
Tubuh Dragon yang terkena pukulan cukup kuat tadi, mengambang di ruang hampa tanpa udara. dengan kondisi tidak sadarkan diri. Tapi yang dilihat oleh Gordon tidak seperti itu. Dia melihat tubuh Dragon meledak, dan tidak tersisa apa apa lagi.
Sesudah memastikan bahwa Dragon sudah mati, Gordon meninggalkan tempat itu dan pergi menuju bumi.
Tapi kali ini dia tidak ditemani oleh anak buahnya, karena mereka semua sudah mati. Begitu dia melewati tempat pertempuran tadi, seluruh anak buah Dragon menjadi penasaran. Kenapa yang keluar dari ruang hampa itu hanya Gordon saja?, lalu dimana Dragon. Apakah dia sudah mati?"
"Dimana tuan kami?. Apa yang telah kau lakukan padanya?" Tanya pedang semesta, atau kaisar pedang pada musuh tuannya.
"Dia sudah mati!. Jadi sekarang kalian sudah tidak mempunyai tuan lagi. Tuan kalian adalah aku!" Jawab Gordon cukup jumawa.
"Tapi tunggu dulu?. Bukankah kau pedang? Bagaimana kau bisa berbicara?.Apakah kau masih tergolong senjata?" Tanya Gordon merasa kaget.
"Itu bukan urusan mu!. Sekarang jawab, dimana tuan ku. Apakah kau sudah membunuhnya?"Tanya pedang itu.
"Ya, aku sudah membunuhnya. Pahlawan super dari bumi, tidak ada apa-apanya jika dibanding aku!"
"Aku raja semesta, yang tidak akan mati, kecuali..?"
Slash!
Bamm!
"Argh!"
"Kurang ajar!.Ternyata kau tidak bisa diajak berunding. Jangan salahkan aku jika harus menghancurkan mu!" Reaksi Gordon tidak suka. Lalu merilis kesaktiannya, untuk menekan pedang semesta itu agar manut padanya.
Senjata-senjata lain yang menyadari tuannya ditekan seperti itu, pun datang membantu, tapi mereka semuanya dibuat terpental, karena tubuh Gordon memancarkan aura yang sangat kuat, hingga mereka tidak bisa mendekatinya.
Sementara itu, pedang semesta yang sedang ditundukkan oleh Gordon, sampai sekarang masih tetap bertahan dari tekanan, bahkan bergeming saja tidak.
Jiwa Aji Saka, yang mendiami pedang itu merasa terhina, karena mahluk rendah seperti Gordon ingin menjadikannya sebagai senjata untuk memerangi penduduk bumi.tentu saja dia tidak terima.
"Bangunlah murid ku!. Kau tidak boleh kalah. Atasi rasa sombong mu itu, dan ganti dengan sikap tawadhu mu, seperti yang biasa kau lakukan."
"Gordon musuh mu itu, tidak bisa mati kecuali jika kristal yang ada di keningnya itu pecah."
"Jadi setelah kau kembali nanti, Fokuskan serangan mu ke arah kristal tersebut, Setelah ia nya hancur, segera masukkan ke cincin semesta milik mu itu, agar tidak bisa kembali ke tuannya lagi." Ujar Braja pada muridnya.
"Guru!. Respon Dragon malu malu.
"Kenapa kau bisa kalah muridku?. Itu karena kau terlalu sombong, dan menganggap bahwa kekuatanmu tidak ada duanya."
"Sekarang kau rasakan, bahwa di atas langit masih ada langit. Kalimat yang selalu kau dengung dengungkan itu, sekarang berbalik padamu."
"Sikap yang kau tunjukkan itu, sangat tidak terpuji dan sombong sekali."
"Bahkan kau lupa menggunakan Wahyu Taqwa, dan gabungan kedua kitab itu. Kau hanya menggunakan kekuatan luar saja."
"Kau mau tahu muridku?. Itu sengaja diatur oleh musuh mu, agar kau merasa yakin bahwa kau mampu mengalahkan musuh tanpa kesaktian. dan ternyata kau masuk dalam perangkapnya."
"Sekarang setelah merasakan kekalahan yang memalukan ini, Apakah kau masih berniat ingin sombong lagi?" Ucap Brawijaya menasehati.
"Tidak guru!, tadi Draco hanya..?"
"Sudah!, jangan membantah lagi!"
"Apapun yang telah kau alami,jadikan itu sebagai pelajaran. Gunakan Wahyu Taqwa dan teknik dari kitab kalamurka."
"Ambil salah satu diantaranya, dan gabungkan kekuatan itu, sebagai kekuatan Pamungkas untuk menghancurkan kristal kecil yang ada di kening musuh terkuat mu itu."
__ADS_1
"Gunakan juga teknik kekosongan dan teknik ilusi, agar setiap serangan yang disangka mengenaimu, akan berbalik mengenai dirinya sendiri."
"Sekarang kembalilah!. Pedangmu sedang berusaha dikuasai oleh musuh mu itu!"
Tik!
Blam!
Boom!
"Argh!"
"Kurang ajar!. Siapa yang telah berani membokong ku?. Tunjukkan dirimu!" Reaksi Gordon marah.
Blar!
"Kau?.Bukankah kau sudah mati?" Reaksi Gordon tidak percaya.
"Yang harus mati itu adalah kau, bukan aku!. karena tugasku di bumi masih banyak, sementara kau hanya menyusahkan orang lain saja."
"Jadi aku kembali dari neraka, setelah sempat pergi ke sana, dan mendapat tugas untuk membakar tubuh mu, sebagai bentuk hukuman awal dari semua kejahatan yang telah kau lakukan selama ini."
"Oleh karena itu bersiap siaplah!, aku akan menunaikan tugasku, dan membawa jiwamu kepada penjaga neraka untuk dihukum di sana." Jawab Dragon asal bicara saja.
"Teknik kekosongan semesta!. Datanglah!"
Blamm!
Boom!
"Tunggu!. Mari kita bertarung dengan tangan kosong. agar bisa diketahui siapa yang lebih kuat di antara kita?" Reaksi Gordon mencoba mempengaruhi pendirian Dragon, agar tidak menggunakan ilmu kesaktiannya.
Terang saja, teknik yang dikeluarkan oleh Dragon barusan, membuat musuh menjadi tertekan, karena aura yang ditimbulkan sangat kuat sekali dan membuat nyali Gordon menjadi ciut.
Selama ini dia hanya mengandalkan kecurangannya saja, dan saat musuhnya lengah, baru dia mengirimkan musuhnya tersebut ke ruang hampa, yang tidak sengaja dia temukan ratusan tahun yang lalu, dan itu bisa di rubah menjadi kekuatan pamungkasnya.
Tapi kali ini Dragon tidak mau lagi masuk dalam perangkap musuh. Dia tetap saja dengan teknik kekosongan semesta, satu teknik yang yang menempati urutan terkuat, dari teknik teknik terkuat lainnya, yang berasal dari kitab kalamurka.
Siapapun yang terkena teknik itu, akan langsung hancur, walau setinggi apapun kekuatannya. dan tiba tiba.."Pedang semesta juga yang lainnya, kembalilah kepada ku!. Biarkan tuan mu yang akan menyelesaikan tugas berat ini!"
"Kalian beristirahatlah di ruang jiwa, dan pulihkan kekuatan kalian di sana!" Ujar Dragon pada senjata-senjata saktinya tersebut.
Wus!
Wus!
Shing!
Sekejap saja, seluruh senjata-senjata tersebut sudah tidak ada lagi di tempat itu. Mereka semuanya masuk ke dalam ruang jiwa milik Dragon, dan menetap di sana.
Gordon yang melihat itu jadi merasa penasaran. lalu tanpa malu-malu bertanya kepada Dragon. "Bagaimana bisa kau melakukan itu?. Sihir apa yang kau gunakan?"
"Maukah kau mengajarkan padaku ilmu itu, dan kita menjadi teman, untuk sama-sama menguasai alam semesta ini?" Ujarnya
"Makhluk rendah sepertimu, tidak pantas memiliki ilmu itu. yang pantas buat mu adalah mati!" Jawab Dragon cukup pedas.
"Hah!. dikasi hati malah minta jantung. Terimalah ini!"
"Jurus keserakahan jiwa!. Bakar!"
__ADS_1
Boom!
Api besar menyala-nyala di seluruh tubuh Gordon, dan melebar mencapai lima meter jaraknya. Auranya sangat mengintimidasi. Tapi sayangnya Dragon tidak terpengaruh sama sekali
Malah dengan entengnya menyerap kekuatan itu, untuk menambah kekuatannya, karena teknik kekosongan semesta yang dia rilis itu, sejatinya adalah menyedot semua kekuatan yang ada di sekitarnya, termasuk kekuatan dari jurus membakar jiwa milik Gordon, tapi pemiliknya tidak menyadari sama sekali
Dia masih tetap saja merasa jumawa, dan menganggap bahwa jurusnya itu yang paling kuat dari seluruh jurus yang ada.
"Hiaaaa!"
Boom!
Api menyala semakin besar, dan jaraknya semakin melebar, hingga mengurung Dragon di dalamnya.
"Hahahaha!. sekarang kau tahu bagaimana kekuatanku yang sebenarnya?. Rasakan lah!"
Blar!
Dhuar!
"Matilah kau!. Kali ini tidak mungkin kau bisa selamat? walau mempunyai nyawa cadangan sebanyak apapun, kau tetap akan mati juga!" Ujarnya kuat kuat.
"Benarkah?"
Blam!
"Ka ka kau?. Bagaimana mungkin?. Bagaimana kau bisa menahan kekuatan yang sebesar itu?. Apakah kau masih pantas disebut manusia?" Reaksi Gordon ketakutan, kemudian berusaha melarikan diri dengan cara masuk ke dalam ruang hampanya
Tapi tiba-tiba Dragon sudah ada di depannya, dan langsung memberikan pukulan terkuat, yang selama ini belum pernah digunakannya. Lalu...
Bamm!
Dhuar!
Tubuh Gordon meledak seketika, saat kristal kecil yang ada di keningnya itu hancur. hingga menciptakan pemandangan yang sangat luar biasa, akibat serpihan dari kristal itu membumbung tinggi di udara, tapi Dragon dengan cepat menyedot serpihan serpihan kristal itu. dan dimasukkannya ke dalam cincin semesta.
"Selesai sudah!" Ujarnya lirih. Lalu merilis mata semestanya untuk melihat segala kemungkinan, kalau Gordon masih hidup
Tapi setelah dicari sekian lama. keberadaan Gordon tetap tidak bisa ditemukan. Jadi sudah bisa dipastikan, bahwa Gordon sudah benar-benar mati.
"Hemm!. Ruang hampa ya?. Biar aku ambil dan disimpan diruang jiwa." Guman Dragon kembali. Kemudian memindahkan ruang tersebut ke dalam ruang jiwanya.
"Terima kasih guru!. Mulai sekarang aku tidak akan bersikap sombong lagi, dan akan menganggap serius kekuatan sekecil apapun yang mencoba mengganggu ku."
"Mulai sekarang juga, aku akan selaku bersikap waspada, terhadap orang yang ingin memanfaatkan kebaikan ku."
"Percayalah guru!. Aku akan menepatinya janji ku itu!" Ucap Dragon melalui transmisi suara pada guru gurunya.
"Baguslah kalau begitu murid dan cucu ku!"
"Mulai sekarang kau sudah berhak menyandang gelar manusia yang tak terkalahkan." Reaksi Brawijaya dan Ditya Prabu pada muridnya. Lalu..
Tik!
Blam!
Tubuh Dragon terlempar keluar dari angkasa, dan tiba di bumi saat itu juga
"Aku kembali!" Ujarnya
__ADS_1