Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Tinju bayangan langit


__ADS_3

"Gempur tempat ini!Gunakan seluruh kekuatan kalian untuk menghancurkan perisai yang mereka pasang!"


"Aku tidak mau mereka bersenang senang diatas penderitaan kita!" Seru Medusa pada anak buahnya. Lalu..


Slash!


Jder!


Boom!


Boom!


Jdar!


"Eh!. Suara apa itu?. Mau hujan kah?. Tapi cuaca tidak mendung?. Bagaimana bisa?" Reaksi orang orang yang ada di bawah formasi itu keheranan.


"Entahlah?. Sekarang hujan tidak bisa diprediksi. Kapan mau turun ya turun, walaupun tidak sedang mendung." Jawab orang yang lainnya pula.


"Lihat di titik itu!. Sepertinya pusat petir berada di tempat tersebut?" Teriak seseorang dengan suara lantang.


"Ya, kami juga melihatnya. Jadi tidak perlu kau berteriak seperti itu." Respon yang lainnya lagi.


"Huh!. mencoba menembus formasi pertahanan bumi ya?. Kalian pikir kalian bisa?" Batin Dragon dalam hati.


Kemudian pura-pura mengangkat tangannya ke atas, Padahal dia sedang mengarahkan tinju bayangan langit ke arah anak buah Medusa. dan benar saja, setelah tinju bayangan tersebut sampai, ratusan anak buah Medusa, yang sedang berusaha menghancurkan formasi tersebut terpental ke mana-mana, bahkan puluhan di antara mereka langsung mati dengan tubuh hancur.


Melihat itu, tuannya tentu saja keheranan.Bagaimana mungkin ratusan anak buahnya itu bisa terpental begitu saja, Kalau tidak ada orang yang menyerangnya?


Tapi dicari seberapa lama pun, Medusa tidak bisa menemukan siapa pelaku yang telah berbuat seperti itu. Pandangannya seperti terhalang. Dia tidak bisa melihat Dragon, yang sedang menerima ucapan selamat dari tamu tamunya tersebut.


"Hah!. Siapa yang telah melakukan itu?. Kenapa anak buahku terpental begitu saja?. Bahkan puluhan di antara mereka mati dengan cara yang mengenaskan?" Teriak Medusa dengan ekspresi kesal.


"Yang mulia bagaimana ini?. Anak buah kita tidak mampu menghancurkan formasi itu?, Padahal mereka berjumlah 3.000 orang?. Lalu apa yang harus kita lakukan lagi yang mulia?" Tanya Theron ingin mendapatkan arahan.


"Gempur terus tempat itu, jangan berhenti!. Apapun yang terjadi, kita harus bisa memasuki bumi, dan menghancurkan mereka!" Jawab Medusa cukup semakin murka.


"Tapi yang mulia..?"


"Uhh!" Keluh Theron kesakitan, saat sinar ungu mendarat di tubuhnya.


"Dikasi perintah malah membantah. Beraninya kau?"Ujar Medusa tidak senang .


"Maafkan hamba yang mulia!. Hamba akan mematuhinya" Reaksi Theron ketakutan, sambil melangkah mundur, dengan wajah pucat pasi dari hadapan tuannya.


"Bentuk formasi jiwa darah!. Aku yakin dengan formasi itu, pertahanan sekuat apapun akan hancur!"Teriak Theron Zegna pada ribuan anak buahnya.


Maka dalam sekejap saja. Aura yang sangat kuat tercipta di tempat itu. Tubuh ribuan pengikut Medusa, segera mengembang, dan memancarkan cahaya cukup kuat, yang mampu membuat siapa saja mati, bila berani mendekatinya.


Dari cahaya yang keluar dari tangan tangan mereka, segera terbentuk sebuah lingkaran energi yang sangat besar. Auranya sempat dirasakan oleh penduduk bumi, tapi segera menghilang, karena disedot oleh ruang hampa, yang Dragon pasang di tempat itu.


Theron yang menjadi pemimpin mereka, segera memberikan perintah, karena dia merasa, lingkaran energi itu sudah cukup kuat, dan mampu menghancurkan benda apa saja yang dilaluinya.


"Tembak!" Teriaknya kuat kuat. Lalu..


Wus!


Track!


Kaboom!


"Ugh! Suara apa itu?. Mungkinkah...?"


Slash!


Track!


Boom!

__ADS_1


Dhuar!


"Argh!" Jerit kesakitan dari ribuan mulut anak buah Medusa pun terdengar, dibarengi dengan tubuh tubuh mereka yang hancur, dan serpihannya beterbangan kemana mana.


Theron yang menjadi pemimpin mereka juga terkena imbasnya. Tubuhnya melayang di udara dan tidak bergerak lagi. Mati atau pingsan tidak ada yang tahu.


Sementara ribuan anak buahnya, banyak yang sudah menjadi korban. Sedangkan Medusa tidak terluka sama sekali, karena dia cepat menghindar, tanpa memperdulikan keselamatan anak buahnya lagi.


Hal itu dikarenakan Dragon membalas serangan formasi darah dengan teknik yang jauh lebih kuat, yaitu tinju bayangan langit, walau efeknya tidak terasa di bumi, namun sangat dirasakan di langit.


Bukan hanya Dragon saja yang membalas serangan tersebut, tapi sebagian anak buahnya juga, dengan teknik, jurus dan keterampilan terkuat mereka.


Namun hanya orang orang tertentu saja yang mampu melakukan serangan itu. Tapi walau demikian, efeknya sangat dirasakan oleh prajurit Medusa, yang sedang berusaha menembus formasi pertahanan itu. hingga membuat tubuh-tubuh mereka hancur dan mati seketika.


"Kurang ajar!. Lagi lagi serangan itu!. Siapa yang melakukannya?" Geram Medusa dibuatnya. kemudian mengedarkan mata saktinya untuk melihat siapa pelaku di balik penyerangan itu


Tapi sayangnya, usaha Medusa tidak berhasil. Malah matanya diserang oleh sebuah kekuatan yang tidak terlihat, yang berusaha menghancurkan matanya, tapi Medusa cepat menghindar.


"Apa yang terjadi?. Kenapa mata saktiku tidak mampu menembus pertahanan mereka?. Siapa sebenarnya yang ada di balik semua ini?" Guman Medusa pada diri sendiri, sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat tersebut, dan mendapati, bahwa pengikutnya sudah banyak yang mati. Tapi usaha mereka untuk memasuki bumi belum juga berhasil.


Padahal mereka sudah menggunakan formasi jiwa darah, dengan segenap kemampuan mereka. Tapi sampai sejauh ini, usaha mereka, hanya mampu menggetarkan sebagian kecil formasi saja, apalagi menghancurkannya. jauh sekali?


"Apa lagi yang harus aku lakukan?" Ujar Medusa merasa kesal.


"Yang mulia?" Ujar Theron datang tiba tiba.


"Kau belum mati?" Reaksi Medusa tidak menduga.


"Belum yang mulia!. Kekuatan kecil seperti itu, belum mampu menghabisi ku. Tadi aku hanya kaget saja." Jawab Theron Zegna apa adanya.


"Kenapa yang mulia lupa, kalau mempunyai...?"


"Ah, sekarang aku baru ingat!. Bukankah aku mempunyai teknik bayangan cahaya, yang mampu menembus besi setebal apapun?"


"Dengan teknik terlarang itu, aku yakin bisa menembus pertahanan mereka." Ujar Medusa merasa senang.


Kemudian berkata. "Kalian semua mundur lah!. Aku akan menghancurkan formasi itu dengan teknik terlarang ku ini. Aku yakin setelah ini, kita bisa memasuki bumi, dan menghancurkan mereka!" Ujarnya cukup lantang. Lalu....


"Hiaaaa!"


Slash!


Slash!


Boom!


"Hugh!" Keluh tertahan Medusa terdengar. Tubuh ularnya terpental, karena dari arah bawahnya, meluncur kekuatan yang lebih besar, menghadang kekuatan yang di luncurkan itu. hingga membuat bias dua kekuatan tersebut, menyebabkan tubuhnya oleng, dan terpental seperti cukup jauh.


Jadi usahanya otomatis gagal,Jangankan menghancurkan formasi, melewati saja tidak bisa. kalaupun terkena, hanya biasnya saja, tapi efek yang ditimbulkan oleh pertemuan dua kekuatan tersebut, bisa dirasakan oleh orang-orang yang berada di bawahnya.


Teknik tersebut benar benar sangat luar biasa. Jika Dragon tidak mencegahnya, maka bisa jadi formasi tersebut akan hancur, dan mereka bisa memasuki atmosfer bumi dengan mudahnya.


"Rambaya!. Periksa setiap parameter. jangan biarkan musuh memasuki bumi!"


"Nadin dan kau panglima kumbang. Kerahkan anak buah mu untuk menahan formasi itu, dan serang siapapun yang mencoba untuk menghancurkannya!" Ucap Dragon melalui tranmisi suara pada mereka.


"Siap yang mulia!" Jawab mereka serempak, dan sangat hormat sekali pada Dragon.


"Naga Pertala dan Naga Seruni. Putari bumi ini, dan periksa apakah ada tempat yang terkena dampak dari percobaan serangan mereka?. Jika ada cepat perbaiki, dan pertahankan tempat itu!"


"Sebentar lagi acara ini akan selesai. dan kita akan mendatangi mereka untuk membuat perhitungan." Ujar Dragon memberi arahan.


"Siap tuan!" Jawabnya serempak juga.


Maka dalam sekejap saja, orang dan mahluk yang mendapat perintah tadi, sudah berada di posisi masing masing. Jika sewaktu waktu formasi jebol, maka merekalah yang akan menghadapi musuh itu duluan.


Tapi resikonya sangat besar.Tubuh tubuh mereka bisa menjadi batu, bila di tatap oleh Medusa. Oleh karena itu Dragon melarang mereka untuk keluar dari formasi, dan tetap melakukan perlawanan dari dalamnya.

__ADS_1


Namun gempuran yang bertubi tubi dari pihak musuh, sempat membuat formasi yang dipasang tersebut bergetar, dan membuat orang orang yang berada di bawahnya menjadi ketakutan, terutama penduduk bumi yang tidak tahu apa apa.


Beruntung, formasi yang dipasang oleh Ditya Prabu juga murid muridnya itu, masih bisa bertahan. setelah digempur habis habisan oleh Medusa dan anak buahnya.


Kalau tidak, mungkin dunia sekarang sudah berada dalam bahaya. dan orang orangnya sudah banyak yang mati.


"Huh!. Sudah seharian ini kita berusaha, tapi tidak bisa juga memasuki bumi. Formasi apa yang mereka pasang?. Kenapa kekuatan ku tidak mampu menembusnya juga?" Ujar Medusa terus merasa kesal.


Tapi tiba tiba..


Swus!


Bugh!


"Sssh, Sssh!" Suara mendesis khas ular pun terdengar. saat tubuh Medusa dihantam oleh kekuatan yang sangat besar. yang melakukan itu tentu saja adalah Dragon.


Sekarang tubuh aslinya sudah ada di hadapan Medusa. Sedangkan avatarnya sedang berada di mana mana, dan siap menghancurkan musuh yang ada di depannya itu.


"Siapa kau?. Kenapa menyerang ku dengan cara kurang ajar seperti itu?" Respon Medusa tidak senang.


"Yang kurang ajar itu kau?. Sudah tahu rumah sedang terkunci, dan tidak mengijinkan orang lain masuk, masih juga berusaha untuk memasukinya?. Bukankah itu kurang ajar namanya?" Jawab Dragon cukup jumawa.


"Katakan siapa kau?. Apakah formasi yang menyebalkan itu kau yang membuatnya?" Tanya medusa dengan ekspresi tidak senang.


"Anggap saja iya!. tapi tentang siapa aku, kau tidak berhak tahu!" Jawab Dragon sangat tidak terduga.


"Kurang ajar!. Tidakkah kau tahu,bahwa aku adalah..?"


"Medusa, makhluk menjijikkan yang selalu menganggap diri yang paling kuat. Punya kebiasaan jelek, dan suka merubah orang menjadi batu, kemudian menghancurkannya. Itulah dirimu." Ujar Dragon mengejutkan lawan bicaranya itu.


"Apa?. Kau tahu namaku juga siapa aku?. Sebenarnya siapa kau?.Cepat katakan, sebelum aku merubah mu menjadi batu!" Reaksi Medusa tidak percaya.


"Aku malaikat kematian, yang diutus untuk mengakhiri petualangan hidupmu di alam semesta ini, agar dunia semakin damai, dan tidak ada lagi kejahatan yang mengganggu."Jawab Dragon cukup membuat Medusa merasa tidak senang.


"Apa katamu?. Kau diutus untuk menghabisi ku?.Apa kau pikir kau mampu?" Respon Medusa merasa tersinggung.


Slash!


Jleb!


Blar!


Dengan santainya Dragon menghalau serangan yang dilancarkan oleh Medusa melalui matanya, hanya dengan mengibaskan tangannya saja, hingga membuat Medusa keheranan.


"Apa?. Kau tidak terpengaruh oleh sihir mata ku?, Bagaimana bisa?" Reaksi Medusa tidak percaya.


"Mata mu ya?.Memang ada apa di sana, ada hantu?" Jawab Dragon tidak menganggap Medusa ada.


Slash!


Slash!


Dhuar!


Dua kali Medusa melancarkan serangannya. Tapi Dragon tidak apa apa.


"Percuma kau lakukan itu Medusa!. Mata burukmu itu tidak akan bisa merubahku menjadi batu. Sebaliknya aku yang malah bisa." Reaksi Dragon tidak terduga.Lalu...


Tik!


Boom!


Swiiiing!


Tubuh Medusa terlempar cukup jauh, dan menabrak anak buahnya yang sedang menghadapi gempuran dari Avatar Dragon, hingga membuatnya muntah darah.


"Sialan!"

__ADS_1


Hiaaaaa!


Tubuh Medusa berubah menjadi besar. Aura yang ditimbulkannya pun sangat luar biasa sekali. Anak buahnya yang sedang bertempur itu pun lari ketakutan, karena mereka tahu, bila tuannya sudah berubah seperti itu, alamat siapa saja yang ada di depannya akan mati.


__ADS_2