
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab orang yang ditunjuk itu patuh
Kemudian memompa kekuatannya sampai level puncak, agar pertarungan cepat selesai
Melihat itu orang orangnya Bergolapati jadi resah. Mereka tahu apabila lawan sudah begitu. alamat kematian mereka sudah dekat
Mau lari takut pada gurunya. Mau menyerah apalagi
Namun saat mengingat gurunya sudah menjual nyawa mereka demi untuk dirinya hidup. Tekad mereka jadi kendur
Tapi demi gengsinya yang tinggi, karena mereka berasal dari bangsa lain. Ancaman seperti itu mereka hadapi dengan keberanian semu
Serentak dari mereka yang masih hidup, membentuk formasi, dan menggabungkan kekuatannya untuk menghadapi kekuatan lawan, agar matipun mereka merasa puas
Sementara itu di bagian lain. Abhicandra mengerahkan kekuatan inti pedangnya, yang digabung dengan teknik pukulan Bajra. Sedangkan Burgon, Awan, Langit, Bumi, Leon dan Jenifer mengerahkan jenis inti pedangnya masing masing, yang digabung juga dengan ilmu baru yang Dragon berikan
Masing masing mengerahkan kekuatannya sampai level puncak
Mereka harus menghabisi orang orang itu, yang menurut Dragon tetap harus dibunuh. Bukan malah dimurnikan atau dihapus ilmunya seperti yang sudah sudah
Itu semua mereka lakukan, Karena mereka telah berani mempelajari ilmu terlarang, tanpa seizin pemilik kitab yang mereka pelajari itu. Ditambah lagi, mereka mempelajari itu untuk menyerang pewaris sahnya
Oleh karena itu. Sesuai petunjuk dari Ditya Prabu, eyang sekaligus gurunya itu. Dragon harus melaksanakan perintah tersebut, demi mengurangi jumlah pengguna ilmu terlarang itu.Walau itu sebenarnya sangat disayangkan.
Bisa saja orang orang itu di tangkap, lalu dimurnikan serta dijadikan pengawal di tempat tempat tertentu, seperti pertambangan, pasar dan lokasi lainnya
Tapi Dragon tidak mau, karena orang sendiri masih banyak, dan mereka juga butuh pekerjaan
Daripada diberikan sama mereka, lebih baik diberikan pada bangsa sendiri. Itu prinsip Dragon
"Kau lihatlah Bergo!. Sebentar lagi anak buah mu itu akan mati."
"Kemudian menyusul kau pula yang akan aku habisi!"
"Jadi, Sebelum kau mati. Apakah ada kata kata terakhir buat mereka?" Ucap Dragon sekaligus bertanya
"Kurang ajar!. Dasar manusia sombong!"
"Sudah dikasi hati malah minta jantung!"
"Kau pikir dengan aku memohon mohon tadi, aku sudah kalah?"
"Tidak sama sekali!.Malah semakin semangat untuk membunuh mu!"
"Kau lihatlah ini pemuda sombong!. Akan ku tunjukkan ilmu ku yang lain!"
"Teknik pemanggilan roh!"
"Kalian mati dengan penasaran!. Maka datanglah kalian pada ku, dengan teknik pemanggil roh roh kalian!"
"Hisap dan hancurkan orang orang itu sampai tiada berdarah!"
"Sisakan musuh yang ada di depan ku ini!, karena aku sendiri yang akan menghabisinya!"
"Sekarang!. Muncullah kalian di depan ku!"
Swush!
Krep!
Bamm!
"Argh!" Teriak Bergolapati ketakutan, saat kerah baju bagian belakangnya di cengkeram kuat kuat oleh Dragon, dan dibawa terbang ke udara olehnya
Bergo yang tidak bisa terbang, jadi merinding ketakutan, karena sebenarnya dia phobia dengan ketinggian
__ADS_1
Teknik pemanggil roh yang baru di terapkan. jadi buyar dan berantakan
Dragon sengaja melakukan itu, untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena jika arwah arwah yang dipanggil itu datang, cuaca yang cerah akan mendadak mendung, gelap dan sangat mencekam. Dan itu akan mempengaruhi jalannya pertempuran
Oleh karena itu dengan sigap Dragon mencegahnya, dan dibawa terbang ke atas langit
Saat berada diatas itulah, Bergolapati meronta agar lepas dari cengkeraman Dragon. Tapi kekuatannya mendadak hilang, karena Dragon sudah menekan ilmunya agar tidak membahayakan
"A a apa yang kau lakukan?. Cepat lepaskan aku!" Reaksi Bergo saat tubuhnya berada di atas tersebut
Dia lupa bahwa saat ini tubuhnya sedang berada di atas, bukan di tanah
Tapi reaksi Dragon lain lagi. Begitu mendengar Bergo berkata seperti itu. Dia pun iseng menanggapinya
"Oh kau mau dilepas ya?"
"Baik!. Aku akan kabulkan permintaan mu itu!" Jawab Dragon cuek
Kemudian melepas tubuh Bergo, dan melemparkannya ke bawah
"Aaaaaa!"
"Badjingan!. Kenapa kau lepaskan a...?"
Boom!
Terlambat. Belum juga selesai dia bicara, tubuhnya sudah duluan menyentuh tanah, dan tenggelam sedalam satu meter, dengan punggung berada di bawah
Dragon yang masih melayang di udara itu jadi punya ide. Dengan kesaktiannya, dia menarik tubuh Bergo untuk kembali berada diatas. Kemudian dibantingnya lagi
Berkali kali Dragon melakukan itu, dan semua dilakukannya tanpa beban
Bosan dengan gerakan yang itu itu saja. Dragon merubah tekniknya dengan melemparkan tubuh Bergo tinggi tinggi ke udara. Dan saat berada di atas itu, Dragon mengarahkan jari telunjuknya, untuk menghabisi Bergo dengan jurus jari sakti yang sangat ditakuti itu
Sepanjang yang orang tahu, dari dulu sampai sekarang Tidak seorang pun yang bisa mempelajari ilmu tersebut, kecuali keturunan langsung dari Ditya Prabu. Karena dia sendiri yang menciptakan ilmu tersebut
Saat melihat jari telunjuk Dragon berubah warna. Bergo langsung mengerti, bahwa itu adalah jari sakti, yang tidak seorangpun di dunia ini mampu menahannya. Termasuk guru juga nenek gurunya itu. dan ilmu tersebut akan digunakan untuk membunuhnya saat ini
Terlambat untuk meminta, dan terlambat untuk mengemis belas kasihan. Yang bisa dia lakukan saat saat terakhir ini, adalah berteriak lantang di udara
"Dengarkan semua murid murid ku. Juga orang orangnya Bison yang masih hidup!"
"Hari ini aku akan mati, dengan membawa dendam yang mendalam pada anak muda itu!"
"Jika diantara kalian masih ada yang hidup!. Tolong kabarkan ini pada guru juga nenek guru ku!"
"Katakan padanya, bahwa aku tidak terima diperlakukan seperti ini!!!" Teriaknya cukup lantang
Boom!
"Kau tidak perlu berteriak teriak seperti itu Bergo!"
"Nenek juga guru mu sudah ada di sini!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang di dekatnya itu, dengan suara cukup kuat
"Guru!. Nenek guru!" Reaksi Bergo senang
"Syukurlah kalian datang!. Jika tidak aku pasti akan mati ditangan pemuda brengsek itu!" Reaksinya lagi kegirangan
"Memalukan!. menghadapi orang lemah seperti itu saja kau kalah!. Bahkan murid-murid mu di bawah sana sudah banyak yang mati!"
"Apa saja kerjamu selama ini?"
"Bukankah nenek sudah mengatakan, agar mengajarkan semua ilmu yang kau kuasai pada mereka?"
"Tapi kenapa sampai saat ini mereka baru menguasai dua dari lima teknik yang kau kuasai?" Respon Nyai Perumbi tidak senang
__ADS_1
"Maafkan aku nek!. Orang itu memang benar-benar kuat!. Semua jurusku hancur dibuatnya!"
"Ilmu dan semua teknik yang dia kuasai, jauh lebih tinggi dari ilmu yang aku kuasai."
"Bahkan teknik yang tidak bisa kita pelajari, sudah dia kuasai semua."
"Oleh karena itu aku jadi kewalahan. dan sekarang sedang menjadi bulan bulanannya!" Jawab Bergolapati membela diri. Sambil berusaha melepaskan diri dari formasi yang Dragon pasang
Tapi karena tidak mampu melepaskan diri dari kurungan itu, dia berusaha meminta bantuan pada dua gurunya tersebut
Namun Nyai Perumbi dan Zarrot, dua orang guru dari Bergolapati tidak memperdulikannya. Mereka malah sibuk memandang ke arah bawah, tak jauh dari lokasi Dragon berdiri di udara itu
Tak lama kemudian, Perumbi mengarahkan tangannya ke arah Dragon, seperti ingin menyerang dengan jurus sakti nya
Tapi belum juga terlaksana niatnya itu. Tiba-tiba Dragon sudah berada di depannya, dalam jarak yang cukup dekat pula, dan langsung memukul tubuh Nyai Perumbi hingga menjerit kesakitan
Disusul dengan memukul tubuh Zarrot, hingga melayang jatuh ke bawah, karena dia tidak menyangka, bahwa musuh muridnya itu akan bergerak secepat itu, dan memukulnya tanpa sempat untuk di elak lagi
Tubuhnya yang meluncur deras ke bawah, tidak bisa dia kendalikan. dan tak lama setelah itu..
Bamm!
Disusul dengan selarik sinar berwarna kuning turun, meluncur deras ke arahnya, dan menabrak tempat dia jatuh tadi, lalu..
Boom!
Asap tebal segera membumbung dari tempat ledakan tersebut, hingga membuat suasana pertarungan jadi terhenti, dan mereka terpengaruh oleh situasi itu
Nyai Perumbi yang melihat muridnya diperlakukan tidak adil seperti itu menjadi sangat marah. Kemudian merilis ilmu tertingginya untuk menyerang Dragon
"Beraninya kau mencelakai muridku, dan tadi akan mencelakai cucu muridku ini!"
"Tahukah kamu, bahwa mereka berdua ini adalah aset paling berhargaku, terutama Bergolapati ini, karena semua ilmuku akan aku turunkan padanya!"
"Tapi hari ini aku melihat, kau sudah mencelakainya, serta membunuh murid kesayanganku itu!"
"Hari ini aku akan membalas dendam, dengan bertaruh nyawa denganmu!" Ucap Nyai Perumbi penuh tantangan
"Sangat kebetulan sekali kau datang!. Jadi aku tidak perlu repot repot untuk mencari mu!"
"Kebetulan juga aku ingin bertanya, bagaimana kau bisa mendapatkan ilmu dari kitab milik eyang guru ku itu?"
"Apakah kau mendapatkannya dari leluhur mu yang pencuri itu?" Jawab dan tanya Dragon cukup menyakitkan sekali
"Kurang ajar!. Jangan sembarangan kalau bicara!"
"Akan ku bunuh kau!" Reaksi Perumbi sangat marah
Kemudian berusaha menyerang Dragon, dengan pukulan kuat Guntur Saketinya
Namun itu hanya akal-akalan dari Perumbi saja. Sebenarnya dia ingin membebaskan muridnya dari formasi pengikat yang dibuat oleh Dragon. Namun usahanya tidak berhasil
Kurungan kasat mata yang dibuat oleh Dragon, bukanlah kurungan biasa. Tapi formasi tingkat semesta. Hanya Dragon sendirilah yang bisa membukanya
Melihat itu Perumbi menjadi marah, dan terus berusaha membuka formasi itu, tapi tetap tidak berhasil juga
"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa muridku tidak bisa bergerak?. Apakah kau yang melakukannya?" Tanya Perumbi merasa penasaran
"Aku adalah malaikat maut bagi cucumu!"
"Jika kau tidak percaya, Kau lihatlah itu!"
Slash!
Dhuaarrr!
__ADS_1
"Tidaaaakkk!"
"Akan ku habisi kau!"