
Keesokan harinya. Apa yang dikatakan oleh Ditya Prabu benar benar menjadi kenyataan
Ribuan orang datang ke tempat itu, untuk melihat serta mengetahui, siapa yang membuatnya, dan bagaimana kota tersebut bisa terbentuk hanya dalam waktu satu malam
Bersama dengan mereka, juga ikut 200 orang petinggi kota dan wilayah, yang kemarin juga ikut datang karena penasaran
Tapi lagi lagi mereka dibuat kecewa, Karena langkah nya terhalang oleh tabir tipis, namun kokoh dan kuat, yang menghalangi langkah mereka untuk masuk. Bila nekat menerjang, atau memaksa untuk masuk, maka bersiaplah untuk terjengkang
Namun disaat mereka sedang kebingungan seperti itu, tiba tiba serombongan orang datang, dan langsung muncul ditempat itu dengan penampilan mereka yang mencengangkan
Dragon yang memimpin orang orang tersebut, prabawa nya sangat luar biasa dan sangat mengintimidasi sekali, hingga membuat orang orang yang ada di tempat itu menjadi sega, bahkan ada yang merinding ketakutan
Bukan hanya dia sendiri yang datang. Bersama dengannya ada 353 orang pengawal yang mendampinginya
Selain pengawalnya itu, hadir juga tentara kerajaan Arouna, yang dipimpin oleh raja Kaladaksa
Jumlah mereka jauh lebih banyak dari pengawal Dragon. Jumlah tentara yang ditugaskan untuk mengawal Dragon, sebanyak 8.750 orang. Diantara mereka itu ada tujuh puluh lima panglima perang, 127 komandan tinggi, dan 95 jendral besar
Mereka berbaris memanjang, dan mengurung orang orang itu. Tapi sosok mereka tidak terlihat oleh orang orang tersebut
Begitu Dragon datang, kepala daerah yang membawahi wilayah itu langsung maju ke depan, dan langsung menyapa Dragon
"Salam dari kami tuan banyak orang!. Mohon maaf karena kami sudah mengganggu waktu tenang kalian!"
"Namun sebagai kepala daerah yang membawahi wilayah ini, tentu sedikit banyaknya kami harus tau, dengan apa yang terjadi ditempat ini?"
"Jadi mohon kerjasamanya, agar kami tidak merasa penasaran." Ucap kepala daerah itu cukup sopan, tapi penuh dengan penekanan
Dragon yang melihat itu tidak langsung menjawab. Dia malah mengedarkan pandangan ke seluruh lokasi. Disitu dia melihat, bahwa orang orang yang datang, rata rata adalah orang yang mendiami tepian sungai, yang terdampak akibat pembersihan juga pembuatan jalan baru tersebut
Tapi untungnya rumah rumah mereka tidak terkena dampaknya. Raja Kaladaksa berpesan, agar rumah rumah penduduk tidak di usik, malah harus di perbaiki dan dibuat baru
Karena perintah itulah, rumah rumah kayu yang ada di tepi sungai, semuanya telah dibuat baru, serta dipindahkan agak jauh dari tepi jalan baru, dan disusun rapi
Setelah puas memandangi orang orang tersebut, Dragon mengalihkan perhatiannya pada kepala daerah itu dan langsung berkata. "Tidak semua keingintahuan seseorang, harus dipenuhi oleh orang lain."
"Tapi ada bagian bagian yang mungkin bisa diceritakan pada kalian. Salah satunya adalah tentang kota ini. Namun hanya yang terlihat saja."
"Mengenai bagaimana dan siapa yang membuatnya. kiranya kami tidak bisa menceritakannya pada orang lain."
"Jangankan orang luar. Para pengawal ku pun banyak yang yang tidak tahu."
"Walau mereka ingin bertanya, tapi ditahannya dalam hati, dan seiring berjalannya waktu. lambat laun akan dilupakannya juga."
"Oleh karena itu, mohon kepada pemimpin daerah, juga kepada anda yang berkuasa di wilayah ini, agar tidak memaksaku untuk menjawab keingintahuan tersebut."
"Yang bisa ku katakan adalah, bahwa kota ini dibentuk sesuai dengan keinginan ku, dan tidak melanggar tata ruang yang di haruskan."
"Namun sebagai pemilik dari tempat ini, aku mohon maaf pada anda anda dan semua!"
"Gara gara pembentukan kota baru ini. Rumah rumah kalian juga pohon pohon yang ada disepanjang tepian sungai telah hilang, dan diganti dengan rumah serta jalan jalan baru. Dilengkapi dengan beberapa buah jembatan penghubung"
"Jika anda semua tidak suka, dan merasa dilangkahi, maka aku akan mengembalikan keadaannya seperti semula." Ucap Dragon terdengar bijaksana sekali.Tapi mengandung penekanan yang tinggi
Kemudian tanpa menunggu respon dari lawan bicaranya. Ia merilis ilmunya, untuk mengubah tempat itu menjadi hutan. dan dalam sekejap saja tempat itu sudah berubah menjadi lain. Hingga mereka sekarang berada dalam hutan tersebut, dan kondisinya sangat menakutkan sekali
Melihat semua kejadian itu. Orang orang yang ada di tempat tersebut menjadi kebingungan.
Mereka tidak habis pikir, bagaimana tempat yang dulunya hutan bisa berubah menjadi kota, dan kini berubah kembali menjadi hutan
Mungkinkah orang yang sedang mereka hadapi itu, adalah siluman atau ahli sihir, yang keberadaannya tidak mau diganggu
Rata rata mereka menyalahkan diri sendiri. karena telah ikut campur dalam urusan orang lain, dan terkesan memaksa pula
Termasuk dalam kelompok itu adalah kepala daerah dan jajarannya, yang datang ke tempat orang lain dengan mengandalkan kekuasaan, keangkuhan serta kesombongannya
Disebabkan oleh itu, dia langsung mendekati tuan muda, dan meminta maaf dengan apa yang telah diucapkannya tadi
__ADS_1
"Mohon maafkan kami tuan banyak orang!. Aku tidak tahu siapa anda, dan dari mana anda berasal."
"Kami hanya ingin memenuhi keingintahuan kami saja, dengan terpaksa mencampuri urusan orang lain, sekedar ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini."
"Tapi karena itu anda jadi tidak senang. Jadi mohon maafkan kami. Namun tolong anda memaklumi posisi kami ini." Respon kepala daerah itu merasa tidak enak hati. Namun terpaksa harus dikatakannya juga
"Jadi apa yang ingin tuan inginkan?. Apakah kami harus tinggal di hutan ini tanpa kejelasan?" Tanya Dragon sekedar ingin menguji
"Tolong kembalikan posisi kota baru itu ke asalnya!"
"Kami senang karena usaha anda, telah banyak merubah wajah kota, dan membuat banyak orang merasakan manfaatnya."
"Jadi mohon anda mengabulkan permohonan kami ini."
"Kami berjanji akan mendukung serta memasukkan kota baru ini kedalam peta provinsi, dan menjadikannya terkenal." Jawab kepala daerah tersebut apa adanya
Dia menyadari bahwa orang yang sedang dihadapinya itu bukan orang sembarangan. Dan tidak boleh dianggap enteng, serta tidak mempan digertak
Membuat serta menghilangkan kota saja dia mampu, apalagi menenggelamkan tempat ini
Dengan adanya Dragon dia berharap, wilayah yang dipimpinnya itu bisa maju, dan menaikan peringkat nya menjadi lebih tinggi
Jadi dia terpaksa meralat ucapannya, serta membuat keadaan pertemanan menjadi bagus
"Baiklah!. Aku akan mengembalikan tempat ini menjadi seperti semula, dan akan mendaftarkannya di catatan daerah juga nasional"
"Kedepannya aku berharap, kota baru ku ini bisa dikenal, dan banyak orang ingin membuka usaha serta menetap di sini."
"Sekarang bersiaplah!. Aku akan mengabulkan permohonan kalian itu, dan menjadikannya semakin bagus." Ucap Dragon tegas. Kemudian
Tik!
Bamm!
Kota yang tadinya hilang, kini telah kembali ketempat semula, dan bentuknya semakin indah dan megah
"Mari semuanya masuk!. Kami akan menjamu kalian!" Ucap Dragon ramah, setelah kota itu muncul kembali
Buat kepala daerah dan jajarannya serta kepala satuan tertentu, Dragon membawa mereka ke gedung jamuan, yang bisa juga difungsikan untuk acara pertemuan
Ditempat itu Dragon memperlakukan mereka dengan baik. Serta dilayani sebagaimana tamu penting lainnya
"Mohon maaf sebelumnya tuan banyak orang!. Kalau boleh kami tahu, siapa anda dan dari mana anda berasal?" Tanya seorang petinggi kota, yang membawahi wilayah tersebut mencoba memberanikan diri
"Aku Dragon. Putra dari Dion serta Ivory. Cucu buyut dari eyang Mahesa Birawa dari kota emas itu."
"Mungkin anda pernah mendengar namanya!" Jawab Dragon berterus terang
"Apa!. Anda adalah..?" Respon kepala daerah serta kepala satuan tentara itu kaget secara berbarengan
"Ya, itulah aku!. Apakah anda berdua mengenal orang tuaku atau kakek buyut ku itu?" Jawab Dragon cepat sekaligus bertanya
"Ya kami mengenal orang tua tuan muda, juga mengenal anda, termasuk kakek buyut anda itu."
"Tapi karena penampilan anda sekarang sudah banyak berubah. Kami jadi tidak mengenalinya." Jawab kepala daerah itu apa adanya
"Oh sangat kebetulan sekali!. Aku jadi bisa meminta bantuan anda atas nama orang tua ku atau kakek buyut ku itu!" Respon Dragon senang
"Silakan tuan muda katakan!. Apa yang bisa kami bantu?" Jawab kepala daerah itu senang
"Izinkan kami berbuat lebih di daerah ini. Karena kami ingin membantu, untuk meringankan sedikit beban di daerah ini, dalam hal pembangun. baik fisik maupun sosial." Jawab Dragon berterus terang
"Oh dengan senang hati akan kami kabulkan. Bahkan kami akan menfasilitasi usaha anda itu!" Respon nya senang
Tak lama kemudian atau setelah berlangsung selama satu jam Dragon menjamu mereka. Dia membawa pemimpin dan kepala daerah itu berkeliling, untuk melihat lihat kota barunya itu
"Luar biasa sekali!. Aku masih ingat dulunya tempat ini adalah lahan terbengkalai, serta ditinggalkan oleh penggarapnya, karena kondisinya yang sangat ekstrim."
__ADS_1
"Tapi sekarang telah berubah menjadi sebuah kota dan kondisinya sangat menakjubkan sekali!" Ucap kepala distrik setempat pada rekan sesama kepala distrik di wilayah itu
"Ya aku juga pernah mendengar tentang itu. Tapi sudah sedikit lupa!" Jawab temannya berterus terang
"Jadi apa yang akan kau lakukan pada kota ini, karena ini termasuk wilayah mu?" Tanya rekannya pula
"Entahlah!. Aku tidak berani memutuskannya, Karena ini tempat orang, walau masuk dalam wilayah administrasi ku."
"Namun statusnya belum diketahui. Apakah nantinya masuk dalam wilayah ku, atau akan dimekarkan dan berdiri sendiri."
"Itu semua tergantung pada keputusan kepala daerah kita, bersama dengan dewan dan aparatur yang ada."
"Jadi kita tunggu saja beritanya nanti ya?" Jawab kepada distrik itu tegas, dan terkesan menyadari statusnya
Lima jam kemudian. Semua pengunjung yang mendatangi kota itu, sudah pada pulang, dengan wajah penuh seri, dan bertekad akan membuka usaha ditempat tersebut jika ada modal
Sedangkan kepala daerah setempat. Kepala satuan tentara, polisi dan kepala kepala daerah lain juga kota, masih ada ditempat itu, dan akan bersiap untuk pulang
Dragon sebagai tuan rumah, tentu saja mengantar mereka sampai batas array yang telah dia pasang, sebagai bentuk apresiasi, karena mereka mau datang, dan bertekad mendaftarkan kota barunya itu dikancah politik daerah maupun nasional, yang akan. berdiri sendiri tanpa adanya pemerintahan, serta hanya dipimpin oleh seorang Robin saja, dan Dragon sebagai pemiliknya
***
Waktu itu jarum jam menunjuk ke angka tujuh. Tapi pemandangan di kota tersebut sangat luar biasa sekali
Lampu lampu yang menghiasi kota, juga di sepanjang tepian sungai kiri dan kanannya, menyala dengan terangnya serta sinarnya berwarna warni. Menambah bentuk kota tersebut menjadi indah dan enak dipandang mata
Orang orang yang tadi pagi datang, malam ini datang lagi karena ingin melihat bentuk kota baru itu dimalam hari
Ternyata apa yang mereka lihat, melebihi ekspektasi mereka, dan itu membuat orang orang tersebut terkagum kagum
Bukan hanya mereka yang datang. Tapi orang dari tempat lainpun ada. Bahkan mereka sudah datang sejak pukul empat sore, dan menginap di hotel yang ada di kota itu
Bagi mereka masalah biaya tidak menjadi masalah, jika dibanding dengan rasa penasaran mereka yang tinggi terhadap kota itu, sambil berharap bisa mendapatkan pekerjaan bagus di dalamnya
Ternyata apa yang mereka perkirakan serta harapkan, memang tersedia di tempat itu. Puluhan pabrik, toko, perkebunan, galeri, pariwisata dan lain lain, memang sedang menunggu orang orang yang butuh kerja untuk memasukinya
Saat mereka tengah terkagum kagum itulah, Dragon terlihat duduk di sebuah aula terbuka, yang langsung menghadap ke kota dan tempat tempat lain
Bersama dengannya ada puluhan pengawal elit serta belasan pengawal tingkat dua. Mereka duduk berhadapan dengan Dragon yang saat ini belum membuka suara
"Besok atau lusa. aku akan melanjutkan perjalanan, seperti yang sudah aku sampaikan pada kalian waktu itu."
"Tapi sebelum aku pergi. Aku ingin mendengar usul kalian tentang nama kota baru ini."
"Siapa tahu kalian mempunyai usul yang bagus!" Ucap Dragon sudah membuka suara. Kemudian menunggu salah satu anak buahnya memberi usul
"Izin menjawab tuan muda. seperti yang saya dengar dari beberapa rekan di luar sana, ada yang memberi usul tentang nama kota baru ini."
"Mereka menyebutnya kota diamond."
"Ada juga yang mengusulkan nama kota dengan sebutan kota Srijaya Ingsun."
"Tapi barusan tadi saya mendengar mereka berdiskusi dan sangat ramai sekali."
"Mereka ingin nama kota ini, mencerminkan diri tuan muda. dan itu mereka serahkan sepenuhnya pada anda." Ucap orang tersebut yang ternyata adalah Burgon
"Mencerminkan diri ku?" Batin Dragon dalam hati
"Tapi apa ya?" Batinnya lagi
Blar!
Tiba tiba saja sebuah nama muncul di kepala Dragon, dan itu kedengarannya sangat bagus sekali
Nama itu sesuai dengan namanya, dan meliputi nama istana yang ada di ruang jiwanya
"Apapun nama itu adalah Kota Naga!" Ucap Dragon dengan suara tinggi
__ADS_1
"Kota naga?. Ha!. Kedengarannya sangat bagus sekali!" Respon Abhicandra setuju, diamini oleh yang lain
"Baik!. Mulai hari ini nama kota baru kita, aku beri nama Kota Naga!" Ucap Dragon tanpa ragu ragu lagi