Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Terkena formasi dan wanita licik


__ADS_3

"Kau pikir kau siapa ha?. Sampai bisa memaksaku untuk tunduk pada mu?"


"Tidakkah kau sadari bahwa di sekeliling mu penuh dengan kamera pengintai, juga senjata rahasia yang siap ditembakkan?"


"Bos besar kami di markas pusat,pasti sudah mengetahui insiden ini, dan telah mengirimkan bantuannya pada ku!"


"Oleh karena itu aku sarankan, agar kau menyerah saja dan bersikap kooperatif pada kami!" Jawab Haidar malah balik menggertak


"Hahahaha!.Lucu!. Benar benar lucu!"


"Tidakkah kau lihat, bahwa semua kamera itu sudah tidak berfungsi?, dan senjata rahasia yang kau maksudkan sudah tidak ada ditempatnya?" Respon Dragon tertawa lepas,dan baru kali ini dilakukannya


"Tidak mungkin!. Kau pasti berbohong!" Jawab Haider tidak percaya


Kemudian mengitari ruangan itu, dan memastikan bahwa yang dikatakan oleh Dragon itu bohong belaka


Tapi tiba tiba lututnya mendadak lemas. Karena yang dikatakan oleh Dragon itu benar semuanya


Seluruh kamera cctv, juga senjata rahasia yang terpasang, sudah tidak ada lagi ditempatnya. Entah kapan Dragon memindahkannya atau merusaknya


Kini tidak ada lagi harapan buat Haidar untuk bisa menekan Dragon, malah dia sendiri yang mendapatkan tekanan


Entah mengapa kali ini dia tidak berani melawan, padahal selama ini dia dikenal dengan sebutan macam kota, yang tidak pernah takut pada siapapun


Tapi kali ini nyalinya benar benar ciut, dan berubah menjadi macan ompong. saat berhadapan dengan Dragon. Dalam pandangannya Dragon itu menyerupai naga besar, dan siap mencabik tubuhnya kapan saja


"Katakan apa yang kau mau kan, asal setelah ini kau mau melepaskan ku?" Ucap Haidar memberanikan diri


"Pilihan bijak!. Memang anak baik." Respon Dragon senang


"Siapa yang menyuruh mu memimpin organisasi yang meresahkan itu?"


"Apakah ada orang kuat dibelakang mu?" Tanya Dragon mengintimidasi


"Ya ada!.dan kau tidak akan bisa menyentuhnya!" Jawab Haidar merasa bangga


"Kenapa?. Apakah tubuh orang itu terbuat dari api atau racun ganas, sampai aku pun tidak bisa menyentuhnya?" Tanya Dragon penasaran


"Dia sangat kuat dan lebih kuat dari semua pemimpin yang ada."


"Jika kami bersatu, belum tentu bisa merobohkannya!" Jawab Haidar apa adanya


"Sekuat itukah bos mu itu. Atau kalian sendiri yang lemah?" Tanya Dragon meremehkan


"Tidak!. Dia memang benar benar kuat!"


"Ilmu kesaktiannya saja sangat tinggi. Tenaga dalamnya pun cukup mumpuni."


"Jika kau bertarung dengannya, mungkin hanya dengan sekali kibas, tubuh mu itu akan terpental dan muntah darah!"


"Jadi aku sarankan, jangan coba coba untuk melawannya!" Jawab Haidar apa adanya


"Hemm!. Cukup menarik!. Aku jadi ingin mencobanya." Respon Dragon semangat


"Tidak mudah untuk menemuinya, Karena dia dikelilingi oleh orang orang kuat, serta rela mati untuk tuannya."


"Jadi aku sarankan, agar kau urungkan saja niat mu itu, dan cari cara aman untuk bisa bertahan!" Tanggap Haidar sok memberi saran


Dengan cara itu dia berharap, agar Dragon menjadi ciut, dan mengurungkan niatnya untuk memberantas kelompok mereka, serta melepaskannya


Tapi jawaban Dragon sungguh diluar dugaan. Dengan santainya dia menjawab." Sekuat apapun seseorang, pasti ada sisi lemahnya termasuk juga aku!"


"Tapi dalam kasus ini, aku merasa masih bisa menang, jika berhadapan dengan orang yang kau katakan itu!"


"Sudah banyak orang kuat yang ku taklukkan, mungkin akan termasuk bos besar kalian itu."


"Jadi kau tidak perlu merasa khawatir akan keselamatan ku!" Jawab Dragon mantap


Kemudian mengirimkan kutukan darah pada Haidar, beserta segel pendeteksi keberadaan seseorang dan tempatnya


Dia juga mengirimkan kutukan tersebut pada anak buahnya, yang masih tertidur dilantai


Sesudah selesai dengan kerjanya, Dragon pun berkata. "Kau sudah boleh pergi!. Begitu juga dengan anak buah mu itu!"


"Kali ini kalian aku lepaskan!. Tapi lain kali jika berbuat jahat lagi, tubuh kalian akan meledak, dan tidak menyisakan kesempatan untuk hidup!"


"Oleh karena itu kembalilah ke pangkal jalan, dan jadilah orang baik serta berguna untuk orang lain!" Ucap Dragon tegas, sambil melepaskan segel penguncian serta segel kejujuran di tubuh lawan bicaranya itu. Kemudian menghilang tanpa jejak


"Apa yang terjadi?. Kenapa tubuh ku jadi lemas begini?"

__ADS_1


"Apakah aku sakit atau terkena racun?" Ucap Haidar baru tersadar dari tekanan


"Tunggu dulu!. Bukankah tadi aku dan anak buah ku melarikan diri ke tempat ini?"


"Tapi kenapa mereka pada tertidur?. Apa yang telah terjadi?" Ucap Haidar merasa heran


"Hei bangun!. Jangan tidur saja!"


"Mari kita pikirkan untuk keluar dari tempat ini!" Teriak Haidar marah, sambil menendang beberapa anak buahnya yang terlelap tidur itu, termasuk Ozil


"Eh!. Kenapa aku bisa tertidur di lantai kotor ini bos?"


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Ozil penasaran


"Jadi kalian benar benar tidak tahu apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Haidar ketus


"Iya bos!. Tiba tiba saja mengantuk dan ingin tidur."


"Apakah bos juga begitu?" Tanya salah seorang anak buahnya ingin tahu


"Sepertinya tidak!. Tapi aku tidak tahu lagi apa yang terjadi padaku."


"Tapi ah sudahlah!.Jangan pikirkan lagi masalah itu!"


"Lebih baik kita cari tahu, apakah musuh sudah pergi atau belum?" Ucap Haidar tegas


"Alex!. Cepat naik keatas!, Lihat apakah orang yang menyerang kita itu masih ada atau tidak!"


" Kalau mereka sudah pergi, cepat kasi tau!" Ucap Haider memberi perintah


"Siap bos!" Jawab orang yang bernama Alex itu patuh


Kemudian dengan langkah hati-hati, dia menaiki tangga untuk menuju pintu rahasia yang hanya kelompok mereka yang tahu


Setelah sampai di atas. Alex langsung mengintip melalui lobang kecil yang ada di pintu masuk ruang bawah tanah itu, dan mendapati bahwa musuh yang tadi menyerang mereka sudah tidak ada lagi di tempat itu


Bergegas dia turun, dan ingin langsung mengabarkan pada bosnya, bahwa situasi diatas sudah aman. Tapi Haidar sebagai ketua satu masih belum percaya


Sekali lagi dia mengutus bawahannya, untuk memastikan bahwa situasinya benar benar aman


Kali ini bukan hanya mengintip, tapi langsung keluar dari ruangan itu, dan mengamati keadaan di luar


"Mana aku tahu!. Mungkin jasad jasad mereka sudah di pindahkan ketempat lain, atau dikumpulkan di suatu tempat?" Jawab temannya jujur


"Ah sudahlah!. Sa bodoh amat dengan mereka!. Lebih baik kita cepat kembali dan kabarkan berita bagus ini!" Respon temannya terkesan cuek, dan mementingkan diri sendiri


Tak lama kemudian, mereka pun sudah berada di ruangan bawah tanah lagi, dan langsung mengabarkan situasinya


"Ayo kita naik!, dan segera bersiap untuk meninggalkan markas ini!"


"Aku tidak mau orang orang itu menemukan kita!" Ucap Haidar memberi perintah


***


Dua setengah jam kemudian, mereka sudah berada di tempat lain, dan akan segera bergabung dengan kelompok sembilan, yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Vienna


Sehari harinya dia berprofesi sebagai pelatih ilmu kanuragan berjenis Wushu, Karate dan Taekwondo


Sanggar yang ia dirikan persis berada di pinggiran hutan, jauh dari pemukiman penduduk, yang sekaligus berfungsi sebagai markas kelompoknya


Kesana lah Haidar dan anak buahnya ingin pergi, dan hampir mencapai lokasinya


Tapi tanpa mereka sadari, gerak gerik mereka sedang diawasi oleh seseorang, yang bersembunyi di tempat aman


Menggunakan teleskop canggihnya. Mata mata tersebut bisa melihat dengan jelas aktifitas mereka. Termasuk aktifitas di dalam bangunan yang mereka sebut sanggar itu


Kebetulan dia bersembunyi diatas sebuah pohon, yang cukup rindang dan tinggi


Dari tempat itulah dia terus mengamati, aktifitas orang yang berada di dalam sanggar tersebut


Kebetulan di tengah tengah bangunan sanggar itu, ada sebuah tanah lapang yang cukup luas, difungsikan sebagai arena berlatih buat murid murid perguruan mengasah kemampuannya


"Lapor ketua!. Pemimpin kelompok delapan ingin datang menghadap!" Ucap Listya, komandan kelompok sembilan itu melaporkan


"Suruh mereka masuk dan temui aku di ruang tengah!" Jawab Vienna tegas


"Baik ketua!" Jawab Listya patuh


Kemudian pergi ke gerbang depan, untuk menemui ketua kelompok delapan, dan memandu mereka untuk masuk

__ADS_1


Begitu ketua satu dan ketua dua masuk. Vienna langsung bertanya. "Apa yang membawamu datang kesini Jodi?" Panggilan akrab sesama ketua kelompok untuk Haidar diucapkan


"Apakah ada masalah serius di kelompok mu?" Tanya Vienna lagi


"Bukan serius lagi, tapi sangat serius!" Jawab Haidar atau Jodi apa adanya


"Coba ceritakan dengan jelas. Agar aku bisa mencernanya, dan bisa mengambil tindakan!" Respon Vienna atau Anna serius


"Begini!" Ucap Haidar memulai laporannya


Kemudian menceritakan dari awal sampai akhir, apa yang terjadi pada kelompok nya itu. Termasuk pada kasus hilangnya sebagian besar anggotanya. Lalu menutupnya dengan keluhan panjang


"Aneh!. Kau yang biasanya ditakuti oleh lawan lawan mu, kali ini malah ketakutan seperti itu."


"Apakah kelompok yang kalian hadapi benar benar kuat, sampai mampu memaksa mu mundur dan melarikan diri?" Respon Vienna keheranan


"Kau belum tahu kekuatan mereka Anna. Walau jumlahnya sedikit, tapi kemampuan bertarungnya sangat mumpuni."


"Mungkin jika dibandingkan satu banding sepuluh."


"Dikeroyok pun tidak membuat mereka gentar, apalagi mundur!"


"Malah anak buah ku sendiri yang dibuatnya kocar kacir, serta bertumbangan seperti kayu lapuk!" Jawab Haidar merasa gentar


"Hemm!. Lalu bagaimana kalian bisa selamat, dan bisa sampai disini?" Respon Vienna bertanya


"Melihat anak buah ku terdesak, begitu juga dengan ku dan Ozil. Aku memerintahkan pada yang masih tersisa untuk lari, dan masuk ke ruang bawah tanah."


"Dengan usaha itulah kami bisa selamat dan sampai disini." Jawab Haidar berterus terang. Tapi tidak menceritakan saat Dragon datang itu, karena dia sudah tidak ingat kejadiannya


"Lalu apa yang kau inginkan?. Apakah kau ingin agar aku membantu mu menumpas kelompok tersebut?" Tanya Vienna langsung pada intinya


"Benar sekali!. Tolong pinjami aku dua atau tiga ratus anak buah mu, untuk membantu ku menumpas gerombolan pengacau itu, dan merebut kembali wilayah ku!" Jawab Haidar berterus terang


"Aku rasa sulit!. Karena saat ini anak buah ku sedang menjalankan misi, merebut daerah pinggiran sungai dari pengaruh pemain baru."


"Mereka dikabarkan mulai mengembangkan sayapnya di daerah itu."


"Jadi seseorang meminta untuk mengusir kelompok tersebut dari wilayah mereka, dan mengijinkan kelompok ku menguasainya!" Jawab Vienna berterus terang


"Tunggu dulu!. Wilayah mana yang kau maksudkan itu Anna?"


"Apakah wilayah bagian utara sungai sampai ke hulu?" Tanya Haidar penasaran


"Tepat sekali!. Wilayah itulah yang ingin aku rebut dan bebaskan!" Jawab Vienna atau Anna bangga


"Apakah kau tidak tahu, bahwa wilayah itu masuk yurisdiksi kelompok ku?"


"Apakah kau ingin merebutnya dari ku?" Ucap Haidar tidak senang


"Oh kalau begitu sangat kebetulan!. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui!"


"Selain menumpas pengacau itu, sekalian pula membantu mu, dan merebut kembali wilayah yang sudah mereka kuasai."


"Tapi persyaratan tentu tidak mudah!"


"Kau harus menyerahkan areal tepian sungai tersebut pada ku, sedangkan sisanya boleh kau ambil."


"Tapi jika kau tidak mau atau keberatan, ya tidak masalah!"


"Aku bisa menghubungi komandan ku, untuk menarik kembali pasukannya dan kembali ke sini!" Respon Vienna terdengar licik


"Huh dasar perempuan licik!. Mau membantu tapi mau imbalan!"


"Tapi jika dia tidak membantu, selamanya wilayah ku tidak akan bisa ku rebut."


"Sedangkan kelompok tujuh jauh dari sini. Apalagi kelompok satu" Batin Haidar dalam hati


"Ah!. Apa boleh buat!. Terpaksa harus menyetujui usul dari perempuan licik ini."


"Mudah mudahan dengan bantuannya, sebagian besar wilayah ku bisa kembali pada ku." Batinnya lagi


"Bagaimana Jodi?. Apakah kau sudah mendapatkan jawabannya?" Tanya Anna tiba tiba


"Huh!. Mau tidak mau dan terpaksa harus menyetujui usul mu itu!"


"Jika tidak selamanya kelompok ku tidak bisa bangkit lagi." Jawab Haidar atau Jodi lemah


"Bagus!. Kapan kita memulai rencana penyerangan itu?" Tanya Vienna semangat

__ADS_1


__ADS_2