
Satu setengah jam kemudian.
Proses mengadili Alexander dan antek anteknya sudah selesai dilakukan
Untuk Alex, diberi hukuman bukan penjara. Tapi hukuman yang jauh lebih menyakitkan, yaitu dibuat seperti orang hilang ingatan. Dan itu Dragon sendiri yang melakukannya
Setelah dua tahun menjalani hukuman tersebut. Maka penyakitnya akan sembuh kembali. Dan dia akan menjadi orang baik
Untuk Natalie lain lagi. Dia sengaja diasingkan ke tempat jauh, agar menyadari kesalahannya. Yaitu ditempatkan di perguruan Wahyu Taqwa, untuk belajar ilmu agama di sana
Sementara untuk kedua pamannya yang tamak itu. Dragon mengirim keduanya ke penjara
Sedangkan harta yang berasal dari penggelapan uang perusahaan. Baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, semuanya disita oleh Dragon. Kecuali rumah tempat tinggal. Karena keluarganya masih membutuhkan tempat itu untuk berlindung
Sedangkan Aliando yang amanah serta jujur tersebut, masih dipercaya oleh Dragon untuk mengelola hotel milik keluarganya. Tapi dibawah pengawasan orang orangnya Dragon, yang mereka datangkan berdasarkan persetujuan dari Dion
Selain itu Aliando juga harus mengembalikan uang yang diambil oleh kedua anaknya, dengan cara sistim angsur selama tiga tahun
Dragon tidak mau memecat Aliando, karena mempertimbangkan hubungan Aliando dengan ayahnya. Dan selama ini dia dikenal bersih serta jujur
Cuma karena kedua adiknya, serta dua anaknya itu, yang membuat dia tidak berdaya, karena selalu diancam untuk dihabisi oleh mereka
Namun buat ketua gangster empat kota juga bawahannya itu. Mereka dikenakan denda yang cukup besar, yaitu harus mengembalikan uang perusahaan yang sudah mereka ambil. Baik legal maupun ilegal. Dan diwajibkan untuk menjaga hotel itu agar tidak didatangi orang jahat, juga menjaga perusahaan Birawa Group, yang ada di kota itu maupun kota lain agar selalu aman
Kini setelah semua urusan selesai. Dragon memutuskan untuk keluar dari hotel itu sendirian. Karena dia tidak mau penyamarannya diketahui oleh orang lain
***
Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1.30 sore. Saat matahari sedang bersinar terik teriknya di kota itu
Dragon terlihat berjalan sendirian, dan mengamati aktifitas di kota tersebut dengan santainya
Dalam penyamaran itu dia melihat, ada sekelompok pemuda yang sedang mengintimidasi seorang penjual makanan. yang ditemani oleh seorang
remaja perempuan kisaran 14 tahun
Mereka yang sedang mengintimidasi itu berjumlah delapan orang. Dan semuanya berpenampilan cukup bagus
Di depan mereka ada dua buah mobil sedan, yang berhenti persis di sisi gerobak dorong, yang digunakan untuk berjualan itu
Saat seorang pemuda sedang memarahi penjual tersebut, Dragon pun lewat, dan melerai perdebatan mereka
"Jangan ikut campur!"
__ADS_1
"Ini urusan aku dengan penjual gorengan tidak tahu diri itu!"
"Jika kau tetap ikut campur!. Jangan salahkan kami jika bersikap kasar pada mu!" Ucapnya mengancam
"Maaf bang!. Aku bukan mau ikut campur, tapi ingin mengetahui perihal yang sebenarnya."
"Kenapa kalian memarahi bapak penjual gorengan ini?. Apakah dia ada merugikan kalian? Jawab Dragon sekaligus bertanya
"Ada atau tidaknya urusan antara kami dengannya, Kau tetap tidak boleh ikut campur!"
"Jadi sekali lagi aku peringatkan!. Cepat pergi dari sini sebelum kami habisi!" Ucap Brando, ketua pemuda itu dengan bengisnya
Kemudian mendekati Dragon, seperti ingin memukulnya. Tapi Dragon yang mengetahui niat buruk dari lawan bicaranya itu, langsung mencegahnya dengan berkata. "Aku tidak akan pergi, sebelum mengetahui penyebab kenapa kalian membully orang tua ini?" Ujarnya
"Dasar cari mati!"
"Sudah diberi kesempatan untuk hidup, masih juga membandel!"
"Dengar!. Walaupun ini di tempat ramai, dan banyak orang yang melihat. Kami tidak akan segan-segan untuk menghabisi mu!" Respon Brando dengan ekspresi bengis
"Siapa pemuda itu?. Kenapa dia berurusan dengan wakil ketua gangster kota hitam?"
"Apakah dia tidak tahu, bahwa temperamennya sangat kasar, dan tidak segan-segan untuk menghabisi orang yang sudah menyinggungnya?" Ucap seorang pejalan kaki, yang diam-diam mengamati pertengkaran tersebut sambil diam diam merekamnya
Bukan hanya dia saja yang berpendapat demikian. Belasan bahkan puluhan orang-orang yang melihat kejadian itu juga menyayangkan, kenapa Dragon berani-beraninya berurusan dengan kelompok yang sangat ditakuti itu
Boleh dikatakan, mereka adalah kelompok yang menguasai kota tersebut, yang keberadaan mereka seperti tidak tersentuh oleh hukum, dan itu diketahui oleh Tamuji. Namun dia tidak mau berurusan dengan kelompok tersebut, karena ketuanya terkenal sangat kuat
Walaupun dia berjuluk Hantu Empat Kota. Tapi dia hanya menguasai sebagian kecil dari wilayah kotanya. Sedangkan wilayah lain, dikuasai oleh kelompok kelompok lainnya pula
Jadi saat kelompok Tamuji lain melihat Dragon sedang diintimidasi seperti itu. Mereka hanya diam saja. karena mereka tidak kenal siapa itu Dragon. Dan mereka berlalu begitu saja, serta membiarkan Dragon menghadapi nasib sialnya itu
Namun Dragon yang sedang diintimidasi tersebut tidak merasa kecut atau takut. Dan dengan tenangnya Dia berkata. "Apakah kalian yakin, akan memukul ku ditempat ramai seperti ini?"
"Apakah kalian tidak melihat, bahwa di sekeliling kita banyak orang-orang yang menyaksikan?. Dan mereka bisa menjadi saksi atas kebrutalan kalian itu?" Ucapnya bertanya
"Masa bodoh dengan mereka!. Yang penting mulutmu yang sok jagoan itu bisa kami bungkam!, agar kau tahu siapa kami?" Jawab Brando emosi
Kemudian memerintahkan pada bawahannya untuk menangkap Dragon, dan memasukkannya ke dalam mobil untuk diberikan pelajaran
Tapi bukan Dragon namanya, jika dengan intimidasi seperti itu akan merasa takut
Dengan tenangnya dia membiarkan orang-orang itu untuk menyentuhnya. Namun apa yang terjadi?. Tubuh mereka tiba-tiba menjadi kaku, dan tidak bisa bergerak
__ADS_1
Hal itu tentu saja sangat mengherankan, bagi siapa saja yang melihat kejadian tersebut
Brando juga demikian. Empat orang anak buahnya yang diperintahkan untuk menangkap Dragon, tiba-tiba tidak bisa bergerak. dan itu membuatnya sangat penasaran
"Hai bocah!. Apa yang telah kau lakukan pada mereka?"
"Apakah kau sudah bosan hidup?" Tanya Brando merasa kesal
"Kau lihatlah sendiri!. Jangan berkoar-koar saja di sana!" Jawab Dragon sangat menyakitkan
"Sialan!. Dasar bocah gendeng!. Ditanya malah dijawab seperti itu!" Respon Brando tidak senang
Kemudian berlari ke arah Dragon, dan berniat ingin memukulnya. Tapi..
Tap!
Pukulan kuat, yang dilandasi dengan tenaga dalam cukup tinggi. Oleh Dragon hanya dianggap seperti angin lalu saja
Tangan kekar Brando, yang digunakan untuk memukul Dragon, ditangkap dengan mudahnya, dan di putar seperti sedang memeras pakaian basah, hingga membuat Brando menjerit kesakitan
Anak buahnya yang melihat itu menjadi geram, dan berniat ingin membantu ketuanya. Tapi belum juga mereka bergerak, tubuh mereka sudah menjadi kaku. Karena secara diam-diam Dragon mengirimkan pukulan angin untuk mengunci otot-otot mereka
"Huh!. Ilmu baru seumur jagung, sudah digunakan untuk berbuat kejahatan!"
"Lebih baik yang seperti itu harus dimusnahkan!" Ucap Dragon pada delapan orang itu dengan aura mengintimidasi
Sedetik kemudian, Dragon menggunakan ilmu Wahyu Taqwa tingkat satu, untuk mencabut semua keterampilan mereka. Dan dibuat seperti orang yang tidak tahu apa-apa
"Pergilah!. dan sampaikan pada pemimpin kalian, bahwa aku menunggunya di sini!" Jawab Dragon cukup jumawa
"Ba ba baik!" Jawab Brandi gugup dan ketakutan
Kemudian bersama-sama memasuki mobil-mobil mereka, dan bergegas pergi dari tempat itu
"Terima kasih anak muda!. Kau telah menyelamatkan nyawaku juga nyawa anak gadisku ini!"
"Jika kau tidak datang. Maka kami pasti akan binasa!" Ucap pedagang gorengan itu merasa bersyukur
"Sebenarnya apa yang terjadi pak tua!. Kenapa kalian bermasalah dengan orang-orang itu?" Jawab Dragon sekaligus bertanya
"Sebenarnya masalahnya sangat sepele!"
"Sudah tiga hari ini bapak tidak menyetorkan uang keamanan pada mereka. Jadi hari ini mereka menghentikan kami di sini, di tempat ramai pula."
__ADS_1
"Mereka memaksaku untuk membayar uang setoran itu! Tapi karena dagangan ku belum laku. maka bapak tidak bisa memberikan uang tersebut pada mereka."
"Karena sesuai dengan perjanjian. Apabila bapak tidak bisa membayar uang setoran itu, maka anak gadis bapak ini akan menjadi jaminannya!" Jawab Darmadi berterus terang