
Satu minggu kemudian. Kondisi bumi sudah benar benar aman. Tidak ada lagi gangguan yang datang. kalaupun ada, itu hanya kembang api saja.
Buat Dragon dan orang orangnya, mengatasi gangguan kecil seperti itu, termasuk sangat mudah sekali, Cukup hanya dengan mengirimkan 30 orang anak buahnya, maka gangguan yang kecil tersebut, sudah bisa dipadamkan. Termasuk gangguan dari sekelompok orang pemuja Medusa, di beberapa tempat yang ada di bumi.
Itu semua berkat solidnya pasukan Dragon, yang dibantu oleh tentara penjaga perdamaian dari negara masing masing. yang selalu patuh pada arahan Dragon, karena mereka sangat berhutang budi padanya.
Kini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Sudah tiba saatnya perhatian semua orang, difokuskan pada perbaikan jutaan bangunan dan tempat, termasuk perbaikan pasilitas umum, yang hancur akibat diserang oleh Gordon dan orang orangnya itu.
"Mau sampai kapan kita berada dibawah kendali orang itu ketua?.Jika terus begini, alamat organisasi kita tidak akan bisa berkembang, dan bisa menurunkan kredibilitas kita di mata anggota?" Ujar seorang wakil pemimpin dunia hitam, dengan ekspresi tidak berdaya.
"Apa kau sudah gila Huang?. Nyawa kita bisa selamat berkat pertolongannya juga. Jika kau mencoba melawan, berarti kau manusia yang tidak tahu membalas budi?" Balas Bong Xuan tidak senang.
"Tapi mau sampai kapan kita terus begini ketua?. Membalas budi yang ya membalas budi. Tapi kenapa pergerakan kita dibatasi? Banyak usaha kita yang ditutup, Kasino apalagi?"
"Dengan begini, apa kita tidak berhak protes. dan meluapkan kekesalan kita padanya?" Bantah Kim Huang tidak terima.
"Yah, mau bagaimana lagi?. Itu sudah ketentuan yang harus kita patuhi, termasuk organisasi saingan kita di sana."
"Jika kita berani melawan. Apakah kau sudah siap dengan resikonya?"Tanya Bong Xuan mengingatkan.
"Ya tidak sih!. Tapi setidaknya ada usaha untuk menyampaikan aspirasi kita padanya, agar dia mengijinkan kita membuka usaha, tidak melulu terus begini, jualan kelontong saja?" Protes Kim Huang tidak senang.
"Jadi apa mau mu sekarang? memberontak?" Tanya Bong Xuan mengejutkan.
"Ya!. Jika memang itu diperlukan?" Jawab Kim Huang berterus terang.
Prok! Prok! Prok!
"Aku setuju dengan pendapat mu itu jenderal Huang!. Sudah saatnya kita melawan ketidakadilan ini!" Sambut seseorang sambil bertepuk tangan cukup mengejutkan.
"Kau?. Untuk apa kau datang kesini?, untuk mencari gara gara dengan ku kah?" Reaksi Bong Xuan tidak senang.
"Tenang kawan!. Aku datang bukan untuk mencari gara gara. Aku datang karena ingin menyampaikan aspirasi, seperti yang wakil mu katakan itu." Jawab Kim Song berterus terang.
"Maksud mu?"
"Kita adakan perlawanan kecil secara diam diam. dengan cara melanggar perjanjian selama dalam masa pendudukan." Jawab Kim Song berterus terang.
"Terlalu berisiko. Aku tidak mau!" Reaksi Bong Xuan kembali tidak senang.
"Ketua!. Apa yang dikatakan oleh tuan Song itu benar!. Kita harus melakukan perlawanan secara diam-diam, dengan cara membuka usaha satu persatu. Toh dia tidak ada di sini juga?" Sambung Wakilnya memberi saran, dan menguatkan pendapat dari ketua saingannya itu.
"Tidak!. Aku tidak berani!. Kalian belum merasakan, bagaimana kuatnya dia?. Hanya dengan pandangannya saja, lutut ku sudah bergoyang, apalagi kalau dipukulnya?" Reaksi Bong Xuan tetap setia bertahan.
__ADS_1
"Ayolah kawan?. Kita adakan perlawanan. Jangan terus mau ditindas seperti ini!. Kita ini bangsa besar, yang pernah menaklukkan bangsa bangsa di dunia. Masa dengan orang seperti itu saja takut?" Ujar Kim Song, menguatkan pendapat dari Kim Huang barusan.
"Sekali tidak ya tidak!. Dipaksa bagaimana pun aku tetap tidak mau!" Respon Bong Xuan berterus bertahan.
"Jenderal Huang!. Jalankan rencana. Singkirkan orang yang tidak sepaham dengan kita, agar usaha yang kita sepakati bisa berjalan dengan lancar!" Ujar Kim Song tiba tiba.
"Apa yang kau lakukan?. Aku ini ketua mu!. Jangan berani kurang ajar!" Reaksi Bong Xuan tidak senang.
"Itu dulu!. Tapi mulai sekarang, kau bukan lagi ketua organisasi ini.karena posisi ketua sudah jatuh ke tangan ku." Jawab Kim Huang cukup mengejutkan.
"Kurang ajar!. Ternyata ini rencana kalian?. Jika aku tahu bakal begini, sudah lama aku laporkan kalian pada tuan itu, agar kalian dapat hukuman!" Respon Xuan kembali tidak senang.
Kemudian berteriak lantang, pada pasukan tersembunyi nya untuk melakukan sesuatu. "Pasukan siluman. Tangkap orang ini, dan jebloskan ia ke penjara!" Ujarnya memberi arahan.
"Hehehe. Sudah terlambat Bong Xuan!. Seluruh anak buah mu, sekarang sudah menjadi anak buah ku!"
"Mereka hanya mendengarkan perintah ku saja. Jadi hanya perintah ku yang mereka dengar." Sambung Kim Huang merasa senang.
"Tunggu apa lagi?. Cepat bawa Bong Xuan ke ruang tahanan!"
"Kunci pintunya rapat rapat, dan lakukan penjagaan ketat, agar dia tidak bisa melarikan diri dari sini!" Bunyi perintah Kim Huang sungguh mencengangkan.
"Lepaskan aku!. Aku ketua kalian!" Bentak Xuan kembali tidak senang.
"Sekarang tidak lagi!. Kau hanya seorang pesakitan!" Jawab bekas anak buahnya cukup menyakitkan.
Bong Xuan hanya terdiam, tapi tatapannya penuh dengan dendam. Suatu saat jika ia bebas. Maka orang pertama yang akan dia beri pelajaran adalah Huang. Yang kedua tentu saja Song, dan yang ketiga adalah Que Lim, bekas komandan pasukan silumannya itu.
Dalam ruang tahanan, dia terus merenung, apa hubungan antara Kim Huang dengan Kim Song?. Apakah mereka satu keluarga, atau malah satu marga. Ditambah lagi dengan Que Lim?. Mungkinkah mereka satu komplotan, yang terdiri dari satu keluarga juga?
"Ternyata apa yang aku takutkan, sekarang telah menjadi kenyataan?"
"Orang terdekat ku sendiri, telah tega mengkhianati ku. Kalaulah aku tahu bakal begini, sudah lama dia aku singkirkan." Batin Bong Xuan dalam hati. Kemudian merenung sedih dalam kesendirian.
****
Sementara itu di tempat lain, atau tepatnya di suatu tempat belahan bumi, dimana tuan besar Dragon tinggal. Telah terjadi dialog yang cukup mengejutkan. Dimana jenderal setia Rambaya, datang menghadap tuannya, melaporkan hasil temuan anak buahnya di seluruh daratan bumi dengan berkata."Yang mulia!. Di belahan bumi bagian selatan, Telah terjadi pemberontakan, dimana pemimpin organisasi besar yang ada di sana telah dikhianati oleh anak buahnya sendiri, dan sekarang telah menjadi tawanan mereka."
"Mohon petunjuk dari mu tuan, apa yang harus dilakukan pada para pengkhianat itu?" Ujar dan tanya Rambaya pada tuannya.
"Bawa Jenderal Bumi dan pasukannya ke sana. Tempatkan di lokasi yang paling strategis, dan bebaskan pemimpin itu, serta hadapkan padaku!" Jawab Dragon cukup tegas.
"Siap laksanakan yang mulia!"Jawab Rambaya patuh. Kemudian berniat pergi dari tempat itu, untuk menemui anak buahnya.
__ADS_1
"Tunggu!. Sebelum berangkat, panggil Bumi ke sini dulu. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya." Ucap Dragon cukup kuat.
"Baik yang mulia!"Jawab Rambaya patuh. Kemudian meninggalkan tempat itu, untuk menemui Bumi terlebih dahulu.
"Hadir menghadap tuan besar!. Kami siap menjalankan perintah!" Ujar Bumi tegas, sesaat setelah berada di hadapan tuannya.
"Pergilah ke daerah Xualian Selatan!. Perangi orang orang yang mencoba memberontak di sana."
"Bersihkan tempat itu dari pengaruh mereka. Bawa tiga orang yang sangat berpengaruh di sana untuk menghadap ku."
"Aku ingin mereka merasakan rasa takut dalam hati, saat berhadapan langsung dengan kematian." Ucap Dragon pada Anak buahnya itu.
"Siap dikerjakan tuan besar. Semua perintah akan kami laksanakan!" Respon Bumi cukup tegang, karena tidak biasanya Dragon memberi perintah seperti itu padanya.
Biasanya musuh yang mengganggu cukup ditarik nya saja melalui koyakan ruang.dan langsung dihadapkan padanya.
Tapi kali ini Dragon tidak melakukannya. Dia malah memilih untuk memberangkatkan Bumi, dan 30 anak buahnya untuk ke sana. Namun karena ini perintah, maka Bumi tetap harus melakukannya juga.
Satu jam kemudian. Bumi dan 30 anak buahnya, sudah berada di Xualian Selatan, atau tepatnya di markas Huang yang memberontak itu.
Kedatangan Bumi yang tiba tiba tersebut, tentu saja membuat Kim Huang merasa ketakutan. Apalagi setelah melihat apa yang ada ditangan Bumi. Rasa takutnya semakin bertambah.
Benda tersebut ternyata adalah plakat merah, sebuah benda yang sudah cukup dikenal oleh semua orang, setelah pemerintahan bumi berubah. Ia nya memberi kuasa pada pemegangnya, untuk melaksanakan hukuman.
"Kau tahu apa yang ada ditangan ku Huang?. Ini adalah...?"
"Ya, aku tahu itu. Itu plakat merah. Yang membuat pemegangnya berhak menghukum siapa saja yang dirasa bersalah."
"Tapi dalam hal ini, aku merasa benar. Tuan mu tidak berhak merongrong kewibawaan negara ku. Apalagi ikut campur urusan pemerintahan."
"Jadi enyah lah kalian dari negara ku, dan biarkan kami yang mengaturnya sendiri!" Ucap Kim Huang menyela perkataan Bumi.
"Kau salah besar Huang!. Tuan ku tidak ikut campur dalam pemerintahan negara mu. Itu bukan hak nya!"
"Dia hanya membantu, menstabilkan keadaan bumi setelah beberapa lama dijajah."
"Pelarangan sementara terhadap organisasi kalian, termasuk organisasi yang ada di dunia ini, itu bertujuan untuk mencegah..."
"Hah!. Banyak ngomong kau!. Penjajah ya tetap penjajah. Kami tidak mau terima!"
Whus!
Blar!
__ADS_1
Belum juga selesai perkataannya, tiba tiba saja, tubuh Kim Huang menghilang, karena dibawa pergi oleh Rambaya dan anak buahnya itu.
Bukan hanya dia saja yang dibawa terbang. Kim Song. Kue Lim, dan pemimpin organisasi Bong Xuan, semuanya ikut berpindah tempat, dan dibawa menghadap Dragon, yang sedang menunggu mereka di sana.