Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Masih ada musuh lain


__ADS_3

Lalu. Jder!


Boouumm!


Tubuh Zarobu terlempar cukup jauh. Walau hanya terkena biasnya saja. Tapi akibatnya sungguh mencengangkan


Sekujur tubuhnya banyak mengalami luka yang lumayan parah


Baru biasnya saja sudah membuat kondisinya menyedihkan begitu, bagaimana kalau terkena sambaran langsung. Mungkin tubuhnya akan hancur menjadi debu


Beruntung kali ini dia bisa selamat, dan hanya mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya. Kemudian segera bangkit dari tanah, dan ingin mencoba melawan musuhnya. Tapi tindakannya justru membuat Brawijaya marah


Dengan cepat dia kembali mengangkat tangannya, dan mengarahkannya pada Zarobu. Lalu,l Slash!, slash!


Jder! Jder!


Dhuar! duarr!


"Argh!" Teriak Zabu kesakitan. Kemudian berguling guling di tanah kembali


Dua kali tubuhnya disambar petir yang cukup kuat. Tapi belum juga mati. Jika orang biasa, mungkin sudah mati saat itu juga


Namun walau belum mati. kondisinya sudah sangat memperihatinkan


Namanya saja iblis. Makhluk yang tidak bisa mati kalau belum waktunya. Tapi kali ini lain. kekuatan yang sedang dihadapinya itu, merupakan kekuatan langit. Ditambah dengan senjata yang dipegang oleh musuhnya itu, bisa saja semua itu membunuhnya


Memikirkan itu saja iblis Zabu sudah ketakutan. Sepanjang yang ia ingat, belum pernah sekalipun ia menang saat melawan musuhnya ini


Selalu nya dia yang kalah, dan sering mengalami luka luka. Beruntung saat itu ia tidak mati


Tapi ketika mau di kurung atau disegel, ia selalu berhasil melarikan diri


Namun kali ini keadaannya berbeda. Dragon yang saat ini telah menjelma menjadi pangeran Brawijaya, terlihat tidak mau kecolongan lagi


Sebelum sampai, dia telah memasang formasi penghancuran, agar Zabu tidak bisa melarikan diri lagi


Ternyata apa yang dia perkirakan itu benar terjadi. Berkali kali Zarobu ingin melarikan diri. Tapi tidak berhasil juga


Karena tidak mau buruannya lepas, Maka dengan bengisnya Brawijaya menyerang Zarobu, dengan beberapa kali melancarkan pukulan serta serangan berbentuk petir merah bercampur biru


Dan kali ini dia akan menyerang lagi. serta tidak memberi kesempatan buat Zarobu untuk bernafas


Serangan kali ini tidak main main. Tampaknya merupakan serangan pamungkas. Kemudian..


Slash!, Jder!


Bunyi kilat serta petir pembuka serangan terdengar


Disusul dengan satu pukulan raja Bajra, dan disusul pula dengan hujaman senjata tajam, berupa keris kyai sengkelet ke arah tubuh Zarobu, yang sudah tidak berdaya itu. Dan..


Slash!


Bug!


Jleb!


Jdar!


Boouuommm!


Ledakan besar segera terjadi di tempat itu, sampai menggetarkan tanah, dan membuatnya terbongkar cukup dalam, serta mempengaruhi cuaca di lokasi tersebut


Beruntung markas organisasi mereka, letaknya berada di sebuah pulau yang cukup jauh dari pemukiman penduduk, hingga akibat ledakan itu, tidak mempengaruhi mereka


Namun dari arah kejauhan, penduduk yang tinggal di pesisir pantai, juga tempat tempat yang tinggi, bisa melihat awan tebal yang membumbung tinggi ke angkasa


Dalam hati mereka tentu saja bertanya tanya, ada apa gerangan yang terjadi di pulau itu?


Selama ini mereka hanya mengetahui, bahwa di pulau yang cukup besar itu, terdapat pabrik pengolahan hasil laut, yang para pekerjanya diambil dari tempat jauh, dan rata rata berjenis kelamin laki laki


Hari ini para penduduk pesisir itu melihat. Ada kejadian besar yang terjadi di pulau tersebut


Tapi mereka mengira, kejadian itu mungkin akibat salah satu pabrik pengolahan hasil laut terbakar. Jadi mereka hanya bisa melihatnya dari jauh


Sementara itu, tubuh Zarobu yang terkena hujaman serta pukulan raja Bajra, serta sambaran petir biru, terlihat terbenam di kawah yang ada di tanah


Saat dia tengah merintih kesakitan tersebut, datang lagi sambaran petir yang sangat kuat, menghantam tubuhnya, hingga membuat tubuh yang sudah tidak berdaya itu hancur menjadi debu


Sedangkan lokasi tempat sambaran petir itu, menjadi luluh lantak dibuatnya


"Berakhir sudah." Guman Dragon lirih


Tapi tanpa diketahui, seberkas sinar cukup lemah, keluar dari reruntuhan tanah itu, dan terbang menjauh


Namun kejadian itu segera diketahui oleh Dragon. Namun dia hanya tersenyum saja. Lalu..


Kress!


Krep!


"Aaaarrrkkhh!"


Dhuaarr!


Sinar yang terbang menjauh itu meledak di udara, menimbulkan suara yang sangat kuat, diawali dengan teriakan cukup memilukan


Ternyata jiwa Zabu masih belum mati, karena dia telah meletakkan jiwanya itu di dua buah jantung milik Rekso dan komandan Dat


Dragon yang sudah mengetahui itu bertindak cepat

__ADS_1


Saat tubuh Zarobu meledak, dia bisa melihat seberkas cahaya hitam, keluar dari reruntuhan, dan melesat menjauhi lokasi pertempuran


Tak mau kecolongan lagi. Dua buah jantung yang ada pecahan jiwa Zarobu, segera di remas oleh Dragon, hingga membuat pecahan jiwanya meledak. Disusul oleh pecahan jiwa yang lain, yang saat itu sedang melarikan diri


Kini tamat sudah riwayat Zarobu, iblis hitam yang sangat jahat ratusan tahun yang lalu


Bersama dengan musnahnya seluruh jiwa Zarobu, padam pula api pemujaan di tempat lain, hingga membuat para penyembahnya menjadi ketakutan


"Gawat!. Api perlambang adanya sesembahan kita telah padam!"


"Mungkinkah dewa kita telah tewas?" Ucap seseorang yang menjadi pemimpin orang orang itu merasa khawatir


"Ketua!. Lebih baik kita selidiki masalah ini."


"Siapa tahu bisa mendapatkan kejelasan." Ucap anak buahnya memberi saran


"Bagaimana yang lain?. Apakah ada yang bersedia menyelidikinya?" Jawab ketua tersebut sambil bertanya


"Masalahnya bukan mau atau tidak mau ketua!"


"Permasalahannya kita tidak tahu dari mana memulainya!"


"Sedangkan kita tidak tahu dimana jiwa sesembahan kita itu berada!" Ucap salah seorang ketua yang lain


"Kalau begitu lebih baik kita tanyakan masalah ini pada tuan besar."


"Siapa tahu dia bisa memberi solusi." Jawab ketua tersebut terkesan setuju


***


sementara itu masih ditempat pertempuran, Dragon yang sudah kembali ke bentuk semula, sedang memberi instruksi pada anak buahnya yang sudah ia keluarkan


Salah satu yang ia instruksikan adalah. "Sisir seluruh tempat ini. Ambil semua benda berharga yang mereka punya!" Ujarnya memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab seluruh anak buahnya serempak, termasuk Ranggaspati sendiri


Tak lama kemudian, masing masing mengambil perannya, begitu juga dengan Pati dan anak buahnya


Tapi saat ia mau bergerak, Dragon malah memanggilnya untuk menghadap


"Khusus untuk mu juga anak buah mu. Pergilah ke arah selatan."


"Masuki sebuah gua yang cukup dalam!"


"Ambil seluruh benda berharga yang disimpan di sana."


"Karena harta harta itu, semuanya milik mu juga organisasi, dimana kau dibesarkan." Ucap Dragon memberi petunjuk


"Siap tuan muda!" Jawab Ranggaspati patuh. Kemudian mengajak dua belas orang anak buahnya untuk pergi ke gua tersebut


Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di gua yang dimaksud. dan langsung memasukinya


"Apa yang kalian lakukan?"


"Cepat letakkan kembali ke tempatnya!" Ucap Ranggaspati penuh ancaman


"Siapa kau?. Kenapa bisa masuk kesini?" Jawab salah seorang pria paroh baya malah balik bertanya


"Aku adalah malaikat maut mu. Yang diutus oleh naga penguasa dunia, untuk mencabut nyawa mu!" Jawab Pati sangat berwibawa


"Hahahaha!. Seorang anak kecil, dengan dua belas pengawal lemah seperti itu, berani memprovokasi ku!"


"Apakah kau sudah bosan hidup?" Respon laki laki paroh baya menghina


"Anak anak!. Cepat habisi orang orang itu!"


"Kita sudah tidak punya waktu untuk mengambil seluruh harta milik kita ini!" Ucap orang tersebut memberi perintah


Kemudian bersama dengan anak buahnya yang lain. kembali melanjutkan pekerjaannya, mengambil barang apa saja yang ada di dalam gua tersebut, dan meletakkannya di ditempat lain


Sementara belasan anak buahnya, yang dia perintah untuk menyerang tadi, terlihat tidak bergerak sedikitpun. Sepertinya salah seorang diantara mereka, kenal dengan Pati, tapi dia belum terlalu ingat siapa Pati itu


Jadi dia bersikap ragu ragu, dan sempat memberi kode pada anak buahnya untuk tidak menyerang


Di bagian Pati malah lain lagi ceritanya. Melihat keberadaannya tidak dianggap oleh ketua kelompok orang orang itu, membuat Ranggaspati menjadi marah. Kemudian tanpa diduga, langsung mengeluarkan api biru dari tangannya


Seketika didalam ruangan itu menjadi terang benderang, ditambah dengan penerangan lampu yang sudah ada sebelumnya, semakin membuat pemandangan dalam ruangan tersebut menjadi jelas terlihat


Bahurekso. Si pria paroh baya itu menjadi tercekat diam. Dia tidak menyangka, bahwa orang yang diremehkannya tadi, merupakan seorang pendekar, atau petarung level tinggi


Itu terbukti dari kemampuannya, merilis elemen api untuk menjadi senjatanya


Tak mau gegabah dan salah langkah lagi. Bahurekso bergegas bertanya "Siapa kau sebenarnya anak muda?.


"Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?" Tanya laki laki tersebut keheranan. Sambil memperhatikan Pati dengan api birunya itu


"Kalau kau anggota organisasi yang telah Hancur ini. berarti kau kenal dengan ku!" Jawab Pati tegas


"Katakan saja langsung pada intinya!" Respon Bahurekso mencoba bersikap tegar, padahal dalam hatinya merinding ketakutan


"Bos!. Kalau tidak salah, dia malaikat kecil pencabut nyawa. Putra dari pemimpin besar kita di Amerika sana." Ucap Jones berbisik pelan


"Apa!. Benarkah begitu?" Respon Bahurekso ketakutan


Kemudian maju mendekati Pati dan mengamatinya. Tak lama kemudian dia baru ingat, siapa orang yang ada didepannya itu


Tanpa menunggu lama, dia langsung menekuk lututnya di lantai gua, dan memberi salam pada Pati


"Hormat pada tuan muda!"

__ADS_1


"Maafkan orang tua ini, yang tidak bisa mengenali orang besar di depan mata!" Ucapnya sambil melintangkan tangan kanannya di dada, dengan telapak tangan terkepal erat, tanda memberi hormat


Perbuatannya itu diikuti oleh sekitar 50 orang anak buahnya, dan langsung berlutut seperti yang dilakukan oleh pemimpinnya


"Mohon ampuni kami tuan muda!"


"Sungguh kami tidak tahu berterima kasih serta berbakti pada pimpinan!" Ucap mereka serempak, dan bersikap hormat pada Pati


"Bangunlah!. Kalau kalian masih ingin hidup, lakukan semua perintah ku!"


"Tapi jika kalian ingin mati lakukan apa yang ingin kalian lakukan!" Ucap Pati penuh ancaman


"Kami tidak berani tuan muda!" Jawab mereka serempak lagi


"Kalau begitu angkat semua benda berharga ini!"


"Dan serahkan pada tuan muda Dragon, penguasa Birawa Group!" Jawab Pati memberi perintah


"Izin bertanya tuan muda!"


"Apakah yang anda maksudkan itu, adalah orang yang telah menyerang tempat ini?" Tanya Bahurekso ingin tahu


"Benar!. Dialah tuan muda itu."


"Adanya aku disini, karena perintahnya!"


"Jadi jangan coba coba untuk membantah!" Jawab Pati pula


"Apakah tuan muda bekerja padanya?" Tanya Bahurekso sekedar ingin tahu


"Ya!. Sekarang kami semua, adalah orang orangnya."


"Jika kalian mau menyerah, mungkin tuan muda akan mengampuni nyawa kalian!" Jawab Pati lagi


"Tapi jika ingin bernasib lain, silakan melakukan perlawanan. mumpung orangnya sudah ada disini!" Ucap seseorang yang muncul secara tiba tiba


"Hormat pada tuan muda!" Ucap Pati berbarengan dengan anak buahnya serempak


"Bangunlah!. Apakah tugas yang aku berikan pada mu sudah selesai?" Tanya Dragon pura pura tidak tahu


"Mohon maaf tuan muda!. Ketika kami sampai, kami berurusan dengan orang orang ini."


"Jadi tugas yang anda diberikan, belum sempat kami laksanakan!" Jawab Pati berterus terang


"Apakah kalian masih ingin memperpanjang masalah?" Tanya Dragon tiba tiba. Dengan suara yang dilapisi aura kematian cukup kuat pada Bahurekso


"Kami tidak berani tuan muda!" Jawab Bahuga. nama lain dari Bahurekso itu


"Kalau begitu, lakukan perintah tuan muda kalian ini, dan cepat angkat semua barang barang yang ada!" Respon Dragon tegas


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab mereka serempak, dan merasa kagum, dengan kedatangan Dragon yang tiba tiba itu


Aura kekuatannya jelas terlihat, dan bisa dirasakan oleh orang orang yang ada disitu. Maka tanpa membuang waktu lagi. Seluruh orang yang ada, melakukan perintah dari Dragon itu, dan dilakukan tanpa rasa terpaksa


Dragon yang didampingi oleh Leon juga Jenifer itu, hanya memperhatikan saja apa yang mereka lakukan di tempat itu


Tak lama kemudian, atau tepatnya sekitar satu setengah jam. Tugas mengumpulkan benda berharga ditempat itu telah selesai dikerjakan


Tapi mereka bingung, bagaimana caranya untuk mengangkut semua barang barang tersebut untuk dibawa


Dragon yang menyadari kebingungan mereka, langsung mengibaskan tangannya ke arah tumpukan benda benda berharga tersebut, dan memindahkannya ketempat lain


"Sekarang semua harta itu sudah ada pada tempat yang semestinya."


"Sekarang putuskan!. Apakah kalian akan tetap tinggal disini, atau ikut bergabung dengan tuan muda kalian ini?" Tanya Dragon ingin penegasan


"Kami akan ikut dan mengabdi pada tuan muda Pati, walau apapun yang akan terjadi!" Jawab Bahuga mewakili anak buahnya


"Bagus!. Kalau begitu secara tidak langsung, kalian merupakan bagian dari Birawa Group juga."


"Kedepannya. Kalian akan menjadi pilar kekuatan organisasi, yang sebentar lagi akan diambil alih oleh Pati." Sambut Dragon senang. Kemudian mengirimkan formasi, pada 51orang yang bersedia bergabung pada dengannya


"Ayo kita kembali! dan. bergabung dengan yang lain " Ucap Dragon tegas, dan diiyakan oleh orang orang tersebut


Tapi dalam hati mereka bertanya tanya, kemana semua harta yang tadi didapatkannya itu di bawa dan diletakkan. serta bagaimana Dragon bisa melakukan itu


Tapi mereka tidak berani bertanya, dan akan ditanyakan suatu hari nanti


Satu menit kemudian. Dragon dan anak buahnya sudah berkumpul di suatu tempat, yang kondisinya masih baik


Tak lama lagi, dia akan membawa pulang seluruh anak buahnya, termasuk 51 orang yang baru bergabung itu


"Persiapkan diri kalian!"


"Sebentar lagi aku akan membawa kalian pulang ketempat asal kita!" Ucap Dragon dengan suara kuat. Lalu..


Whus!


Zet! Zet! Zet!


Muncul lingkaran cukup besar di depan mereka, dan langsung menyedot orang orang tersebut untuk masuk kedalamnya, dan langsung menghilang


Boouumm! Boouumm!


Diluar formasi, terdengar dentuman sangat besar, yang terjadi berkali kali. Menghancurkan apa saja yang ada di pulau tersebut, termasuk gua tempat menyimpan harta itu


Kini tugas Dragon telah selesai. Dia kembali dengan selamat, dan tidak kurang suatu apapun. Malah membawa harta temuan yang sangat banyak


Hal ini tentu saja akan membuat keluarganya senang, dan menyambut nya dengan suka cita

__ADS_1


__ADS_2