Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Hajar saja


__ADS_3

"Huh!. Dikasi hati malah minta jantung!. Kau tahu apa resikonya jika berani menghalangi niat kami bocah?"


"Mati!" Jawab Snouck Honje cukup berani, dengan meletakkan jari telunjuknya di leher, seolah-olah seperti ingin memotongnya.


"Baik!. Aku tunggu aksi kalian!. Jika dalam tiga hari kalian tidak mampu melakukan itu, maka berarti kalian ini hanya membual saja."


"Namun jika benar-benar kalian lakukan, maka aku tidak akan tinggal diam!. Ingat!, aku adalah tuan naga, orang yang tidak mudah untuk kalian intimidasi dan tekan!"


"Kepada siapapun aku tidak akan takut, selagi dia masih manusia apalagi kalian?"


"Sekarang keluar dari ruangan ku, dan kembalilah ke negara kalian. Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan!. Silakan!" Sambut Dragon sungguh sangat menakutkan.


"Aku akan ingat namamu bocah!. Tunggu saja pembalasanku!" Jawab Snoughe Honje balas mengancam Dragon.


Slash!


Jleb!


Jleb!


"Pergilah!. Aku tidak mau lagi melihat wajahmu ada di negaraku. Pergi!" Balas Dragon tidak kalah garang, setelah sempat memasukkan sesuatu ke dalam tubuh Snoughe dan anak buahnya itu.


"Paman Leon. Panggil Legenda cyber dan yang lain untuk menghadap ku. Aku tidak mau melalui telepon untuk memanggil mereka." Ujar Dragon memberi perintah pada bawahannya, yang selama ini tetap setia mengawal tuannya.


"Senior Jenifer!. Kau boleh beristirahat, karena hari ini tidak ada agenda untuk pergi ke mana-mana. aku hanya ingin melihat siapa sebenarnya orang yang telah mendatangiku tadi. Silakan!" Ucap Dragon pada Jennifer pula, karena dia merasa kasihan, dalam beberapa hari ini Jenifer belum sempat beristirahat, disebabkan jadwal Dragon yang sangat padat sekali.


Tapi hari ini kebetulan dia tidak sedang ingin pergi ke mana-mana, maka menyuruh pengawalnya tersebut untuk beristirahat.


"Baik tuan naga!" Jawab Jenifer patuh, dan sudah merubah panggilannya terhadap Dragon yang semula hanya tuan muda saja menjadi tuan naga.


Setelah Jennifer pergi, Dragon tinggal sendirian di ruangan yang cukup luas itu, sambil menunggu kedatangan orang-orang yang ingin ditemuinya.


Tak lama kemudian, tiga orang yang dipanggil itupun sudah datang, dan langsung diberi pengarahan serta paparan tentang apa yang akan terjadi pada Birawa group dan apa yang harus mereka lakukan.

__ADS_1


Setelah semua yang diinginkan oleh Dragon dia sampaikan, Deon yang menjadi ketua mereka langsung berkata." Untuk mengatasi permasalahan ini, butuh strategi yang sangat besar tuan, karena yang akan kita lawan itu bukan perorangan lagi, tapi sebuah organisasi bahkan negara pula."


"Tapi mudah-mudahan, apa yang tuan muda inginkan, akan mudah kami kerjakan. namun tuan muda hendaknya bersabar, karena pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang sangat besar." Reaksi Deon memberikan pengertian pada tuan mudanya untuk sedikit bersabar.


"Oke!. Kalau begitu cukup sampai di sini. Silakan kembali ke pos kalian." Respon Dragon sedikit tegang.


"Siap tuan besar!" Jawab ketiga orang itu patuh, yang sudah mulai merubah panggilan dari tuan muda menjadi tuan besar. Kemudian pergi.


"Paman Leon!. Kau boleh beristirahat, dan tidak perlu mengawal ku lagi untuk satu hari ini. karena aku ingin melakukan penyegaran." Perintah Dragon pula pada pengawalnya.


"Baik tuan naga!" Jawab Leon patuh, dan sama panggilannya seperti Jennifer.


Sesaat setelah Leon pergi, Dragon ingin menyuruh pengawal tidak terlihatnya untuk keluar. Tapi baru saja dia berniat ingin memanggil, mereka sudah datang duluan.


"Salam yang mulia!. Terimalah hormat kami!" Sapa pengawal yang ingin ditemuinya itu serempak.


"Baik, terima kasih!. Langsung saja aku katakan!. Kalian sudah melihat lima orang itu tadi kan?. Mereka sudah berani merendahkan ku, bahkan sudah berani mengancam ku!"


"Terhadap orang orang itu, aku ingin kalian mengikuti mereka, dan apabila sudah keluar dari wilayah negara ini, habisi saja!"


"Kami paham yang mulia!" Jawab Rambaya dan anak buahnya itu serempak. Lalu meminta izin kepada Dragon untuk mengikuti orang-orang tadi.


Sementara itu di udara wilayah lain, orang yang bernama Snoughe Honje berbicara pada teman yang duduk di sebelahnya.


"Dia pikir siapa dia?. Kita ini orang-orang penting, dan yang paling berkuasa di dunia ini. Kekuatan kita bisa menekan organisasi perdagangan dunia untuk mengikuti saran kita."


"Tapi di negara miskin itu, ada satu anak manusia yang tidak mau tunduk dengan aturan kita. dan itu sangat membuatku merasa dendam padanya."


"Setelah sampai di negara kita, aku akan membuat perhitungan dengan anak itu, dan akan membuat perusahaannya tersebut bangkrut!" Ucapnya berapi api. Berusaha mengalahkan suara bising mesin pesawat terbang yang ditumpanginya itu.


"Ya tuan benar!. Mentang mentang orang terkaya dunia, dia tidak mau tunduk kepada kita. bahkan terhadap tuan sekalipun dia tidak menaruh hormat."


"Jadi sudah sepantasnya diberi pelajaran. biar tak berani macam-macam lagi kepada kita!" Jawab temannya menguatkan pendapat Honje barusan.

__ADS_1


Slash!


Jdar!


Boom!


Ngung!


Pesawat yang ditumpangi oleh Honje dan belasan pengikutnya itu, tiba-tiba meledak. persis sesaat setelah melintasi udara di atas samudera Hindia yang terkenal sangat luas itu, dan mengakibatkan 15 orang penumpang yang ada di dalamnya mati seketika, termasuk ketua delegasi yang bernama Snoughe Honje yang sombong tersebut.


Peristiwa kecelakaan itu, tentu saja membuat para petugas yang ada di bandara seluruh dunia menjadi heboh, karena orang-orang yang ada di dalam pesawat itu merupakan orang-orang penting dari negara mereka.


Tapi sampai sejauh ini, belum ada yang mencurigai seseorang, karena berdasarkan pantauan citra satelit, saat itu cuacanya memang sedang mendung, dan sudah diprediksikan, hujan akan turun di atas samudra Hindia itu.


Kini harapan mereka telah sirna, karena mereka menyadari, akibat ledakan itu, 15 orang utusan dari dua negara mereka telah tewas. Akibat dari itu, tentu saja apa yang mereka inginkan sulit lagi untuk didapatkan kembali. Jadi mereka hanya bisa pasrah dan menunggu orang yang berkompeten untuk menjadi wakil mereka memperjuangkan hak-haknya untuk mendapatkan apa yang selama ini mudah mereka dapatkan.


"Sudah selesai yang mulia!. Orang-orang itu sudah mati, dan tidak akan bisa lagi mengancam yang mulia" Lapor Rambaya pada tuannya.


"Bagus!. Aku senang mendengar itu, walaupun aku juga sudah tahu apa yang terjadi pada mereka. Tapi berita dari kalian ini, sungguh membuat hatiku merasa senang."


"Sekarang kembalilah ke tempat kalian!. Nanti kalau ada pekerjaan besar lagi, aku akan memanggil kalian." Respon Dragon benar-benar senang, hingga menyuruh para pengawalnya, untuk beristirahat.


"Terima kasih yang mulia!. Kami mohon diri." Jawab Rambaya patuh, guna mewakili orang-orangnya.


"Pergilah!. Aku juga ingin istirahat."Sambut Dragon apa adanya.


"Baik!"


Whus!


"Ah leganya!. Setelah apa yang terjadi pada mereka, sekarang ancaman serius itu tidak akan terjadi lagi."


"Aku sudah tahu ini bakalan terjadi. Tapi tidak akan berhenti sampai tujuan mereka itu tercapai."

__ADS_1


"Namun aku tidak akan tinggal diam, dan membiarkannya itu terjadi lagi. Aku akan memblok mereka, dan jika masih tetap melawan, maka kematian lah solusinya." Ujar Dragon pada diri sendiri. kemudian keluar dari ruangannya, dan pergi entah ke mana.


__ADS_2