
"Ampuni aku tuan.Tolong jangan hukum aku!. Aku selalu setia padamu." Respon Bong Xuan penuh permohonan, dengar air mata berlinang di pipinya karena ketakutan.
"Kau tidak mau dihukum Xuan. Yakin itu?" Tanya Dragon malah kebingungan.
"Yakin tuan!. Aku tidak mau dihukum, karena aku selama ini tetap setia pada tuan." Jawab Xuan dengan wajah serius.
"Kalau begitu jabatan ketua akan aku berikan pada orang lain, karena kau telah berani menolaknya." Ucap Dragon begitu mengejutkan.
"Eh, kalau itu aku mau tuan!" Reaksi Xuan malu malu.
"Tadi kau nangis nangis agar tidak dihukum, Tapi begitu diputuskan kau malah meminta untuk dibatalkan.Jadi mana yang benar?" Reaksi Dragon ingin ketegasan.
"Hehe!. I i itu..!"
"Ya sudah!. Sekarang hukuman mu akan aku berikan padamu. Tugas mu selanjutnya adalah, mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik mu di sana."
"Setelah itu, atur kembali organisasi mu, agar tetap berada di jalan kebenaran"
"Tapi untuk kau ketahui. seluruh anak buah mu sekarang telah kembali ke kampungnya, karena masa mereka sudah habis di sana."
"Oleh karena itu, aku akan memberikan orang orang ku untuk membantu mu membangun kembali organisasi itu buat sementara. Setelah sebulan berlalu, mereka akan kembali pada ku. dan kau akan bersama dengan orang orang mu pula." Ucap Dragon memberikan pengarahan pada anak buahnya.
"Terima kasih atas kebaikan mu tuan. Aku berjanji akan selalu setia pada tuan, dan akan me jadi wakil tuan di sana." Jawab Bong Xuan merasa senang. Kemudian menjatuhkan lututnya ke lantai, untuk menunjukkan rasa setianya pada Dragon.
Dragon juga tidak ketinggalan memberikan apresiasi pada Bong Xuan, dengan cara menyerahkan sebuah kartu ATM, yang berisi uang milyaran yuan, untuk digunakan membangun kembali organisasi yang sudah dibuat bangkrut itu, agar kedepannya bisa bangkit kembali, dan mejadi basis kekuatan Dragon di wilayah selatan dan timur itu.
Domain kekuasaan yang saat ini ada ditangannya, harus diperkuat dengan orang orang yang tetap setia, dan mau bekerja untuknya.
Dragon menyadari, bahwa mengelola kekuasaan yang sangat besar itu, butuh kerjasama dari orang orang yang sepaham dengan dia. Oleh karena itu, Dragon giat membangun, dan menempatkan orang orangnya di seluruh daratan bumi, agar mudah mengontrol ancaman, yang sewaktu waktu bisa muncul di daerah itu. Jadi sedari dini, ancaman tersebut bisa diminimalisir, dengan sesegera mungkin, dan memberikan bantuan ke negara tersebut secepatnya
Bukan hanya itu saja yang Dragon lakukan. Dia juga giat memberi pengertian kepada pemimpin masing-masing negara, agar selalu hati-hati, dan tidak mudah terprovokasi, terutama dalam masalah persaingan ekonomi dan senjata.
Dalam hal itu Dragon menerapkan satu aturan yang sangat ketat, yaitu senjata apapun yang mereka gunakan, harus mendapat persetujuan darinya. Jika berani melanggar, maka pemimpin negara tersebut akan mendapatkan hukuman.
Dragon terpaksa menerapkan peraturan ketat itu, karena dia merasakan sebuah ancaman yang cukup serius dari angkasa luar, namun belum bisa dia deteksi dengan jelas, karena jaraknya sangat jauh sekali dari planet bumi.
Dalam penerawangannya itu, Dragon menemukan, bahwa sebuah negara yang sedang berkonflik dengan negara lain, akan mudah dimasuki oleh musuh, dan digunakan untuk melawannya.
Oleh karena itu, Dragon menerapkan aturan demikian. Penggunaan senjata dan konflik kepentingan, selalu dia awasi, melalui avatar avatarnya, yang tersebar di seluruh daratan bumi, dibantu oleh orang-orang tidak terlihatnya itu.
Untuk sementara, keadaan bumi masih tetap aman, dan tidak terlihat ada gangguan besar yang muncul. Kalaupun ada, itu hanya dari sekelompok preman tempatan, yang mencoba menunjukkan dominasinya pada orang lain. dengan cara memaksakan kehendak untuk dituruti. Namun dengan mudah diselesaikan oleh orang orangnya Dragon, dibantu oleh petugas-petugas negara setempat.
Dragon tidak mau, kalau gara gara mereka, musuh akan mudah masuk, dan bumi menjadi kembali tidak aman.
***
Tiga bulan kemudian. seiring waktu yang terus berjalan. Dragon sudah menyelesaikan tugasnya di bumi dengan baik. Seluruh daratan juga lautannya, sudah dipasangi dengan ratusan formasi pertahanan, agar musuh yang ingin datang, berpikir dua kali jika ingin memasuki bumi.
Itu sengaja ia lakukan, karena tidak lama lagi, dia ingin beristirahat, dan menikmati hidup layaknya manusia yang lain. Karena dia melihat, bahwa keadaan bumi sudah benar benar aman, dan sinyal dari planet terjauh itu pun sudah tidak ada lagi. dan dia pun malas untuk memikirkannya.
Kini tiba saatnya Dragon memberi penegasan pada masing-masing pemimpin negara yang ada di dunia. bahwa dia akan segera beristirahat untuk sementara. Jadi domain kekuasaan, yang dia pegang selama beberapa tahun ini, diserahkan kembali pada pemimpin negara masing-masing.
Dragon ingin mereka kembali merasakan, bagaimana rasanya bertanggung jawab, menjaga kedaulatan negara, pasca penyerangan mahluk asing itu, tanpa dia harus turun tangan.
__ADS_1
Walaupun sedikit keberatan, tapi sebenarnya Dragon tahu, bahwa banyak diantara mereka yang merasa senang, karena kekuasaan pemerintahan wilayah masing masing, kini diserahkan pada mereka lagi, tanpa mereka sadari, bahwa Dragon sedang menguji mereka.
"Terima kasih kami ucapkan pada tuan penguasa, karena selama beberapa tahun ini, telah menjaga keamanan bumi."
"Tanpa adanya tuan, kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada bumi, dan orang-orangnya."
"Untuk itu saya mewakili ratusan pemimpin negara, mengucapkan terima kasih kepada anda. Namun ada satu permintaan yang anda harus menyetujuinya.yaitu tetaplah menjadi penguasa kami, dan jangan pernah meninggalkan kami dalam kesendirian." Ucap seorang pemimpin negara, yang selama ini terkenal loyal pada tuannya.
"Aku tahu apa yang menjadi ketakutan di antara kalian. terutama buat pemimpin dari 87 negara, yang pernah dijajah oleh bangsa asing itu."
"Sebenarnya kalianlah yang merasa berkeberatan dengan perginya aku buat sementara ini, tapi apa boleh buat, aku tetap harus pergi juga."
"Oleh karena itu untuk sementara, keamanan bumi ini aku serahkan kepada kalian. Namun jangan khawatir, kekuasaan tertinggi di atas bumi ini masih berada di tanganku, dan masih menjadi tanggung jawabku untuk menjaganya."
"Akulah pemimpin tertinggi dunia. Jika ada perselisihan perebutan wilayah negara, atau lain-lain, maka disitulah aku berada, dengan cara turun tangan menyelesaikannya."
"Untuk menjaga agar persatuan dunia tidak pecah, maka aku menetapkan sebuah aturan sederhana, yaitu jika terjadi pergesekan antar kepentingan, Maka yang berselisih itu harus membawa masalah tersebut ke meja perundingan, dan waktu penyelesaiannya tidak boleh lama."
"Jika tidak bisa diselesaikan juga, maka kedua pemimpin negara tersebut akan aku hukum, berikut orang-orangnya, dan akan aku buang ke dimensi lain!" Ucap Dragon tegas, saat memberikan pengarahan terakhir pada para pemimpin negara yang ada di dunia tersebut.
Mendengar pernyataan Dragon yang tegas itu, membuat nyali orang yang tadi merasa senang menjadi ciut. Mereka tidak menyangka, bahwa tuan yang mereka hormati selama ini, mengetahui apa yang ada di dalam hati.Jadi mereka hanya bisa diam saja, dan tidak berani membantah perkataannya.
Setelah memberikan pengarahan buat terakhir kali, Dragon segera menghilang dari tempat itu, dan kembali ke kotanya.
***
Satu setengah tahun kemudian. Dragon pun menikahi Anong Achara, putri raja Thailand itu, dengan acara yang kurang lebih sama meriah dan megahnya, waktu dia menikahi Clara.
Walau sebelum Dragon menikahi anaknya itu, dia merupakan bawahan Dragon, dan harus mematuhi perintahnya. Tapi setelah Dragon melepaskan domain kekuasaan buat sementara, kedudukan Raja kembali seperti semula. dan itulah alasan Dragon melepaskan jabatan penguasa dunia buat sementara, karena dia tidak ingin orang tua dari Anong merasa tertekan.
Kini pesta telah usai, Dragon dan istri barunya, terlihat sedang bercengkerama dalam kamar, dan terlihat sangat mesra sekali. yang ada di samping Achara adalah tubuh Dragon asli. sedangkan yang sedang bersama dengan Clara di kota emas adalah avatarnya.
"Kenapa tidak bersama dengan Anong saja?. Kenapa malah memilih bersamaku dan anakmu ini?" Tanya Clara tiba tiba, dan terbersit rasa kesedihan mendalam, yang sepintas dilihat oleh Dragon.
"Aku mencintai mu juga anak kita."
"Biarlah Dragon yang lain melakukan tugasnya di sana." Jawab Dragon berdiplomasi pula
"Tetap saja...?"
"Hup!"
"Hemff!" Rintih Clara menggoda, saat secara tiba tiba, mulutnya di tutup dengan mulut suaminya.
"Ah jangan!. Aku tidak mau!" Respon Clara berpura pura marah.
Tapi Dragon tidak mau tahu. Dia tetap saja memagut bibir istrinya dengan mesra, bersamaan dengar aksi yang sama di luar sana.
Waktu seakan berhenti, bumi juga enggan berputar. Angin diam seribu bahasa. Hewan hewan malam, yang selalu lewat pun tidak sudi meninggalkan sarangnya. Mereka juga ikut larut dalam kemesraan dua insan, yang saat ini sedang dimabuk asmara. dan akhirnya, mereka juga ikut merasakan itu dengan pasangannya.
"Argh!" Keluh Achara lirih bercampur bahagia. Dia
merasakan suatu kebahagiaan, yang belum pernah dirasakannya selama ini.
__ADS_1
Saat itu dialah manusia yang paling beruntung, karena bisa menikah dengan Sang Naga Dunia, orang yang paling dikagumi juga dicintainya. serta dihormati oleh seluruh pemimpin dunia.
Berkat gelar itu, tidak ada yang berani berbuat macam macam dengannya, termasuk hewan hewan melata, angin, binatang malam. Bahkan bintang bintang langit pun enggan untuk menampakkan wajahnya, karena tertutup oleh sinar rembulan, yang cahayanya malam itu sangat terang sekali.
"Argh!. Rintih Achara sekali lagi, seiring bersatunya dua gelora kehidupan, yang menimbulkan sensasi yang sangat luar biasa.
Tiba tiba angin berhenti, suara jangkrik yang tetap ada di kota pun tak berani bersuara. Semuanya hening, seperti ingin tahu , apa yang dirasakan oleh Achara.
"Ahh!" Keluh Dragon lirih, yang hanya bisa di dengar oleh istrinya saja. bersamaan dengan rintih Clara yang tetap menggoda di kota emas itu .
Nampaknya bahagia milik mereka berdua. seiring tuntasnya hasrat Clara di kota emas sana. Bahagia juga menyertainya, karena suaminya tidak pernah meninggalkannya, walau sedetik pun tiada.
"Terima kasih istri ku!. Kamu memang wanita hebat. Aku akan selalu menyayangi mu."
Tok! toko tok!
"Ah ada saja yang mengganggu. Kira kira siapa ya?. Baik aku lihat dengan mata sakti ku. siapa tahu itu ayah, kakek atau adikku?" Ucap Dragon dalam hati, sambil memperhatikan Clara, yang sudah tertidur pulas itu.
Kemudian beranjak dari tempat tidur, setelah mengenakan pakaiannya kembali, dan membuka pintu untuk seseorang yang tadi mengetuknya.
Cklek!
"Ayah!" Seru seorang anak kecil, yang tiba-tiba muncul ,dan mengejutkan ayahnya itu. sesaat setelah pintu kamarnya terbuka.
"Sutawijaya?. Bagaimana kau bisa ada di sini. Mana pengasuh mu?" Respon Dragon tentu saja terkejut, karena anak yang baru berumur satu tahun tujuh bulan itu sudah bisa mendatanginya sendiri, tanpa bantuan orang lain pula.
"Mereka lagi pada tidul. Sedangkan Suta tidak bisa, jadi ingin ketemu dengan ayah." Jawab anak yang bernama Suta itu menjelaskan, walau belum begitu lancar mengucapkan kata R tersebut .
"Duh Gusti!. Pertanda apa ini?" Reaksi Dragon jadi penasaran .
"Sini ayah Gendong!" Reaksinya lagi.Tapi..
"Hup!
Tap!
"Eh kau bisa terbang?. Sejak kapan?" Tanya Dragon sontak penasaran, saat anaknya yang masih kecil itu melompat sendiri ke dalam gendongannya.
"Sejak ayah tidak mau lagi mengajari Suta, dan sibuk di luaran sana." Jawab seseorang dari arah belakang, yang ternyata adalah Clara.
"Jadi..?"
"Ya aku sudah tahu, sejak tiga bulan yang lalu,aku menyadari, bahwa anak kita ini bukan anak biasa."
"Dia bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain. Bahkan naik ke kursi pun demikian."
"Puncaknya saat dia ingin melompati kolam ikan itu. Pengasuhnya buru buru ingin menangkapnya, tapi dia sudah berada di seberang kolam duluan. Jadi sejak saat itu,semua jadi tahu, kalau anak kita ini bisa terbang." Jawab Clara berterus terang.
"Wah luar biasa!. Tidak percuma menjadi anak naga...?"
"Eits tunggu dulu!. Bukan anak naga, tapi anak kita, penguasa dunia." Protes Clara tidak terima. Sambil menyeret tangan suaminya, untuk keluar dari kamar itu, dan menatap dunia di depannya.
...*Tamat*...
__ADS_1