan.
"Tapi apa hubungan nyamuk itu dengan pertanyaan ku barusan?" Tanya pemimpin itu baru sadar telah masuk jebakan.
"Itulah jawaban ku!. Jadi aku tidak perlu menjawabnya lagi." Reaksi Dragon cukup tegas.
"Ini dewan terhormat! kenapa anda mengibaratkan kami sebagai nyamuk?. Apakah anda suka bercanda tuan naga?" Protes pemimpin yang lainnya pula tidak suka.
"Kalau nyamuk saja anda usir bahkan anda bunuh karena dirasa mengganggu, lalu bagaimana kalau ada orang yang ingin menyerang anda?. Apakah anda akan tinggal diam tanpa berusaha melawan?" Tanya Dragon berusaha menangkis pertanyaan barusan.
"Ya jelas kami akan melawan. karena kami tidak mau mati. Tapi apa hubungannya dengan pertanyaan rekan kami barusan?. Apakah kau sengaja ingin menjebak kami?" Jawab orang tersebut berterus terang.
"Jika jawaban anda demikian, maka samalah dengan jawaban kami!"
"Nyamuk yang masuk ke kamar dan mengganggu kami. maka nyamuk itu akan kami usir, bahkan akan kami bunuh!"
"Orang yang ingin mengganggu kami, termasuk mengganggu negara kami, akan kami usir dan atasi, agar tindakannya tidak membahayakan." Reaksi Dragon cukup mencengangkan.
Diam sejenak sambil memandangi wajah wajah mereka, seperti ingin memberi penegasan. Dan tak lama kemudian Dragon berkata lagi. " Jika nyamuk-nyamuk itu tetap datang, walau sudah kalian usir, bahkan diancam untuk dibunuh, tetapi mereka tetap datang juga, lalu dengan alat apa anda mengusir atau mengatasi nyamuk nyamuk itu lagi?. Apakah dengan sapu atau cairan pembunuh serangga?" Ujarnya.
"Ya jelas dengan cairan pembunuh serangga lah. Semua orang tahu akan hal itu!" Jawabnya kesal. Tapi entah mengapa mulutnya tidak bisa berhenti, dan tetap ingin menjawab job job yang dilontarkan oleh Dragon padanya.
"Lalu jika anda tidak mau terus-menerus diganggu oleh nyamuk, tanpa harus menggunakan cairan cairan itu, apa yang harus anda lakukan, agar kamar anda steril dari gangguan itu?" Tanya Dragon terus menjebak mereka.
"Salah satunya adalah menjaga agar kamar kita tetap bersih, yang kedua memasang jaring di sekitar ventilasi yang ada di kamar kita. sesudah itu tetap menjaganya agar tidak bocor. begitu seterusnya." Jawabnya terdengar lucu dan kekanakan.
"Berarti prinsip kita sama. bertahan serta bertindak agar tidak celaka." Ucap Dragon benar benar mengena.
__ADS_1
Semuanya terdiam, dan seperti sedang menganalisa ungkapan yang disampaikan oleh Dragon barusan. karena dalam hatinya juga membenarkan, apa yang dikatakan oleh Dragon tadi itu benar.
Namun karena gengsinya, salah seorang pemimpin sebuah negara maju bertanya." Disinyalir, bahwa negara anda sudah mencuri serta meniru sistem persenjataan dari negara negara kami. Dalam masalah ini apakah anda ada sedikit pembelaan?" Ujarnya bermakna jebakan.
"Suatu produk yang diciptakan, sah sah saja untuk ditiru, sepanjang tidak menelan bulat bulat cita. rasa dan namanya. misalnya ayam goreng."
"Di negara anda itu sudah sangat luar biasa. tapi di negara kami itu biasa biasa saja!. Ayam tetaplah ayam. Diolah macam manapun ya tetap ayam?"
"Bedanya hanya ayam mati, yang dibumbui serta digoreng, sesudah itu di makan dan dijajakan."
"Seperti itu juga dengan kami. Produk ayam yang kalian anggap luar biasa karena namanya, kami olah menjadi lain, sama sama digoreng, dibumbui, masak lalu dimakan, selesai!" Jawab Dragon masih juga menggunakan perumpamaan.
"Jawab saja secara langsung!. Jangan berbelit belit seperti itu!. karena kami tidak membutuhkannya!" Ucap pemimpin yang lainnya pula tanda tidak suka.
"Baik kalau kalian ingin dijawab langsung. Lihat ini!"
Tik!
Boom!
"Hah!. Apa ini?" Reaksi seluruh orang orang yang ada keheranan.
"Itu pakaian kebesaran kami, asli modifikasi dari nenek moyang kami. Tapi ada beberapa negara yang mengakui, bahwa itu asli dari negara mereka."
"Kami marah?. Tidak sama sekali!"
"Kami tidak serta merta menuduh itu suatu pencurian hak cipta. Kami akan melakukan pendekatan yang persuasif, mencari akar budayanya dulu, baru mendata serta menentukan corak serta motifnya, baru dikumpulkan dan dibuat ketentuannya."
"Namun dalam masalah senjata aku akui, bahwa itu terinspirasi dari negara anda, tapi bukan seratus persen benar meniru milik anda."
"Bentuk yang yang kami ciptakan berbeda dengan bentuk senjata anda. Mesin penggeraknya pun beda. Sistemnya pun beda. Mereknya apalagi?"
"Bahkan kapal induk dan pengangkut yang kami punya, tidak sama seperti kepunyaan anda. Itu pulau yang kami ubah menjadi pangkalan, yang bentuknya seperti kapal induk milik anda, tapi sebenarnya tidak."
"Di atas pulau-pulau itu kami tempatkan ratusan pesawat tempur, serta peralatan-peralatan perang lainnya, yang kami ciptakan sendiri"
"Fungsinya adalah untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, dari rongrongan bangsa lain. tapi bukan bermaksud untuk menyerang negara-negara anda."
"Namun jika negara kami diserang, maka kami tidak akan tinggal diam!"
"Oleh karena itu mulai dari sekarang, jangan pernah lagi bermimpi untuk menguasai negara kami!"
"Karena kami akan mempertahankannya, dengan segenap jiwa raga!, karena tidak ada satu bangsa pun yang rela dijajah oleh bangsa lain. termasuk negaraku sendiri!"
"Jika itu terjadi, maka aku, dan segenap orang-orang ku, serta seluruh rakyat bangsaku, akan bahu membahu untuk membela kedaulatan bangsa, jika sewaktu waktu kalian serang." Ucapnya cukup panjang.
Semuanya terdiam. Tidak ada yang berani berbicara, bahkan ada beberapa orang yang menggigil ketakutan, karena dalam pandangan mereka, Dragon bukan lagi manusia, tapi dewa, yang di belakangnya ada siluet kaisar naga, yang ada dalam mitologi negara mereka.
Dengan siluet itu mereka meyakini, bahwa Dragon adalah titisan dewa, yang akan menguasai dunia termasuk negara mereka. dan akan hidup tentram karenanya.
"Saudara-saudara semuanya!. dengarkan perkataanku!" Terdengar suara yang sangat berwibawa, dan itu diucapkan oleh Dragon tanpa menggunakan pengeras suara.
__ADS_1
"Mulai dari sekarang!. hiduplah secara damai dan berdampingan. Jangan ada lagi usaha untuk menjatuhkan bangsa lain!"
"Sebaliknya kita harus bersatu padu untuk mempertahankan bumi kita ini dari serangan mahluk asing, yang sebentar lagi akan datang ke tempat kita."
"Satu-satunya negara yang tidak bisa mereka memasuki adalah negara kami!, karena seluruh wilayah itu sudah aku pasangi perisai, atau formasi pertahanan berbentuk dom, yang tidak akan mudah ditembus oleh jenis senjata apapun! terutama oleh senjata senjata kalian."
"Oleh karena itu aku tawarkan. berlindung lah kepada tuhan-tuhan kalian, melalui negara kami. niscaya aku akan buatkan perisai pertahanan, sama seperti yang ada di negara kami, agar musuh yang akan datang tidak bisa memasuki negara kalian!"
"Tapi jika kalian bersikeras tidak mau meminta bantuan kami, maka bersiaplah, negara kalian akan rata dengan tanah, dan orang-orang kalian semuanya akan mati!" Ucap Dragon mencoba mempengaruhi mereka tanpa formasi.
Semuanya kembali terdiam, tidak ada lagi yang berani bersuara, karena aura yang ditimbulkan oleh Dragon sangat menekan mental mereka.
Namun ada belasan delegasi dari beberapa negara yang tetap bertahan dari tekanan Dragon, karena sepertinya mereka mempunyai perisai pertahanan yang memang sudah dimiliki sejak lama.
Mengandalkan itu, salah seorang dari 25 orang itu berkata."Kami tahu bahwa kau menguasai ilmu metafisika, sehingga mampu mempengaruhi kami. Tapi sayangnya Usaha mu itu tidak bisa membuat kami tunduk."
"Apa yang kau sampaikan barusan itu hanya mengada-ada saja. Mana ada makhluk asing yang ada di dunia ini kecuali kita?"
"Oleh karena itu segera hentikan aksi mu, kalau tidak kami berlima belas ini akan memberi pelajaran padamu!" Ucapnya penuh dengan penekanan.
Kemudian merilis kemampuannya dalam hal metafisika, untuk menekan Dragon akan tunduk kepadanya. Level yang mereka terapkan itu sangat tinggi sekali, yang mereka kira mampu membuat Dragon takluk.
Namun sayangnya!, sekuat apapun mereka berusaha, Dragon malah tenang tenang saja. Dia tetap berdiri tanpa berusaha untuk mengatasi usaha kelima belas orang itu.
Tapi tiba-tiba entah bagaimana, kelima belas orang tersebut muntah darah, karena mendapatkan tekanan yang sangat besar. Tak lama sesudah itu tubuh mereka melayang dan mendekat ke arah Dragon.
Pemandangan itu tentu saja membuat semua yang ada jadi tercekat diam. Baru kali ini mereka melihat, ada orang yang bisa melayang karena dikontrol oleh seseorang, yang mereka tahu itu adalah Dragon.
Setelah mereka sampai, Dragon langsung mengirimkan aura penyembuhan ke tubuh mereka, sekaligus mengirimkan teknik kutukan ke dalam tubuh mereka.
Sekejap saja darah yang keluar dari mulut mereka berhenti. Dada tidak sakit dan sesak lagi, bahkan kekuatan mereka semakin bertambah.
Menyadari itu, ke-15 orang tersebut menjadi tau, bahwa Dragon bukanlah orang sembarangan. Kekuatan dari 15 orang master metafisika dari seluruh dunia saja tidak mampu mengalahkannya, bahkan saat mereka mengerahkan kekuatannya itu, mereka mengerahkan nya sampai ke level puncak. namun Dragon tidak terpengaruh sama sekali.
"Sekarang katakan!.Apakah kalian percaya padaku atau tidak?" Tanya Dragon pada mereka.
"Kami percaya tuan!. Mulai sekarang kami adalah pengikut anda!" Jawab salah seorang dari mereka tegas, mewakili teman temannya.
"Ada apa ini?. Kenapa mereka semuanya tunduk kepada orang itu?. Apa yang telah dilakukannya?" Batin salah seorang dari perwakilan pemerintah negara mereka dalam hati.
Belum juga pertanyaannya terjawab, Dragon sudah menyebarkan teknik keserakahan ke seluruh ruangan tersebut, hingga membuat tubuh tubuh mereka bergetar, pertanda mereka semuanya sudah takluk kepada Dragon.
Jumlah mereka diperkirakan sebanyak 1.175 orang, yang berasal dari 176 negara yang ada di dunia, dan semuanya kini sudah tunduk kepada Dragon, karena ia terpaksa melakukan itu, disebabkan ada ratusan orang yang berusaha untuk menjebaknya. Tapi Dragon bertindak cepat, dengan cara menundukkan nya dengan formasi, yang dibantu oleh orang-orang tidak terlihatnya itu. karena dalam kesempatan ini, Dragon tidak dikawal oleh siapapun, termasuk oleh Leon dan Jennifer.
Mereka hanya berada di luar saja, bersama dengan 150 orang lebih, yang memang ditugaskan oleh Dion untuk mengawal anaknya.
Mereka sampai di negara tersebut, satu hari sebelum Dragon sampai, dan bertugas untuk mengamankan tempat itu dari gangguan orang lain.
Kini setelah semuanya Dragon tundukkan, Dia menebarkan senyum kepada mereka, lalu berkata." Mulai hari ini, kalian adalah orang-orang ku, yang tentunya negara kalian akan aku lindungi, dan ku buatkan formasi, agar serangan dari bangsa luar, yang sebentar lagi akan datang, tidak bisa memasuki negara kalian." Ujarnya
"Sekarang kembalilah ke negara masing-masing, dan sampaikan kepada rakyat kalian untuk bersiap-siap!"
__ADS_1