Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Kagum yang berlebihan


__ADS_3

"Senior Jeny!. Bawa pemimpin pengawal itu


kesini. Aku ingin mendapatkan informasi darinya?" Ucap Dragon setelah lama diam


"Siap tuan muda!" Jawab Jenifer patuh. Lalu mengalihkan perhatiannya pada komandan bodyguard itu dan berkata. "Apakah kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh tuan muda ku?"


"Cepat menghadapnya!, dan ceritakan apa saja yang kau tau. Cepat!"


"Ba ba baik nona!" Jawab Jack Amara, komandan pengawal Freddy tersebut takut takut


Kemudian dengan langkah terseok Seok, mendatangi Dragon dan menunggu apa yang akan diucapkannya


"Aku tidak akan memperpanjang masalah jika kau mau bekerja sama dengan kami!"


"Katakan!. Apa hubungan antara tuan mu itu dengan Suta?"


"Apakah dia, kalian juga keluarganya itu pengikut organisasi sihir, yang dipimpin olehnya di kota ini?" Tanya Dragon ingin tahu


"A a aku tidak tahu tuan!. Aku hanya seorang pengawal rendahan, yang dibayar untuk menjaga orang itu!"


"Masalah organisasi yang anda sebutkan tadi, kami tidak tahu."


"Tapi kalau mendengar desas desus itu kami pernah mendengarnya."


"Namun sejauh ini belum pernah melihat kalau tuan besar kami menggunakan sihir seperti nona itu!" Jawab Jacksen seperti apa adanya


Plak!


"Argh!"


"Kenapa nona menampar ku?. Apakah aku ada salah ucap?" Reaksi Jack Amara tidak terima


"Ya ada!. Aku bukan penyihir!, tapi praktisi tenaga dalam. Tidak sama dengan Suta itu!. Paham?" Jawab Jenifer emosi


"Ba ba baik!. Aku mohon maaf!" Reaksi Jack Amara gugup


Wus!


Tap!


"Dengan cara ini aku akan tahu, apakah kau berbohong atau tidak!" Ucap Bumi ikut menimpali, membantu mempercepat kerja tuan mudanya


"Apa yang kau lakukan!. Tolong lepaskan aku!" Kata Jack Amara ketakutan


"Dasar idiot! Kau pikir tuan muda ku tidak tahu kalau kau sedang membohonginya?" Jawab Bumi semakin emosi. Lalu..


Bugh!


Crash!


"Argh!" Teriak Jack Amara kesakitan, saat perutnya ditendang, dan telinganya dilukai oleh Bumi


"A a ampun! Ampun!. Aku akan berterus terang!"


"Kami memang pengikut guru Suta dan diajarkan ilmu sihir, sama seperti no.."


Bugh!


"Maaf! maaf!. Maksud ku tuan muda itu. Tapi jujur aku katakan, pengetahuan ku tentang sihir tidak begitu mendalam, baru luarnya saja "


"Tapi tuan dan nyonya besar menguasainya secara sempurna, dan sudah menduduki peringkat sembilan dari sepuluh peringkat yang ada."


"Peringkat terkuat dipegang oleh yang mulia ratu. yang kedua dipegang oleh pemimpin besar tuan Danish!"


"Mereka sudah menduduki peringkat satu dan dua. Sedangkan tuan kami baru menduduki peringkat sembilan." Ucap Jack Amara kali ini tidak berbohong. dan Dragon mengetahui tentang itu


"Berarti masih ada orang dengan peringkat tiga dan seterusnya. Begitu kan?" Sambung Dragon langsung pada intinya


"Benar tuan muda!"


"Selain tuan kami, masih banyak orang lain yang mempunyai peringkat yang lebih tinggi, dan mereka tersebar di seluruh negeri."


"Tujuannya?" Tanya Bumi menimpali


"Untuk membuat organisasi serigala hitam bertambah besar, dan pengikutnya bertambah banyak." Jawab Jack Amara berterus terang

__ADS_1


"Untuk apa?" Tanya Bumi belum merasa puas


"U u untuk ....!" Jawab Amara lagi tapi terputus. Karena dia menyadari resikonya jika berbohong


"Untuk membalas dendam pada..."


"Keluarga Birawa kan?" Ucap Dragon langsung pada intinya


"Be be benar tuan muda!. Apakah anda kenal dengan keluarga Birawa itu?" Jawab Jack Amara merasa penasaran


"Jawab saja pertanyaan ku. Apakah kau juga berpikiran demikian?" Respon Dragon malah balik bertanya


"I i iya tuan muda!" Jawab Amara semakin gugup, karena Dragon menekannya dengan aura penindasan cukup kuat


"Tolong lepaskan aku!. Aku janji tidak akan berbuat seperti itu lagi." Ucap Jack Amara meminta belas kasihan


"Kesini kau!"


Tap!


Dengan kesaktiannya. Dragon menarik tubuh Jack supaya lebih mendekat. Lalu memegang kepalanya untuk memindai lokasi orang yang dia sebut tuan besarnya itu. Sekaligus memindai lokasi sembilan orang lainnya


"Hemm!. Ternyata kalian ada disitu!"


"Jangan kira aku tidak tahu lokasi kalian!" Guman Dragon, sesaat setelah selesai memindai lokasi calon lawannya melalui Jack Amara itu


"Tuan muda?" Ucap Abhicandra datang bertanya


"Tenanglah!. Aku sudah mengetahui lokasi delapan orang lainnya."


"Ternyata Sutawijaya yang sudah kita bunuh itu, menduduki peringkat lima, dari peringkat sepuluh besar."


"Dua ada di kota B. Tiga di kota S, Satu di kota M, dan Satu orang lagi di kota ini."


Berarti kerja kita masih banyak. Dan perjalanan ini tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya."


"Terpaksa harus diangsur. karena lokasi mereka tersebar di beberapa kota dan wilayah. Dan ini sedikit menyulitkan usaha kita untuk menghancurkan mereka." Respon Dragon sudah tau apa yang menjadi kekhawatiran anak buahnya tersebut


"Izin menanggapi tuan muda!. Bagaimana kalau masalah itu, tuan serahkan saja pada kami untuk menyelesaikannya?"


"Sedangkan tuan muda kembali saja ke kota emas, dan melanjutkan studi anda sesudahnya?" Ucap Abhicandra memberi usul


"Tapi kalian harus ingat!. Orang yang akan kalian hadapi nanti, adalah orang yang bukan menggunakan kekuatan fisik, tapi menggunakan kekuatan supranatural, yang tidak semuanya kalian kuasai."


"Satu satunya cara adalah, meningkatkan kekuatan jiwa atau roh kalian, agar tidak mempan saat di sihir itu."


"Jadi. Tentang rencana itu aku tunda dulu. Setelah kalian menguasai teknik baru yang akan aku ajarkan pada kalian.


"Baru setelah itu, kalian boleh menghadapi mereka." Jawab dan tanggapan Dragon cukup bijaksana


"Kami mengerti tuan muda!" Jawab Abhicandra terdengar legawa


"Baiklah!. Kalian amankan dulu orang ini, juga delapan orang lainnya, dan biarkan tamu tamu mereka untuk pergi!" Ucap Dragon memberi perintah


Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh


Kemudian melaksanakan apa yang telah diperintahkan. padanya itu


Tak lama kemudian Seluruh tamu Freddy yang dia bawa, sudah meninggalkan kafe tersebut, tanpa ada protes sedikitpun, karena mereka tau apa resikonya kalau berani membantah


Sedangkan untuk Freddy dan sembilan pengawalnya, masih ditahan ditempat itu, karena mereka termasuk orang yang harus di amankan


Sementara rombongan Rambudi, Samba juga murid muridnya, masih duduk di kursinya, bahkan ada yang berdiri bengong, karena kejadian tersebut


Tapi tak lama kemudian. Pimpinan mereka yaitu Rambudi jadi tersadar, bahwa mereka sedang melihat pertunjukan langsung. Dimana orang kuat seperti Freddy itu dibuat tidak berdaya hanya dalam sekali pukul


Berarti orang orang itu bukan orang sembarangan


Menyadari akan hal itu, Rambudi segera mendekati Dragon. Dan begitu sampai, langsung memberi sapaan padanya.


"Salam tuan muda!" Ujarnya


"Oh salam pak..?"


"Rambudi!. Anda bisa memanggilku dengan panggilan Ram saja. Tanpa embel embel pak!" Respon Rambudi langsung mengerti maksud lawan bicaranya

__ADS_1


"Apa yang bisa kami bantu senior Ram?. Apakah anda ada keberatan, jika orang orang itu aku tahan?" Ucap Dragon tanpa basa basi lagi


"Oh tidak! Tidak!"


"Kami sama sekali tidak keberatan, bahkan kami sangat berterima kasih pada anda!"


"Jika tidak ada anda. kami pasti sudah dipermalukan oleh mereka." Jawab Rambudi apa adanya


"Biasa saja senior Ram. Sebenarnya anda juga cukup kuat, dan mampu mengalahkan mereka."


"Tapi karena anda tahu siapa gurunya, maka anda jadi sungkan!"


"Mulai hari ini anda jangan khawatir lagi. karena orang yang mereka puja itu sudah aku bunuh, dan jasadnya sudah aku ubah menjadi debu!" Tanggapan Dragon cukup mengena di hati dan sesuai keadaan


"Ja ja jadi?. Orang sakti itu sudah..?"


"Ya!. Dia sudah mati, berikut anak buah silumannya itu!" Jawab Dragon tegas


"Hormat kepada tuan muda!" Reaksi Rambudi tiba tiba. Diikuti oleh enam temannya, juga oleh 30 murid muridnya itu. Dengan cara menangkup kan kedua tangannya di dada


"Cukup!. Jangan lakukan hal seperti itu lagi!"


"Lebih baik kita bicarakan langkah penting untuk menghadapi para siluman berikutnya!" Respon Dragon tidak enak hati


"Kalau boleh tau, dengan siapa kami berhadapan?" Tanya Rambudi merasa penasaran


"Dragon. Dari kota emas!" Jawabnya berterus terang


"A a apa?"


"Apakah kami tidak salah dengar?" Respon Samba tidak terduga


"Ya!. Ini memang tuan muda Dragon. Putra dari penguasa Birawa Group, dan pemilik kota emas juga kota kota lainnya!" Jawab Abhicandra apa adanya


Buk!


Buk!


"Terimalah hormat kami tuan muda!"


"Maaf jika kami tidak mengenali anda!" Ucap Rambudi mewakili teman juga murid muridnya, sambil memukulkan telapak tangannya di dada, Diikuti oleh murid juga teman temannya itu


"Apakah senior mengenali ku, juga orang tua ku berikut perusahaannya?" Reaksi Dragon keheranan


"Siapa yang tidak tahu Birawa Group, juga tak kenal dengan pemiliknya?"


"Rata rata orang tahu. Apalagi putranya yaitu anda?"


"Berkat aksi anda di wilayah ini. telah mengurangi jumlah pengangguran, karena mereka telah ditampung oleh perusahaan anda, termasuk 250 murid murid perguruan Telapak Jingga, yang dipekerjakan sebagai tenaga ahli juga tenaga pengaman di sana."


"Hari ini kami bertemu langsung dengan pemiliknya."


"Oleh karena itu mewakili mereka. Kami mengucapkan terima kasih atas kemurahan anda, karena mau menerima mereka bekerja di perusahaan baru itu."


"Semoga kedepannya, perusahaan anda akan semakin jaya!" Ucap Rambudi terdengar tulus


"Ternyata begitu!. Cepat juga gerak dan langkah orang orang ku."


"Hanya dalam beberapa hari juga minggu. Perusahaan baru tersebut sudah berjalan normal. dan tidak kekurangan tenaga kerja."


"Kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi, karena mereka yang datang sendiri mencari kerja."


"Kedepannya, tinggal perintahkan saja pada mereka, untuk mengikuti pelatihan, agar pengetahuan mereka bertambah luas, yang berdampak pada kemajuan perusahaan ku juga Birawa Group." Batin Dragon dalam hati


Kemudian menanggapi penghormatan serta ungkapan dari lawan bicaranya itu, dengan berkata. "Apa yang aku lakukan belum seberapa, karena tidak semua yang membutuhkan kerja bisa ditampung di sana."


"Mudah mudahan akan ada perusahaan serupa, atau bentuk lain yang akan didirikan di propinsi ini."


"Tolong doakan saja, semoga rencana ku akan terwujud." Ujarnya merendah


"Anda sungguh luar biasa!. Masih muda, energik juga sakti."


"Orang kuat seperti Sutawijaya saja bisa anda kalahkan, apalagi murid sombongnya itu!"


"Membuat perusahaan dan kota saja hanya dalam satu malam dan hari!"

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan anda!"


"Untuk itu sekali lagi kami memberi hormat kepada tuan muda!" Reaksi Rambudi terkesan berlebihan


__ADS_2