
"Kau lihat perempuan muda itu?. Sepertinya dari tadi dia terus melihat ke arah sini."
"Aku curiga dia sedang memperhatikan gerak gerik kita?" Ucap seorang mata mata kelompok kecil itu pada temannya.
"Aku rasa bukan. Dia hanya kebetulan melihat ke arah kita, karena setelah itu dia bersikap cuek, dan menyantap makanannya."
"Kau nya saja yang ke gr-an !" Respon temannya tidak percaya.
"Andai dia bukan memperhatikan kita, lalu melihat ke siapa?.
Kamu?" Tanya temannya tadi merasa kesal.
"Bisa jadi?. Kalau kau kurang percaya lihat aku!. Aku akan mendekatinya." Jawabnya merasa yakin.
"Maaf!. Apakah kursi di depan mu kosong?"Tanya orang tersebut cukup sopan.sesaat setelah sampai di depan Jenifer itu
"Ya!" Jawab Jeny singkat tanpa ekspresi.
"Boleh saya duduk di sini?" Tanya orang itu lagi.
"Oh silakan!. Kebetulan aku sedang tidak ada kawan. Jadi silakan duduk!" Jawab Jenifer mempersilahkan tapi dengan ekspresi cuek.
"Terima kasih!" Jawab orang tersebut merasa senang.
"Kenalkan aku Sam!. Kamu siapa?"
"Jeny. Salam kenal!. Mau pesan apa?" Jawab Jenifer singkat. Kemudian berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Oh kebetulan aku sudah makan di sana. Jadi terima kasih!" Jawab sam pula
"Maaf kalau mengganggu!. Sejak kamu masuk kami perhatikan kau terus melihat ke arah kami. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Sam terus mengajak Jenifer untuk berbicara.
"Wajah mu mengingatkan ku pada seseorang di Amerika sana."
"Sepintas kalau di perhatikan sangat mirip.Tapi begitu dekat ternyata bukan."
"Oleh karena itu maafkan sikap ku yang kurang sopan barusan !" Jawab Jenifer mengarang cerita, dan pura-pura tidak enak hati.
"Oh tidak masalah!. Aku cuma penasaran saja jadi mendatangi mu. Siapa tahu ada sesuatu yang bisa kubantu?" Respon Sam atau Samudji merasa lega.
Kemudian pura pura melihat hape. Padahal mengirimkan sinyal pada temannya untuk beraksi.
Namun belum juga bergerak, datang Dragon Leon, Bumi serta dua orang pengawal lainnya, dan langsung menuju meja kosong di sebelah Jenifer, lalu berkata pada Samudji.
"Maaf mengganggu pembicaraan!. Bisakah mengecilkan volume pembicaraan kalian?, karena tuan ku ini ingin suasana tenang saat makan." Ucap Leon cukup sopan.
"Kurang ajar orang orang ini!. Mereka kira mereka siapa?"
"Datang datang langsung menghentikan keseruan pembicaraan kami."
"Kalau begini terus susah untuk memulai rencana" Batin Samudji dalam hati kemudian memberi kode pada teman di seberangnya juga di tempat lain untuk meminta pendapat mereka.
"Jangan dulu!. Aku lihat lima orang itu bukan orang sembarangan."
"Jika kita bertindak aku takut mereka akan mencegahnya." Ucap orang dari seberang meja melalui kode jari jari tangannya, mencegah rencana untuk memulai.
"Sepertinya mereka memang perampok tuan muda!. Karena paman lihat mereka melakukan kode kode rahasia antar sesama."
__ADS_1
"Apakah kami harus menangkap mereka tuan muda?" Tanya Leon ingin mendapatkan persetujuan dari tuannya.
"Jangan!. Tunggu mereka beraksi, karena kalau sekarang. barang bukti berupa aksi belum bisa dilihat, dan alasan untuk menangkap mereka belum kuat."
"Jadi tunggu mereka beraksi dulu baru bertindak ."Jawab Dragon memberikan instruksi.
Kemudian mengambil pistol-pistol mereka dengan menggunakan formasi ilusi, serta menggantinya dengan yang lain.
Dragon takut jika mereka beraksi, apalagi menggunakan senjata, orang lain akan menjadi korban. Kalau mereka tidak masalah, tapi pengunjung lain yang tidak tahu apa-apa akan terkena imbasnya.
Jadi Dragon menginstruksikan untuk menunggu mereka beraksi baru bertindak.Ituoyn setelah dia mengamankan senjata yang mereka bawa
"Maafkan aku nona!. Saya harus ikut bergabung dengan teman-teman di seberang sana. Kalau nona mau silakan ikut kami!" Ucap Samudji menawarkan jasa.
"Terima kasih. Kebetulan setelah ini aku lagi ingin sendiri. Jadi silakan nikmati kebersamaan kalian." Jawab Jenifer menolak kebaikan.
"Baik kalau begitu. Aku pergi dulu!" Respon Samudji kurang senang
Begitu dia bergabung, temannya yang tadi penasaran langsung memberondong dengan beberapa pertanyaan." Bagaimana?. Siapa perempuan itu?. Apakah dia memata-matai kita?, dan apa yang kau dapatkan darinya?" Ujarnya tambah penasaran
"Namanya Jennifer, berasal dari Amerika."
"Dia memperhatikan kita, karena katanya aku mirip dengan temannya di Amerika sana."
"Kemudian aku ajak dia bergabung di sini. Tapi katanya lagi ingin sendiri." Jawab Samudji apa adanya.
"Dasar bodoh!. wanita cantik seperti itu kau lewatkan!"
"Apakah kau tidak tertarik dengannya?" Respon teman wanitanya mengingatkan.
"Jadi bagaimana?. Apakah sudah saatnya untuk kita beraksi? Jawab dan tanya Samudji ingin penegasan.
"Kita lihat situasinya dulu. karena 5 orang itu sangat mencurigakan."
"Salah seorang dari mereka dari tadi melihat kearah kita. Aku khawatir mereka dari kepolisian!" Jawab pemimpinnya pelan pelan.
"Tapi mau sampai kapan ketua?. Kita sudah 2 jam berada di sini, dan kalau kita tidak keluar tentu orang-orang akan curiga, terutama pemilik restoran ini." Bantah Samudji tidak terima.
"Ya mau bagaimana lagi?. Orang masih ramai. Tapi kalau kau mau ya silakan bergerak sendiri. Kami cukup melihat reaksi dari mereka saja." Jawab Baskara enteng terkesan membiarkan anak buahnya bergerak sendiri.
"Mana bisa gitu?. kita satu tim. Tertangkap satu maka tertangkap semua."
"Selamat satu maka selamat semua. Jadi aku lebih memilih untuk bersama-sama, bukan bergerak sendiri. Karena hasilnya pasti akan kita bagi rata." Respon Samudji tidak suka.
"Kalau sudah tahu kenapa bertanya?. Jadi kita tunggu sebentar lagi baru beraksi." Ucap Baskara mengingatkan
"Angkat tangan!. Kalian sudah dikepung!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang dan langsung menodongkan senjatanya ke arah mereka.
Setelah berkata begitu, sekitar 11 orang memasuki ruangan, dan langsung yang menodongkan senjata ke arah 6 orang itu. Ternyata mereka adalah polisi yang sudah lama mencari komplotan perampok tersebut. dan baru hari ini menemukannya. Itupun berdasarkan informasi yang diberikan oleh Dragon melalui jenderal Subakti
Segera setelah mendapatkan laporan, dia menghubungi anak buahnya yang ada di daerah, untuk menindaklanjuti laporan dari warga yang mengatakan, bahwa penjahat yang mereka cari selama ini ada di sebuah rumah makan, dan sedang merencanakan sebuah perampokan.
Maka saat ini mereka sudah berada di dalam rumah makan tersebut, dan sedang menodongkan senjatanya ke arah mereka. Tapi ternyata komplotan tersebut juga menodongkan senjata ke arah para polisi itu dengan niat ingin melawan.
Melihat 6 orang penjahat itu menodongkan senjata ke arah mereka, langsung saja beberapa orang polisi memuntahkan peluru dari pistolnya, dan mengenai tangan-tangan mereka, hingga senjata yang mereka pegang jatuh ke lantai.
Mau melawan sudah tidak bisa, jadi yang bisa mereka lakukan adalah menyerah.
__ADS_1
Tapi sekilas mereka melihat bahwa senjata yang mereka bawa tadi itu bukan senjata asli tapi senjata mainan, karena bentuknya memang sama tetapi gagangnya berbeda
Namun begitu beberapa orang polisi menendang pistol pistol itu dan mengambilnya. Tanpa disadari oleh siapapun, Dragon mengembalikan pistol yang tadi diambilnya menjadi pistol asli dan bukan pistol mainan lagi.
Komandan Rocky yang pemimpin penangkapan terhadap mereka, memberikan instruksi pada 11 anak buahnya dengan berkata. "Tangkap mereka semua. dan ambil semua senjatanya sebagai barang bukti."
"Aku tidak mau kesempatan bagus ini lewat begitu saja. dan jangan lupa minta beberapa orang untuk menjadi saksi, dan mencari siapa yang melaporkan kasus ini!" Ujarnya memberi arahan.
"Siap ndan!. Jawab anak buahnya patuh. Kemudian memborgol 6 orang penjahat itu dan mengambil senjata senjata mereka.
"Kalau boleh tahu siapa yang melaporkan kasus ini, agar bisa dimintai keterangan?" Tanya Rocky pada pengunjung yang ada di rumah makan tersebut termasuk para Dragon.
"Aku!" Jawab Dragon tegas
"Kamu?. Kalau begitu ayo ikut aku ke kantor untuk membuat pernyataan!" Reaksi Rocky garang.
"Maaf aku tidak bisa!. Bawa saja yang lain!" Jawab Dragon juga garang.
"Mohon jangan mempersulit kerja kami! dan mohon kerjasamanya!" Reaksi Rocky terlihat tidak senang.
"Kalau boleh tahu dari segi mana aku mempersulit kalian?. Bukankah aku sudah melaporkan keberadaan mereka?. Tinggal kau meminta keterangan saja beres!" Jawab Dragon tegas.
"Kau mencoba melawan kami?" Ucap Rocky semakin tidak senang.
"Melawan bagaimana?. Aku berkata jujur dan apa adanya!"
"Aku sudah membantu kalian menangkap orang-orang itu. Mau apa lagi dan kurang apa?" Respon Dragon tidak suka.
"Kurangnya adalah dari mana kau tahu kalau mereka itu adalah penjahat, sementara aku lihat kau orang biasa?" Jawab Rocky penuh selidik.
"Hanya dengan melihat penampilan mereka saja aku sudah tahu, bahwa mereka adalah penjahat, karena sepintas aku melihat ada pistol di pinggang mereka.Jadi mau bagaimana lagi?"
"Kalau polisi tidak mungkin! karena mereka tidak ada potongan sebagai polisi!"
"Jadi aku menyimpulkan bahwa mereka adalah orang yang ingin berniat jahat atau merampok tempat ini."
"Sebelum hal itu terjadi. aku melaporkannya pada atasan kalian, dan dia langsung mengakomodir nya. maka sekarang kalian ada di sini untuk menangkap mereka!" Jawab Dragon panjang lebar.
"Kamu siapa?. Bisa minta identitas mu?" Tanya Rocky ingin tau.
"Maaf tidak ada urgennya juga.Jadi aku tidak bisa memberikannya pada mu!" Jawab Dragon cukup berani.
"Ini namanya mempersulit tugas kami. Apakah kau berani?" Respon Rocky tidak senang.
"Kenapa tidak?.Aku berkata benar. Informasi pribadi tidak boleh diumbar. Lagipula ini tempat umum dan kau harus melindungi keselamatan saksi.
"Jadi menurut ku. bawa saja mereka dan interogasi di kantor mu!"
"Maaf aku harus pergi!" Jawab Dragon tidak mau menanggapi lagi. Kemudian bergegas pergi.
"Berhenti!. Anda kami curigai sebagai komplotan mereka. Karena tidak mau bekerjasama!" Respon Rocky cukup lantang.
Tapi Dragon tidak memperdulikannya. Dia tetap saja berjalan dan hampir saja keluar dari restoran itu saat Rocky berkata. "Tangkap mereka semua!. Aku curiga mereka satu komplotan dengan orang orang tadi!" Ujarnya memberi instruksi.
"Aku peringatkan!. Jangan teruskan perintah mu itu!, kalau tidak mau mendapat teguran!" Respon Dragon memberi peringatan
"Jangan pedulikan dia!. Cepat tanggap untuk dimintai keterangan!" Ucap Rocky tetap ngotot, dan ingin agar Dragon ikut dengannya.
__ADS_1