
"Tolong jangan lakukan itu disini nak!. Bapak khawatir ketuanya akan membalas dendam, dan menghancurkan warung ku ini." Jawab pak Samsu ketakutan
"Bapak tenang saja dan jangan khawatir!. Mereka tidak akan sempat datang kesini, karena kami yang akan mendatangi mereka duluan." Ucap Abhicandra menenangkan
"Siapa sebenarnya kalian ini?. Apakah benar orang yang pernah tinggal di hulu sungai sana?" Tanya Samsuar merasa penasaran
"Kakek jangan jawab pertanyaannya, karena di sekitar sini, ada dua orang mata mata yang sedang mengawasi kita!"
"Dia memang sedang mencari informasi tentang. keberadaan kita ini!" Ucap Dragon melalui mata batinnya
"Siap tuan muda!" Jawab Abhicandra melalui mata batinnya juga
"Bukankah tadi sudah aku katakan, bahwa kami berasal dari daerah hulu?. Datang kesini karena ingin menghadiri undangan?" Jawab Abhicandra tetap bersandiwara
"Tapi bagaimana anak anak bapak ini bisa berkelahi dan kuat begitu?"
"Apakah yang ada ini semua jago berkelahi?" Tanya Samsuar penasaran
"Tidak semuanya. Kalaupun bisa berkelahi, paling paling hanya sekedar mempertahankan diri." Jawabnya tetap mengelak
"Hidup di daerah hulu, apalagi berbatasan dengan wilayah orang lain, harus pandai pandai membawa diri.Jika kita tidak kuat dan terampil, maka kita lah yang akan ditindas." Ucap Abhicandra lagi
"Berarti kalian terdiri dari keluarga pendekar?" Tanya Samsuar mulai mendapatkan harapan
"Kira kira begitulah!" Jawab Abhicandra bersandiwara
"Kalau begitu kami boleh meminta bantuan dari pak Abi, untuk memberantas kelompok orang yang sering menyusahkan kami itu?" Ucap Samsuar meminta ketegasan
"Kalau kalian mendukung dan mau membantu kami, maka pekerjaan itu akan menjadi mudah." Jawab Abhicandra mengiyakan
Sementara itu, Dragon yang sedari tadi hanya diam saja, kini sudah tidak terlihat duduk di kursinya, entah kemana dia pergi
Tapi sedetik kemudian, ia sudah terlihat ada di suatu tempat, dimana ada dua orang mata mata, yang sedari tadi terus mengawasi mereka
Begitu ia sampai, langsung memasang segel ke tubuh dua orang tersebut, hingga mereka tidak bisa bergerak
"Apakah kalian sedang mencari informasi tentang kami?" Ucap Dragon yang tiba tiba muncul dibelakang dua orang mata mata itu, dan langsung memasukkan segel ke tubuh dua orang tersebut
"Ugh!. Ugh!" Reaksi mata mata tersebut kesakitan
Dalam hatinya membatin dan memaki tindakan Dragon, yang mengunci tubuh mereka hingga tidak bisa bergerak
Padahal mereka sudah sangat hati hati dalam bertindak. Berpura pura sebagai nelayan, padahal mata mata untuk kelompok pengacau tidak jelas itu
Tapi nyatanya penyamaran mereka tidak berlaku buat Dragon. Dengan mudah gerak gerik mereka diketahui, karena sikap mereka yang sedikit ceroboh, hingga menimbulkan kecurigaan orang lain, dan itu adalah Dragon
Sudah sejak mereka makan itu, Dragon sudah tahu, bahwa sebenarnya mereka adalah mata mata. Karena apa yang mereka bisikkan itu, Dragon bisa mendengarnya dengan jelas. Tapi dia berpura pura tidak tahu, sampai kedua orang itu pergi, dan muncul kembali saat teman temannya di pukuli
Untuk mencegah tidak mungkin. Apalagi membantu. Jadi yang bisa mereka lakukan adalah mengintip, dan mencari informasi tentang Dragon dan orang orangnya
Tapi sayangnya peristiwa pemukulan itu sudah tersiar ke markas besar mereka, dan itu dilakukan oleh kedua orang tersebut
Mungkin saat ini anggota yang lain sedang menuju ke kampung itu dengan kekuatan penuh
Namun sayangnya lagi, tindakan mereka sedikit terlambat, karena Dragon sudah tahu sejak dari awal
Secara diam diam, Dragon segera memasang formasi ilusi, yang hanya dia sendiri yang tahu dimana letaknya
Setelah formasi terpasang, barulah dia mendekati mata mata tersebut, dan langsung menotok tubuh mereka dengan segel
"Jangan coba coba bergerak!. Tubuh kalian sudah aku kunci. Jika tetap memaksa, kalian bisa lumpuh!"
"Oh ya hampir lupa!"
"Untuk sementara, handphone kalian akan kami sita, agar kalian tidak bisa mengirim informasi pada atasan kalian itu lagi!" Ucap Dragon seakan sudah tahu
__ADS_1
Kemudian menempelkan tangannya di kepala salah seorang diantara mereka, untuk mendeteksi letak markas pengacau itu berada
"Ternyata markas mereka tidak begitu jauh dari sini. Jadi mudah bagi anak buah ku untuk menemukannya." Ucap Dragon lirih
Kemudian menghubungi Eric, untuk bergerak ke arah utara, dan langsung menuju lokasi pos besar kelompok itu
Setelah selesai, Dragon mengibaskan tangannya ke arah mata mata tersebut, juga ke arah 26 orang yang saat ini tergeletak dilantai
Ada yang merintih menahan rasa sakit, ada yang menangis kesakitan, bahkan ada yang pingsan. Dan itu disaksikan oleh pemilik warung tersebut, juga lima orang warga yang kebetulan sedang makan disitu
Tapi tiba tiba saja tubuh tubuh tidak berdaya itu menghilang, dan tidak tahu apa sebabnya
Namun Abhicandra, Leon, Jenifer dan Anjani, sudah tahu siapa pelakunya.Tentu saja Dragon tuan mudanya itu
"Kakek!. Sebaiknya kita pergi dari sini. Draco bosan berlama lama disini!" Ucap Dragon merengek manja
"Baiklah cucu ku!. Kita akan segera pergi dari sini!" Jawab Abhicandra nurut
"Oh ya pak Samsu!. Kejadian hari ini jangan sampai tersebar luas ya."
"Aku tidak mau kelompok tersebut mencari kami!" Ucap Dragon disertai aura intimidasi, sambil mengirimkan formasi penghilang ingatan, agar ingatan pak Samsu dan yang lainnya menjadi hilang. Seolah olah tidak pernah terjadi sesuatu, dan tidak kenal dengan Dragon maupun yang lainnya
***
Satu setengah jam kemudian. Masuk berita dari Eric dan timnya, bahwa kelompok pengacau itu telah berhasil dihancurkan, berikut dengan markasnya
Tapi ketua satu dan ketua dua, beserta 100 orang pengikutnya, berhasil melarikan diri melewati pintu rahasia, dan menghilang di dalamnya
Namun sayangnya, usaha mereka gagal total, karena Dragon telah mendeteksi keberadaan mereka melalui aura kesadarannya
Ternyata mereka bukannya pergi, tapi bersembunyi di markas bawah tanahnya, dan menunggu situasi reda baru muncul dipermukaan
Dengan kesaktiannya, Dragon telah berada di lokasi tersebut, dan menyamarkan wajahnya menjadi orang lain, atau tepatnya menggantikan salah seorang dari 100 orang tersebut, dan membaur bersama mereka
Kedatangannya pun, tidak ditemani oleh timnya, karena dia tidak mau, wajah anak buahnya dikenali
"Aku rasa mereka berasal dari kelompok lain, yang menginginkan keberadaan kita lenyap dari kota ini, dan menyerahkan wilayah yang sudah kita kuasai termasuk kampung kampung dipinggiran sungai itu!" Jawab ketua dua menerka saja
"Tapi kalau mereka itu berasal dari kelompok yang selalu memusuhi kita, pasti kita bisa mengenali salah seorang dari mereka. Tapi ini tidak!"
"Jadi kesimpulan sementara, mereka berasal dari kelompok yang menghabisi orang orang kita, bersama dengan ketua tiga nya." Bantah Haidar, atau yang artinya pemberani tidak terima
"Jadi apa yang harus kita lakukan ketua?" Tanya
Ozil, ketua dua kelompok itu ingin masukan
"Untuk sementara kita berdiam diri dulu di tempat ini, dan keluar jika keadaan sudah aman. lalu pergi dari kota ini, dan bergabung dengan kelompok lain!" Jawab Haidar cukup lancar
"Itu berarti kita melepaskan wilayah ini pada mereka bos?" Tanya anak buahnya yang lain
"Ya mau bagaimana lagi. Di tempat ini kita kalah, dan butuh waktu lama untuk bangkit."
"Jadi ikut saja rencana ku. Nanti setelah kita bangkit dan jumlah anggota kita banyak, baru membuat perhitungan dengan mereka!" Jawab Haidar putus asa. Lalu memijit kepalanya yang mulai pening itu
Tapi tiba tiba dia terperanjat kasar. saat melihat sebagian besar anak buahnya bertumbangan dilantai, karena ngantuk dan kelelahan
"Eh apa yang kalian lakukan?. Kenapa kalian malah tidur saat aku bicara?" Respon Haidar marah
"Sepertinya ada yang tidak beres bos!"
"Mungkin diantara kita ada mata mata, dan berpura pura menjadi anak buah kita!" Ucap Ozil penuh selidik
"Kau benar!. Tapi siapa?" Jawabnya emosi. Sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dan mengamati satu persatu anak buahnya, termasuk ke arah Dragon
"Tidak ada satupun dari mereka yang bisa kita curigai, Karena mereka ikut kita sudah cukup lama."
__ADS_1
"Lalu siapa?. Atau hanya praduga mu saja Ozil!" Ucapnya lagi
"Aku pun tidak tahu ketua!. Mungkin hanya firasat ku saja." Jawab Ozil lemah
"Tidak bisa dibiarkan!"
"Orang yang bernama Ozil itu harus dibungkam, agar rencana ku tidak terbongkar." Batin Dragon dalam hati. Lalu..
Wus!
Bhug!
Tes!
Gdebuk!
Tiba tiba saja tubuh Ozil mengejang, dan ambruk ke lantai ruangan dengan kerasnya
Peristiwa itu tentu saja membuat Haidar kebingungan. Begitu juga dengan sisa anak buahnya yang masih berdiri. Tapi tak lama kemudian, mereka pun bertumbangan, dan tertidur dengan pulasnya
"Apa yang terjadi?. Kenapa seluruh anak buah ku jadi begini?"
"Siapa kau?. Kenapa kamu tidak tertidur seperti mereka?" Tanya Haidar baru tersadar dari keterkejutannya
"Aku anak buah mu bos!. Aku tidak tertidur karena tidak terpengaruh dengan obat bius, yang tadi disebarkan oleh kelompok yang menyerang kita." Jawab Dragon apa adanya
"Tidak mungkin! Kau pasti mata mata!" Responnya tidak terduga
"Kalau sudah tahu lalu apa?"
"Apakah kau akan menghajar ku?" Tanya Dragon santai saja
"Kurang ajar!. Sejak kapan kau melakukan ini?"
"Apakah Kau orang yang sengaja disusupkan oleh lawan lawan ku?" Tanya Haidar marah
"Kurang lebih begitulah!. Kalian saja yang bodoh!"
"Selama ini tidak bisa mengenali taktik lawan mu itu!" Jawab Dragon penuh sandiwara, dan tetap dalam penyamarannya
Kemudian melangkah mendekati musuhnya, dengan pandangan mata penuh hawa membunuh
"Jangan mendekat!. Kalau tidak jangan salahkan aku jika kau akan mati diujung belati ku ini!" Ucap Haidar penuh ancaman
"Hanya belati seperti itu, belum cukup untuk melukai ku!"
"Apakah tidak ada senjata lain yang bisa membuat ku takut?" Respon Dragon cuek, dan berniat mempermainkan emosi lawannya
"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa bisa masuk dalam kelompok ku?" Tanya Haidar ingin tahu
Dia berharap dengan bertanya seperti itu, bisa membuka kedok lawannya, karena di empat sudut ruangan tersebut, telah dipasangi kamera tersembunyi, dan langsung terhubung dengan server pusat
Tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Sudah dari awal mula masuk ke ruangan itu, Dragon sudah merusak jaringannya, dan tidak membiarkan penyamarannya terbongkar
Sebenarnya Dragon bisa saja menghabisi mereka dengan kesaktiannya itu, tanpa perlu menyamar segala
Tapi karena dia tidak mau membunuh atau menyakiti sesama mahkluk hidup, maka hal itu terpaksa dilakukannya
Dragon hanya membuat mereka pingsan saja, sambil memasukkan kutukan darah pada orang orang tersebut, hingga jika masih juga mengulangi perbuatannya, dan berbuat jahat serta menyusahkan orang lain, maka segel kutukan itu akan segera menghukumnya
Tubuh mereka akan kaku dan lama lama bisa lumpuh. Hanya Dragon yang bisa mengobatinya
Terhadap Haidar juga Ozil. Dragon mempunyai rencana lain. Melalui mereka, Dragon ingin mengetahui informasi penting tentang organisasi yang sering menyusahkan masyarakat itu. Kemudian memberantasnya seketika
"Mengenai siapa aku tidak perlu kau tahu!"
__ADS_1
"Tapi jika kau masih ingin tetap hidup, lebih baik bersikap kooperatif, dan jawab semua pertanyaan ku!" Jawab Dragon penuh intimidasi