
"Usaha mu sangat bagus anak ku. Hanya dalam waktu singkat kau sudah bisa menaklukkan gurun Sahara."
"Kalau itu ayah belum tentu bisa?"
"Jadi mengingat itu ayah rasa kau sudah pantas memegang kendali Birawa Group, dan mengolah ratusan perusahaan di dalamnya."
"Kedepannya ayah ingin pensiun saja dari bisnis ini, dan menyerahkannya pada mu." Ucap Dion sesaat setelah bertemu dengan anaknya itu.
"Ya!. buyut juga setuju dengan usul ayah mu itu. karena dia sudah cukup tua."
"Sudah saatnya dia istirahat, apalagi buyut mu ini?" Sambung tuan Birawa menguatkan usul dari cucunya tersebut.
"Draco rasa belum saatnya ayah, kakek, juga ibu. karena Draco merasa ayah masih kuat untuk menjadi pengendali Birawa Group."
"Apalagi dengan adanya dewa obat juga ditambah dengan ku. itu bisa menjadi nilai plus untuk ayah tetap bisa bertahan sampai usia 60 tahun?"
"Sekarangkan belum?, dan itu masih lama lagi?"
"Kalau eyang buyut mungkin?" Jawab Dragon berusaha menolak tawaran dari ayahnya itu.
"Pokoknya ayah mau kau menerimanya!. Tidak ada alasan lain!" Bantah ayahnya tidak terima.
"Apalagi usia mu sekarang sudah cukup dewasa. dan sudah saatnya untuk menikah!"
"Bagaimana pun juga kami berdua sudah tidak sabar lagi ingin menimang cucu!" Sambung ibunya pula.
"Ya, Dyah juga setuju kalau kak Daco menikah cepat. biar Dyah punya teman untuk bermain." Celetuk Dyah cukup mengejutkan.
"Apa hubungannya antara mengelola perusahaan dengan menikah ha?"
"Draco baru berusia 19 tahun juga, belum genap 20 tahun?"
"Lagi pula Clara masih sekolah?.Apalagi Anong Achara itu?
"Jadi tidak ada alasan bagi kalian untuk memaksa ku supaya cepat cepat menikah."
"Karena Draco juga belum siap untuk itu?" Ucap Dragon mencari alasan.
"Kalau masalah menikah masih bisa di tunda, tapi masalah memegang kendali perusahaan itu harus!"
"Jadi tiga hari dari sekarang persiapkan diri mu untuk menerima penyerahan itu!" Jawab Dion tegas dan sudah tidak bisa ditawar tawar lagi.
"Kalau begitu keputusan Ayah, Draco terpaksa harus menerimanya."
"Tapi jika nanti Draco tidak sanggup, maka Draco akan menyerahkan kembali perusahaan tersebut kepada ayah." Respon Dragon terkesan merendah.
"Tidak bisa!. Dalam masalah manajemen mengelola perusahaan, bahkan segala sesuatu yang berkenaan dengannya, kau sudah S3, bahkan sudah menyandang gelar profesor pula!"
"Jadi sudah tidak ada alasan tidak sanggup, apalagi menolaknya supaya lepas dari tanggung jawab!"
"Ayah ingin kau menunjukkan pada dunia bahwa kau bisa!" Jawab Dion tegas.
"Yah apa boleh buat?. Draco akan mencoba menerimanya walau sangat berat dalam hati." Respon Dragon dengan ekspresi lemah.
"Salam semuanya!. Mohon maaf karena saya mengganggu." Ucap seseorang yang baru saja datang tersebut dengan suara yang direndahkan.
"Oh guru Gentala!. Silakan duduk!" Respon tuan Birawa cepat.
"Guru!. Kapan datang?. Kenapa tidak mengabari ku?" Reaksi Dion pula.
"Kakek!. Ada apa? sepertinya ada masalah besar yang terjadi?" Ucap Dragon malah bertanya.
"Coba lihat dengan mata batin mu itu ketua, apa yang ada di atas langit padepokan kita!"
__ADS_1
"Bukankah itu sebuah pertanda yang diturunkan dari langit untuk menyambut seseorang yang akan dipersiapkan untuk mempersatukan dunia?"
"Tanda tanda itu juga ada di kota ini."
"Bukankah itu bukan suatu kebetulan belaka?"
"Jadi kakek yakin, pertanda itu adalah kode untuk kita mawas diri dan Waskita?" Jawab Gentala apa adanya.
"Benarkah itu guru?. Kenapa kami tidak mengetahuinya?" Respon Dion tidak menyangka.
"Jangankan kamu!. Guru saja tidak tau kalau tidak terhubung dengan aura kesadaran ketua perguruan?"
"Setelah tersambung, tanda tanda itu baru muncul, hingga membuat murid murid perguruan jadi ketakutan."
"Mereka mengira itu tanda azab atau kutukan. Tapi setelah diperhatikan itu bukan tanda kutukan yang dimaksud, tapi tanda bakal mendapatkan keberkahan."
"Namun berkah apa itu belum bisa diketahui?"
"Mungkin ketua bisa menjelaskannya?" Jawab Gentala atau Sambudi berterus terang.
"Biasa saja ayah, kakek juga yang lainnya."
"Draco sudah tahu itu sejak lama, tapi Draco belum mau memberitahu kalian akan adanya fenomena di atas langit dua tempat tersebut."
"Namun karena belum saatnya untuk kalian tahu, maka Drago mendiamkan nya saja. sampai pada saatnya kalian tahu."
"Tapi karena kakek Gentala sudah membukanya, maka Draco akan memberitahu apa makna dari tanda tanda itu."
"Yang pertama, terutama yang ada di kota emas ini adalah. pertanda Draco akan menjadi penguasanya."
"Yang kedua, yang ada diatas langit perguruan Wahyu Taqwa juga bermakna sama."
"Yaitu kedudukan Draco di sana akan dikukuhkan oleh langit, dan harus menurunkan ilmu tingkat tinggi yang berasal dari kitab Kalamurka dan kitab kitab lainnya, kecuali Wahyu Taqwa."
"Tanda itu juga pernah ada di langit benua gurun dan padang gersang, yang saat ini sudah berada dibawah kekuasaan Draco."
"Tanda itu berarti memberitahu kepada dunia, bahwa Draco akan menjadi penguasa tapi bukan menjajah nya."
"Sekarang tanda itu berada di dua tempat pula, berarti apa yang ayah, kakek, ibu juga yang lain usulkan itu ada kena mengena nya dengan tanda itu."
"Oleh karena itu jangan kalian risau kan. Itu bukan tanda ketukan, tapi malah keberkahan." Ujar Dragon memberi penjelasan.
"Apakah ada hal yang seperti itu anakku?. Apakah hanya bualan orang semata?" Tanya Ivory merasa penasaran.
"Ada ibu!. Itu buktinya."
Tik!
Blar!
Maka terbukalah atap villa tersebut, yang sebenarnya itu tidak, hanya sengaja dibuat transparan saja, agar ibunya bisa melihat apa yang diucapkannya barusan.
Tapi reaksi yang ditunjukan oleh Ivory sangat luar biasa. sampai ia mencengkram lengan suaminya sambil berkata. "Apa itu suamiku?. Apakah itu tanda yang disebutkan oleh gurumu tadi, juga oleh anak kita?" Ucapnya.
"Aku juga tidak tahu. mungkin itu iya?" Jawab Dion juga penasaran.
"Draco?"
"Iya ibu. Itulah yang Draco maksudkan tadi!" Jawab Dragon apa adanya.
"Wah cantiknya!, seperti pelangi!"
"Tapi apa itu?. Kok ada bintang dan benda benda langit?"
__ADS_1
"Apakah itu akan jatuh di kota kita kakak?"
"Lalu bagaimana kita, mati dong?" Reaksi Dyah penuh keterkejutan.
"Hus!. Itu bukan benda benda langit, tapi aura yang akan masuk ke tubuh kakak, saat dikukuhkan oleh ayah kita untuk memegang Birawa Group."Jawab Dragon berterus terang.
"Lalu yang ada di atas langit perguruan bagaimana?. Apakah itu juga akan masuk ke tubuh kakak?" Tanya Dyah lagi.
"Ya tentu saja!. Sebagian besarnya akan masuk ke tubuh kakak, dan sebagiannya lagi akan masuk ke tubuh murid murid perguruan, termasuk ke kakek Gentala ini."
"Dyah maulah kak, biar tubuh Dyah semakin kuat!" Respon Dyah merasa senang.
"Belum waktunya kau menyerap aura itu, karena level mu masih rendah."
"Nanti setelah mencapai level 9, baru tubuhmu akan mampu menerima aura kekuatan yang sebesar itu."
"Untuk saat ini belum. Jadi harap bersabar ya?"Jawab Dragon berusaha menenangkan adik tersayangnya itu
"Ah kakak pelit!. Dyah tak sayang sama kakak!" Respon Dyah pura pura marah.
"Dyah!. Jangan ganggu konsentrasi kakakmu! Biarkan dia menjelaskan kepada kita apa arti dari fenomena tersebut?" Tegur tuan Birawa pada cucu buyutnya itu agar tidak mengganggu.
"Buyut sama saja!. Marah sama Dyah tak menentu!" Jawab Dyah mencengangkan.
"Eh!. Sudah mulai berani menjawab ya?" Reaksi Ivory tidak senang.
"Maafkan Dyah ibu. habis kesal sih!. Kakak tu?" Jawab Dyah masih juga berusaha bertahan.
"Ehm!" Respon Dion memberi kode pada anak gadisnya itu untuk diam.
Dyah langsung terdiam, dia tahu apa arti dari kode tersebut, apabila tidak dipedulikannya, maka bersiap-siaplah untuk kena hukum. Oleh karena itu dia tidak berkata apa-apa lagi.
"Sekarang jelaskan lagi. Bagaimana dengan fenomena yang ada di langit Afrika itu?. Apakah semuanya masuk ke dalam tubuh mu?" Tanya Dion pula.
"Benar ayah!, yaitu saat Draco mengerahkan sebuah kekuatan gabungan Kalamurka dengan Wahyu Taqwa, yaitu teknik penghancuran semesta."
"Saat dua kekuatan itu bergabung, saat itu juga aura kekuatan dari langit masuk ke tubuh Draco, hingga membuat level kekuatan Draco meningkat pesat."
"Yang biasanya masih berada di level langit dan bumi, sekarang sudah berada di level langit, dan sebentar lagi apabila di seluruh daratan bumi ini auranya masuk ke tubuh Draco, maka levelku akan naik menjadi tingkat semesta, yang sudah sulit dicari tandingannya."
"Saat itulah Draco akan dikukuhkan oleh para pemimpin dunia, untuk menjadi pemimpin mereka." Jawab Dragon menjelaskan apa adanya dan tidak ada yang ditutup-tutupinya lagi.
"Berarti setelah semua kekuatan langit dan bumi masuk ke dalam tubuhmu, kau sudah bukan manusia lagi?" Respon Ivory terdengar mengkhawatirkan keadaan anaknya.
"Bukan begitu juga ibu juga yang lain."
"Draco akan tetap menjadi manusia biasa. Cuma bedanya kalau sekarang Draco hanya menguasai dua tempat itu, tapi nanti akan menguasai semuanya."
"Namun dalam artian bahwa Draco yang akan menjadi pemimpin di seluruh tempat tersebut." Jawab Dragon kembali menjelaskan apa adanya, sampai membuat Ivory juga yang lain menjadi paham.
"Baguslah kalau begitu!. Ibu takut setelah ini kau akan pergi." Respon Ivory tidak beralasan.
"Bukankah kita masing masing sudah mempunyai Avatar sendiri?. Kenapa harus di risau kan?"
"Kalaupun nanti nya Draco akan menempati suatu tempat, yaitu bukan di kota ini lagi, tapi Avatar Draco kan tetap akan ada di sini?"
"Sementara Avatar yang lainnya akan mendiami tempat tersebut?. Bukankah itu mudah ibu?" Jawab Dragon tegas dan cukup membuat ibunya tenang.
"Baiklah kalau begitu!. Kebetulan guru dan kakek mu ini sudah ada di tempat kita. Jadi tiga hari dari sekarang, ayah akan membuat perhelatan besar yang dipusatkan di kota ini."
"Agenda utamanya adalah penyerahan kekuasaan Birawa Group kepada mu."
"Untuk itu ayah berharap, kau siap untuk menerimanya."
__ADS_1