
"Tunggu dulu jenderal!. Bagaimana dengan pemilik perusahaan ini?. Apakah kita bawa langsung dan hadapkan pada yang mulia?"Tanya seorang komandan pada atasannya .
"Tidak perlu!.Jika kita bawa dia menghadap yang mulia, berarti dia bakalan tau bahwa kebangkrutan mereka nanti disebabkan oleh yang mulia?"
"Karena firasat ku mengatakan, bahwa nanti kita pasti diminta untuk langsung menyerahkan bukti bukti ini pada pihak berwajib?"
"Dengan demikian yang mulia dan orang orang nya tidak perlu turun tangan. karena petugas itu sendiri yang akan mendatangi perusahaan tersebut, dengan membawa bukti bukti yang ada untuk menjerat mereka."
"Nanti ini pasti seru!" Jawab Rambaya dengan ekspresi senang.
Kemudian mengajak 80 orang anak buahnya untuk kembali, dan menghadap kepada tuannya.
Satu setengah menit kemudian. Rambaya dan orang orangnya sudah berada di depan Dragon, dan sedang melaporkan hasil temuannya.
Reaksi Dragon tentu saja senang, karena tanpa turun tangan pun, semua bukti bukti yang dia inginkan sudah ada di atas mejanya.
Lalu tak lama kemudian dia merespon laporan dari anak buahnya dengan berkata. "Kerja yang sangat bagus kawan!" Ujarnya dengan ekspresi senang.
"Tanpa perlu aku turun tangan, kalian sudah bisa mendapatkan bukti kecurangan mereka sebanyak ini."
"Jika bukti bukti ini kita serahkan pada pihak kepolisian, aku yakin hari ini juga perusahaan tersebut akan bangkrut."
"Tapi sebelum itu terjadi, aku ingin melihat siapa siapa saja yang terlibat diantara ribuan karyawan di perusahaan itu?"
"Jika sudah diketahui. kita akan blokir atau transfer langsung uang dari hasil penyelewengan mereka, kepada orang orang yang tidak terlibat."
"Sedangkan kepada yang terlibat, kuras habis uang tabungan mereka menjadi nol rupiah. kecuali tabungan pendidikan atas nama anak anak mereka, termasuk kepunyaan keluarganya untuk sekedar menyambung hidup."
"Aku tidak mau bertindak terlalu kejam, karena mereka juga butuh uang untuk keperluan mereka."
"Lagi pula kesalahan mereka hanya ingin membuat perusahaan ku bangkrut."
"Tapi kalau itu sempat terjadi, dan kita tidak segera mengantisipasinya, maka aku yakin banyak orang-orang yang bernaung di bawah Birawa Group akan terkena dampaknya."
"Oleh karena itu kita harus bergerak cepat, dengan memberi pelajaran kepada mereka, sekaligus membuat orang-orangnya jera!"
"Selain itu, kita tidak mau disalahkan. karena yang memulai duluan adalah mereka."
"Siapa juga yang menyuruh menabur benih permusuhan dengan kita?"
"Jika mereka tidak merongrong serta berusaha menjatuhkan Birawa Group, tentu saat ini usaha mereka masih tetap ada, walaupun akan terus merugikan negara."
"Tapi setidaknya mereka akan tetap aman."
"Kedepannya ini termasuk proyek besar, dan butuh tenaga ekstra."
"Tapi aku yakin orang orang ku mampu mengerjakannya dalam tempo satu jam." Jawab Dragon menjelaskan apa adanya. dan menunggu reaksi dari anak buahnya.
"Lalu bagaimana dengan bukti-bukti ini yang mulia?. Apakah bisa kami gunakan untuk menjerat mereka?" Tanya Rambaya ingin tau pendapat dari tuannya.
"Copy seluruh data yang ada. dan masukkan ke dalam komputer komputer perusahaan!"
"Ambil alih sistem informasi mereka. Setelah apa yang aku perintahkan tadi selesai, baru serahkan semua bukti bukti ini berikut data datanya kepada pihak berwenang."
"Aku ingin hari juga mereka ditindak, dan perusahaan mereka dibuat bangkrut!" Jawab Dragon cukup jelas.
"Salam tuan muda!. Kami datang menghadap!" Ucap Deon mewakili orang orangnya.
"Oh kakek Deon, Austin dan paman Rams. Silakan masuk!" Reaksi Dragon senang.
"Terima kasih tuan muda!" Jawab ketiga orang itu serempak. Lalu duduk menghadap ke arah tuannya.
"Silakan katakan apa yang ingin kalian laporkan pada ku?" Ucap Dragon membuka pembicaraan.
"Mengenai apa yang tuan perintahkan kepada Rams, untuk saat ini kami tidak bisa melakukannya, karena entah bagaimana semua sistem operasi mereka ditutup secara otomatis, dan hilang dari peredaran?"
"Sekeras apapun kami berusaha. database mereka tetap tidak bisa kami temukan."
"Jadi kedatangan kami ke sini adalah untuk meminta maaf kepada tuan." Jawab Deon melaporkan kegagalan dari timnya tersebut.
"Oh tentang itu ya?.Tenang!. Kalian tidak perlu khawatir."
__ADS_1
"Kebetulan semua bukti-bukti yang kita inginkan, saat ini sudah ada di atas meja."
"Lihatlah!" Respon Dragon dengan ekspresi gembira.
Kemudian menyodorkan bukti-bukti yang telah didapatkan oleh anak buahnya. Sementara mereka sendiri masih berada di ruangan tersebut. Namun ketiganya tidak bisa melihat keberadaan mereka.
"Ini bagaimana mungkin?" Bagaimana tuan muda bisa mendapatkan bukti-bukti sebanyak ini?. Sedangkan kami terus berusaha mendapatkannya, tapi tetap tidak bisa."
"Benar-benar luar biasa!" Reaksi Deon tidak terduga.
"Oh kalau masalah itu jangan kalian pikirkan!"
"Yang penting sekarang adalah, apa yang kita inginkan sudah ada pada kita. tinggal menindak lanjuti nya saja." Jawab Dragon memberikan arahan.
"Kalau begitu baik tuan muda!. Kami senang mendengarnya."
"Lalu apa yang harus kami lakukan selanjutnya?"
"Oh itu gampang!.Diantara 2.150 pekerja, yang terlibat dalam penyelewengan itu hanya sebanyak 65 orang. Termasuk pemilik aslinya."
"Sementara yang lain tidak terlibat."
"Mereka tidak tahu karena mereka hanya pekerja. yang dibayar sesuai dengan jam kerja."
"Jadi kepada 65 orang itu, aku minta agar kalian mengosongkan rekening mereka."
"Sedangkan kepada sisanya, aku ingin agar kalian mentransfer sejumlah uang, yang diambil dari uang perusahaan itu sendiri, karena sebentar lagi perusahaan tersebut akan di tutup."
"Dengan bangkrutnya perusahaan Itu, otomatis mereka tidak mempunyai pekerjaan lagi."
"Jadi agar mereka bisa menghidupi diri serta keluarganya, support mereka dengan sejumlah uang, yang kiranya cukup untuk menghidupi mereka selama satu tahun."
"Selain itu yang paling terpenting adalah, blokir semua rekening pemilik asli perusahaan itu, dan buka saat sudah dia sudah tertangkap."
"Setelah prosesnya selesai, baru uang tersebut ditransfer kepada para karyawannya." Jawab Dragon menjelaskan tata cara untuk membuat perusahaan mereka bangkrut.
"Siap tuan muda!. Kami akan melakukannya untuk anda." Respon Deon semangat karena s bentar lagi akan ada pertunjukan besar.
"Gandakan bukti bukti ini. Kemudian bawa ke kantor polisi. Letakkan begitu saja di meja ketuanya!" Perintah Dragon pada Rambaya
"Baik yang mulia!" Respon Rambaya cepat.
Tak lama sesudah itu. Apa yang diperintahkan oleh Dragon sudah selesai mereka lakukan.
Semua bukti-bukti itu sudah mereka berikan kepada pihak yang berwenang. bahkan langsung diletakkan di atas meja kepala kepolisian setempat, yang kebetulan dia juga sedang mencari bukti-bukti kecurangan dari perusahaan yang ada di wilayahnya itu.
"Ini bagaimana bisa?. Siapa yang meletakkan berkas-berkas ini di atas mejaku?. Siapa?" Teriak ya cukup kuat hingga terdengar sampai keluar.
Tok! tok! tok!
"Masuk!" Reaksi Ajun Komisaris Besar Polisi Pramono terdengar tegas
"Siap!" Respon anak buahnya patuh. Kemudian menghadap pada atasannya.
"Kamu lihat ini!. Entah siapa yang meletakkan barang-barang ini di atas mejaku?. Apakah ada salah seorang diantara kalian?" Ucap Pramono bertanya pada wakilnya itu
"Saya tidak tahu ketua!. Memangnya berkas-berkas apa itu?" Jawab Kartono pada atasannya.
"Kau lihat sendiri. Nanti kau akan tahu apa itu?" Jawab Pramono pula .
"Hah!. i i ini?. Bagaimana bisa?. Bukankah ini bukti bukti kecurangan dari perusahaan yang sedang kita incar itu?. Tapi siapa yang melakukannya?" Respon Kartono keheranan
"Jadi bukan kamu, atau kasat Reskrim kita?"
"Bukan ketua!. Saya tahu persis karena barusan kami berdua baru pulang dari Polsek sektor lima."
"Jadi tidak mungkin kalau dia yang melakukannya?. Sementara kami di sana juga menanyakan apakah mereka sudah mendapatkan bukti yang kita perlukan?"
"Jadi kesimpulannya bukan dia dan bukan juga saya!" Jawab Kartono apa adanya
"Lalu siapa ya?. bukti-bukti ini sangat lengkap sekali, bahkan akta kepemilikan perusahaan itu juga ada di sini."
__ADS_1
"Jika bukan karena orang yang berpengalaman, tidak mungkin dia bisa mendapatkan semua bukti-bukti ini?, bahkan masuk ke ruanganku tanpa seorangpun yang tahu."
"Berarti orang tersebut sudah tahu bahwa kita sedang membutuhkan bukti-bukti ini
"Kalau begitu cepat kita bergerak, dan tangkap orang-orang yang terlibat." Reaksi Pramono pada wakilnya
"Siap ketua!. Jawab Kartono tegas
"Tapi tunggu dulu!. Coba kita lihat CCTV yang ada di ruangan ini juga yang ada di ruang tunggu."
"Siapa tahu orang yang melakukannya tertangkap kamera?" Ujarnya tiba tiba
Lalu membuka layar CCTV yang ada di ruangan tersebut. Tapi yang terlihat cuma bayangan buram, sedangkan wajahnya tidak terlihat.
"Apa itu?. Apakah itu orang?"
"Kalau orang bagaimana wajahnya tidak terlihat?. Tapi hanya bayangannya saja?. Tidak mungkin hantu kan?" Reaksi Kartono keheranan.
"Yang jelas bukan hantu! tapi itu orang!"
"Namun entah bagaimana wajah serta tubuhnya tidak terlihat?, yang nampak hanya bayangannya saja. Berarti ada seseorang yang berilmu tinggi yang sudah membantu kita?"
"Kalau begitu tunggu apa lagi?. Tidak perlu dipermasalahkan siapa orang itu?. Yang jelas semua bukti-bukti yang kita butuhkan sudah ada pada kita."
"Tunggal beraksi saja! Ucap Pramono para bawahannya.
Kemudian menemui orang-orangnya, untuk dikumpulkan di suatu tempat, dan bergerak serempak ke perusahaan yang selama ini sudah mereka incar.
Satu setengah jam kemudian. Sejumlah polisi berpakaian preman dan berpakaian dinas, sudah berada di areal perusahaan tersebut, yang kedatangan mereka tentu saja membuat tempat itu gempar.
Karena mereka datang dengan pasukan yang sangat banyak, bahkan sampai mengerahkan kendaraan berat segala.
Melihat ada begitu banyaknya polisi masuk ke perusahaan tersebut. membuat direktur utamanya menjadi keheranan.
Lalu memutuskan untuk turun dan menemui polisi-polisi tersebut
"Ada apa kalian datang dalam jumlah sebanyak ini?. Apakah sedang ada pemeriksaan?" Tanya CEO perusahaan itu dengan ekspresi penasaran.
"Apakah saudara yang bernama William?" Respon Pramono malah balik bertanya.
"Ya saya William!. Ada apa ya pak?. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Jawab orang yang bernama William itu mulai merasa tidak enak.
"Silakan ikut kami ke kantor untuk memberikan keterangan!"
"Selain itu kami juga membutuhkan 64 orang lainnya yang berada di bawah komando mu. karena keterangan mereka sangat kami butuhkan." jawab Pramono membuat William kebingungan
"Ada apa sebenarnya?, dan apa hak mu meminta ku untuk datang ke kantor polisi?. Apakah aku sudah berbuat salah?"
"Untuk masalah itu, silakan saudara tanyakan di kantor!" Jawab Pramono tak mau menjawabnya.
"Tunggu dulu!. Apakah kalian ingin menangkap ku?. Atas dasar apa?"
"Jangan berani macam macam ya?. Aku CEO di perusahaan ini. Kenalan ku cukup banyak."
"Apakah kau ingin dipecat?" Reaksi William mencoba menakut-nakuti Pramono.
"Kami tidak peduli apakah kenalan mu banyak atau tidak?. Tapi yang jelas kau sudah banyak melakukan penyelewengan dan merugikan negara!"
"Oleh karena itu cepat ikut kami ke kantor, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu!" Jawab Pramono sudah mulai merasa tegang.
"Tidak bisa sebelum aku menghubungi pengacara ku!" Reaksi William tidak terima.
"Kalau masalah itu hubungi saja nanti di kantor."
"Kami sedang terburu buru."Jawab Pramono tidak senang
"Awas kalian. Aku akan membalas penghinaan ini!. Tunggu saja! Reaksi William benar-benar tidak suka.
"Hah masa bodoh!"
"Cepat tangkap mereka!. dan masukkan ke mobil itu!"
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar ingin membuat perhitungan dengannya!"