
"Tidaaaak!"
"Berani nya kau setan?. Kau sudah membunuh murid kesayangan ku!"
"Jika aku tidak sanggup membunuh mu!. maka jangan panggil aku dewa pembunuh setan!" Teriak dan ucap Bergolapati marah. Saat melihat Antoni, murid kebanggaannya itu tewas, akibat terkena teknik inti pedang, yang digabung dengan teknik pukulan Bajra milik Leon
Padahal Antoni sudah membentengi diri dengan Guntur Saketi dan teknik penghancur. Tapi masih kalah juga dari lawannya
Tubuhnya yang terkena jurus tersebut meledak, dan tidak berbentuk lagi
Ternyata saat diserang oleh lima orang itu. Leon berhasil menghindarinya dengan cara terbang. dan malah berhasil menyarangkan pukulannya ke dada lawan yang bernama Antoni itu, dan berhasil pula membunuhnya
Melihat itu guru nya menjadi sangat marah, dan langsung menyerang Leon dengan jurus jurus terlarangnya.Tapi..
Dhuaaar!
Serangan yang mendadak itu hampir tidak bisa dihindari oleh Leon. kalau Dragon tidak turun tangan. Hingga serangan curang itu menjadi gagal total
Tak lama sesudah itu Dragon berkata. "Lawan mu adalah aku Bergo!"
"Jika aku biarkan tindakan curang mu itu. maka aku bukanlah seorang pemimpin yang baik!"
"Karena tindakan mu itu, sekarang aku jadi marah, dan segera akan menghukum mu!"
"Sekarang terimalah hukumanmu itu!. Karena aku tahu kau sudah bosan hidup!"
"Biarkan aku membantu mu untuk mempercepatnya!" Ucap Dragon dengan intonasi tinggi
"Siapa kau sebenarnya?"
"Kenapa kau bisa menghancurkan serangan ku?"
"Apakah kau juga menguasai ilmu itu?" Reaksi Bergo tidak percaya
"Hah!. Dasar orang tua pikun!"
"Bukankah sudah ku kasi tahu, bahwa aku adalah suara yang seharusnya kau dengar!"
"Apakah kau pura pura lupa orang tua?" Jawab Dragon kesal
"Tapi bagaimana bisa?. Di usia mu yang masih muda itu, sudah menguasai ilmu dari kitab Kalamurka. Bahkan jauh lebih tinggi dari yang sudah aku kuasai?" Reaksi Bergo tidak percaya
"Bergo! Bergo!. Apakah kau pikir cuma diri mu yang bisa mempelajari ilmu itu dan menguasainya dengan sempurna?"
"Aku juga bisa!. Bahkan jauh lebih banyak dari yang kau kuasai!"
"Lihat ini!. Mungkin kau juga sudah melihatnya di kitab kala murka itu?"
"Teknik mata bintang!. Meledak lah !. dan bakar orang itu hingga tidak tersisa!" Teriak Dragon lantang
"Tu tu tunggu!. Ja ja jangan curang!"
"Itu ilmu tertinggi ke enam dari sepuluh teknik kuasa ilahi!"
"Jika kau menggunakannya. Seluruh orang orang kita akan mati!, dan tempat ini akan rata dengan tanah!"
"Jadi jangan kau gunakan teknik itu!. Karena aku belum sempat mempelajarinya!"
"Tapi jika kau berani!. Hadapi aku dengan ilmu ini!"
"Godam seribu tangan!. Hancurkan orang itu berikut anak buahnya!" Ucap Bergolapati gugup, namun penuh kelicikan
Kemudian secepat kilat mengangkat tangannya ke atas, dan tiba tiba ribuan palu besar meluncur ke bawah, dan menyasar Dragon serta anak buahnya
Melihat itu Dragon hanya tersenyum saja. Lalu dengan mudahnya menciptakan palu yang lebih besar dan banyak serta terbang menuju palu yang sedang meluncur itu. Dan hasilnya adalah...
Duar!
Bamm!
Boom!
Dhuar!
Seribu palu milik Bergolapati, yang masing masing seperti di pegang oleh seseorang, hancur di udara, dan mengakibatkan ledakan yang sangat luar biasa di atas sana
Bergolapati yang melihat itu jadi merinding. Tubuhnya sempat terdorong karena benturan itu. Jiwanya jadi terguncang, dan kakinya menggigil ketakutan
Tapi dasar manusia sombong. Dia masih juga menantang Dragon untuk adu ilmu yang lain. Dan itu adalah mata dewa penghancur. Yang dia kira bisa membuat lawannya takut
"Kalau kau tidak mati dengan godam seribu tangan itu! maka sekarang terimalah serangan ku ini!"
"Mata dewa penghancur!. Bakar tubuh orang itu dengan sinar mu!"
"Jangan biarkan jasadnya utuh!. Bunuh!"
Nguing!
__ADS_1
Slash!
Slash!
Boom!
Boom!
Dua berkas sinar merah darah, yang keluar dari mata Bergo, meluncur ke arah Dragon, dan tidak memberi kesempatan padanya untuk mengelak. Sudah dipastikan bahwa tubuhnya akan tertembus sinar yang mengerikan itu
Tapi Dragon tidak bereaksi. Malah seakan menunggu sinar itu sampai, dan membiarkannya berbuat sesuka hati
Namun apa yang terjadi? Bukan tubuh Dragon yang hancur. Tapi sinar itu sendiri yang terpental, walau sempat menabrak tubuh Dragon dan telak mengenainya
Segera setelah itu Dragon berkata. "Sudah puas Bergo?. Sekarang giliran ku pula!"
"Terimalah ilmu yang sama, dan tahan seperti ku tadi!"
"Ingat!. Jangan coba-coba untuk menghindarinya!" Ucap Dragon sangat berwibawa
"Tu tu tunggu!. Jangan lakukan itu!"
"Kalau kau benar benar kuat. Tahan dua serangan ku lagi!"
"Kalau kau bisa bertahan dan tidak mati!. Aku akan mengakui mu sebagai orang kuat. Dan aku akan pergi dari sini!" Ucap Bergolapati mencari alasan
"Pergi kepala mu!"
"Dua kali kau menyerang ku. Dan punya niat untuk membunuh ku!. Malah enak enak ingin pergi setelah menyerang ku!"
"Apakah kau pikir aku bodoh ha!" Jawab Dragon tidak senang
"Bu Bu bukan begitu!"
"Coba kau lihat anak buah ku di sana!. Mereka sudah banyak yang mati!"
"Hanya tinggal setengahnya saja!"
"Jika terus dibiarkan. maka aku akan kehilangan seluruh anak buah ku, dan aku akan sangat terguncang sekali!"
"Untuk saat ini aku belum bisa menerimanya!"
"Jadi tolong ampuni aku juga murid murid ku itu!"
"Aku tidak menyangka bahwa kau sekuat itu!"
"Sebagai bentuk ketulusan ku. akan aku akan berterus terang padamu, dan mengatakan, dari siapa aku mendapatkan ilmu itu!"
"Dia adalah Nyai Perumbi, guru dari guru ku."
"Dari dialah aku mendapatkan kitab salinan kalamurka itu, dan mewariskan kitab itu pada ku. Karena katanya aku orang yang berbakat."
"Itu terbukti setelah aku mempelajari. bisa mengungguli guruku sendiri, yang hanya bisa menguasai satu jurus saja selama bertahun tahun!"
"Berbeda dengan ku. Hanya dalam tempo tiga tahun. Aku sudah menguasai lima jurus terlarang, dan sudah menguasai belasan jurus biasa lainnya."
"Sekarang ini aku sedang mempelajari jurus terlarang ke lima, yaitu teknik menyerap roh semesta. Tapi aku tidak bisa."
"Malah jiwa ku sendiri yang tersedot kedalamnya."
"Oleh karena itu!. Aku jadi lemah sekarang!" Ucap Bergolapati cukup panjang sekali
"Kalau sudah tahu kelemahan sendiri, kenapa masih berbuat jahat, dan malah membela orang yang jelas jelas salah asuhan itu?" Tanya Dragon menanggapi cerita Bergolapati tersebut
"Aku mengaku salah!" Jawab Bergo penuh penyesalan palsunya
"Aku hanya menuruti keserakahan ku saja."
"Memerangi mu ini, hanya demi mendapatkan kitab Wahyu Taqwa, yang aku tahu tidak akan bisa aku pelajari, karena aku bukan keturunan raja yang sangat sakti itu!"
"Tapi karena ingin menyenangkan nenek guru ku itu, maka aku nekat berurusan dengan mu."
"Jika aku menang. maka dia akan mengajari ku ilmu ilmu lainnya. Termasuk mata bintang itu."
"Tapi jika aku kalah!. Maka bersiaplah untuk mati!"
"Oleh karena itu jangan kau laksanakan niat mu untuk membunuh ku, sebelum Aku menguasai ilmu-ilmu lainnya."
"Jadi tolong ampuni aku!"
"Jika kau mau menghabisi Bison yang bodoh ini. lakukanlah!"
"Aku tidak akan menghalanginya. Dan terserah apa yang ingin kau lakukan padanya!"
"Tapi aku mohon!. Sebelum itu semua terjadi. Terimalah dua serangan ku lagi. Setelah ini aku akan pergi!" Jawab Bergolapati terus mencari alasan
"Kakek!. Apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Bukankah aku ini cucu mu?" Reaksi Bison keheranan
"Aku bukan kakek kandung mu bodoh!"
"Aku hanya kakek titipan dari Bramantyo kurang ajar itu!"
"Jadi jika kau mati. Tidak akan menjadi beban buat ku!" Jawab Bergolapati sungguh tega sekali
Kemudian meludah ke tanah. dan hampir mengenai Bison
"Dasar orang tua tidak tahu diri!"
"Kakek ku telah menitipkan ku padamu dengan imbalan besar, termasuk organisasinya itu!"
"Tapi kau malah mencurangi nya, serta tega meracuni kakek ku secara diam diam!. Demi ingin menguasai harta kekayaannya itu!"
"Jika hari ini aku tidak membalas dendam!. Maka arwah kakek ku tidak akan tenang di atas sana !" Reaksi Bison sangat marah
Lalu menyerang bergolapati dengan segenap ilmu kesaktiannya, termasuk ilmu sihirnya, dan telak mengenai tubuh Bergo
Tak cukup sampai di situ. Tinju guntur nya juga sukses masuk, dan mengenai dada Bergolapati, hingga membuatnya terjengkang ke belakang, sambil meringis menahan marah
"Kurang ajar!. Dari kecil ku didik kau agar menjadi orang yang kuat!"
"Ternyata setelah berhasil. Kau gunakan kekuatan itu untuk menyerang ku!"
"Jika terus ku biarkan. Aku akan sangat menyesal sekali."
"Maka hari ini aku harus membunuhmu!" Reaksi Bergo sangat marah
"Sekarang kau lihatlah!. Kekuatan tinju Guntur yang sesungguhnya!"
"Terimalah ini!"
"Guntur pembelah semesta!"
"Hancurlah!" Teriak Bergo lantang, dan...
Zeb!
Whus!
Ngung! Ngung!
Boom!
Dhuar!
"Aaaarrkkhh!" Teriak Bison kuat kuat, saat tubuhnya dihantam oleh sebuah kekuatan maha dahsyat, yang dilancarkan oleh kakeknya itu, hingga membuat tubuhnya terlempar jauh, dan jatuh di depan anak buahnya
Pertarungan sengit antara anak buah Dragon dan murid murid Bergolapati jadi terhenti. Semua jadi diam. dan berpikir keras. Kenapa seorang kakek tega membunuh cucunya sendiri, dan itu terjadi di depan mata mereka pula
"Mungkinkah ada perselisihan yang terjadi di antara mereka?" Batin orang orang tersebut dalam hati
Dragon yang melihat kejadian itupun tidak bisa berbuat apa apa. Dia hanya diam serta membiarkan perselisihan antara Bergolapati dan Bison itu terjadi. Karena kalau tidak Bergo yang menghabisi. Maka dia yang akan melakukannya
Namun saat melihat tubuh Bison hangus dengan dada berlubang dan menganga lebar. Dragon jadi kecewa, dan terlambat untuk menyesalinya
Dia berpikir, kenapa Bison harus mati ditangan orang lain, bukan ditangannya?. Seperti Itulah pikiran Dragon saat ini
"Tuan muda!. Aku sudah membunuh cucu brengsek ku itu!"
"Jadi aku mohon!. Tolong ampuni nyawa orang tua tak berguna ini!"
"Jika kau ingin membunuh murid murid ku. maka bunuh lah!"
"Tapi tolong jangan kau bunuh aku!" Ucap Bergolapati seperti ingin lepas tangan. Dan memohon mohon agar Dragon sudi mengampuninya
Dia sadar bahwa Dragon bukan lawannya. karena Dragon terlalu kuat, dan Bergo tidak sanggup untuk menghabisinya, seperti yang nenek gurunya sebutkan itu
Namun Dragon bukanlah orang yang mudah untuk dibohongi Dia bisa membaca isi hati dan pikiran dari Bergolapati. Oleh karena itu saat mendengar musuhnya memohon-mohon seperti itu, Dragon hanya tersenyum sinis saja Kemudian berkata.
"Kau pikir aku orang bodoh Bergo?"
"Aku tahu tindakanmu itu dilandasi oleh rasa egomu yang terlalu tinggi!"
"Demi untuk menyelamatkan diri sendiri, kau sanggup mengorbankan orang yang telah kau besarkan sejak kecil!"
"Bahkan kau sanggup juga mengorbankan murid-murid yang telah kau didik selama ini!"
"Apakah kau masih pantas disebut manusia?"
"Jika aku membiarkan orang licik sepertimu tetap hidup. maka aku bukanlah seorang penegak kebenaran!"
"Oleh karena itu dengan terpaksa. Aku akan menghabisi mu, dan menyerahkan murid-murid terkutuk mu itu pada orang-orang ku!" Jawab Dragon sangat menusuk sekali
"Kakek Abi!. Paman Burgon, komandan Langit, Awan dan Bumi serta semua pengawal ku!. Cepat kerahkan ilmu tertinggi kalian, dan habisi orang orang itu!" Ucap Dragon memberi perintah
__ADS_1