Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Orang orang sombong


__ADS_3

Segera setelah itu, ratusan anak buah Janan mengepung Dragon. Sedangkan belasan orang lagi mengepung Dyah, dengan tujuan untuk menangkapnya, agar konsentrasi Dragon pecah


Tapi harapan mereka tidak terkabul. Orang yang mereka kepung itu bukanlah orang sembarangan. Dengan mudahnya mereka dikalahkan, bahkan sampai membuat mereka beterbangan


Untuk masalah ini Dragon tidak mau main-main. Sejujurnya dia mengkhawatirkan keselamatan adiknya juga. Padahal Dyah tidak terintimidasi sama sekali


Belasan preman yang mengepungnya itu, dibuat tidak bisa melawan,karena gerakan Dyah bukan gerakan anak kecil lagi, tapi gerakan orang yang sudah berpengalaman


Banyak dari mereka yang giginya patah. Sendi lututnya lepas, dan muka lebam lebam. Karena Dyah dalam melancarkan serangan tidak berbelas kasihan


Dengan beringasnya dia menghajar tubuh lawan, dan tidak diberi kesempatan untuk melawan


Sebentar saja tempat Dyah sudah lapang. Belasan anak buah Janan sudah dibuatnya pingsan, dengan anggota tubuh penuh luka dan lebam


Sedangkan lawan Dragon lain lagi. Hanya dalam sekali gerakan, puluhan orang yang mengepungnya dibuat beterbangan, karena Dragon langsung menggunakan teknik penghancuran walau dalam sekala kecil. Tapi akibatnya sangat mengerikan


Tubuh tubuh mereka dibuat terbang, dan hilang dari pandangan


Kini tinggal big bos Janan yang masih melongo diam. Dia tidak habis pikir, bagaimana seorang Dragon mampu menerbangkan ratusan anak buahnya itu. Padahal ratusan anak buahnya tersebut bukan orang sembarangan. Rata rata mereka petarung yang sudah dilatih dengan baik, dan siap menghancurkan siapa saja yang mencoba melawan


Tapi kini dia terpaksa diam, karena nyalinya mendadak ciut. Namun karena sadar bahwa kulitnya itu kebal dan tidak mempan senjata tajam. maka dia menganggap bahwa Dragon itu mudah dikalahkan


Dengan yakinnya dia maju, dan berhadapan dengan Dragon


Orang-orang yang melihat itu tentu saja keheranan. Walaupun mereka tahu bahwa Janan itu orang kuat dan kebal senjata tajam. Tapi berhadapan dengan Dragon harus dia pikirkan lagi. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka menyaksikan, bagaimana Dragon bertindak kejam


Kalau Janan tetap nekat. mereka yakin Janan akan dikalahkan. Dan menurut mereka lagi, Janan hanya akan mengantarkan nyawanya saja


"Aku tahu kau orang kuat anak muda!. Seratusan lebih anak buahku, bisa kau kalahkan dengan mudah. Tapi jangan harap dengan aku!"


"Tubuh ku kebal senjata tajam dan kebal pukulan."


"Jadi jangan harap bisa kau kalahkan!" Ucap Janan membanggakan kekuatan


"Benarkah?. Kok aku jadi penasaran ya?"


"Bolehkan aku memukul mu dan melukai kulit kebal mu itu?" Respon Dragon meremehkan


"Baik!. Tapi kita buat perjanjian dulu!"


"Kalau aku kalah atau kulit ku terluka, aku akan mundur dari kejahatan, dan berjanji tidak akan lagi berbuat salah!"


"Tapi jika aku menang, serahkan adik mu itu untuk aku pakai, serta ganti rugi atas kecelakaan yang kalian berdua timbulkan!"


"Jika kau tidak mau, maka aku akan mengerahkan seluruh kekuatan anak buahku untuk menghancurkan kalian!" Ucap Janan sangat merendahkan


"Hiaaa!"


Bugh!


Bam!


Crash!


"Argh sialan!. Siapa yang melakukan ini?" Teriak Janan meringis kesakitan , sambil memegang daun telinganya yang hilang sebelah


"Aku!. kau penasaran?" Jawab Dyah penuh keberanian


"Tidak mungkin!. Bocah kecil seperti mu bisa melukai ku?, bahkan membuat tubuh ku terpental?"


"Manusia macam apa kau ini. Apakah kau berjenis setan?" Reaksi Janan tidak percaya


"Ya!. Aku setan yang akan merobek mulut busuk mu itu, Karena telah berani merendahkan ku!"


"Kau pikir aku ini apa ha?" Jawab Dyah tidak senang

__ADS_1


"Hiaaa!"


Bam!


Bam!


Slash!


Tuk!


Serangan Dyah berhenti setelah melampiaskan kemarahannya, dan tubuh Janan yang telah melecehkannya tersebut dibuat berdiri diam.Tapi tak lama kemudian kepalanya tanggal dari badan, dan jatuh di bawah kakinya, Kemudian...


Bruk!


Tubuh Janan terjatuh ke tanah, setelah kepalanya tanggal dari badan. Menggelepar-gelepar sejenak lalu diam


"Ah!. Janan mati ditangan bocah perempuan itu!. Dia benar benar kuat!" Reaksi orang-orang yang melihat kejadian tersebut panik


Sontak saja mereka merasa malu, karena dari tadi mereka terus mengintimidasi dua kakak beradik tersebut


Orang yang mereka sangka kuat, dan tidak mungkin terkalahkan, akhirnya mati di tangan seorang bocah perempuan yang ingin dilecehkan nya itu


Dengan demikian, riwayat Janan yang sangat meresahkan tersebut telah habis, karena nyawanya langsung tanggal dari badan, seiring tanggal dan ambruknya kepala serta tubuh yang bersangkutan ke tanah


Melihat itu Dragon hanya diam saja. Tapi tak lama kemudian, dia memasang formasi perlindungan untuk Dyah, agar tidak terlihat oleh siapapun


Dragon juga memasang formasi ilusi, agar kejadian yang barusan terjadi tidak menyebar keluar.


Sebaliknya buat anak buah Janan yang rata-rata pingsan itu, dibuat tidak sadarkan diri, dan dipindahkan ke tempat lain, dengan terlebih dahulu dipasangi formasi kutukan, agar mereka tidak berbuat jahat lagi


Kini keadaan sudah kembali aman. Seluruh orang-orang yang ada di situ sudah dibuat lupa, dan tidak tahu jika ditanyakan kejadiannya


Setelah menyelesaikan huru-hara tersebut. Dragon dan Dyah memutuskan untuk meneruskan petualangannya malam itu, karena jam baru menunjukkan pukul 08.30 malam


Saat mereka sedang berjalan itu, mereka melihat ada sebuah bangunan cukup besar, yang menjadi pusat penjualan batu-batu mulia juga batu-batu kasar lainnya. Tapi Dragon mengacuhkannya, dan terus mengajak Dyah untuk menyusuri jalan tersebut


Mungkin di tempat itu sedang terjadi keramaian, dan tidak menyangka bahwa tempat itu adalah arena yang dikhususkan untuk judi serta lelang batu


"Berhenti!. Siapa kalian?" Ucap seorang penjaga berbadan kekar cukup garang, menahan langkah Dragon dan adiknya


untuk masuk


"Kami datang dari bagian Tenggara, dan ingin memasuki tempat ini karena merasa penasaran!" Jawab Dragon asal menjawab saja


"Kau pikir ini tempat apa ha?. Tidakkah kau tahu bahwa orang yang bisa masuk ke tempat ini hanyalah orang kaya?" Respon Pokphand tidak senang


"Justru karena kami kaya lah, maka kami berani masuk kesini!"


"Jika tidak!. Mana mungkin kami berani memasuki nya?" Jawab Dragon garang


Dia kesal karena selalu dipandang rendah oleh orang lain. Padahal kekayaannya mengalahkan siapa saja. Bahkan orang terkaya Thailand saja belum tentu bisa menyainginya


Ini malah seorang penjaga gedung pelelangan yang berani melecehkannya. Tentu saja Dragon marah dan tidak terima diperlakukan seperti itu


Kemudian mengambil sesuatu dari balik bajunya, dan ditunjukkan pada Pokphand biar matanya terbuka


"Ya ya yang mulia!. Mohon ampuni aku!"


"Tolong jangan laporkan masalah ini pada raja."


"Aku takut dihukum berat!" Respon Pokphand tidak menduga


Entah apa yang ditunjukkan oleh Dragon barusan?. Begitu penjaga itu melihatnya, langsung ketakutan seperti itu, malah berlutut di lantai segala


"Bangunlah!. Lain kali jangan bersikap arogan lagi seperti itu!"

__ADS_1


"Siapapun yang akan mengunjungi tempat ini, baik kaya atau pun miskin, itu sama saja. dan kau tidak boleh melarangnya serta membeda-bedakan status sosial mereka."


"Jika ini terus kau lakukan, maka lama lama tempat ini akan bangkrut, karena kesombongan kalian yang sudah melewati batas!" Ucap dan jawab Dragon memberi wejangan


"Kami siap dihukum yang mulia!" Jawab Pokphand tidak tenang, dan mengakui apa yang dikatakan oleh Dragon itu benar


"Jadi sekarang bagaimana?. Apakah kami sudah boleh masuk?" Ucap Dragon bertanya


"Tentu yang mulia!. Mari saya antar anda berdua ke dalam." Jawab Pokphand merasa terbebas bebannya


"Tidak perlu!. Kami akan masuk sendiri."


"Jangan lupa!. Tentang status ku tidak boleh ada yang tau kecuali kau!"


"Jika berani mengatakan nya, maka bersiaplah untuk dihukum!" Reaksi Dragon sambil memberi peringatan


"Siap yang mulia!" Jawab Pokphand patuh. Kemudian menunduk hormat ke arah Dragon, dan tidak berani lagi memandang wajahnya


Tak lama kemudian. Mereka berdua sudah berada di dalam ruangan, dan langsung disambut oleh keriuhan pengunjungnya


Di salah satu stand penjualan batu kasar yang belum di olah. Dragon melihat ada beberapa orang yang sedang bertengkar hebat.


Mereka tengah bertaruh, apakah batu yang dijual di situ mengandung logam mulia atau tidak. Jika ada, maka salah seorang dari mereka yang keluar sebagai pemenangnya, Jika tidak maka orang lain yang akan dihukum


Cuma menariknya, hukuman yang mereka sepakati itu terserah apa yang ditentukan oleh pemenangnya


Jika dia menginginkan nyawa atau tindakan yang melecehkan, serta melanggar tata Krama kesusilaan, tentu itu tidak diperbolehkan


Jadi ke tempat itulah Dragon dan adiknya singgah, dan melihat apa yang akan mereka lakukan


"Eh!. Kedua batu yang mereka perdebatkan itu tidak mengandung apa apa."


"Yang ada hanya sebutir pasir yang tentu saja tidak berharga." Batin Dragon dalam hati, dan menyayangkan tindakan mereka


Kemudian mendekati kedua orang itu dan berkata." Apakah boleh aku memberi saran?"


"Tukar lah kedua batu ini dengan batu batu yang di sana?, karena aku lihat didalamnya tidak ada apa apa?" Ujarnya memberi masukan


"Siapa kau?. Kenapa ikut campur urusan orang lain?"


"Kalau kau ingin bertaruh, ya cari saja orang lain, agar kau merasa dikalahkan!" Respon salah seorang dari mereka tidak senang


"Ya baiklah kalau begitu! Aku hanya menyarankan saja!"


"Kalau tidak percaya ya tidak apa apa!" Respon Dragon cukup legawa


Kemudian mendekati stand di sebelahnya, dan berkata pada penjaganya." Aku lihat stand mu cukup sepi. Apakah tidak ada orang yang berminat membelinya?" Tanya Dragon pada penjaga itu


"Sudah empat hari tempat lelang ini di buka, belum ada pengunjung yang tertarik membeli batu dari kami."


"Mereka mengira kami menjual batu murahan dan tidak berharga, jadi mereka menjauhinya."


"Baru tuan muda yang mau mendekati."


"Oleh karena itu izinkan kami bertanya, Apakah tuan tertarik berbisnis dengan kami?" Jawab dan tanya penjaga stand yang cukup cantik itu dengan ekspresi sopan


"Ya!. Aku akan berbisnis dengan kalian!" Jawab Dragon sengaja dikuatkan


"Dasar bocah edan!. Sudah tau pedagang itu pembohong, masih mau juga membeli batunya."


"Kalau kalah baru tau rasa dia!" Respon penonton sangat menyakitkan


Mendapati cemoohan itu, bukan membuat Dragon marah, tapi malah tersenyum senang. Dia berniat membuat mereka menyesal karena telah meremehkan orang lain


Lalu dengan entengnya dia berkata. "Aku beli batu ini dan itu, juga batu yang ada di atas sana!"

__ADS_1


"Kemudian letakkan di tengah ruangan, karena aku ingin menunjukkan, bahwa merendahkan itu tidak baik!" Ucap Dragon sengaja dikuatkan


__ADS_2