
Satu jam kemudian. Dragon sudah selesai menceritakan duduk permasalahannya. Termasuk menceritakan siapa orang-orang yang ditanyakan oleh Dyah Prameswari tadi, dan apa tujuannya datang ke tempat itu
Tapi Dragon tidak menceritakan hasil penemuannya di gua tersebut, karena khawatir Dyah belum bisa mencernanya
Namun siapa sangka. Ternyata Dyah tahu tentang itu, dan tahu apa saja yang ditemukan oleh kakaknya, berkat dua jiwa yang mendiami tubuhnya
Tapi karena dasarnya tidak tamak. Maka Dyah hanya menggoda kakaknya saja, dan hanya meminta senjata yang cocok untuk seorang anak perempuan
Berdasarkan permintaannya itu, Dragon mengambil kipas Kencana Wungu, yang merupakan pasangan dari kipas Kumala, yang sudah dimiliki oleh Dyah sebelumnya
Dyah tentu saja senang, karena akhirnya dia mempunyai sepasang senjata, yang menurut penuturan Andini atau Pringgandani, merupakan senjata pilih tanding pada masanya dulu. Dan itu merupakan berkah buat Dyah, yang suatu saat nanti, akan menyaingi kakaknya dalam hal kekuatan serta kesaktian
Tapi berkat itu pula, keluarga Birawa akan semakin kuat, dan sulit untuk dihancurkan
"Begitulah dik yang kakak alami. Semoga adik mengerti ya?" Ucap Dragon dengan lemah lembut, setelah semua yang ingin Dyah ketahui di ceritakan
Tentang bagaimana Dyah tiba tiba datang. Dragon tidak begitu heran. Karena itu pasti perbuatan eyang Prabu nya, atau gurunya yang satu lagi
Jadi dia tidak menanyakan nya, malah menjadi sangat senang, Karena adiknya yang sangat disayanginya itu saat ini ada disampingnya
"Karena hari sudah siang, lebih baik adik pulang dulu. karena takut orang tua kita mencari adik" Ucap Dragon menyambung perkataannya tadi setelah hampir tiga jam Dyah bersamanya
"Tak mau!. Dyah mau ikut kakak, dan pulang bersama sama nanti!" Jawab Dyah cuek
"Hush!. Tak boleh gitu dek!"
"Apa jadinya kalau mereka tahu, bahwa adik lari dari sekolah?"
"Bukankah mereka akan marah dan menyalahkan kakak?" Protes Dragon tidak terima
"Hehehehe!. Apakah kakak lupa kalau hari ini hari libur sekolah kak?"
"Mana ada orang disekolah!. Paling ada cuma penjaganya!" Jawab Dyah membantah
"Oh benarkah?" Respon Dragon malu sendiri
"Benar tuan muda!. Kalau tidak salah hari ini memang libur. dan tidak ada satupun sekolah yang buka!" Sambut Leon menimpali
"Tu makanya kak!. Sudahi dulu petualangan kakak itu dan kembali ke istana kita!" Ucap Dyah tak mau kalah
"Memang mau apa pulang cepat cepat?"
"Perjalanan kakak masih panjang, dan apa yang kakak cari belum kakak temukan."
"Jadi..."
"Jangan bergerak!. Serahkan semua barang bawaan kalian!"
"Jika tidak!. Jangan salahkan kami jika berbuat jahat!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari balik gua, dan menghentikan ucapan Dragon
"Eh siapa kalian?. Bagaimana kalian bisa muncul dari dalam bukit itu?"
"Apakah kalian siluman'" Respon Dyah terdengar lucu
"Hahahaha!. Lucu juga kau bocah!"
"Tapi sayangnya sebentar lagi kau akan mati!" Jawab Surapati sangat yakin sekali
"Hah!. Hilang satu datang lagi yang lain."
"Mungkin aku sudah ditakdirkan untuk selalu berkelahi. Dan tidak dibiarkan untuk tenang, walau hanya sedetik pun ."
"Ya apa boleh buat!. Mungkin ini sudah suratan takdir ku" Ucap Dragon lirih
"Kakek Abi!. Aku serahkan mereka pada kalian!"
"Urus dan singkirkan gerombolan itu dari hadapan ku!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh
Kemudian merilis kemampuannya, untuk menakut nakuti orang yang menghadang perjalanan mereka tersebut
"Hahahaha!. Kekuatan cuma segitu mau mengancam kami!"
"Kau lihat itu!" Respon Surapati merasa geli. Lalu menunjuk ke suatu tempat, dimana lebih dari seribu orang, sedang berdiri di atas tebing, sambil memegang senjata, dan diarahkan ke rombongan Dragon
"Kakak!. Serahkan mereka pada ku!"
"Dyah yakin bisa mengatasi mereka!" Respon Dyah terdengar lucu
"Hahahaha!. Kalian dengar itu kawan kawan?"
__ADS_1
"Anak kecil seperti itu sudah berani mengancam kita!"
"Apakah kita sedang bermimpi?" Respon Surapati menohok sekali. Sambil tertawa terbahak bahak
"Jangan sembarangan kalau bicara!"
"Tak tahukah kau siapa nona ini?" Respon Jenifer terlihat marah
"Tidak perlu tahu siapa dia!. Yang perlu kalian tahu adalah, kalian harus menuruti perintah ku!"
"Jadi..!"
Plak!
"Argh!" Teriak Surapati kesakitan. Saat mulutnya ditampar oleh Dyah, dengan menggunakan pukulan jarak jauhnya. dan mengakibatkan mulut Surapati berdarah, serta membuat dua buah giginya tanggal
"Kurang ajar!. Beraninya kau!"
"Kau sudah membuat ku marah!" Reaksi Surapati emosi, dan sudah tidak bisa dibendung lagi. Kemudian. berteriak lantang
"Kalian semua!. Tunggu apa lagi!"
"Cepat habisi mereka!" Teriaknya kuat kuat. Dan dijawab serempak oleh anak buahnya
"Baik!"
Kemudian tanpa aba aba lagi. langsung menghujani rombongan Dragon, dengan tembakan membabi buta
Namun tembakan itu tidak berpengaruh apa apa buat mereka. Karena Dragon sudah membentengi anak buahnya dengan formasi pertahanan, yang diperkuat dengan kubah besar terbuat dari tanah, yang dibuat oleh Bumi, serta didukung oleh teknik kekosongan benda milik Dragon
Hingga ribuan peluru yang ditembakkan. Baik kaliber sedang maupun kaliber tinggi, tidak bisa mengenainya
"Komandan Bumi!. Hancurkan tempat mereka berpijak itu, dan benamkan mereka ke dalam tanah!"
"Aku sudah muak dengan orang orang seperti itu!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Bumi merasa senang
Kemudian menghentakkan kakinya ke tanah. Dan sedetik berikutnya. bumi tempat mereka berpijak runtuh, dan orang yang ada diatasnya berjatuhan ke bawah
Tembakan yang tadi gencar dilakukan, kini sebagainya sudah berhenti, dan berangsur-angsur hilang, bersamaan dengan jatuhnya mereka ke bawah bukit
Blar!
Pertanyaan yang mengandung rasa ingin tahu tersebut, dijawab oleh Dragon, dengan menghancurkan kubah serta formasi yang dibuatnya. Lalu menghampiri Abhicandra untuk diberi arahan
"Urus orang orang itu!"
"Aku dan adik ku ingin pergi ke suatu tempat. dan akan kembali satu jam lagi!" Ujarnya
Lalu pergi dari tempat tersebut, dengan cara menghilang
"Baik tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh. Kemudian mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh tuannya itu
Sepuluh menit kemudian. Seluruh orang-orang yang tadi menyerang mereka, telah dikumpulkan, dan langsung menjadi tawanan, termasuk Surapati, pemimpin kelompok tersebut
Tapi ada 19 orang yang nyawanya tidak bisa diselamatkan. Karena saat jatuh dari ketinggian, kepalanya membentur batu, dan langsung meninggal di tempat
Untuk 19 orang itu, Abhicandra memerintahkan pada Surapati dan orang orangnya, untuk mengurus mereka, dan akan dipulangkan ke tempat asalnya
Setelah semua selesai. Abhicandra langsung menginterogasi ketuanya, dan mengetahui, bahwa mereka memang menjaga tempat itu atas perintah seseorang, yang menginginkan lokasi tersebut menjadi miliknya
"Apa yang kalian tunggu ditempat ini?"
"Apakah kalian sedang menunggu benda berharga?" Tanya Abhicandra ingin tahu
"Benar tuan!"
"Kami ditugaskan untuk menjaga benda berharga di tempat ini, yaitu bahan tambang berupa intan, emas dan bahan tambang berharga lainnya. yang bisa ditambang dan menghasilkan banyak uang!" Jawab Surapati berterus terang
"Di mana lokasinya?. Kenapa kami tidak mengetahui?" Tanya Abhicandra merasa penasaran
"Tempatnya ada di sebelah timur. satu kilometer dari sini." Jawab Surapati lagi
"Hemm!. Ternyata begitu!"
"Pantas aku tidak bisa merasakannya!"
"Tapi Burgon mungkin tahu, karena dia mempunyai mata sakti, berkat teknik inti pedang yang dia dapatkan serta amalkan itu." Batin Abhicandra dalam hati
Kemudian berkata lagi. "Baiklah!. Sekarang kau boleh pergi, dan bergabung dengan orang-orang mu itu!" Ucap Abhicandra memberi perintah
__ADS_1
"Siap!" Jawab Surapati tegas. Lalu bergabung dengan orang orangnya. Dan menunggu apa yang akan mereka lakukan padanya
**
Satu jam kemudian. Dragon sudah kembali dari tempat lain, dan bergabung dengan anak buahnya
Begitu dia sampai. Abhicandra langsung memberi laporan, bahwa orang-orang yang menyerang mereka tadi, adalah orang suruhan, yang ditugaskan untuk menjaga lokasi tersebut, agar tidak dijarah orang
"Oh sangat kebetulan sekali!"
"Aku barusan kembali dari sana, dan tahu apa yang mereka jaga!" Respon Dragon berterus terang
Kemudian memanggil Surapati agar mendekatinya
"Katakan!. Siapa orang yang sudah menyuruh kalian untuk menjaga tempat ini?"
"Apakah kalian sedang menjaga gunung emas itu?" Tanya Dragon setelah Surapati datang menghadapnya
"Menjawab tuan muda!"
"Kami memang ditugaskan untuk menjaga gunung itu. dan orang yang menyuruh kami adalah Balaraja."
"Dia orang kuat serta kaya. yang merupakan seorang pengusaha batu mulia. yang menguasai hampir sepertiga bahan tambang dunia." Jawab Surapati berterus terang
"Balaraja?"
"Kenapa aku belum pernah mendengarnya?"
"Apakah dia penyebab menurunnya harga emas dunia juga bahan tambang lainnya?" Batin Dragon dalam hati
Kemudian bertanya kembali." Lalu kenapa kalian menyerang kami?, padahal kami tidak mengganggu kalian? dan tidak berniat untuk mengambil lokasi itu?" Ujarnya bernada protes
"Siapapun yang mendatangi lokasi ini, walau jaraknya satu kilometer. maka kami akan segera mendatanginya, dan memberi peringatan, termasuk rombongan tuan."
"Tapi ternyata tuan tidak seperti yang lain. yang dengan sekali gertak, segera menyerahkan barang-barang bawaannya!"
"Tapi tuan lain."
"Bahkan tuan berhasil mengalahkan kami, walaupun kami mempunyai banyak senjata."
"Berarti tuan bukan orang sembarangan!"
"Kalau boleh tahu siapakah tuan muda ini?" Tanya Surapati mencoba bersikap ramah, dan mengambil hati Dragon
"Jangan kurang ajar kau Sura!"
"Kau tidak berhak tahu siapa tuan muda kami ini!" Ucap Bumi merasa tidak senang
Kemudian maju melangkah, dan seperti ingin memukul Surapati. Tapi dicegah oleh Abhicandra
"Tenangkan dirimu kawan!. Biar tuan muda yang mengurus orang itu!" Ucap Abhicandra memberi masukan
"Kakak!. Aku ingin menghajar orang itu!, karena dia tadi telah menghina adik!"
"Apakah kakak mengizinkan?" Tanya Dyah pada kakaknya
"Tidak boleh dek!. Biarkan kakak yang mengurus orang ini."
"Kakak mempunyai rencana lain terhadap mereka."
"Jadi adik cukup duduk manis saja di sana, dan sebentar lagi kakak akan mengantar adik pulang." Jawab Dragon penuh kasih sayang
"Adik tidak mau pulang!. Adik mau bersama dengan kakak!" Protes Dyah tidak senang
"Nanti kita bicarakan lagi ya."
"Sekarang kakak ingin menangani orang-orang ini, karena menurut kakak, orang-orang ini ada gunanya juga." Jawab Dragon sambil memikirkan sesuatu
"Bumi!. Buat kerangkeng dari tanah atau batu, dan tempatkan mereka di tempat itu!" Ucap Dragon pada anak buahnya
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Bumi patuh. Kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan padanya itu
Tiga menit kemudian. Tempat yang disebutkan oleh Dragon tadi telah siap dibuat, dan bisa ditempati oleh orang orangnya Surapati, termasuk dirinya
Satu menit berikutnya. Dragon memerintahkan agar mereka masuk ke krangkeng yang dibuat oleh Bumi. dan seluruhnya bisa masuk ke dalamnya
Setelah itu selesai. Dragon turut turun tangan, dengan memasang formasi di sekeliling kerangkeng yang sangat luas itu, agar mereka tidak bisa melarikan diri
"Nasib kalian sedang tidak baik saat ini. karena saat menghadang perjalanan kami, waktunya tidak tepat, dan sekarang kalian sudah menjadi tawanan kami!"
"sekarang apa yang ingin kalian katakan?" Ucap Dragon pada Surapati dan orang-orangnya itu, Dengan suara berwibawa
__ADS_1