
Sesampainya ia di sana, Ditya Prabu masih merasa kesal. karena cucunya yang satu ini susah sekali diatur
Saat Ditya Prabu bilang A. Dyah malah jawab B. Dijawab C, eh malah D pulak yang dibahasnya. Benar benar menyebalkan
Tapi sesungguhnya dia merasa terhibur, karena cucunya yang satu ini sangat kritis sekali. Walau dia ceriwis, tapi sesungguhnya hatinya baik
Dia berbuat seperti itu karena dia masih kecil. Lagian dia selalu dimanja, dan dipenuhi segala kebutuhannya. Namun untungnya Dyah bukan anak yang seperti itu
Walau dia kaya. Tapi dia tidak sombong, dan seringkali membantu para pengawal yang mengalami kesulitan keuangan, yang bukan karena kebutuhannya, tapi karena kebutuhan orang lain atau keluarganya
Kelihatannya saja dia manja, ceriwis serta kritis, tapi sesungguhnya Dia seorang anak mandiri, yang tidak mau bergantung pada orang lain, termasuk pada ibu serta para pengawal pribadinya
Sehari-hari Dia terkenal sebagai seorang pembaca buku yang rajin. Olah kanuragan juga tidak ketinggalan. Hobinya adalah membaca, serta mengamati fenomena alam yang sering terjadi di kota emas, atau tempat-tempat lain
Akhir-akhir ini kilat dan petir selalu menyambar di kota dia tunggal. Tapi selalunya tidak di tengah kota, namun di belakang istana tempat dia tinggal tersebut
Suatu hari saat kilat dan petir menyambar di belakang istana milik ayahnya itu, yang disertai hujan cukup lebat. Prameswari tanpa dikawal oleh siapapun, mendatangi tempat tersebut, dan mendapati bahwa kilat serta petir yang menyambar itu bukanlah petir biasa, tetapi petir yang memang sengaja memanggil Prameswari untuk datang
Tapi anehnya, tubuh Prameswari tidak basah, karena di atas kepalanya ada aura pekat yang selalu melindunginya
Ternyata petir tersebut adalah perwujudan dari aura spiritual milik ditya Prabu, yang memang sengaja digunakan untuk memanggil Dyah Prameswari untuk datang
Saat bertemu itulah. Ditya Prabu mengetahui, bahwa di tubuh anak tersebut, bersemayam jiwa murid keduanya, yang selama ini dicari. Dan setelah mengetahui bahwa muridnya itu ada di tubuh keturunannya, dia jadi senang
"Baguslah!. Tidak sia sia usaha ku selama ini."
"Ternyata muridku yang waktu kecil terkenal kritis, ada ditubuh anak itu."
"Kebetulan pula dia keturunan ku.Jadi mudah mengaturnya." Ucap Ditya Prabu waktu itu
Kemudian menghampiri Dyah Prameswari, untuk memberikan kekuatan serta meneliti kualitas tubuhnya
Begitu dia sampai. Alangkah terkejutnya dia. Ternyata tubuh anak itu adalah jenis tubuh langka, yang hanya ada dalam seribu tahun
"Luar biasa!. Aku harus melindungi tubuh anak ini. Tidak boleh diketahui oleh orang lain, selain keluarganya termasuk muridku itu!"
"Jika berita ini menyebar, maka akan menimbulkan bencana besar!"
"Lebih baik aku pagari anak ini dengan formasi perlindungan, agar keberadaan tubuh itu tidak bisa terlihat." Guman Ditya Prabu pada diri sendiri
Lalu mengerjakan apa yang dia rencanakan. Setelah selesai, dia membangunkan muridnya yang sedang tertidur di lautan spritual milik Dyah, serta menginterogasi nya
"Bangun Dewi!. Mau sampai kapan kau bersembunyi di situ?"
"Keluar dan temui guru mu ini!"
"Atau aku sendiri yang akan menarik mu keluar!" Ucap Ditya Prabu dengan suara berwibawa
Blush!
Tanpa dipanggil dua kali. Dewi yang bersemayam ditubuh Dyah Prameswari keluar, dan langsung menemui orang yang memanggilnya tadi
Dalam kebingungan itu dia mendengar, ada sebuah suara yang bisa dirasakan, tapi tidak bisa dilihat orangnya. Walau ilmu Dewi itu sudah sangat tinggi. Namun dia belum mampu mendeteksi keberadaan orang tersebut
"Apakah kau sudah keenakan tinggal di tubuh cucu keturunanku ini Dewi?" Tanya Aditya Prabu sesaat setelah Dewi itu hampir menemukannya
"Gustu Prabu!" Ucap Dewi Pringgandani terkejut. Kemudian segera berlutut ke arah orang itu dengan sikap khidmat
"Bangunlah!. Jangan berlutut seperti itu!. Dan jangan panggil guru dengan sebutan Gusti Prabu, karena kau adalah muridku!"
"Katakan!. Sejak kapan kau mendiami tubuh keturunanku ini?. Dan kenapa kau tidak langsung menemuiku?" Tanya Ditya Prabu terlihat kesal
"Mohon maafkan aku guru!"
"Aku tidak tahu keberadaan guru, karena ilmuku sepertinya tertahan di tubuh anak ini."
"Saat aku ingin keluar, dan mencari keberadaan guru, selalunya ditahan oleh kekuatan yang berasal dari tubuh anak ini."
__ADS_1
"Jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya."
"Hari ini syukurlah guru datang, dan mengeluarkanku dari situ."
"Jika tidak, maka selamanya aku akan berada di tubuh anak ini, dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan, selain melindungi tubuhnya." Jawab Dewi Pringgandani berterus terang
"Ternyata begitu!"
"Sekarang kau masuklah kembali ke tubuh cucu keturunanku ini, karena keberadaannya, sedang dicari oleh para pengawalnya."
"Aku tidak mau mereka menemukan anak ini, saat kita sedang berada didekatnya." Ucap Ditya Prabu memberi perintah
"Baik guru!" Jawab Dewi Peringandani patuh. Kemudian masuk kembali ke tubuh Dyah Prameswari, dan menetap di sana
"Kapanpun kau ingin keluar!. Kau bisa melakukannya sejak saat ini!"
"Karena guru sudah membuka formasi yang menghalangimu untuk keluar!" Ucap Ditya Prabu, sesaat setelah muridnya itu berada di dalam lautan spiritual terdalam Dyah Prameswari
"Terima kasih guru!"
"Setelah ini, aku akan mengunjungi guru!"
"Tapi ke arah mana aku harus mencari guru, karena posisi guru tidak aku ketahui!"
"Apakah guru juga tinggal di tubuh seseorang?" Tanya Dewi Pringgandani ingin tahu
"Ya kau benar!. Sekarang aku tinggal di tubuh cucuku juga, yang merupakan kakak kandung dari tubuh yang kau tempati ini."
"Namanya Dragon. Orang yang akan menjadi pemimpin dunia ini."
"Tapi untuk sementara, kau jangan memperlihatkan diri di depannya, sebelum waktu yang aku tentukan."
"Karena aku mempunyai rencana sendiri." Jawab Ditya Prabu berterus terang
"Oh ya guru, hampir aku lupa! Di tubuh cucu guru ini, bersemayam juga jiwa orang lain. Apakah guru mengetahuinya?" Ucap Pringgandani bertanya
"Ya tentu saja guru tahu!.Yaitu saat pertama kali mengamati tubuh cucuku ini."
"Sepertinya keberadaan orang itu, dihalangi oleh dinding penghalang yang sangat kuat
"Saat guru ingin mendalaminya, tidak disangka, ternyata ada aura yang lebih kuat dari orang tersebut, dan aku meyakini, bahwa aura itu berasal dari orang yang sangat aku kenal, yaitu kau!"
"Tapi karena guru terburu-buru, maka keberadaanmu belum bisa guru deteksi."
"Maka hari ini guru memutuskan, untuk memanggil Dyah Prameswari untuk datang, melalui kode alam yang guru berikan."
"Dan hasilnya adalah seperti saat ini."
"Guru bisa menemukanmu, serta mendeteksi keberadaan orang itu."
"Ternyata dia adalah Prameswari. Seorang ratu yang berkuasa di sebuah kerajaan kecil waktu dulu, tapi cukup makmur."
"Keberadaannya karena tertarik dengan tubuh Dyah, dan langsung menempatinya sejak dia dilahirkan."
"Mungkin kau juga demikian." Jawab Ditya Prabu cukup banyak sekali
"Benar guru!. Aku datang tiga hari setelah dia dilahirkan, dan langsung menempati lautan spiritual terdalam dari bocah ini saat itu."
"Tapi Prameswari tidak mengetahui keberadaan ku. Sedangkan aku bisa!" Jawab Pringgandani apa adanya
"Baiklah kalau begitu!"
"Oh ya Dewi!. Satu lagi yang harus kau tahu. Tubuh anak yang kau tempati ini, adalah tubuh langka"
"Yaitu tubuh kaisar matahari, atau tubuh penopang langit, yang keberadaannya hanya ada dalam seribu tahun."
"Jika keberadaannya diketahui oleh orang lain, atau oleh musuh-musuh guru dulu, maka anak ini berada dalam bahaya besar!"
__ADS_1
"Oleh karena itu. Guru telah memasang formasi perlindungan serta penyamaran, agar keberadaan tubuh tersebut tidak diketahui."
"Tugasmu mulai sekarang adalah menjaganya, bersama dengan ratu Prameswari itu."
"Jangan biarkan siapapun yang tidak dikenal mendekatinya!"
"Kau dengar itu Dewi!"
"Murid mendengarnya guru!" Jawab Pringgandani patuh
"Baiklah!. Guru akan segera pergi, Dan kesadaran anak ini akan kembali pulih sebelum pengawalnya datang." Respon Ditya Prabu cepat
Kemudian menghilang dari tempat itu, dan kembali ke tubuh Dragon
Tak lama kemudian. Belasan pengawal Birawa Group pun datang, dan segera membawa Prameswari pulang
***
Beberapa hari kemudian. Dyah Isma pun dipanggil datang. Atas inisiatif dari Ditya Prabu, bersama dengan ratu Pringgandani juga ratu Prameswari ke dunia jiwa milik Dragon
Saat dipanggil itulah Prameswari baru tahu, bahwa ditubuh Dyah masih ada jiwa lain selain dirinya
Ditya Prabu pun baru menyadari, bahwa cucunya itu merupakan gambaran Pringgadani waktu kecil, yang ceriwis juga kritis
Namun apa mau dikata. Dia harus kembali mengalami hal tersebut, dan harus menerimanya dengan lapang dada
"Huh!. Nampaknya hari hari ku, bakal dipenuhi oleh perdebatan panjang, dengan darah daging ku sendiri."
"Sama seperti waktu Pringgadani kecil dulu."
"Walaupun dia bukan darah daging ku. Tapi dia anak sahabat ku. Ratu Suci Tunggadewi, yang menitipkan anak nya padaku untuk aku didik."
"Kalau dia masih bisa dikasi tahu. Tapi Prameswari nampaknya tidak bisa."
"Otaknya terlalu encer, dan pengetahuannya cukup luas."
"Jika aku memaksakan kehendak ku. Dia pasti akan melawan, dan marah tidak ketulungan."
"Satu satunya orang yang bisa menenangkannya hanya Dragon. Kakak kandungnya itu!" Guman Ditya Prabu lemah, sesaat setelah dia masuk ke tempat bersemayamnya tersebut
Kemudian mengambil sikap diam, dan bersemedi khusuk, seperti sedang mencari wangsit, untuk apa yang akan dilakukan oleh Dragon juga Prameswari nanti
***
Beberapa hari kemudian atau tiga jam di dunia nyata. Hari pun sudah menjelang pagi
Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Dragon pun sudah bangun dari tidurnya. Begitu juga dengan Prameswari, Dion juga Ivory serta yang lainnya
Hari itu Dragon memutuskan untuk keluar dari hotel tersebut, dan menuju ke tempat lain, yang menurut firasatnya, serta sesuai dengan petunjuk Ditya Prabu, bahwa di tempat itu ada tersimpan benda pusaka peninggalan orang sakti zaman dulu. yang hanya bisa diambil oleh orang yang sudah menguasai Wahyu Taqwa. dan itu adalah Dragon
Jadi tepat pukul 09.00 pagi. Dragon dan rombongannya sudah berada di tempat tersebut, serta sedang mencari lokasi di mana tersimpan mustika yang sangat sakti itu
Dalam pencarian tersebut, Dragon menggunakan aura kesadarannya, untuk memindai letak persisnya benda pusaka itu. Dan akhirnya setelah 3 menit, lokasinya sudah ditemukan
Ternyata benda tersebut tersimpan di dasar bumi, yang hanya bisa dilewati melalui lorong kecil, yang tersembunyi di celah-celah bukit yang cukup tinggi
Di sanalah Dragon menemukan benda itu, dan memutuskan untuk mengambilnya tanpa bantuan orang lain. Karena hanya dia sendiri yang bisa melakukannya
"Jaga tempat ini!. Jangan biarkan orang lain mendekatinya, selama aku sedang mengambil benda pusaka itu!"
"Jika ada hal-hal yang mencurigakan. Segera atasi, dan tahan orang tersebut. Tapi jangan dibunuh."
"Tadi waktu memindai bukit ini. Aku merasakan, banyak sekali aura yang cukup kuat, yang sepertinya sedang menuju ke tempat ini!"
"Diperkirakan, mereka terdiri dari orang-orang kuat. Apalagi pemimpinnya itu!"
"Mereka berjenis siluman serigala, Jin dan siluman rubah api. Yang dipimpin oleh rajanya masing-masing, dan membawa pasukan yang cukup banyak!"
__ADS_1
"Namun jaraknya masih cukup jauh dari sini."
"Oleh karena itu aku peringatkan, agar kalian berhati-hati, dan selalu melaporkan padaku jika mereka sudah datang!" Ucap Dragon pada seluruh anak buahnya. yang dengan setia terus mendampingi, serta menuruti semua perintahnya