Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Ilmu kepalan batu


__ADS_3

Keesokan harinya. Rombongan Dragon sudah terlihat di tempat lain. Atau tepatnya di lereng gunung, yang sebagian besarnya terdiri dari material batu dan benda benda padat lainnya


Penduduknya terdiri dari orang orang yang jarang bersosialisasi dengan orang lain. Karena tempatnya sangat terisolir sekali, dan akses jalannya pun susah


Tapi buat Dragon dan orang orangnya, hal itu bukan menjadi halangan yang berarti


Mereka datang dengan menggunakan teleportasi Wahyu Taqwa, suatu ilmu yang selalu digunakan oleh Dragon bila ingin bepergian


Hal itu dilakukan, kalau akses jalan ke tempat tersebut sulit ditempuh. Baik dengan jalan darat, air ataupun udara


Lagipula Dragon tidak mau berlama lama, untuk menuju tempat yang ingin dia tuju. Makanya dia selalu memanfaatkan keahliannya tersebut


Jadi satu menit setelah mereka pergi, rombongan itu sudah sampai di tempat lain, dan sedang mencari orang yang bisa ditanya


"Kemana orang orang kampung ini?. Kenapa tidak ada satupun yang terlihat?" Tanya Abhicandra pada diri sendiri.


"Sebarkan aura kesadaran mu kek. Maka kakek akan menemukan keberadaan mereka."


"Mereka sedang bersembunyi di rumah rumah gua itu, dan takut untuk menemui kita." Jawab Dragon membantu memecahkan rasa penasaran anak buahnya


"Ah kenapa kakek lupa ya?" Respon Abhicandra malu malu


Kemudian mengerahkan tenaga dalamnya, lalu disebarkan ke seluruh tempat itu, untuk merasakan keberadaan mereka


"Benar!. Mereka sedang bersembunyi di dalam gua itu tuan muda!"


"Jumlah yang bisa kurasakan tidak banyak. Tapi jauh di dalam perut bumi, sepertinya jumlah mereka cukup banyak"


"Sebenarnya tempat apa ini?. Kampung atau pertambangan?" Ucap Abhicandra merasa penasaran


"Paman Burgon!. Bawa 25 pengawal untuk menyelidiki tempat ini!"


"Laporkan kalau ada kejanggalan!"


"Sementara komandan Langit dan kawan kawan. Bersiap di pintu gua. Siapa tahu ada jebakan."


"Aku mencurigai tempat ini sebagai pertambangan ilegal. karena tidak ada papan penandanya."


"Oleh karena itu cepat bagi tugas, dan laksanakan perintah ini!" Ucap Dragon tegas


Tak lama kemudian, Burgon sudah membawa 25 orang anak buahnya, untuk mengelilingi perumahan di lereng gunung itu, sekaligus memeriksa, siapa tahu didalam rumah tersebut ada orangnya


Tapi setelah di periksa cukup lama, tak satupun penghuninya dijumpai. Yang mereka lihat, hanya peralatan rumah tangga pada umumnya


Berarti rumah tersebut masih berfungsi. Cuma penghuninya pada keluar


Sementara Komandan Langit, bersiaga didekat pintu gua, yang tak begitu jauh dari rumah rumah itu, dan bersiaga di sana


Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, Dragon tidak mau mencelakai anak buahnya. Oleh karena itu, sebelumnya memerintah tersebut, Dragon sudah memasang formasi terlebih dahulu, agar anak buahnya bisa terlindungi


Orang orang yang tadi sempat mengintip rombongan Dragon, bergegas pergi dari situ, dan masuk ke dalam lorong goa, untuk melapor pada ketuanya


Ternyata mereka itu bukan penduduk desa atau kampung, tapi pengawal pertambangan, yang bertugas mengamankan lokasi


Bila ada orang datang, maka mereka harus menutup pintu gua. Tapi saat ini, pekerjaan itu tidak sempat mereka lakukan, karena rombongan Dragon datangnya secara tiba tiba


Begitu sampai, salah seorang komandan memberi laporan pada ketuanya. "Lapor bos!. Diluar ada lima puluhan orang, yang datang dengan cara aneh!"


"Sekarang mereka sedang menyelidiki tempat ini!"


"Jadi apa yang harus kami lakukan bos?" Ucap pengawal itu melaporkan


"Keluar dan tangkap mereka!."


"Bawa ke sini untuk dijadikan budak!" Jawab ketua kelompok itu tegas

__ADS_1


"Siap laksanakan ketua!" Jawab dua ratus pengawal tambang itu tegas juga


Kemudian bergegas pergi dari tempat itu, dan langsung menuju pintu gua


Begitu sampai, mereka melihat belasan orang sedang memasuki pintu gua. Tapi langkah mereka terhenti, saat pengawal tambang keluar dari dalamnya


Masing masing mereka memegang senjata berupa pedang, tombak dan cemeti. Bahkan ada yang memegang pistol. Mungkin itu pemimpinnya


Sikap orang yang baru keluar itu, rata rata tidak ramah dan bersahabat. Pandangan sangat menusuk, dan penuh dengan permusuhan


Bumi juga yang lain merasa tidak senang. Mereka yang terdiri dari orang orang sakti, harus berada dibawah tekanan orang lain


Tanpa dikomando, langsung menghentakkan kakinya ke tanah, dan ingin membuat orang orang yang melotot itu terperosok ke dalamnya


Sontak saja tanpa aba aba. Puluhan orang tersebut masuk kedalam cekungan, yang dibuat oleh Bumi, dan terjepit di dalamnya


Tidak sampai disitu. Para pengawal lain juga ikut mengambil peran


Mereka ingin menjajal kesaktian ilmu inti pedang pada orang lain, dan hasilnya sangat mencengangkan sekali


Puluhan orang yang sedang terjepit tanah itu langsung mati, karena dihantam oleh berbagai ilmu kesaktian, dan itu tidak bisa dicegah lagi oleh Dragon


Ada yang menyerang dengan menggunakan pisau angin. Ada yang mengeluarkan elemen tanah. Bahkan ada yang menyerang mereka dengan menggunakan petir


Tindakan mereka tentu saja membuat orang orang itu terkejut, dan berusaha lari ke dalam gua, untuk meminta perlindungan pada bos besar mereka


Sedangkan yang tak sempat lari. Tubuh mereka menjadi bulan bulanan anak buah Dragon


Kali ini mereka menggunakan ilmu biasa, yang mereka kuasai sudah cukup lama


Karena tindakan mereka itu. Lebih dari 167 orang menjadi korban. Ada yang langsung mati. Ada yang cuma terluka, Bahkan ada yang langsung menjadi debu


"Cukup!. Jangan dilanjutkan lagi!"


"Mereka sudah menyerah!" Ucap Dragon dengan suara kuat


"Maaf tuan muda!. Izinkan paman memindai ruangan gua, dengan mata sakti ku ini!"


"Aku yakin mereka bisa terlihat, agar tidak turut menjadi korban!" Ucap Burgon datang menyela


"Silakan paman Burgon!. Lakukan tugas mu!" Jawab Dragon senang


Sebenarnya sudah sejak awal mereka datang, Dragon sudah melihat orang orang itu, bahkan orang orang yang sedang bekerja di dalamnya pun dia lihat


Cuma Dragon tidak mau mengecilkan peran pengikutnya. Mereka harus ikut berkontribusi, agar ilmu mereka ada manfaatnya. Hitung hitung sebagai latihan


"Lapor tuan muda!. Di dalam gua ada lebih dari seribu orang, yang dijadikan pekerja tambang!"


"Kondisi mereka sangat memperihatinkan sekali.!"


"Mohon tuan muda perintahkan pada kami, untuk menyelamatkan mereka, dari tindakan pemaksaan itu. Sekaligus memberi pelajaran pada penjahat itu." Ucap Dragon sangat berharap


"Maaf paman!. Di dalam gua ada banyak jebakan, yang jika sepintas diperhatikan tidak bisa terlihat."


"Sebelum jebakan itu di hancurkan. Aku melarang kalian untuk masuk!" Jawab Dragon tegas


"Kakek Abi. Paman Leon, Jenifer, juga komandan Langit Awan dan Bumi! "


"Hancurkan tempat ini, dan buka pintunya sedikit lebih besar!"


"Dengan hancurnya mesin pengatur jebakan tersebut. Otomatis akan mematikan jebakan jebakan itu!"


"Setelah semuanya hancur, baru kalian boleh masuk." Ucap dan jawab Dragon memberi arahan


"Siap tuan muda!" Jawab mereka semangat

__ADS_1


Kemudian mengambil ancang ancang, untuk melaksanakan perintah itu


Saat mereka tengah bersiap siap. Terdengar lagi suara Dragon. Memberi arahan pada anak buahnya. "Kerahkan tenaga kalian, agar bisa membuat gua itu rata dengan tanah!"


"Aku ingin melihat, ada bahan tambang apa yang sedang mereka ambil di dalamnya!"


Tak lama kemudian Dragon terdengar berteriak "Sekarang!. Lepaskan!"


Swush!


Slash!


Swing!


Boom!


Boom!


Gua yang yang tadinya tinggi, yang terbuat dari batu cadas keras, jadi hancur berantakan, dan rata dengan tanah. Alat pengontrol jebakan hancur tidak tersisa


Sekarang tempat itu sudah berubah menjadi tanah lapang. khusus dimana alat jebakan itu dipasang


Yang tinggal hanya kerangka jebakan, yang terbuat dari besi padat, runcing dan panjang. Menyerupai tombak dan anak panah


Sedangkan lorong gua masih utuh, walau sudah berubah bentuknya


"Komandan Bumi juga kalian yang menguasai elemen tanah!"


"Bongkar lorong gua itu, dan buat menjadi lebar!" Ucap Dragon memberi perintah


"Siap laksanakan!" Jawab mereka tegas sekaligus semangat


Bumi yang berperan sebagai komandan. Mengambil inisiatif untuk memimpin yang lain agar mengikutinya.


Kemudian memberi aba aba pada mereka ."Kerahkan kekuatan kalian, dan hantam batu itu dengan sekuat tenaga!"


"Sekarang!"


Zeb!


Zeb!


Blar!


Boom!


Boom!


Dalam sekejap saja. Lorong gua itu sudah berubah menjadi lapang, hingga terlihat ruangan lain yang jauh lebih besar dari ruangan yang sudah dihancurkan


Ternyata di sanalah para pekerja itu ditempatkan. dan tidak boleh keluar, kecuali kalau ada yang mati


"Kurang ajar!. Beraninya kalian menghancurkan istana ku!"


"Tak tahukah kalian siapa aku?"


"Kalau hari ini tidak menghajar kalian. Maka jangan panggil aku manusia batu!" Ucap pemimpin kelompok itu marah


"Katakan siapa kalian?. Dan mengapa menyekap orang orang itu, untuk dijadikan pekerja tambang?" Tanya Dragon merasa tidak senang


"Bukan urusan mu anak kecil!. Pulang sana dan menyusu pada ibu mu!" Jawab Zabuya ketus, dan malah menghina Dragon


"Kurang ajar!. Seperti nya kau harus diberi pelajaran!" Respon Abhicandra marah. Kemudian mengirimkan pukulan jarak jauhnya untuk mencelakai Zabuya


Tapi tidak disangka, Zabuya mampu menahan pukulan itu, dengan sebuah ilmu aneh, yang belum pernah dilihat oleh Abhicandra

__ADS_1


Tapi Dragon jelas saja mengetahuinya. karena ilmu tersebut berasal dari kitab Kalamurka, yang salah satu diantaranya berupa ilmu kepalan batu, yang lebih keras dari batu itu sendiri


Karena penasaran Dragon maju bertanya. "Katakan!. Apa hubungan mu dengan Tohpati?. Hingga kau menguasai ilmu kepalan batu itu?" Ucapnya bertanya


__ADS_2