
Ternyata bola yang meluncur deras itu memang bisa ditangkap oleh penjaga gawang lawan. Tapi akibat dari itu, tubuhnya terdorong mundur sampai melewati pembatas gawang, dan ambruk didalamnya. Otomatis bola masuk, dan secara sah menambah kedudukan menjadi 5-3
Priiittt!
Gooooooll!
Teriak suporter berbarengan, sesaat setelah wasit membunyikan peluitnya
Kembali stadion itu gempar, seperti akan roboh, akibat teriakan para penonton. Tidak tertahankan lagi emosi mereka, saat melihat tim kesayangannya dapat menggungguli tim lawan, bahkan poinnya terpaut cukup jauh untuk ukuran sepak bola
Banyak dari mereka yang ingin memeluk Dragon, dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara. Tapi pertandingan belum usai, Jadi mereka belum bisa berbuat apa-apa
Tapi di tengah lapangan, di mana rekan-rekan satu tim Dragon berada, tidak bisa lagi menahan emosinya. Mereka serentak berlari mendekati Dragon, dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara, mewakili para penonton yang ingin juga melakukannya
Bahkan penjaga gawang yang notabenenya cukup jauh, juga berlari ke arah Dragon dan memeluknya erat-erat
Priiittt!
Kembali pluit dibunyikan, menandakan pertandingan harus dilanjutkan kembali. Tapi penjaga gawang tidak bisa melanjutkan tugasnya. karena tangannya patah
Dia digantikan oleh kiper cadangan bernama David Van Der Sar, yang sudah berkiprah cukup lama di dunia persepakbolaan dunia
Dengan dia masuk memperkuat tim, diharapkan tidak ada lagi gol yang masuk, dan mereka bisa menambah angka minimal imbang
Tapi belum juga terlaksana. Bola sudah berada di depan gawang. Namun bisa ditangkap olehnya dengan mudah
Berkat jasanya, sampai menit ke 35, belum ada lagi gol gol tambahan. Nampaknya pola permainan mereka sudah berubah, dan mereka menyerang habis-habisan Timnas kita. Seperti tidak memberi peluang untuk mereka menguasai bola walau Dragon ada di dalamnya. Namun apakah memang demikian?
Ternyata kondisi seperti itu memang disengaja oleh Dragon, agar tidak terlalu mencolok jaraknya. dan dia tidak terlalu
menjadi pusat perhatian orang
Tapi saat banyak pemain timnas kita yang cidera, akibat selalu di jegal oleh pemain lawan. Dragon tidak bisa lagi mentolerir sikap semena-mena tim lawan
Hingga di menit ke-40 babak kedua, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak jumlah pelanggaran yang dibuat oleh kedua belah pihak. Tapi yang terbanyak dilakukan oleh Timnas lawan
Menyadari sikap lunaknya telah dimanfaatkan oleh pihak lawan. Dragon kembali ke performa semula. Serangan-serangannya sangat mematikan. Tendangannya sangat terarah, bahkan di menit ke-43. tendangan jarak jauhnya meluncur deras ke gawang lawan, dan melewati kepala para pemain yang ada
Sekilas jika diperhatikan, bola tersebut akan mudah ditangkap oleh penjaga gawang atau kiper lawan, tapi begitu bola itu sudah mendekat, entah bagaimana caranya bola tersebut membelok ke arah kiri, dan melewati jangkauan tangan kipernya
Sekejap saja bola sudah bersarang di jala gawang lawan, dan teriakan gemuruh terdengar kembali, diiringi oleh tabuhan genderang, terompet dan lain sebagainya
Sudah tidak bisa dibayangkan lagi, bagaimana senangnya suporter Indonesia, karena Dragon untuk kesekian kalinya telah memasukkan bola ke gawang lawan, dan itu semakin memantapkan posisinya untuk memasuki pertandingan final
Tidak terbantahkan lagi, kehadiran Dragon saat ini sebagai dewa penyelamat mereka, dan itu sangat membuat seluruh bangsa Indonesia senang
Terasa benar jiwa Nasionalis mereka bangkit. Kompak dan tidak ada perbedaan. Padahal biasanya mereka saling berbeda pendapat. Tapi sekarang mereka bersatu padu memberikan dukungan pada tim kesayangan mereka
Mungkinkah bola bisa menyatukan emosi bangsa Indonesia?
Sementara di tempat lain, Ivory yang tetap setia menyaksikan pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Belanda berjingkrak jingkrak kegirangan. Begitu juga dengan Dion, tuan Birawa dan Dyah, serta pengawal pengawal top lainnya
__ADS_1
Sudah tidak ada lagi perbedaan antara tuan dengan hambanya. Mereka semuanya membaur karena saking senangnya
Bagaimana tidak senang, tim underground seperti Timnas Indonesia, yang selalu dikalahkan oleh Timnas lawan, belum pernah sama sekali menang ketika melawan mereka. Baru kali ini mereka menang, itu pun karena dibantu oleh Dragon, jika tidak entah apa yang akan terjadi
Kini kedudukan sudah menjadi 6-3, dan sulit lagi untuk dikejar, karena waktu yang tersisa hanya tinggal satu menit
Karena kedudukan sudah jelas, maka tidak perlu lagi diberi tambahan waktu, atau injury time. Hal itu menjadikan Timnas lawan kehilangan semangat. Pelatihnya marah marah di tepi lapangan. Begitu juga dengan manajernya. Mereka sudah tidak ada harapan lagi untuk mengalahkan Timnas Indonesia, karena kedudukannya sudah sangat jauh
Kini bola kembali di gelandang di tengah lapangan. Kali ini bola berada di kaki kapten Honje. dengan operan-operan panjangnya. Namun berhasil direbut oleh anak buah Dragon, dan segera menendangnya tinggi-tinggi ke udara, menuju Dragon yang dijaga ketat itu, agar dia kembali memasukkan gol yang spektakuler untuk timnya
Tapi langkah Dragon dijegal oleh tiga orang yang selalu memepetnya. Mereka ingin adu mekanik dengan Dragon. Tapi Dragon tidak melayaninya, sebab jika dia melakukan itu, alamat orang-orang itu sendiri yang akan terpental, dan kemungkinan kartu kuning akan diberikan padanya. Jadi Dragon tidak mau melakukan itu
Memikirkan hal tersebut, Dragon mengacuhkan mereka, dan lebih memilih untuk mendapatkan bola yang dioper tinggi-tinggi oleh temannya
Dragon tahu dengan taktik itu. Saat posisinya sudah bebas, Dia melambungkan diri ke udara, dengan hanya bertumpukan tanah yang ada. Gerakannya sangat mulus, dan meluncur di udara seperti anak panah. Jarak dari tanah dengan Dragon sekitar 3 meter, dan itu membuat aksi akrobatiknya terlihat sangat luar biasa
Saat bola sudah berada di depan kakinya di udara. Dragon menendangnya kuat-kuat ke arah gawang lawan, dan meluncur dengan derasnya ke sana. Lalu...
Bamm!
Priiiiiiitt!
"Gol gol! gol! gooooooll!" Teriak suporter dan komentator Indonesia gegap gempita, dibarengi oleh suara trompet, gendang dan bunyi tabuhan tabuhan lainnya
Stadion besar itu seperti ingin mereka robohkan dengan suara-suara mereka. Histeris dan apa adanya
Kini pertandingan telah usai. dengan kedudukan 7-3. Tujuh untuk Indonesia dan tiga untuk Belanda
Namun karena jumlah suporternya sangat banyak. mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sekitar 200an orang berhasil memasuki lapangan, dan mengejar Dragon serta pemain-pemain lainnya. Segera setelah itu, mereka menangkap Dragon dan melambungkannya tinggi-tinggi ke udara, sambil meneriakkan yel-yel kemenangan.
Dragon yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja. Bahkan dia tersenyum senang, sambil melambaikan tangannya ke arah Tribun, dan disambut dengan teriakan histeris dari pendukungnya
Kini Dragon benar-benar telah menjadi pahlawan. Namanya sangat dielukan oleh para suporter yang tadi sempat meragukannya. Kini malah berbanding terbalik
Mereka sangat memuji Dragon, termasuk para pejabat kota dan pejabat negara. Mereka juga ikut-ikutan turun ke bawah dan masuk ke lapangan, untuk sekedar menyalami Dragon dan mengucapkan selamat padanya
Karena yang turun itu adalah para pejabat tinggi. para petugas yang ada tidak bisa mencegah. Bahkan mengawal mereka hingga ke tengah lapangan, dan menghampiri Dragon. Tidak ada rasa gengsi lagi yang ditunjukkan. Mereka langsung memeluk Dragon, dan menyalaminya
Mereka juga ikut-ikutan seperti suporter lain, mengangkat tubuh Dragon tinggi-tinggi ke udara, dan melambungkannya, serta melambai-lambaikan tangannya ke arah suporter yang masih memberi dukungan para pemain favorit mereka
Tindakan pejabat kota dan negara yang seperti itu, tentu saja membuat para suporter menjadi senang. Baru kali ini terjadi, ada pejabat yang turun ke lapangan, dan langsung memberikan ucapan selamat kepada para pemain
Dragon!. Penampilan mu memang sangat luar biasa!
***
Keesokan harinya. Photo Dragon terpampang di mana mana. Baik di tabloid bola maupun di koran koran nasional dan ibukota, Bahkan di portal portal berita elektronik termasuk televisi, muka Dragon terus yang muncul di dalamnya
Banyak yang memuji, tapi banyak juga yang menghujatnya. Yang memuji benar-benar tulus dari hatinya demi harga diri bangsa. Sedangkan yang menghujatnya, karena mereka tidak senang akibat kalah dalam bertaruh
Rata-rata dari mereka telah kehilangan uang jutaan rupiah, Bahkan dollar juga ada. Bagaimana mereka tidak marah, karena pada awal-awal pertandingan, kemenangan sudah ada di depan mata. Tapi begitu Dragon datang, langsung membalikkan keadaan, dan akibatnya uang yang mereka pertaruhkan lenyap begitu saja
__ADS_1
Memang begitulah adanya dunia sepak bola, selalu dijadikan ajang judi terselubung, baik besar maupun kecil. Ada yang bertaruh hanya dengan menang dan kalah saja. Ada yang bertaruh jumlah gol yang masuk, serta perbandingannya dan masih banyak lagi
Namun tidak usah dipikirkan. Mari kita kembali ke keadaan Dragon yang sudah menjadi pahlawan malam tadi.
Saat ini dia sedang dikelilingi oleh teman-temannya sesama mahasiswa, baik yang satu jurusan maupun yang beda jurusan dengannya. Selain mereka, juga puluhan dosen terlihat bersama dengannya
Dalam pertemuan tidak resmi itu, tidak henti-hentinya mereka memberikan pujian kepada Dragon dengan berbagai macam kata. Tidak ada yang tidak senang dengan penampilan Dragon malam tadi
Tapi Dragon menanggapinya dengan senyum saja. Terlihat benar bahwa dia tidak ingin menyombongkan diri. Dia hanya tersenyum ramah dan mengangguk senang
Namun saat mereka sedang bersuka cita seperti itu, datang belasan orang, yang sepertinya bukan dari negara ini, tapi mungkin perwakilan dari negara sahabat, yang dipimpin oleh pelatih Mikel Arteta dan asistennya Paul Alcatra
Diantara mereka, bahkan ada yang berasal dari persatuan sepak bola dunia yaitu FIFA, dan pemilik klub terkenal Eropa dan Amerika, yang selalu memenangkan pertandingan skala besar. Hari ini mereka datang hanya untuk bertemu dengan Dragon di kampusnya
Mereka tidak tahu di mana rumah Dragon dan siapa dia, karena memang tidak diizinkan untuk tahu, termasuk pelatih serta manager Timnas Indonesia. Walau sebenarnya dia ingin menyelidiki latar belakang Dragon, dan membujuknya agar mau menjadi pemain timnas mereka
Kehadiran talenta tinggi itu tentu saja membuat yang ada terkejut, tapi tidak buat Dragon. Karena dia sudah tahu sebelum mereka datang. Jadi saat mereka bersalaman itu, Dragon hanya tersenyum saja, dan tidak terlihat seperti orang yang sedang menyombongkan diri, karena mendadak terkenal seperti itu
Kemudian salah seorang dari mereka berkata, dan diterjemahkan oleh orang lain. Dia mengira bahwa Dragon tidak bisa berbahasa mereka. jadi terpaksa menggunakan jasa penerjemah.
"Introduce, I am Antonio Prasteto. The president of Federation Internationale de football Association, come here because I wanted to meet you personally."
"If you have time. Please tell us about you." Ucapnya dalam bahasa Inggris, Walaupun dia menguasai bahasa Jerman, Prancis, Italia dan Romansh
Dia tidak tahu bahwa Dragon bisa menguasai semua bahasa dunia, dan apa yang diucapkan oleh Antonio Prasteto tadi, sudah dia pahami
Tapi demi menghormati orang lain, Dragon hanya diam saja dan pura-pura tidak tahu serta memandang ke arah penerjemah
"Kenalkan!. Saya Antonio Prasteto. Presiden Federasi Sepak bola Internasional. Datang mengunjungi anda secara pribadi."
"Jika anda punya waktu, mohon ceritakan tentang anda kepada kami." Itu bunyi terjemahannya
Namun Dragon hanya menanggapinya dengan senyum saja. Tapi tak lama kemudian dia berkata. "I am nobody. Only a mechanical engineering student at this university."
"Of course you ask how can I play soccer, even though I've never practiced at all, right?" Jawab Dragon dalam bahasa Inggris
"Yes of course!. But eh!. You can speak English?" Jawab Antonio Prasteto terkejut
"Yes, that is so." Jawab Dragon apa adanya
"Wow amazing!" Respon Antonio kagum
Kemudian menepuk bahu penterjemahnya agar mundur, dengan menggunakan bahasa Italia." Questo ragazzo parla inglese anche se la sua pronuncia e molto migliore delle tue parole."
"Quindi, per favore, fai un passo indietro, fammi parlare direttamente con sui."
"Anak ini bisa bahasa Inggris, bahkan pengucapannya jauh lebih baik dari mu."
"Jadi mohon mundur. Biarkan aku berbicara secara langsung dengannya!" Ujar Antonio dengan menggunakan bahasa Italia
"Pronto per l'esecuzione!" ( Siap laksanakan! ) Jawab penterjemah itu patuh. Kemudian berdiam tidak mau ikut campur lagi
__ADS_1