
"Groough!" Teriak sesosok mahluk bertubuh besar, saat mengetahui apa yang ada di depannya itu adalah benda yang selama ini ditunggunya.
Pandangan matanya menyorot tajam, difokuskan ke arah Dragon, seperti ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Ada apa dewa kera?. Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan pada ku?" Tanya Dragon keheranan, melalui transmisi suara pada dewa kera itu.
"Mohon ampuni kesalahan juga kesombongan ku tuan. karena tidak mengetahui siapa tuan yang sebenarnya." Jawab Sun Gio Kong, dengan menggunakan suara aslinya pada Dragon.
"Kau bisa berbicara dewa kera?" Respon Dragon keheranan.
"Bisa tuan!, yaitu setelah bertemu dengan perisai neraka, yang ada pada tuan itu." Jawab Gio Kong berterus terang.
"Siapa kau sebenarnya?. dan kenapa bisa hidup sampai sekarang?" Tanya Dragon jadi penasaran.
"Aku Sun Gio Kong. Murid dari cucu Darma Boe, Thio Sam Hong. dan penerus dari pendekar Kho, kakek buyut dari laksamana Cheng Ho, yang harus menjalani takdir selama ribuan tahun, agar terbebas dari kutukan."
"Kutukan tersebut akan hilang, jika sudah bertemu dengan pemilik Wahyu Taqwa dan Kalamurka."
"Dari gabungan kedua kitab itu, akan bisa menarik sebuah kekuatan. yaitu Perisai Neraka, dan kekuatan itu sekarang, sudah ada pada anda tuan. Berarti..?" Jawab Gio Kong berterus terang.
"Kau terbebas dari kutukan. Benarkan begitu dewa kera?" Tanya Dragon memotong penjelasan dari bawahannya.
"Benar tuan!" Jawab Gio Kong berterus terang lagi.
"Kalau begitu, apakah kau akan pergi, dan menjalani takdirmu sampai dunia ini tiada?" Tanya Dragon sekadar ingin tahu saja.
"Tidak tuan!. Sekarang aku adalah taklukan anda, dan akan bekerja untuk anda.Tapi tolong izinkan aku untuk tinggal disini, dan menurun pada keturunan anda, untuk membantunya menjaga dunia di luaran sana." Jawab Gio Kong cukup mengejutkan.
"Apakah kau sudah yakin dewa kera?. Karena setelah kau menyatakan setia pada ku, selamanya tidak bisa lepas dari kekuasaan ku. Oleh karena itu pikirkanlah sebelum mengambil keputusan." Reaksi Dragon cukup bijaksana.
"Aku sudah yakin tuan penguasa, karena anda adalah titisan penguasa, orang yang pernah menyelamatkan ku saat aku kecil dulu. dan sekarang aku sudah bertemu dengan penyelamat tersebut, dan itu adalah anda."Jawab Gio Kong mantap, dan tanpa ragu ragu lagi.
"Baiklah kalau begitu. Sekarang aku akan melepaskan kalung yang ada di leher mu itu, agar kekuatan sejati mu bisa keluar, dan segel yang mengikat kesaktian mu bisa hilang." Reaksi Dragon merasa senang.
"Terima kasih tuan!, terima kasih!" Jawab Gio Kong juga senang. Sambil berlutut ke arah Dragon, agar tuanya bisa melepaskan rantai yang mengalungi lehernya itu selama ini. dan..
Slash!
Tes!
Blar!
Boom!
"Uh!. Sebuah kekuatan yang sangat luar biasa!. Sangat berbahaya!, Berbahaya!" Respon Aji Saka ketakutan.
"Tenanglah murid ku!. Kera itu tidak bisa berbuat apa apa, tanpa izin dari yunior mu, karena dia telah menundukkannya."
"Dengan ilmu perisai neraka, yang digabung dengan Wahyu Taqwa dan Kalamurka. Ketiga kekuatan itu, sekarang sudah dirubahnya menjadi Ajian Maha Kuasa, yang tidak seorang pun manusia juga mahluk yang lain bisa mengalahkannya." Ucap Brawijaya, menenangkan kegelisahan Aji Saka. muridnya itu.
"Berarti..?"
"Ya, kita semua bukan tandingannya lagi." Jawab Brawijaya apa adanya.
"Eyang guru.?"
__ADS_1
"Benar apa yang gurumu katakan itu!.Jadi jangan dipikirkan lagi. Masa kita sudah lewat, dan sekarang adalah giliran dia untuk merajai dunia."
"Kekuatannya sudah tidak terukur. Legenda Mahadewa saja sekarang bukan tandingannya lagi. apalagi kita?"
"Jangankan mengalahkan Draco. mengalahkan dewa kera nya saja belum tentu kita bisa. Dan itu sudah pasti."
"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah membantunya, mengalahkan Medusa dan antek anteknya itu, agar musuh terkuatnya tersebut tidak mengganggu acara sakralnya besok." Ucap Ditya Prabu mengingatkan murid muridnya.
"Baik guru!" Jawab mereka serempak. Kemudian memandang ke arah Dragon dan berkata." Murid juga cucu ku!. Untuk masalahmu eyang bisa pastikan, bahwa acara mu besok tidak akan terganggu oleh Medusa itu, karena eyang dan guru mu sudah memasang formasi pertahanan di seluruh permukaan bumi."
"Sedangkan Aji Saka sudah memasang formasi kehancuran, yang apabila mahluk dari angkasa luar datang, akan langsung hancur oleh formasi itu, dan serpihannya akan memasuki ruang hampa." Ujar Ditya Prabu menjelaskan.
"Ruang hampa?. Kenapa aku tidak mengingatnya ya?" Reaksi Dragon mendadak lupa.
"Ada apa cucu ku?. Apakah kau tidak yakin dengan jaminan Eyang Prabu barusan?" Respon Ditya Prabu penasaran.
"Oh tidak guru.Jujur Draco katakan, bahwa ruang hampa yang eyang katakan itu sudah tidak ada di tempatnya, karena ruang tersebut sudah Draco ambil, dan sekarang sudah Draco pindahkan kedalam dunia jiwa ini." Jawab Dragon berterus terang.
"Apa kata mu?. ruang hampa itu..?"
"Benar sekali eyang!.Ia nya sekarang sudah menjadi milik ku, dan selamanya akan berada di bawah kekuasaan ku." Jawab Dragon memutus pertanyaan dari eyang prabu nya.
"Wah!. Kau benar benar luar biasa cucu ku!. Kalamurka dan Wahyu Taqwa, ditambah dengan perisai neraka, bisa kau gabung menjadi satu, dan menghasilkan kekuatan yang tiada tara, yaitu push maha kuasa!"
"Dengan kekuatan itu, 100 Medusa pun tidak ada artinya buat mu jika ia berani menyerang!"
"Jadi untuk ancamannya besok, kau tidak perlu khawatir, karena untuk sementara, eyang guru juga senior mu itu, ditambah dengan dewa kera serta yang lainnya, akan mengamankan acara tersebut, dan memastikan bahwa acara mu itu akan berjalan dengan lancar." Ucap dan Reaksi gurunya merasa bangga.
"Kalau itu kata guru, maka Draco sudah bisa tenang, dan tidak perlu mengkhawatirkan lagi akan ancaman itu."
"Selain kekuatan yang guru juga senior katakan tadi, Draco juga akan memperkuatnya dengan formasi kehampaan dan formasi ilusi, agar serangan yang dilancarkan oleh Medusa dan orang orang nya itu, bisa ditahan juga dialihkan." Reaksi Dragon juga senang.
"Dengan demikian eyang yakin, bahwa Medusa yang ditakuti itu, tidak akan bisa masuk, dan merusak acara mu besok." Respon Ditya Prabu dengan ekspresi senang.
Tak lama setelah pembicaraan yang cukup panjang tersebut, Dragon pun keluar dari ruang jiwanya, dan menemui kedua orang tua serta calonnya itu, agar bisa menyusun rencana untuk besok.
***
"Dasar manusia hina!. Baru mempunyai kekuatan seperti itu saja sudah merasa sombong!. Kau belum tahu siapa aku sebenarnya,ha?"
"Jangan mentang-mentang bisa mengalahkan Gordon, murid bodoh ku itu, jadi menganggap, bahwa seluruh makhluk di mayapada ini bisa kau taklukkan!"
"Aku Medusa, makhluk abadi yang tidak terkalahkan!. Jangankan kau hai manusia busuk!. Maharaja dewa saja tidak berani membuat masalah dengan ku!"
"Jadi tunggulah pembalasanku besok. kau akan tahu seberapa kuatnya aku di alam semesta ini?" Ujar Medusa merasa geram, sambil mengarahkan mata saktinya ke bumi, dan permukaannya dilihat jelas olehnya. Tapi Dragon tidak bisa dilihatnya.
Bekas dia memandang itu, seberkas sinar menyeramkan terus meluncur ke bumi. Dan menghancurkan apa saja yang dilaluinya. Tapi begitu mendekati atmosfer bumi, ianya hancur sebelum menyentuhnya.
Sementara itu di bagian bumi. Dragon malah bisa melihat wajah Medusa yang menyeramkan itu. Ternyata dia adalah ular berkepala manusia, dengan mata merahnya yang menyorot tajam, dan siap memangsa siapa saja yang berani berhadapan dengannya.
Dragon juga bisa melihat seberkas sinar yang keluar dari kedua belah mata Medusa, dan meluncur deras ke arah bumi, serta menghancurkan benda benda langit yang dilaluinya. Tapi begitu mendekati bumi, sinar tersebut langsung hancur, karena menabrak formasi yang dipasang oleh Ditya Prabu, juga yang lainnya. termasuk oleh Dragon sendiri.
Melihat itu Dragon hanya tersenyum, dan yakin apa yang dikatakan oleh guru-gurunya tersebut memang benar.
***
__ADS_1
Keesokan harinya. tepat pada hari yang ditentukan. Acara pernikahan Dragon dengan Clara pun resmi digelar.
Calon istrinya yang satu lagi juga datang, dengan penampilan yang sangat mencolok sekali. Wajah cantiknya, sangat menarik orang-orang untuk menatapnya berlama-lama.
Saat itu dia didampingi oleh ayah juga ibunya, dan tak ketinggalan pula pangeran mahkota, yang akan menggantikan Rongkut Kittirong menjadi raja.
Sementara, penjagaan di tempat itu sengaja dibuat ketat sekali. karena Dragon tidak mau acaranya akan terganggu. Setiap tamu yang datang, baik dari dalam maupun dari luar negeri, harus melewati ratusan gerbang khusus, yang dibuat oleh Dragon, untuk mendeteksi ancaman yang datang.
Tempat yang dibuatnya itu, dijaga oleh anak buah Kaladaksa, dibawah pimpinan Rambaya, dan sembilan ratus ribu anak buahnya.
Tapi mereka tidak melulu menjaga tempat itu saja. Mereka juga ditugaskan untuk menjaga tempat tempat lain, terutama di sekeliling kota emas, juga kota-kota di lainnya.
Sedangkan di gerbang atas awan, atau formasi pertahanan dan sebagainya itu, dijaga oleh satu juta prajurit istana atas langit, dengan tingkat penjagaan yang luar biasa ketatnya.
Setiap satu menit sekali. akan ada pergantian shif jaga, terutama di atas langit kota emas dan sekitarnya. agar setiap musuh yang datang, bisa diketahui olehnya.
Dragon juga melibatkan pihak lain, yang berwenang menjaga keamanan di seluruh tempat, agar tamu tamu yang datang merasa aman dan terjamin keselamatannya.
Tapi tanpa disadari oleh siapapun, kecuali oleh Dragon dan guru gurunya itu. termasuk Aji Saka. Seberkas cahaya redup teramat kecil, mencoba melewati formasi yang telah dipasang oleh keempatnya itu, dan ternyata tidak bisa.
Sekuat apapun ia berusaha, tetap tidak bisa melewati lapisan tebal, yang berisi energi sangat kuat itu. Kalau ia memaksa juga, maka kulitnya langsung melepuh, tapi sembuh dalam seketika.
Oleh karena itu dia berpikir keras, bagaimana caranya agar bisa masuk, dan mengacau acara yang ada di bawahnya?.
"Kurang ajar!. Tanpa aku sadari, di tempat ini, ternyata telah dipasangi perisai energi oleh orang orang itu?"
"Jika begini caranya, bagaimana aku bisa masuk, dan mengacau acara yang menjijikkan itu?" Rutuk Medusa pada diri sendiri. Kemudian terbang ke mana-mana, dan mencari celah yang sekiranya bisa dia masuki, namun tidak bisa juga.
"Huh!, mau mencoba masuk kau ya?. Cobalah kalau kau berani?" Batin Dragon dalam hati. di sela sela menerima tamu yang antri ingin menyalaminya.
"Tenanglah cucu ku!, Eyang juga yang lain akan menjaga acara ini sampai selesai. Setelah itu baru memberi pelajaran pada mahluk terkutuk itu." Ucap Ditya Prabu melalui tranmisi suara pada muridnya.
"Iya guru!. Draco yakin dengan jaminan itu." Jawab Dragon melalui tranmisi suara juga.
"Selamat atas pernikahan tuan penguasa dengan nyonya!. Kami merasa sangat senang, karena junjungan kami telah memiliki pendamping yang sangat cantik sekali" Ucap seorang pemimpin dari wilayah barat, dengan di didampingi oleh sebelas menteri menterinya itu.
"Kami perwakilan dari negara timur dan selatan, juga mengucapkan selamat pada anda, atas pernikahan yang sangat spektakuler ini."
"Tiada hari yang lebih luar biasa kecuali hari ini. dan kami merasa sangat beruntung, karena diberi kesempatan untuk menyaksikan acara yang megah ini!" Ucap seorang pemimpin kawakan, yang mewakili ratusan pemimpin dari beberapa negara dari timur dan selatan itu.
"Terima kasih atas doa kalian semua." Respon Dragon merasa senang, dan terus saja meladeni ribuan tamu yang ingin memberi selamat padanya.
Jangan ditanyakan lagi, bagaimana meriahnya suasana pernikahan Dragon dengan Clara itu. setiap orang yang melihatnya, pasti akan dibuat terkagum-kagum, karena di seluruh kota emas dan kota kota lainnya, dipasangi umbul-umbul juga lampu yang sangat banyak, dan berwarna warni pula.
Seluruh warga kota dan sekitarnya, juga diberi kesempatan untuk menghadiri acara tersebut, Tapi lokasinya sengaja dibuat berbeda. Namun tempatnya juga sangat mewah sekali. dan tempatnya tidak jauh dari lokasi Dragon dan Clara sedang duduk itu, karena Dragon tidak mau dianggap membeda bedakan orang dari statusnya. Jadi dia meminta pada anak buahnya, agar mendesain tempat perhelatan itu menjadi sebagus mungkin, agar tamu tamu yang datang merasa dihargai.
Mereka juga diberi kesempatan untuk menyalami Dragon, tapi setelah tamu-tamu besar, selesai memberikan ucapan selamat padanya. dan kembali ke hotelnya masing-masing.
Itu terpaksa dilakukan oleh Dragon melalui panitianya, karena tamu-tamu Dragon yang datang itu adalah seluruh pemimpin negara-negara yang ada di dunia.
Jadi mau tidak mau dia harus melakukan itu, karena menjaga harga diri dari pemimpin-pemimpin tersebut.
"Uh, tidak bisa juga. Bagaimana ini?. Sudah seharian aku berada di tempat ini, tapi belum bisa melewati perisai energi itu. Kurang ajar!" Ucap Medusa dengan ekspresi marah.
"Hai para pengikut ku, datanglah!"
__ADS_1
Blar!
Dalam sekejap saja, jutaan makhluk yang sangat mengerikan, sudah memenuhi tempat itu, dan siap menunggu perintah apa yang akan diberikan kepada mereka.