Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Dyah jadi taruhan


__ADS_3

Tak lama kemudian, apa yang diperintahkan oleh Dragon telah mereka laksanakan. Tiga batu yang dibeli olehnya sudah diletakkan di tengah ruangan, yang memang diperuntukkan untuk memajang batu yang diperkirakan mengandung logam mulia


Akibat dari tindakan Dragon dan ucapannya yang seperti itu, membuat orang orang yang ada di tempat tersebut menjadi penasaran.


Pertama satu orang yang datang, Lama lama jadi banyak karena penasaran. Termasuk tiga orang pemimpin keluarga besar yang memang gila dengan taruhan batu di manapun diadakan


Selain tiga orang kepala keluarga tersebut, ada lagi kepala keluarga dari negara lain. Salah satunya dari Myanmar, dari Cina daratan dan dari Paris Perancis


Sudah empat hari ini mereka berada di tempat itu, untuk sekedar mencari peluang, apakah ada batu berharga atau tidak. Tapi selama kurun waktu itu, mereka belum menemukannya batu yang diharapkannya


Jadi saat Dragon berkata cukup keras tersebut, apalagi setelah batu yang dibelinya itu diletakkan di tengah ruangan. Maka mereka pun langsung datang dan memasang taruhan besar


Ada yang memasang jutaan batch. Ratusan ribu dolar Amerika dan euro. Bahkan ada yang miliaran, Apalagi tiga orang terkaya itu. Penerusnya juga ikut memasang, terutama tuan muda Narogong That, putra dari orang terkaya nomor satu di Thailand yang bernama That Natgong Wie. Dia memasang taruhan atas batu tersebut sebesar 10 miliar batch, atau sekitar 40 miliar lebih


Tindakannya itu tentu saja membuat aktifitas di tempat tersebut terhenti, dan jadi melihat aksi Dragon yang mulai mendapatkan perhatian itu


Salah seorang dari pengunjung gedung pelelangan tersebut menjadi penasaran. Dia adalah Boom Nam, seorang ahli batu yang sudah mendapat gelar master tingkat tujuh, dan sudah merajai tempat itu selama kurang lebih lima tahun


Selama kurun waktu itu, belum pernah ada yang mampu mengalahkannya. Tapi hari ini dia dibuat penasaran oleh aksi Dragon yang cukup berani itu


Memasang batu di tengah ruangan, berarti menantang orang lain untuk datang. Taruhannya sangatlah besar. Tidak boleh dibawah seratus ribu. Sedangkan tingginya tidak dibatasi


Dengan bertaruh seperti itu, berarti pemenangnya berhak mendapatkan batu tersebut setelah menebusnya. dan Dragon sudah siap untuk hal tersebut


"Nekat betul bocah itu!. Berani beraninya membuat kita bertaruh di sini."


"Selama pameran ini di buka, belum ada yang berani memprovokasi kita. Apalagi di sana ada belasan orang asing yang baru ikut bergabung."


"Kalau tebakannya tidak benar. Dia yang akan mati sendiri."


"Dasar orang orang bodoh!" Ujarnya menyayangkan tindakan Dragon itu


"Kakak!. Kenapa orang orang itu mengerumuni kita?. Apakah mereka ingin berkelahi?" Tanya Dyah merasa penasaran


"Bukan dek!. Mereka hanya penasaran saja dengan batu yang kakak beli ini."


"Menurut perkiraan mereka, batu batu ini sangat berharga, sampai ada yang berani memasang taruhan sebesar itu. Tentu saja harapan mereka bisa menang dan dapat memilikinya." Jawab Dragon menjelaskan


"Begitu ya kak?. Tapi apakah batu yang kakak pilih ini memang bagus?"


"Kalau menurut Dyah cuma batu kasar saja. Pecah pecah lagi. Dimana bagusnya?"


"Dijalan, di sungai bahkan di halaman rumah kita pun banyak. Bahkan lebih bagus lagi dari pada ini?"


"Kenapa kakak malah memilihnya?. Apakah tidak ada lagi yang lain?, misalnya batu yang dipilih oleh dua orang itu?" Respon Dyah keheranan


"Batu ini lain dek!. Didalamnya ada logam mulia berjenis emperor Jade. dan jenis lainnya."


"Bukan hanya satu tapi tiga tiganya. Tau?" Jawab Dragon sambil berbisik


"Imperial Jade? apa itu kak?. Apakah sejenis makanan?" Tanya Dyah sedikit kuat, hingga membuat orang orang yang ada disitu mendengarnya


"Wah adik kecil!. Kau bilang didalam batu itu ada imperial Jade?. Apakah kau bercanda?" Respon seorang tuan muda yang gemar memainkan perasaan wanita penasaran


"Apa urusan mu?. Aku bertanya pada kakakku bukan padamu!" Jawab Dyah ketus


"Wah kecil-kecil cabe rawit, kalau dimakan pedas tuh!"


"Tunggu kau ya!. Setelah aku memenangkan pertaruhan ini, maka aku akan meminta kakakmu untuk mempertaruhkan dirimu, agar aku bisa menghajar mu nanti!" Respon tuan muda itu tidak senang


"Apa katamu?. Kau ingin menghajar ku?"


"Sini!. Biar aku robek mulutmu yang kotor itu!" Balas Dyah tidak senang. Kemudian berusaha maju untuk mendapatkan orang tersebut dan melaksanakan niatnya


Tapi langkahnya dicegah oleh Dragon dengan menggelengkan kepala, karena suatu waktu nanti, Dragon juga akan memberi pelajaran pada tuan muda itu


Dyah menjadi geram. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dominasi kakaknya sangat kuat. Tapi dalam hatinya penuh dengan dendam


"Tunggu apalagi bocah?. Cepat tunjukkan pilihanmu itu!"


"Jika apa yang kau bawa ini tidak sesuai dengan kenyataan Maka jangan harap kau bisa keluar dari sini!" Ucap Boom Nam tidak sabaran

__ADS_1


"Betul!. Kau sudah membuat kami penasaran. Awas jika kami kalah!. Maka tubuhmu itu yang akan menjadi tumbalnya!" Sambut tuan muda keluarga lain pula


"Aku ingin adiknya yang ceriwis itu. Akan aku pelihara dia, dan aku jual setelah dia dewasa!" Sambung orang lain pula


"Enak saja!. Dia milikku karena kita bertaruh atas namanya!" Bantah teman yang lain protes


"Hei apa yang kalian bicarakan?. Kita bertaruh dengan batu. bukan dengan bocah itu!. Dasar orang-orang serakah!" Ucap seorang kepala keluarga tidak senang


"Kau tahu apa Bonstri. kepala keluarga perempuan seperti mu mau ikut bersaing dengan kami?. Jangan mimpi!" Ucap Hannam Gong merendahkan


"Baik kalau kau berkata begitu!. Tadi kita sudah bertaruh dengan miliaran bath."


"Sekarang mari kita bertarung dengan yang lain!"


"Begini!. Selain bertaruh dengan batu itu, mari kita bertaruh dengan harga diri keluarga kita!"


"Jika aku menang dan di dalam batu itu memang ada logam yang berharga, maka seluruh usaha keluargamu akan menjadi milikku!"


"Sebaliknya jika aku kalah. maka aku akan menyerahkan seluruh aset kekayaan keluargaku pada mu!" Respon Bonstri tidak senang dan penuh tantangan


"Apa yang ibu lakukan?. Bertaruh dengan batu itu sangat riskan sekali! Kenapa ibu harus mempertaruhkan aset keluarga kita?"


"Bagaimana jika ibu kalah?. Bukankah kita akan menjadi miskin dan tidak dipandang lagi di negara ini?" Protes anaknya tidak terima


"Kau diam saja Channarong!. Ini bukan urusanmu, tapi urusan ibu dengan kepala keluarga itu!"


"Selama ini kita memang selalu bermusuhan, dan selalu dipandang rendah oleh mereka!"


"Dua keluarga itu juga sering menekan kita, karena menganggap mereka keluarga terkaya nomor satu dan dua. jadi seenaknya menekan keluarga kita yang menempati posisi ketiga."


"Oleh karena itu ibu menantang mereka, dan menunjukkan, bahwa dominasi keluarga kita tidak bisa diremehkan!" Jawab Bonstri menenangkan putranya


"Anak muda!. Maukah kau bertaruh denganku?, tapi tidak menggunakan uang. Namun menggunakan seseorang." Ucap tuan muda yang bernama Boon Cap memberi tantangan


"Maksudmu kau ingin bertaruh dengan adikku ini?. Apakah kau kira dia itu barang?" Jawab Dragon mulai terpancing emosi


"Kalau bisa kenapa tidak?. Aku lihat adikmu itu sangat cantik, dan aku sangat menyukainya!"


"Jika kau berani bertaruh denganku, maka aku akan menawarkan sesuatu yang sangat berharga."


"Aku berikan kau satu juta bath jika menang."


"Tapi jika kau kalah, maka tidak perlu kau bayar, tapi cukup menyerahkan adikmu itu. Bagaimana?" Ucap Boon Cap menyakitkan


"Baik!. Aku terima tantanganmu!. Jika aku kalah, maka akan menyerahkan adikku ini."


"Tapi jika kau kalah, maka selain uang itu, kau juga harus menyerahkan nyawamu padaku. Bagaimana?" Jawab Dragon tegas sampai membuat adiknya terperangah tidak percaya


"Kakak!. Apa yang kau lakukan?. Kenapa kau mempertaruhkan Dyah?"


"Bagaimana kalau kakak kalah?. Apakah kakak akan memberikan Dyah pada orang menjijikan itu?" Tanya Dyah tidak senang


"Adik tenang saja!. Kakak tahu apa yang kakak lakukan. Kakak janji walaupun kakak kalah, kakak tidak akan menyerahkan mu pada badjingan itu." Jawab Dragon menenangkan adiknya


"Hahahaha!. Ini menarik, sangat menarik!"


"Baru kali ini aku melihat ada kakak yang setega itu pada adiknya!"


"Dia sanggup menjual adiknya demi untuk satu juta bath. Benar-benar orang yang bodoh!" Ucap beberapa orang menyayangkan tindakan Dragon itu


"Oh ya tuan muda bohongan!. Bagaimana dengan tawaranku itu?"


"Yaitu jika kau kalah, maka nyawamu itu adalah milik ku. Apakah kau berani?" Ucap Dragon mengalahkan suara orang-orang yang ada di ruangan tersebut


"Siapa takut?. Hanya urusan nyawa itu masalah kecil bagiku!. Kalaupun aku kalah, takkan mungkin kau berani mengambilnya?"


"Tapi jika kau kalah, maka kau tidak akan bisa mempertahankan adikmu yang cantik itu!" Jawab Boon Cap kembali menyakitkan


Tak lama kemudian batu pertama yang diletakkan di urutan satu telah dibuka. Pengerjaannya diserahkan pada tukang potong yang memang disediakan oleh pemilik gedung pameran tersebut


Tapi dalam dia memotong itu. yang bersangkutan harus mengikuti pola yang dibuat oleh Dragon dengan menggunakan spidol

__ADS_1


Maka dengan hati-hati, tukang potong batu itu memotong batu tersebut sedikit demi sedikit, dan akhirnya warna hijau pun terlihat, yang menandakan bahwa di dalam batu itu memang terdapat benda yang berharga


Tanpa memperdulikan teriakan orang-orang yang sedang menonton itu, tukang potong batu tersebut terus mengerjakan tugasnya, dan akhirnya tugasnya selesai, dan diperlihatkan pada khalayak ramai


Sontak saja orang-orang yang melihat bentuk dari batu tersebut menjadi terperangah diam, serta melongo tidak percaya


Di depan mereka ada batu yang berwarna hijau.l terang Dengan perpaduan yang serasi serta bermotif bintang. Menandakan bahwa batu tersebut adalah Jade bintang terang


"Tidak mungkin?. Batu yang kita anggap murahan itu ternyata mengandung jade bintang. Golongan jade nomor 3 termahal di dunia!" Ucap beberapa orang pengunjung dengan ekspresi penasaran


"Siapa kau sebenarnya anak muda?. Kenapa kau bisa menebak kalau di dalam batu itu ada logam yang sangat berharga?" Tanya Boom Han merasa penasaran


"Aku bukan siapa siapa!. Aku hanya kebetulan lewat dan memasuki tempat ini."


"Jika tebakanku benar.Itu karena aku sedang beruntung saja." Jawab Dragon terdengar merendah


Ini bukan kebetulan!. Kau pasti master batu, sampai kau bisa menilai kalau didalam batu yang kau pilih itu ada giok nya." Respon boom Ham tidak percaya


"Ini belum seberapa. Masih ada dua batu lagi yang tentu akan membuat kalian semakin terperangah diam."Jawab Dragon enteng daja


Kemudian meminta pada pemotong batu itu untuk meneruskan tugasnya dengan berkata. "Paman Cheongsam!. Cepat lakukan tugasmu!. Potong batu yang kedua ini mengikuti pola yang sudah aku gambar itu!" Ucap Dragon memberi perintah


"Baik tuan muda!" Jawab tukang potong batu itu patuh. Kemudian mulai mengerjakan tugasnya


Tak lama kemudian, batu kedua yang dipotong olehnya itu menampakkan hasil yang lebih mencengangkan. Di dalam batu kedua tersebut, ada giok semi kaisar berwarna putih bercampur sedikit merah, kuning dan biru


Kejadian tersebut tentu semakin membuat orang-orang menjadi keheranan. Dua buah batu yang telah dipotong itu, semuanya adalah batu jenis langka


Kini batu ketiga pula yang sedang dipotong, dan hasilnya sungguh mencengangkan


Di dalam batu itu ada Giok kaisar atau imperial jade yang harganya bisa mencapai jutaan dolar Amerika. dan jika diuangkan ke mata uang Thailand atau Indonesia itu sudah mencapai triliunan rupiah atau triliunan bath


Melihat itu orang-orang yang bertaruh terutama yang memenangkannya menjadi kegirangan. Tapi sebaliknya bagi yang kalah mereka merutuk dan marah-marah tidak karuan


Mereka tidak peduli lagi dengan tata krama atau kesopanan. yang penting mereka bisa melampiaskan kekecewaannya


"Brengsek!. Ini gara-gara kau anak muda uangku jadi habis!"


"Satu milyar bath bukanlah jumlah yang kecil. Tapi kau malah memenangkan kepala keluarga perempuan itu!"


"Kalau kau tidak mati maka aku tidak akan merasa senang!" Reaksi Narogong That penuh ancaman


"Aku juga demikian. Tabungan ku jadi habis gara gara kau!"


"Kalau aku tidak memukul mu!,maka jangan salahkan mereka yang akan melakukannya!" Sambung Boon Cap juga tidak senang


"Huh! Jangan hanya pandai menyalahkan orang!.Kalian sendiri yang salah, apalagi kau?"


"Seenaknya saja meminta adikku ku sebagai barang taruhan!"


"Setelah kalah baru menyalahkan orang!"


"Bukankah kau tadi menginginkan adikku?. Tapi sayangnya kau kalah Cap Boon?"


"Sekarang kau harus menyerahkan nyawamu padaku!. Apakah kau ingin mengingkarinya?" Tangkis Dragon tidak terduga


"Tidak bisa!. Dia satu satunya pewarisku!"


"Jika dia mati, bagaimana kami akan meneruskan trah kami nanti?"


"Sebaliknya kau yang sudah membuat kami bangkrut harus kami adili, karena kau sudah berbuat curang, dan bekerja sama dengan perempuan licik itu!" Bantah ayah dari Boon Cap tidak senang


"Betul!. Dia telah berbuat curang!. Aku melihat bahwa dia telah menukar batu itu!" Sambut salah seorang penonton karena ingin mendapatkan perhatian


"Ya!. Aku juga melihatnya!. Jadi ayo kita tangkap dia, dan serahkan pada pihak yang berwajib!" Sambung beberapa orang yang ada dalam pertarungan tersebut dan kalah


"Berhenti!. Jangan mengarang cerita dan mengada-ada!. Kita sama-sama melihat bahwa yang memotong batu itu adalah tukang potong yang memang sudah berpengalaman!"


"Sebaliknya ahli batu yang sudah bergelar master 7 ini malah meragukannya. Dia malah membuat kita menjadi bertengkar seperti ini!"


"Dimana tanggung jawabnya?. Bukankah selama ini kalian mempercayainya?" Ucap Bonstri marah.

__ADS_1


Kemudian menyambung lagi perkataannya. "Kalau kalian ingin membalas dendam, maka balaskanlah padanya bukan pada pemuda ini!" Jawab Bonstri membela Dragon


"Tidak bisa!. Di sini akulah yang paling berkuasa!" Ucap seseorang dengan suara lantang dan mengagetkan semua orang


__ADS_2