
"Ugh!" Teriak jendral Dewangga kesakitan. Saat Dragon mendahuluinya memberikan pukulan
Dadanya langsung sesak dan pandangannya juga kabur. Tatkala terkena pukulan kuat dari Dragon
Anak buahnya sontak menjadi keheranan. Jelas jelas jenderalnya yang menyerang dan memberikan pukulan tadi. Tapi kenapa dia sendiri yang malah terkena pukulan dari lawannya
Semua itu membuat belasan anak buahnya menjadi ketakutan, dan berniat ingin pergi, walaupun harus meninggalkan jenderalnya, demi menyelamatkan diri sendiri
Namun hal itu sudah disadari oleh Dragon. Dengan entengnya dia mengibaskan tangannya ke arah orang-orang tersebut, hingga membuatnya terdorong dari tempat itu dan melayang di udara
Saat melayang di udara itulah, tangan kanan Dragon meremas. Dan hasilnya adalah, belasan tubuh-tubuh yang seperti terikat di udara itu meledak hingga tidak tersisa .
Jenderal Dewangga yang melihat kejadian tersebut menjadi terdiam, dan melongo lebar, seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi pada para pengikutnya
Namun nyalinya mendadak ciut, karena orang yang disangkanya lemah dan mau dibujuknya dengan jabatan, ternyata bukan orang sembarangan dan sangat kuat sekali
Menyadari itu, Dewangga berinisiatif untuk mendatangi Dragon duluan, dengan cara melayang perlahan kearahnya. Setelah jaraknya tinggal 3 meter, dia pun berkata."Maafkan kami tuan!"
"Sungguh kami tidak tahu tingginya gunung dan luasnya lautan!"
"Kami mengaku salah, karena telah berani memprovokasi tuan!"
"Tapi ini semua saya lakukan, karena mendapat perintah dari raja kami. dan tidak ada niat untuk mencelakai tuan!"
"Jadi tolong tuan bermurah hati, untuk mengampuni nyawa ku"
"Aku berjanji tidak akan melakukan ini lagi!" Ucap jenderal Dewangga mengatur strategi
Namun sesungguhnya Dragon sudah mengetahui taktik tersebut. Tapi dia membiarkannya saja, karena pada dasarnya Dewangga memang ingin dia lepaskan, agar bisa memberi kabar kepada rajanya, bahwa Dragon tidak suka diganggu, dan jangan coba-coba untuk mengganggu perjalanannya
"Pergilah kau dari hadapanku!. dan sampaikan peringatan ini pada raja mu!"
"Jika dia terus mengirim orang-orangnya untuk menyelidiki siapa aku. maka dia akan kecewa besar!"
"Apalagi jika dia berniat ingin merekrutku menjadi pengikutnya. itu sudah kuanggap pelanggaran!"
"Jadi mulai sekarang!. Hentikan aktivitas kalian padaku!"
"Jika tidak aku yang akan mendatangi kalian, dan menghancurkan negara kalian di atas sana!" Ucap Dragon sangat tegas sekali
"Pergi!" Ucapnya garang
"Ba ba baik tuan pendekar!" Jawab Jendral Dewangga gugup
Kemudian buru-buru meninggalkan tempat itu, dengan cara terbang secepat mungkin untuk menemui rajanya
***
Dua setengah jam kemudian, Dragon dan anak buahnya sudah tidak di tempat itu lagi. Tapi sudah berada di sebuah kota besar yang cukup maju di provinsi tersebut
Keberadaannya di sana karena dia ingin istirahat, dan menginap di hotel yang cukup besar dan megah
Kebetulan hotel tersebut adalah milik keluarganya, dan dikelola oleh orang-orang di luar dari pengawal Birawa Group, karena Dion telah mempercayakan pengelolaan hotel itu pada seorang sahabatnya, yang cukup dia kenal baik saat kuliah dulu
Namun sayangnya dalam pengelolaan itu, walau sahabatnya tersebut baik. Tapi dua orang anaknya, apalagi paman pamannya itu terus merongrong pengelolaan keuangan hotel itu
Hal tersebut baru diketahui oleh Dion, setelah dilakukan audit oleh tim independen, yang menyamar sebagai petugas pajak
Dalam audit itu mereka menemukan, bahwa laporan yang selama ini diberikan oleh manajer keuangan hotel, yang kebetulan dipegang oleh adik dari sahabatnya itu tidak benar.
Berdasarkan laporan itu, Dion meminta kepada Dragon, yang kebetulan berada di kota tersebut untuk menyelidiki masalah itu. Maka dengan senang hati Dragon menerimanya
Kebetulan dia juga ingin mengunjungi kota tersebut, dan ingin beristirahat di sana
"Berhenti!. Jangan parkir sembarangan di tempat parkir hotel ini!"
"Tempat yang kalian tempati itu adalah tempat khusus untuk petinggi hotel, dan kalian tidak berhak parkir di sana!"
__ADS_1
"Jadi cepat pindahkan mobil mobil itu agar mobil tuan muda ku bisa masuk ke dalamnya!" Ucap seorang remaja tanggung, yang mungkin sepantaran dengan Dragon dengan sikap angkuhnya
Melihat itu, para pengawal Dragon, yang kebetulan masih berada di dalam mobil menjadi geram, dan buru-buru ingin keluar dari dalam mobil tersebut. Tetapi dicegah oleh Dragon
Dia ingin melihat, apa yang akan pemuda tanggung itu lakukan, jika sepuluh buah mobil yang ditumpangi oleh anak buah Dragon, tidak keluar dari tempat parkir tersebut
Namun baru saja selesai mengirimkan transmisi suara kepada seluruh pengawalnya, belasan bodyguard yang bertubuh besar, tampak keluar dari dalam hotel, dengan cara berlari, dan langsung mendekati mobil yang ditumpangi oleh orang yang dipanggil tuan muda oleh remaja tanggung tersebut
Baru saja mereka sampai.16 bodyguard itu langsung membungkuk hormat ke arah mobil, yang diperkirakan ada tuan muda itu. Dan ternyata apa yang diperkirakan tersebut memang benar
Setelah dia diberi penghormatan seperti itu, seorang bodyguard langsung membukakan pintu mobil yang dia tumpangi. Dan Tak lama kemudian, keluarlah seorang pemuda yang cukup gagah, dengan berpakaian sangat mewah, serta terlihat glomaur dalam penampilannya
Begitu dia keluar. Seluruh pengawal atau bodyguard langsung mengelilinginya, agar keberadaan pemuda tersebut tidak terganggu oleh pengunjung hotel, apalagi oleh orang-orangnya Dragon, yang masih berada di dalam mobil
Baru saja keluar dia langsung berkata. "Siapa orang-orang itu?. Kenapa tempat parkir ku mereka gunakan?"
"Apakah mereka tidak tahu peraturan di hotel ini?" Ucap pemuda tersebut dengan angkuhnya
"Ijin menjawab tuan muda!"
"Sepertinya mereka bukan berasal dari sini!"
"Jika tidak!. Mana mungkin mereka tidak tahu, tentang aturan yang tuan muda tetapkan!" Jawab pemimpin bodyguard itu sambil membungkuk tanda hormat
"Suruh mereka keluar!, dan paksa untuk memindahkan mobil mobil itu dari sini!" Ucap pemuda tersebut memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab komandan pengawal itu patuh
Kemudian bersama dengan 15 bawahannya, meluru ke arah mobil-mobil yang terparkir di tempat parkir khusus tersebut, dan memaksa untuk membuka pintu-pintunya
"Cepat keluar!. Jika tidak, kaca mobil ini akan kami pecahkan!" Ucap Jidan. Komandan bodyguard itu dengan nada mengancam
"Tuan muda?" Tanya Leon merasa khawatir
"Kita keluar!. dan lihat apa yang akan mereka lakukan pada kita!" Jawab Dragon enteng saja
"Nampaknya kau harus diberi pelajaran!" Ucap Jidan penuh napsu membunuh
Kemudian dengan tidak sabar, ingin memukul Dragon agar tidak bersikap kurang ajar
"Sabar!. Jangan buru buru bertindak!"
"Kami semua adalah tamu hotel, yang ingin menginap di hotel bagus ini."
"Karena ku lihat ada tempat parkir yang masih kosong. Ya langsung saja masuk, dan menempatkan mobil-mobil itu di sana!"
"Tapi tidak disangka. Ternyata ada sebuah peraturan aneh, yang diterapkan di hotel ini!"
"Jadi Ini hanya salah paham. Dan aku akan memindahkan mobil-mobil itu dari sana." Ucap Dragon mencoba mengalah
"Enak saja!"
"Setelah membuat tuan muda kami marah. Kau ingin pergi begitu saja!"
"Kau pikir kami apa ha!" Hardik Jidan tidak senang
"Lalu apa yang ingin kalian lakukan pada kami?"
"Apakah kami harus minta maaf!" Tanya Dragon masih tetap bersabar
"Cepat berlutut! dan merangkak ke depan tuan kami!"
"Setelah itu menggonggong seperti anjing!"
"Mungkin tuan muda akan mempertimbangkan, memaafkan mu atau tidak!" Jawab Jidan sungguh merendahkan
"Kurang ajar!. Kau pikir kau siapa ha!"
__ADS_1
"Berani merendahkan tuan muda kami!"
"Apakah kau sudah bosan hidup?" Reaksi Leon tidak terima
"Ho ho!. Ternyata ada anjing penjaga bocah ini!"
"Aku kira siapa?" Ucap Jidan kembali merendahkan
"Kau..!" Respon Leon emosi
"Sabar paman!. Serahkan dia pada mereka!" Ucap Dragon mencoba menenangkan anak buahnya
"Keluarlah!. Tunjukan pada mereka bahwa kita bukan orang lemah!" Ucap Dragon tegas, melalui tranmisi suaranya pada Abhicandra juga yang lainnya
Tak lama sesudah mendapat perintah itu. Puluhan orang keluar dari sepuluh buah mobil, yang dari tadi terus berada di dalamnya
Klik! Klik!
Serentak 49 orang keluar dari mobil yang terparkir itu, dan segera berjalan mendekati Dragon
Begitu sampai, langsung memberi hormat pada Dragon, dengan cara menyilang kan tangan kanannya di dada
Setelah itu mereka segera maju, mendekati 16 bodyguard itu, termasuk mendekati orang yang mereka panggil tuan muda
"Berhenti!. Apa yang ingin kalian lakukan pada ponakan ku?" Ucap seorang pria parlente dengan nada marah
"Siapa kau?"
"Kenapa menghentikan langkah kami untuk menghajar orang orang kurang ajar ini?" Ucap Bumi sekaligus bertanya
"Kau siapa?. Apakah kau ada hak untuk bertanya pada ku?" Ucap Bramantyo kurang senang
"Kau akan tahu siapa aku, setelah kau merasakan pukulan ku ini!" Jawab Bumi merasa kesal
Kemudian berkelebat kearah Bramantyo, untuk menyarangkan pukulannya
"Tunggu!" Ucap seseorang yang juga baru datang
"Tolong hentikan perselisihan ini!"
"Jika kalian terus seperti itu, akan membuat tamu tamu hotel ketakutan."
"Dan akan berdampak buruk pada hotel ku!" Ucap laki laki itu dengan sikap sopan
"Kau siapa?" Tanya Abhicandra datang menengahi
"Aku Aliando. general manager hotel ini. Yang di percayakan oleh seseorang untuk mengelolanya." Jawabnya berterus terang
"Ayah!. Apa yang kau lakukan?"
"Bukankah manager hotel ini adalah aku, bukan kau?"
"Kenapa masih berangan angan ingin tetap memimpin hotel ini?" Ucap Alexander, putra sulung Aliando terdengar sangat tidak sopan sekali
"Alek!. Sampai kapan pun kau tidak akan bisa memiliki hotel ini!"
"Dia bukan milik ayah!. Tapi milik teman ayah!"
"Kalau kau ingin menguasai hotel ini, kau hanya sekedar bermimpi!"
"Jadi segera hentikan sandiwara mu itu. Dan cukupkan sampai disini!"
"Ayah tidak mau kau menjadi korban atas keserakahan mu sendiri!" Jawab Aliando mencoba menasehati
"Tidak!. Sekali hotel ini menjadi milik ku!. Siapa yang berani mencegah ku?" Bantah Alexander tidak terima
"Aku!. Aku yang akan mencegah mu Alex!"
__ADS_1