
"Hiaaaa"
Boom!
"Argh!"
"Sialan!.Tempat apa ini?. Kenapa dindingnya keras sekali?" Ucap Mambang Ijo marah, sesaat setelah selesai memukul dinding gua itu biar pecah
"Ketua!. Kita telah terkepung!. Bagaimana kita bisa lari, dan melaporkan masalah ini pada big bos kita?" Tanya salah seorang anak buahnya kebingungan
"Diam lah!. Aku sedang berpikir ini!" Jawab Mambang Ijo marah
"Huh!. Dasar tak berguna!"
"Gara gara dia kami semua jadi tertangkap!" Guman orang itu lirih
"Apa kata mu?. Beraninya kau menyalahkan ku?"
Whus!
Suing!
Bugh!
"Argh!" Teriak orang yang bergumam tadi kesakitan. Karena Mambang Ijo menendangnya kuat kuat
Anak buahnya yang lain jadi ketakutan untuk bersuara, dan itu membuat Mambang Ijo semakin marah
"Diam salah, bersuara juga salah!" Pikir mereka
"Cepat cari solusi!, bagaimana caranya agar bisa lepas dari sini?" Teriaknya cukup lantang
Tapi lima belas anak buahnya tetap bungkam. Mereka jelas tidak mempunyai saran atau solusi. Bos nya saja tidak tahu, apalagi mereka
Saat sedang bertengkar itulah, terdengar sebuah suara dari luar kubah, dan itu adalah suara Dragon
Dalam bersuara itu dia berkata." Sekarang kalian sudah terkepung!, dan tidak mungkin bisa melarikan diri!"
"Hari ini kami akan menghukum kalian, karena telah berani memasuki desa ini!" Ujarnya mengintimidasi
"Apa salah kami?. hingga kalian memperlakukan kami seburuk ini?"
"Cepat lepaskan kami!. agar kalian selamat dari murka Rawana, big bos kami itu!" Jawab Mambang Ijo malah menakut nakuti Dragon
"Dasar bodoh!. Apakah kau kira kami takut dengan bos besar kalian itu?"
"Malah kami ingin tau, bagaimana caranya dia bisa marah pada kami, hingga kau berani mengancam kami dengan orang brengsek seperti itu!" Ucap Bumi datang menyela, dan tidak senang karena diancam
"Siapa kau?. Kenapa berani berbicara kasar pada orang besar seperti ku?" Respon Mambang Ijo kurang senang, dan mencibir Bumi, karena dia anggap Bumi tidak pantas berbicara pada maling mulia seperti dia
"Besar mata mu!"
Srak!
Gruduk! Gruduk!
Bom
Bugh!
"Aaarrrkkh!" Jerit tertahan Mambang Ijo, karena tubuhnya terjepit tanah, yang digerakkan oleh Bumi, Lalu menariknya keluar dari kubah tersebut, dan dihadapkan pada Dragon
Tap!
Segera saja Dragon menempelkan telapak tangannya, di kepala Mambang Ijo, yang tubuhnya masih terjepit tanah itu, untuk melacak keberadaan ketua besar mereka
Tak lama kemudian, Dragon sudah mendapatkan lokasi orang yang dia cari. dan langsung menarik orang tersebut untuk dihadapkan padanya
Bukan hanya dia saja yang datang, tapi ada sekitar 47 orang yang menyertainya
Ditangan mereka masing masing, sedang memegang barang hasil curian, termasuk dua orang gadis belia yang mereka tutup matanya
Ternyata saat ditarik itu. Mereka sedang menyatroni sebuah desa atau kampung, tak jauh dari desa kreta, dan tengah menyiksa seorang kepala kampungnya
Saat itulah, tiba tiba saja tubuh mereka tersedot masuk ke dalam sebuah lingkaran, dan menghilang di dalamnya, berikut dengan apa yang sedang mereka pegang itu
__ADS_1
Begitu keluar dari lingkaran tersebut, mereka jadi linglung, dan bingung sendiri. Tak tahu dengan apa yang sedang terjadi
Tapi saat matanya melihat Mambang Ijo, dia jadi sadar, bahwa sekarang dia dan anak buahnya sedang terkepung, dan harus menghadapi orang sebanyak itu
Namun karena dia sudah terbiasa menindas, maka saat tersadar itu, bukannya malah takut, tapi berkata dengan suara keras
"Siapa kalian?. Kenapa berani beraninya menghinaku seperti ini?" Ucapnya marah
"Tak tahukah kalian siapa aku?"
"Aku Rawana!. Pemimpin tertinggi kelompok mulia ini!"
"Jika kalian berani macam macam aku akan menghabisi kalian!" Teriaknya lantang
"Berisik!"
Bugh!
"Argh!"
Bumi yang mendengar itu jadi gerah, dan langsung bertindak cepat, dengan menendang tubuh Rawana sampai terpelanting jauh
Dia tidak peduli dengan segala tata Krama. Ngomong sana ngomong sini. Baginya datang langsung hajar. Bunuh dan selesai. Tegas tapi terukur
Melihat itu Dragon hanya diam saja, dan menyerahkan semua urusan pada Bumi. Sedangkan dia bertugas untuk menjaga keselamatan anak buahnya, dari tindakan curang orang lain
Kawan kawannya yang melihat itu, pun hanya diam saja. Mereka sudah tahu karakter dari temannya tersebut, termasuk Abhicandra, Burgon, Leon, Langit dan Awan
Tapi Jenifer belum begitu memahaminya, karena dulu jarang bertemu. Jadi saat tubuh Rawana sedang melayang itu, dia hanya tersenyum saja, dan mulai memahami sifat dari temannya tersebut
Sementara itu.Tubuh Rawana yang tadi ditendang oleh Bumi, terlempar sejauh delapan meter, dan berhenti saat menabrak beberapa orang warga
Langsung saja mereka mengamuk, dan berusaha memukul tubuh Rawana, dengan benda apa aja yang mereka pegang
Dalam sekejap saja, tanpa di komando dan tanpa bisa dicegah oleh siapapun. Mereka segera menghajar tubuh Rawana sampai babak belur
Setelah dia tidak sadarkan diri atau mati, barulah delapan orang kampung itu berhenti menyiksanya
Namun beberapa orang warga masih belum puas, kalau anggota komplotan pencuri itu belum mendapatkan gilirannya
Tapi karena mereka segan pada Dragon, mereka hanya memendamnya dalam hati
"Sebaiknya aku cepat turun tangan." Batinnya
Kemudian tampil kembali ke depan, dan langsung mengeluarkan formasi serta kutukan darah, untuk mencegah orang orang tersebut melarikan diri, dan mengulangi perbuatannya
Dalam sekejap saja. Orang orang yang tadinya ramai, mendadak senyap dan tidak bisa bergerak
Khusus untuk 48 orang, ditambah dengan yang masih ada di dalam kubah, dan satu orang ketuanya yang sedang terjepit tanah itu. Dragon memperlakukan mereka dengan hati hati
Kepada masing masing tubuh mereka itu, Dragon memasukkan formasi pelacakan dan kutukan darah, agar lokasi mereka bisa Dragon ketahui, juga bila mereka berbuat jahat lagi akan langsung meledak
Jadi nyawa mereka tergantung dari perbuatan mereka sendiri
Setelah selesai, Dragon segera menghancurkan perisai atau kubah tanah itu, dan mengeluarkan orang orang dari dalamnya
"Di dalam tubuh kalian, telah aku tanam semacam formasi, serta kutukan darah!"
"Dimana pun lokasi kalian, aku akan mengetahuinya!"
"Sedangkan kutukan darah itu, berfungsi untuk mencegah, agar kalian tidak berbuat jahat lagi, seperti mencuri merampok dan lain sebagainya"
"Kepada warga desa, kalian jangan khawatir lagi!"
"Mereka ini tidak akan berbuat jahat lagi, karena aku sudah menyadarkannya."
"Jadi mulai sekarang, hidup kalian akan aman, dan tidak perlu khawatir akan adanya orang orang seperti mereka ini lagi!"
"Jadi sekarang kembalilah!, dan serahkan urusan ini pada kami!" Ucap Dragon cukup kuat
Kemudian menarik semua yang pencuri pegang, serta menyerahkannya pada kepala kampung untuk ditangani
Setelah semua itu selesai, Dragon segera mengirim orang orang tersebut, untuk kembali ke keluarganya
Begitu mereka sampai. Hanya kebingungan yang mereka rasakan.Semua yang terjadi, bagi mereka bagai mimpi saja. Dan mereka sudah tidak ingat lagi siapa mereka sebelumnya
__ADS_1
Tapi dalam hati, mereka bertekad, dan sudah seperti di arahkan oleh seseorang, agar mulai saat ini, selalu berbuat baik, dan menjadi orang yang berguna buat orang lain
***
Keesokan harinya. Seluruh warga desa terperangah diam. Mulut melongo lebar. Mata seakan tidak percaya, dan hati bertanya tanya, tentang apa yang terjadi malam tadi, setelah mereka tidur itu
Didepan mereka terpampang pemandangan yang sangat luar biasa sekali
Dimana rumah rumah kumuh, kecil dan kurang layak huni, yang selama ini mereka tempati, kini telah berubah menjadi bagus serta besar. Bahkan sudah berubah menjadi rumah toko, dan siap digunakan untuk membuka usaha
Jalan jalannya yang biasanya becek, tidak beraspal dan sempit. kini telah berubah menjadi lebar, beraspal lagi
Bukan hanya itu saja. Di sebelah selatan desa Kreta, yang berbatasan dengan desa Kertapati, berdiri sebuah pasar rakyat, yang posisinya sangat strategis sekali
Pasar itu berada tepat di perbatasan dua desa. Separoh berada di desa Kreta, dan separonya lagi berada di desa Kertapati, hingga kedua warga desa bisa membuka usaha di sana
Pasar itu dihubungkan oleh dua buah jalan, yang sudah siap untuk digunakan, dilengkapi dengan lampu penerangan jalannya, dan terhubung dengan gardu milik pemerintah
Ada lima belas macam fasilitas umum, yang di buat dalam satu malam itu
Diantaranya adalah empat tempat ibadah, Sekolah, Dua aula pertemuan, Lima Lapangan olahraga. Ruang terbuka hijau untuk rekreasi, dan masih banyak lagi
Semua itu dibuat oleh raja Kaladaksa, yang dibantu oleh ribuan anak buahnya, yang bertugas mencari, memasang serta merapikan bangunan bangunan tersebut, yang mereka ambil entah dari mana
Hal itu dilakukan, karena Dragon tidak mau berlama lama di desa itu, dikarenakan dia masih ingin melanjutkan perjalanan. Jadi dia meminta
pada Kaladaksa, agar mengerahkan rakyatnya, untuk membangun sebuah kota, walau ukurannya tidak begitu besar, yang penting ada. Dan dibuatnya pun harus dalam satu malam saja
Mendapat perintah seperti itu, pengikutnya tersebut menjadi senang, dan langsung menyuruh rakyatnya, untuk mengerjakan perintah itu
Jadi saat tengah malam, ketika warga desa masih terjaga itu, puluhan ribu anak buah Kaladaksa, sudah siap dengan tugasnya, dan tinggal menunggu warga desa untuk tidur
Maka setelah semuanya tidur, Dragon memasang formasi ilusi, agar aktifitas anak buahnya itu tidak terdengar, dan seluruh warga di dua desa itu tidak terganggu
Pagi pagi setelah mereka bangun itu. barulah mereka sadar, bahwa desa yang layak disebut kampung itu, telah berubah 180 derajat, dan bukan dinamai kampung lagi, tapi kota
Kepala desa Tirta, yang nama lengkapnya Dayat Sudirman, pagi pagi sekali sudah menemui Dragon, untuk menanyakan kejadian itu
Jawaban yang ia dapatkan, sangat membuatnya senang. Dragon yang ditanya pun menjawabnya secara terus terang. Bahwa kota itu memang dibuat olehnya. Tapi bagaimana caranya tidak boleh diketahui oleh siapapun
Kemudian Dragon memerintahkan, agar warga desa berkumpul di tanah lapang, Karena ada yang ingin dia jelaskan
Maka sekitar pukul delapan pagi itu. Seluruh warga di dua desa tersebut, berbondong bondong datang, untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Dragon itu
"Saudara saudara sekalian!." Ucapnya lantang, disertai dengan aura tenaga dalam cukup tinggi, agar seluruh warga bisa mendengarnya
"Sengaja aku kumpulkan kalian disini, karena ingin mengumumkan, bahwa tempat baru ini, memang aku yang membuatnya!"
"Tapi bagaimana caranya bisa terjadi, tidak bisa aku jelaskan!"
"Cukup mengetahui saja, bahwa ini adalah hadiah dari Perusahaan Birawa Group, yang dibawah kepemimpinan ayah ku, telah menjadi sebuah perusahaan besar!"
"Kelola tempat baru ini dengan baik. Agar bisa menyaingi kota kota besar lainnya!"
"Aku sebagai perpanjangan tangan dari ayah juga kakek ku!. Dengan ini mengumumkan, bahwa tempat baru ini aku namai dengan kota Dragon!"
"Sebagai pemimpinnya, aku angkat pak Dayat Sudirman, sebagai wali di kota baru ini."
"Sedangkan sebagai wakilnya, aku serahkan pada wali baru ini untuk memilihnya."
"Setelah pemilihan selesai, hari ini atau besok, kami akan melanjutkan perjalanan."
"Kepada wakil ku di tempat baru ini. Aku serahkan bantuan untuk memulai usaha!"
"Bagi yang ingin berdagang, bertani, nelayan dan sebaginya. Silakan berurusan dengan pak Dayat ini untuk mengambil bagiannya."
"Tiga bulan ke depan, aku akan mengunjungi kota baru ini untuk melihat kemajuannya."
"Tapi jangan lupa, daftarkan nama kota baru ini ke pemerintah kabupaten atau propinsi, agar statusnya jelas!" Ucap Dragon cukup banyak sekali
Warga desa yang sekarang sudah berubah menjadi warga kota. seluruhnya merasa senang. Karena sekarang baru mereka tahu, bahwa tamu misterius yang sempat disangka perampok itu, ternyata adalah putra mahkota Birawa Group, dan sekarang malah membantu mereka
Maka berbondong bondong lah orang datang. hanya sekadar ingin tahu, apakah benar, sebuah desa, bisa dirubah menjadi kota hanya dalam satu malam
Tapi setelah mereka melihat sendiri, barulah mereka percaya, bahwa cerita itu memang benar. Dan orang yang membuatnya adalah Dragon dari Birawa Group
__ADS_1
Dari cerita itu. nama Dragon dan Birawa Group jadi terkenal, dan semakin sering dibicarakan di kampung kampung, desa, bahkan di kota. Baik di kota besar maupun di kota kecil
Namanya menjadi sangat harum, dan banyak yang ingin bertemu dengannya