Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Perubahan wujud kedua


__ADS_3

"Kau lihat itu Dewangga!. Banyak anak buahmu yang sudah menjadi korban!. dan sebentar lagi kau hanya tinggal sendiri!"


"Sementara rakyatmu yang lain tidak bisa membantu, karena mereka bukan siapa-siapa, dan tidak punya kekuatan."


"Oleh karena itu aku sarankan, agar kau menyerah saja. supaya yang mulia Ditya Prabu bisa menghukum mu tanpa harus turun tangan!" Ucap Dragon cukup mengejutkan.


"Apa katamu?. Yang mulia Ditya Prabu?. Jangan bercanda kau anak muda!"


"Dia sudah lama mati dan tidak mungkin bisa kembali?" Respon Dewangga meragukan pernyataan dari lawannya barusan.


"Oh benarkah?. Apakah kau lupa siapa yang mulia itu?"


"Apakah kau tidak berpikir kalau saat ini jiwanya bisa muncul di hadapanmu dan menghabisimu?" Jawab Dragon merasa tertekan.


"Hahahaha!. Mana ada orang yang sudah mati, jiwanya masih hidup dan muncul di dunia ini lagi?"


"Kecuali kalau itu dunia fantasi, apa saja bisa terjadi!"


"Tapi ini dunia nyata. Istana juga nyata. kota juga nyata.?"


"Negara ini dibangun khusus untuk ku, oleh raja bodoh itu!" Reaksi Dewangga sangat menyakitkan.


Whus!


Blam!


Bugh!


"Hugh!. Apa yang terjadi?. Siapa yang memukulku? rasanya sakit sekali! Siapa yang melakukannya?" Ucap Dewangga penasaran.


Kemudian melihat ke kanan dan ke kiri, siapa tahu ada orang yang telah membokongnya. Tapi sekian lama dicari dia tetap tidak menemukan siapa-siapa, kecuali Dragon yang ada di depannya itu.


Kalau Dragon tidak mungkin!. Pikirnya.


Pun sedari tadi dia hanya berdiri saja, tidak nampak bergerak. Tapi entah mengapa tiba-tiba tubuh Dewangga terpental, dan menabrak bangunan yang ada di belakangnya hingga roboh.


Dari mulutnya keluar darah. Dadanya terasa sesak. Matanya terasa perih, dan hidungnya juga berdarah. Tapi siapa yang telah memukulnya barusan dia tidak tau. Sampai pening dia memikirkan itu. Namun tidak ketemu juga siapa yang telah menyerangnya.


Lalu dengan memaksakan diri dia bangkit, lalu terbang ke arah Dragon, dan langsung menyerangnya.


Bhug!


Bam!


"Argh!" Jerit tertahan Dewangga terdengar.


Sekali lagi tubuh Dewangga terpental, dan kali ini jaraknya lebih jauh. Namun dia belum kapok kapok juga. Dengan emosi yang meluap-luap, dia mencoba kembali, dan menyerang Dragon sekali lagi.


Dia yakin yang melakukan itu adalah Dragon. walaupun dia tidak melihat gerakannya, tetapi aura yang di pancarkan oleh tubuhnya sangat luar biasa kuatnya.


Tubuh Dewangga yang hampir mendekat pun dibuat terpental lagi dan lagi, dan itu tanpa perlu Dragon beraksi.


Akhirnya Dewangga menyadari, bahwa yang dihadapinya itu bukanlah Dragon, tetapi ada jiwa lain yang bersemayam di dalam tubuhnya.


"Keluar kau siluman!. Aku tau kau yang telah membantu bocah ini hingga membuat ku terpental berkali kali!"


"Kalau kau tetap membandel, Maka jangan salah kan aku kalau harus membunuh anak ini!" Ucap Dewangga sesaat setelah menyadari bahwa yang menyerangnya tadi bukanlah Dragon, tetapi jiwa lain yang ada di dalam tubuhnya.


"Apakah kau yakin ingin menemui ku bocah sombong?"


"Apakah setelah aku muncul kau akan berani melawan ku?" Reaksi jiwa yang ada di dalam tubuh Dragon memberi jawaban.


"Apa yang aku takutkan?. walaupun kau seorang dewa!. Aku tidak akan takut!"


"Jadi sekarang keluarlah sebelum aku bertindak lebih!" Jawab Dewangga cukup berani.


"Baik!. Sekarang lihatlah siapa aku?"


"Tapi kau jangan menyesal dan melarikan diri!" Respon Ditya Prabu dengan suara bergetar.


Whus!


Blam!


Dhuar!


Tubuh Dragon tiba-tiba berubah, menjadi sesosok makhluk yang sangat perkasa sekali.

__ADS_1


Di atas kepalanya bertengger mahkota terbuat dari emas bertatahkan permata dan berlian. Seluruh tubuhnya dibalut oleh baju kebesaran yang juga berwarna kuning keemasan.


Di tangan kanannya memegang senjata seperti piringan berbentuk lingkaran, yang entah apa namanya itu. Warnanya juga kuning keemasan. Sedang di tangan kirinya memegang tombak seukuran tangan orang dewasa, yang ujungnya bercabang tiga.


Melihat itu Dewangga menggigil ketakutan. Dia tahu siapa orang yang ada di depannya itu. Dia adalah junjungannya. Orang yang sangat ditakuti sekaligus dihormati.


Jika ia telah muncul maka alamat nyawanya akan binasa. Memikirkan itu Dewangga langsung bereaksi dengan berkata." Yang mulia Gusti Prabu! Apakah itu engkau?" Ujarnya mencoba menyapa orang yang sangat dikenalnya.


"Jika aku tahu engkau masih ada. tidak mungkin aku berani menguasai istana atas langit ini?"


"Jadi mohon ampuni aku!. Aku akan mengembalikan istana ini pada yang mulia!" Ujarnya terbata bata.


"Setelah apa yang kau lakukan pada ku, juga pada anak keturunan ku, hingga membuatnya terhina?, seenak saja kau meminta maaf atas kesalahanmu itu?"


"Apakah kau pikir setelah meminta maaf aku tidak akan menghukummu?"


"Jangan mimpi Dewangga!. Kau sudah menyusahkan ku, dengan membuat larangan bagi ku juga buat anak keturunanku untuk memasuki istana ini!"


"Apakah kau pikir keputusan mu itu tidak membuatku sakit hati?"


"Jelas sakit hati!"


"Jadi sekarang terimalah hukuman mu!"


"Hadapi anak keturunan ku ini dengan segenap kemampuan mu."


"Jika kau bisa mengalahkannya, maka aku tidak akan lagi mempermasalahkan apa yang telah kau lakukan selama ini."


"Tapi jika kau kalah, maka bersiaplah untuk menerima hukuman darinya!" Jawab Ditya Prabu sangat menakutkan.


"Aku tidak berani guru. Ilmu ku tidak ada apa-apanya dengan ilmu guru."


"Oleh karena itu mohon ampuni aku guru!. Aku tidak akan melawan lagi." Jawab Dewangga tiba tiba merasa takut, dan memutuskan untuk menyerah saja.


Tapi Ditya Prabu tidak mau mendengarnya. Dia tetap memaksa murid durhakanya itu untuk melawan Dragon, agar tahu siapa yang lebih kuat diantara mereka.


"Sekarang aku akan kembali ke dalam tubuh ini, dan tidak akan ikut campur lagi urusan kalian."


"Aku serahkan nasibmu pada murid keturunanku ini."


"Jika kau berhasil mengalahkannya, maka kau boleh pergi. Tapi jika kau kalah maka bersiap siaplah untuk dihukum!"


"Walaupun tubuh mu sudah berubah menjadi tubuh setengah dewa, tapi baginya kau tidak ada apa apanya."


"Jadi sambutlah kematian mu. yang sebentar lagi akan kau rasakan." Ucap Ditya Prabu memberi peringatan.


Kemudian menghilang dari hadapan Dewangga dan berganti ke tubuh Dragon.


"Aku tidak menyangka bahwa kau adalah anak keturunan dari guruku."


"Jika aku tahu sejak dari awal, maka aku tidak akan mencari masalah denganmu."


"Tapi semuanya sudah terlanjur, dan tanggung untuk diakhiri."


"Oleh karena itu mari kita selesaikan perselisihan ini, agar orang tahu siapa yang lebih kuat di antara kita?"


"Kali ini aku tidak akan sungkan-sungkan lagi dalam melancarkan serangan."


"Jadi gunakanlah seluruh kemampuan yang kau punya, termasuk senjata yang kau miliki."


"Niscaya aku tidak akan lari dari tanggung jawab, karena aku juga akan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk mengalahkan mu." Ujar Dewangga terkesan angkuh, dan sedikitpun tidak ada rasa penyesalan.


"Kalau begitu aku pun tidak akan menyembunyikan lagi kekuatanku."


"Sekarang ayo kita tentukan, siapa yang lebih kuat di antara kita?"


"Namun seperti yang guru kita katakan, jika kau bisa mengalahkan ku, maka dia akan mengampuni semua kesalahan mu."


"Tapi jika kau tidak mampu mengalahkan ku, maka bersiaplah untuk aku binasakan!" Jawab Dragon sangat menakutkan, sehingga membuat Dewangga menjadi tercekat diam.


Tapi bukan Dewangga namanya kalau hanya mendapatkan ancaman seperti itu menjadi takut.


Dia yang sudah malang melintang di banyak pertempuran malah merasa senang, karena baru kali ini ada anak manusia yang berani menantangnya, bahkan sempat membuat hatinya bergetar.


Lalu tanpa ragu-ragu lagi merilis kemampuan tertingginya, yaitu teknik ledakan meteor langit tingkat 10. Salah satu teknik yang ada di peringkat ke-21 dari 100 peringkat tertinggi dari teknik yang ada di kitab Kalamurka.


Melihat itu Dragon hanya tersenyum sinis, karena baginya ilmu tersebut termasuk ilmu rendahan, karena masih kalah jauh dengan teknik yang sama di peringkat ke-19, bahkan dengan peringkat 20 saja masih cukup rendah.

__ADS_1


Tapi karena tidak mau memperlihatkan kelemahannya. Dragon juga merilis teknik yang sama walau namanya sedikit beda, yaitu ledakan meteor semesta, di mana tingkatannya jauh lebih tinggi dari yang diperagakan oleh Dewangga.


Maka dalam sekejap saja tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak meteor, yang tercipta dari aura kekuatan masing-masing.


Akibat aksi mereka itu pertempuran yang sedang terjadi mendadak berhenti, karena aura intimidasi yang ditimbulkan oleh dua kekuatan tersebut sangat terasa sekali.


Hiaaa!


Boom!


Dhuar!


Prang!


Dua kekuatan besar beradu di udara. Masing masing mengeluarkan kesaktiannya. Dragon merilis pukulan inti bumi, di barengi dengan pukulan raja bajra, dan disusul pula dengan ajian Guntur Bimasakti. hingga membuat Dewangga terpental kesakitan.


Belum juga reda rasa sakitnya, Dragon sudah menyerang Dewangga dengan ledakan meteor semesta. dan membuat Dewangga tidak bisa bisa bertahan.


Tangannya yang digunakan untuk membalas serangan ketiga kekuatan itu melepuh, bahkan beberapa jari-jarinya terbakar. apalagi setelah mendapat serangan berikutnya. tubuhnya terbakar semakin parah.


Namun dalam sekejap mata, semua luka-luka itu sudah sembuh dan kembali seperti semula. Jika begini terus, maka Dewangga tidak akan mati, Sementara Dragon akan merasa kewalahan.


Menyadari bahwa pertempuran sudah berlangsung selama 1 jam lebih, maka Dragon langsung merilis teknik tingkat tinggi, yang berada di posisi ke-11 dan 12, yaitu teknik penghancuran semesta dan teknik keserakahan.


Maka dalam sekejap saja langit menjadi gelap dan terasa bergetar. Guntur dan petir bersahut sahutan. Cuaca yang semula cerah berubah menjadi mendung. Awan yang tercipta dipenuhi oleh kilatan kilatan cahaya kemarahan alam.


Sesudah itu kilatan tersebut turun, dan langsung menyerang Dewangga. Dia yang merasa takjub tidak sempat untuk menghindar. Maka tubuhnya telak menjadi korban. Hingga membuat setengah badannya menghitam, dan tidak bisa dikembalikan lagi ke posisi semula.


Melihat itu Dewangga menjadi marah. Lalu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencapai teknik perubahan. Dari tubuh fana menjadi tubuh setengah dewa. dan itu jelas membuat tubuhnya yang tadi menghitam telah hilang, dan berganti menjadi tubuh yang bercahaya.


Perubahan wujudnya itu benar-benar luar biasa. Tubuh yang semula lemah kini telah berubah menjadi luar biasa.


Dragon yang melihat itu sempat terpana, karena baru kali ini dia melihat perubahan wujud yang seperti itu. dan itu terjadi di depan matanya pula.


Tapi bukan Dragon namanya, kalau hanya dengan intimidasi seperti itu akan merasa takut. Dengan entengnya dia juga berubah wujud.


Dengan mengandalkan gabungan dua kekuatan yaitu Kalamurka dan Wahyu Taqwa. Tubuh Dragon menjadi besar, lebih besar dari tubuh Dewangga. Bahkan melebihi tingginya bangunan istana. Sedangkan tubuh Dewangga 10 meter lebih rendah darinya.


Melihat itu anak buahnya tentu saja keheranan, karena baru kali itu mereka melihat tuan mudanya berubah wujud seperti itu.


Raja kera saja yang dari awal tubuhnya sudah besar, kalah jauh dari perubahan wujud tuannya,


sehingga membuat raja kera menjadi semakin yakin, bahwa dia tidak akan rugi mengikuti Dragon.


Maka setelah berubah wujud seperti itu, Dragon menangkap tubuh Dewangga, dengan menggunakan tangan kanannya. kemudian dilemparkan ke bangunan istana, hingga membuat bangunan tersebut hancur.


Tidak sampai di situ saja, Dragon juga mengangkat kaki kanannya, untuk menginjak tubuh Dewangga yang terkapar di tanah, di bawah reruntuhan istananya tersebut.


Dia yang belum siap, tentu saja menjadi korban keganasan kaki besar Dragon, hingga membuat tubuhnya melesak ke dalam tanah, tapi belum mati juga.


Tiba-tiba dari reruntuhan bangunan keluar cahaya yang sangat menyilaukan, sampai membuat kaki besar Dragon harus diangkat, guna menghindari kekuatan dari cahaya tersebut.


Tak lama sesudah itu seluruh bangunan istana jadi hancur, karena cahaya itu ternyata adalah ledakan kekuatan yang berasal dari tubuh Dewangga.


Begitu selesai menghancurkan istananya, Dewangga meloncat ke udara, dan menyerang Dragon dengan menggunakan ajian alam murka, yang berada di posisi 20 dari posisi yang ada.


Tapi kekuatan yang kecil itu tidak cukup untuk membuat tubuh Dragon roboh, bahkan bergeser saja tidak. Melihat itu Dewangga semakin marah, lalu melancarkan serangan tersebut berkali-kali. Namun Dragon tetap saja berdiri, dan tidak berusaha melawan atau menghindar.


Dia ingin menunjukkan kepada Dewangga, bahwa serangan-serangannya tersebut tidak ada apa-apa buatnya. Malah dengan sengaja dia menerima serangan tersebut dengan tangan terbuka.


Namun saat kesempatan ada, yaitu saat tubuh Dewangga sedang melayang di udara, tangan Dragon yang besar serta panjang itu menghantam punggungnya, hingga membuat tubuh Dewangga terpental ke bawah, dan amblas ke tanah sedalam 10 meter.


Tidak cukup sampai di situ saja, kembali Dragon melancarkan serangan terbaiknya. Kali ini dia menggunakan gabungan kekuatan dari Wahyu Taqwa dan Kalamurga, dan dirangkum menjadi satu kekuatan yang kemungkinan bisa membuat Dewangga mati.


Maka ledakan yang dihasilkannya sangat luar biasa, membuat tanah di sekitarnya terbongkar, dan menganga lebar sedalam 20 meter. Siapa saja yang ada di tempat itu turut menjadi korban, kecuali anak buah Dragon, karena mereka sudah diselamatkan terlebih dahulu oleh tuannya.


Sedangkan ribuan prajurit, puluhan jenderal, dan ratusan komandan turut menjadi korban karena mereka tidak sempat untuk menghindar


Kini yang tinggal hanya beberapa orang prajurit saja, karena saat terjadi ledakan dahsyat itu, mereka sempat lari dan pergi dari tempat itu untuk menyelamatkan diri


Sementara tubuh Dewangga yang amblas ke dalam tanah, saat menerima serangan dahsyat tersebut, masih belum mati juga. Sampai membuat Dragon menjadi marah


Tubuh Dewangga benar-benar kebal dari pukulan dan serangan yang dilancarkan oleh Dragon. Padahal Dragon menggunakan ajian tingkat tinggi.


Jadi setelah melihat itu Dragon menjadi tidak sabar. Maka saat tubuh Dewangga keluar dari lobang yang dibuat oleh Dragon, bahkan berusaha menyerangnya. Kaisar pedang, yang selama ini disimpannya, langsung bereaksi, dengan meluncur deras ke arah jantung Dewangga, dan tembus sampai ke punggungnya. Tak lama sesudah itu tubuh Dewangga meledak di udara. dan tidak bisa menyatu kembali.


Sejak saat itu, riwayat Dewangga telah berakhir, dengan kematian yang sangat mengerikan.Anak buahnya juga demikian.

__ADS_1


Kini keadaan menjadi sepi. Seluruh anak buah Dragon sedang terpana melihat perubahan wujud tuannya. Namun tak lama sesudah itu Dragon kembali ke bentuk semula.


"Ayo kita bereskan kekacauan!. Kumpulkan mayat mayat yang berserakan. Kemudian tumpuk menjadi satu, karena aku akan memindahkan mereka ke tempat lain!" Ucap Dragon memberi arahan.


__ADS_2