Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Tubuh Dragon terbakar


__ADS_3

"Tuan muda?" Ucap Abhicandra dengan ekspresi cemas.


Dia ingin tahu apa langkah yang akan diambil, setelah tuan mudanya dinyatakan mati oleh musuh-musuhnya tersebut


"Biarkan saja mereka seperti itu!"


"Aku sedang mencari keberadaan salinan kitab Kalamurka, yang kemungkinan mereka simpan di ruangan bawah tanah di sana." Jawab Dragon berterus terang


"Baik tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh. Kemudian diam tidak berkata lagi


"Ketemu!" Teriaknya senang. Kemudian berkata seperti memberi perintah


"Menghadap ke tuan mu!. Sekarang!" Ucapnya tegas


Whus!


Tap!


"Bagus!. Ternyata kau patuh juga teman!"


"Gara gara salinan mu ini, kejahatan di dunia terus merajalela!"


"Jadi hari ini aku terpaksa harus menyimpan mu di ruang jiwa, agar isi buku mu, tidak bisa lagi dipelajari, dan disalahgunakan oleh orang lain." Ucap Dragon seperti sedang berbicara pada buku salinan Kalamurka, yang sedang dia pegang itu. Lalu...


Wus!


Blar!


Hanya dengan sekali kedipan mata, buku atau kitab tersebut pun sudah hilang dari pandangan, dan berubah menjadi kepulan asap tipis, di telapak tangan Dragon


Segera setelah itu dia pun berkata. "Sudah saatnya mengakhiri permainan ini!"


"Mereka yang telah membuat aku susah, dan perjalan ku menjadi tidak enak harus mati semuanya !"


"Tujuan perjalanan ku adalah membantu orang orang susah. dan mencari pengalaman dalam perjalanan ini."


"Tapi karena keberadaan kalian yang sangat meresahkan itu, aku terpaksa merubah rencana tersebut!"


"Maka hari ini aku harus menyelesaikan tugas itu, agar bisa melanjutkan perjalanan kembali!" Ucap Dragon pada diri sendiri


Kemudian mengalihkan pandangannya ke Abhicandra, lalu berkata. "Kakek Abi. Pimpin orang orang kita untuk mendatangi markas Kalageni itu!"


"Aku ingin tempat tersebut rata dengan tanah!. Dan orang orangnya musnah semua!" Ucap Dragon memberi perintah


"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh.


Kemudian sesuai petunjuk tuan mudanya, membagi kelompok tersebut menjadi dua bagian, dan langsung pergi menuju tempatnya masing-masing


Tak lama sesudah itu, mereka pun sudah berada di lokasi yang sudah ditentukan, dan siap untuk menyerang


Sementara itu di dalam ruangan. Lasmini, yang didampingi oleh wakilnya, yaitu Rukmini, Rukmi, Rumi dan Rumbi, serta beberapa orang ketua lainnya, terlihat sedang berbincang-bincang di ruangan tersebut


Saat mereka tengah serius itulah, datang dua orang pengawal menghadap pada mereka, dengan berjalan tergesa-gesa dan langsung berkata.


"Lapor pemimpin!. Diluar ada sekelompok orang yang sepertinya ingin berbuat jahat!"


"Apakah kami harus menyerang mereka?" Ucap dan tanya pengawal tersebut ingin mendapatkan saran


"Berapa jumlah mereka, dan siapa pemimpinnya?" Respon Lasmini merasa geram


"Mereka seluruhnya berjumlah 50 orang, yang dipimpin oleh seorang kakek kakek. Tapi sepertinya dia bukan orang sembarangan!" Jawab mata mata itu apa adanya


"Mau apa mereka dengan jumlah sekecil itu?"


"Apakah mereka ingin menyerang kita?" Tanya Rukmini keheranan


"Bisa jadi iya!"


"Tapi untuk lebih jelasnya, mari kita keluar dan naik ke atas benteng itu, agar kita bisa melihat siapa mereka!" Jawab Lasmini tegas

__ADS_1


"Baik pemimpin!" Jawab anak buahnya patuh


Kemudian bersama-sama keluar, untuk melihat siapa orang yang datang itu


Setelah mereka berada di luar. Lasmini bisa melihat, siapa mereka. Tapi setelah diperhatikan, tidak ada satupun yang dia kenal


Berbeda dengan Rukmi, Rumi Rumbi dan Rukmini. mereka berempat jelas kenal siapa orang-orang itu, karena mereka pernah melihat orang-orang tersebut sebelumnya


Setelah memastikan siapa mereka. Rukmini segera berkata." Pemimpin!. Mereka adalah orang-orangnya bocah itu!"


"Sepertinya mereka datang karena ingin membalas dendam!" Ujarnya


"Beraninya mereka mendatangi kita!"


"Dasar orang-orang tidak tahu diri!"


"Tapi tunggu dulu!. Apakah kemungkinan bocah itu merupakan pemimpin mereka?" Ucap Lasmini sekaligus bertanya


"Benar pemimpin!. Bocah itu adalah ketua mereka. Karena saat pertarungan terjadi, mereka sangat menghormatinya!"


"Jadi sudah bisa dipastikan, bahwa bocah tersebut adalah pemimpin mereka!" Jawab Rukmini apa adanya


"Hemm!. Cukup menarik!"


"Ternyata dia bukan orang sembarangan."


"Tapi sayangnya kita belum tahu, apakah dia memang keturunan dari raja agung itu atau tidak?"


"Jika benar, berarti kita dalam masalah besar!" Ucap Lasmini sedikit khawatir


"Ketua tenang saja!. Aku yakin dia bukan orang itu."


"Kalaupun benar. Apa yang kita takutkan?"


"Dia sudah mati. Dan jika pengikutnya itu juga mati, tak akan ada yang tahu siapa yang membunuhnya!"


"Jadi ketua perintahkan pada kami saja, biar kami yang akan menghabisi mereka semua!" Jawab Rukmini dengan yakinnya


"Jika memang benar punya tujuan jahat. Baru kita habisi mereka!" Jawab Lasmini cukup bijaksana


Namun belum juga bernafas lega dan mendapatkan tanggapan dari anak buahnya. Dari sisi sebelah kanan padepokan, terjadi sebuah ledakan yang cukup besar. Di mana ledakan tersebut disebabkan oleh tindakan kekerasan oleh Langit


Teknik inti pedangnya, saat ini sudah dia gunakan. Di mana enam buah aura berbentuk piringan Cakra atau Shuriken, menghancurkan pintu gerbang bagian selatan, dan membuatnya rata dengan tanah


Para penjaga yang sedang berada di dalam benteng, atau dibalik gerbang, turut menjadi korban


Lebih dari 61 orang, yang ditugaskan untuk mengamankan gerbang tersebut, mati secara sia-sia


Rata-rata tubuh mereka terpotong, atau tercabik-cabik karena cepat dan tajamnya gerakan shuriken tersebut


Tidak cukup sampai di situ saja. Awan dan Bumi, juga berbuat demikian. Teknik inti pedang yang mereka kuasai, saat ini telah mereka gunakan


Inti pedang tersebut adalah panah panah kabut, yang bisa meluncur tanpa menggunakan busur, dan menghancurkan apa saja yang ada di depannya


Gerbang padepokan yang terbuat dari besi, hancur dan meleleh begitu saja, saat terkena panah-panah kabut tersebut. Ditambah dengan banyaknya panah yang dilancarkan oleh Awan itu


Bumi apalagi. Inti pedang yang dia kuasai, yaitu berupa elemen tanah yang bisa di buat senjata apa saja turut beraksi


Bangunan-bangunan yang ada di depannya jadi terbongkar, dan menyisakan lubang-lubang yang dalam


Melihat peristiwa itu. Lasmini sebagai pemimpin padepokan menjadi sangat marah. Lalu dengan lantangnya berteriak. Ditujukan pada orang orang yang telah menghancurkan sebagian besar gerbang serta bangunan padepokan itu


Kemudian tanpa berpikir panjang lagi karena terlalu emosi. Dia memerintahkan pada seluruh anak buahnya, untuk melawan semampu yang mereka bisa


Tidak ketinggalan, dia juga memerintahkan pada empat orang ketua utamanya, juga pada 10 orang ketua lainnya untuk berbuat demikian


Tapi saat dia sedang memberi perintah. Di sisi bagian kiri padepokan, terjadi ledakan yang cukup keras. Di mana bangunan utama perguruan, menjadi luluh lantak karena diterjang oleh serangan yang sangat kuat


Abhicandra, Leon, Burgon dan Jenifer. Bahu membahu menghancurkan bangunan bangunan besar dalam padepokan itu dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar

__ADS_1


Hampir separuh bangunan perguruan, luluh lantak karenanya. Dan orang-orang yang sedang berada di dalam bangunan tersebut, tentu saja turut menjadi korban


Kemarahan Lasmini juga orang-orangnya semakin menjadi-jadi, saat melihat serangan yang tidak terduga itu. menyebabkan separuh dari bangunan perguruan menjadi hancur


Dalam dia emosi itu. Tiba-tiba muncul seseorang di depannya, dalam jarak tiga meter, dan orang tersebut adalah Dragon


"Apa kabar Lasmini?. Apakah sekarang kau sudah tahu, tentang resiko jika berurusan denganku?" Tanya Dragon cukup mengejutkan


"Ka ka kau!. Bagaimana mungkin kau bisa hidup kembali?".


"Bukankah kau sudah mati?".


"Tapi mengapa sekarang bisa muncul di depan ku?" Reaksi Lasmini gugup


"Jawabannya mudah saja!. Yang kalian bunuh itu, bukanlah aku!. Tetapi Avatar atau kloning tubuhku!. dan sekarang tubuh asliku sedang berada di depanmu!"


"Kini saatnya untuk membuat perhitungan dengan mu Lasmi!" Jawab Dragon cukup berwibawa sekali


"Pemimpin agung!. Serahkan dia padaku!"


"Aku sendiri yang akan menghabisinya!" Ucap Rumbi sangat berani sekali


"Jangan bodoh Rumbi!"


"Jika dia bisa mengkloning tubuhnya sendiri, berarti kesaktiannya sangat luar biasa sekali!"


"Aku saja belum mampu melakukannya!" Jawab Lasmini, mencegah tindakan bodoh dari bawahannya itu, agar tidak menjadi korban sia-sia


Tak lama kemudian dia berkata kembali. "Rukmi, Rumi dan Rukmini. Bantu saudara perguruan kalian yang lain!. agar mereka tidak terus menjadi korban!"


"Dan kau Rumi juga ketua perguruan lainnya. Cepat atasi anak buah bocah ini!"


"Sementara pemimpinnya, serahkan dia padaku!" Ucap Lasmini memberi perintah


Kemudian merilis kekuatannya untuk menghadapi Dragon


Tidak tanggung-tanggung, Dia langsung mengerahkan lima teknik serta dua keterampilan yang dia kuasai dari kitab kalamurka itu


Salah satunya adalah pukulan Sagara Geni, yang dia yakini akan bisa membunuh Dragon, walau lawannya juga menguasai ilmu tersebut


Tapi dia yakin, bahwa tenaga dalamnya jauh lebih tinggi dari tenaga dalam lawannya, karena pengalamannya dalam bertarung sudah sangat banyak. Sementara Dragon dianggap masih dangkal


Oleh karena itu tanpa ragu-ragu lagi. Dia menyerang Dragon dengan segenap kemampuannya. yang diharapkan akan mampu menghabisi Dragon hanya dengan sekali serang


"Percuma kau gunakan teknik itu Lasmini!. Karena aku juga menguasainya!"


"Bahkan penguasaanku, terhadap teknik-teknik di dalam kitab kalamurka tersebut sudah cukup banyak. bahkan sudah seluruhnya aku kuasai!"


"Sedangkan kau baru sedikit menguasainya. Dan itupun belum begitu sempurna, karena ada bagian-bagian teknik itu yang hilang, dan tidak sesuai dengan petunjuk dari kitab aslinya" Ucap Dragon berterus terang


"Aku tidak peduli!. Aku sangat yakin dengan kemampuanku sendiri!"


"Walau kau sudah menguasai seluruh teknik dari kitab tersebut. Tapi aku yakin penguasaanmu belum begitu sempurna juga!"


"Di samping itu, pengalamanku dalam bertarung sudah cukup tinggi. Sementara kau yang masih bocah itu tidak mungkin mempunyai pengalaman bertarung sama sepertiku?"


"Jadi dalam menghadapi mu, aku tidak akan ragu-ragu lagi!"


"Sekarang terimalah jurus-jurus ku ini, dan pandangi dunia sepuasmu sebelum meninggalkannya!" Ucap Lasmini terdengar sangat menyakitkan


"Api abadi dan Sagara Geni, menyatu lah!. Dan bakar tubuh orang itu hingga tidak tersisa!" Teriak Lasmini kuat-kuat


Kemudian melontarkan kedua api tersebut ke arah Dragon. Dan tidak lama kemudian..


Whus!


Boom!


Tubuh Dragon dikelilingi oleh api, dan terlihat sedang terbakar oleh api tersebut

__ADS_1


Tidak hanya serangan itu saja yang dilancarkan. Lasmini juga melancarkan dua serangan berturut turut, yaitu pukulan Guntur Saketi dan mata dewa penghancur, yang langsung meledak di tempat di mana Dragon sedang terbakar api tersebut


__ADS_2