
Setelah kejadian itu. berita tentang Ramujaya dan anaknya sudah tidak terdengar lagi. Mereka seperti menghilang ditelan bumi, bahkan di kampus tempat David menuntut ilmu juga tidak ada
Tapi pernah terdengar kabar selentingan yang mengatakan, bahwa mereka sekarang sudah berada di rumah sakit jiwa, karena tiap hari Ramujaya meracau dan selalu berkata bahwa dia orang kaya. Begitu juga dengan David anaknya itu
Sedangkan orang tua Yunita sekarang tidak ngebet lagi untuk menjodohkan dia dengan David, karena mereka sudah tahu siapa David yang sebenarnya, ditambah lagi David sekarang sudah menjadi orang gila
Mereka mengharapkan, agar Dragon lah menjadi suami Yunita, dan itu mereka katakan kepada Yunita dengan terus terang
Tapi sayangnya Yunita menjawabnya dengan lemah, karena Dragon sudah mempunyai wanita lain, dan wajahnya sangat cantik sekali. ditambah lagi Dragon memang tidak mencintainya. Dia hanya menganggap Yunita itu hanya sebatas temannya saja
Walaupun demikian, Yunita sangat berterima kasih sekali pada Dragon, karena berkat dialah, perjodohan antara dia dengan David tidak jadi terlaksana, walaupun imbasnya sangat besar sekali
Kini Dragon sudah terbebas dari intimidasi David dan orang orangnya. Sementara tiga orang guru pelatih tidak mau mempersoalkan masalah itu, karena akhirnya mereka juga tahu, siapa Dragon itu, walaupun tidak sepenuhnya diketahui
Mereka hanya tahu, bahwa Dragon bukanlah orang sembarangan. Jadi mereka sangat berhati-hati dalam bersikap, apalagi saat berada di depannya, jika mereka tidak mau kehilangan pekerjaan
Begitu juga dengan para dosen, dekan dan pejabat kampus lainnya. Mereka sudah dipesankan oleh rektor, agar jangan membuat masalah dengan Dragon
Tapi ada salah seorang dosen terbang dari luar negeri, yang sudah bertitel profesor, yang diundang ke kampus tersebut untuk memberikan kuliah umum dalam masalah bisnis dan turunannya
Sikapnya sangat arogan sekali. Dia menganggap bahwa mahasiswa yang diajarinya itu hanya manusia rendah, dan sebagai ujicoba kepintarannya saja, karena di manapun dia mengajar, belum pernah ada mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaannya, apalagi menjabarkan apa sebenarnya hakikat dari bisnis itu
Namun hari ini, dia dibuat terperangah oleh jawaban Dragon yang sangat masuk akal tersebut
"Maaf profesor!. Menurutku bisnis itu bukan semata untuk mendapatkan keuntungan. tapi kepercayaan dari pelanggan, hingga bisnis tersebut bisa tetap bertahan, dan produk yang kita hasilkan akan tetap diminati."
"Dengan kepercayaan tersebut, keuntungan yang selalu didambakan dan selalu menjadi tujuan dari bisnis itu, akan terpenuhi dengan sendirinya. tanpa harus bersusah payah lagi untuk memasang iklan."
"Jika orientasinya hanya kepada keuntungan, tanpa memikirkan segi kemanusiaan, aku yakin lambat laun usahanya itu akan gulung tikar, karena orang yang mengerjakannya jadi balik melawan, dan membuat usaha yang kita dirikan akan ditinggalkan"
"Untuk itu aku sarankan, agar setiap bisnis yang didirikan, harus mengutamakan kenyamanan pekerja, setelah itu baru menyasar pada calon pelanggan."
"Jika itu dilakukan, aku yakin usaha tersebut akan berjalan dengan lancar." Jawab Dragon mantap, saat dosen sombong itu mengajukan pertanyaan
"Tapi kau lupa bahwa prinsip ekonomi selalu menekankan, bahwa modal yang harus dikeluarkan itu jika bisa sedikit, tapi hasil yang didapatkan itu banyak."
"Kalau belum apa-apa sudah memperhatikan kesejahteraan karyawan, plus kenyamanan mereka dalam bekerja, dan mengutamakan kenyamanan pelanggan, bagaimana usahamu akan bisa berkembang?" Bantah profesor yang bernama Osaka itu protes
"Prinsip ekonomi boleh saja didengungkan, tapi menurutku ada sesuatu yang salah dari persepsi orang-orang yang mempelajarinya."
"Biarlah menghasilkan barang sedikit, tapi kualitasnya terjaga, daripada menghasilkan barang banyak, tetapi cita dan rasanya tidak enak."
"Sebagai contoh. Jika seorang pengusaha atau katakanlah tukang soto, yang ingin membuat produk sotonya digemari, maka hal pertama yang harus dia pikirkan adalah rasanya, sesudah itu baru penampilannya."
"Jika rasa dan penampilannya sudah oke, dikenalkan dulu pada orang terdekat, dan meminta penilaiannya. Setelah itu, baru boleh dikenalkan kepada orang lain, atau katakanlah dijual."
"Jika pelanggan mengatakan enak, maka tukang soto itu harus tetap mempertahankan kualitas serta cita rasa dari soto yang ia buat tersebut. dan masih tetap mempertahankan prinsipnya dalam berdagang."
"Biarlah menghasilkan uang sedikit, tapi kepercayaan pelanggan tetap terjaga. daripada harus membuat produk yang banyak, tapi rasanya tidak enak, yang akhirnya akan ditinggalkan oleh pelanggan."
"Jika itu terjadi, maka prinsip ekonomi, hanya berlaku satu kali padanya, dan setelah itu prinsip ekonomi yang diterapkan tersebut sudah menjadi usang."
"Oleh karena itu menurutku, boleh saja berusaha tapi jangan melupakan sisi kemanusiaan nya." Jawab Dragon cukup panjang lebar
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan pedagang ayam. Apakah mereka juga harus menjaga citarasa serta kepercayaan pelanggan?" Tanya Osaka ingin membuyarkan perhatian Dragon
"Anda ini bagaimana? Sudah tahu bagaimana bentuk ayam setelah dipotong, masih juga menanyakannya?"
"Apakah anda sengaja menjebak kami profesor?" Respon Dragon mencengangkan
"Kenapa kau tanyakan itu?. Apakah kau ingin melawanku?" Jawab Osaka tidak senang
"Siapa yang melawan siapa sebentar lagi akan kita buktikan."
"Sekarang aku ingin bertanya padamu profesor!. Apakah kau tau bagaimana caranya memotong ayam, dan apa yang harus dilakukan sesudahnya?" Tanya Dragon malah balik bertanya
"Beraninya kau!. Apakah kau tidak tahu siapa aku?" Respon Osaka marah
"Kenapa tidak berani? kalau tindakan mu saja sudah salah?"
"Jangan karena mempunyai kelebihan ilmu, maka kau sudah merasa hebat, dan seenaknya berlaku sewenang wenang pada kami, serta menganggap kami ini lemah!"
"Ingatlah profesor!. Diatas langit masih ada langit. Jangan menganggap diri sendiri itu hebat, dan merendahkan orang lain."
"Masalah disiplin ilmu yang kau ajarkan, itu sudah terlalu umum, dan sudah banyak orang yang tahu, tapi mereka malas meladeninya." Jawab Dragon sangat mengejutkan
"Hemm!. Jawabanmu cukup masuk akal." Respon Osaka tidak jadi marah
"Tapi di dunia yang serba cepat dan penuh persaingan ini, semuanya membutuhkan strategi. Kalau terus mempertahankan kualitas, tanpa mampu menambahkan porsinya, maka usaha mu akan tergilas, dan usahamu akan berjalan di tempat"
"Sementara orang lain sudah jauh meninggalkanmu walaupun penuh dengan kecurangan?" Reaksi profesor tersebut masih tetap kekeuh dengan pendirian nya
"Boleh saja anda berprinsip seperti itu. Orang lain boleh saja maju selangkah, sementara pengusaha yang aku maksudkan masih tetap berjalan di tempat."
"Seperti pepatah bijak mengatakan. Jika makanan ku tidak enak, silakan laporkan kepadaku. tetapi jika makananku enak, tolong kabarkan itu pada orang lain."
"Lalu apa yang ada dalam pikiran anda?. Bukankah kalau banyak orang sudah penasaran dengan produk yang kita hasilkan, maka orang tersebut akan mengharapkan agar usaha yang seperti itu didirikan di kotanya?"
"Apakah anda lupa, bagaimana seekor ratu lebah bisa memaksa lebah-lebah lain untuk menjadi pekerjanya, dan menghasilkan madu-madu yang sangat banyak?"
"Bukankah prinsip yang aku sebutkan tadi orientasinya sama?Yaitu pupuk dan pertahankan dulu rasa serta kepercayaan pelanggan, baru setelah itu melebarkan sayap usahanya ke tempat lain."
"Tarik sebanyak-banyaknya calon pelanggan dengan cita rasa yang kita buat, baru setelah itu mengikatnya dengan rasa kepercayaan dan saling menjaga satu sama lain."
"Itulah yang aku maksudkan, memanusiakan manusia dan menempatkannya pada tempat yang semestinya."
"Aku kira jawaban itulah yang paling tepat. Sekian terima kasih!" Jawab Dragon tegas dan tidak ragu-ragu lagi
Prok! Prok! Prok!
Terdengar tepuk tangan gemuruh di aula perkuliahan umum tersebut, hingga membuat profesor yang sangat arogan itu menjadi salah tingkah. Jawaban Dragon memang benar adanya, dan itu diakuinya dalam hati
Namun demi mempertahankan gengsinya, dia tetap tidak mau mengakui, bahwa jawaban Dragon itu benar. Tapi dia hanya diam saja, dan tidak berkomentar apapun
Karena rasa egonya yang terlalu tinggi, walaupun waktu perkuliahan belum habis. Profesor arogan tersebut, bergegas mengemasi buku-bukunya. kemudian keluar dari ruangan itu tanpa menoleh sedikitpun kearah Dragon
Selama ini dia belum pernah dipermalukan seperti itu, apalagi oleh seorang mahasiswa semester satu. Tapi hari ini, matanya benar-benar terbuka lebar, bahwa tidak semua mahasiswa bisa dia intimidasi
__ADS_1
Sepertinya dia lupa, bahwa gelar itu hanyalah selembar kertas. Tapi pendidikan yang sesungguhnya dicerminkan melalui perilaku. Jika dia terus bertahan dengan egonya tersebut, maka lambat laun dia akan ditinggalkan semua orang
***
Satu hari kemudian.
Berkat kecerdasan dan kejeniusan Dragon. pihak rektorat serta dekan-dekan nya jadi tahu, bahwa putra pemilik kampus tersebut bukanlah orang sembarangan
Jadi mereka berencana akan memanggil Dragon, untuk memberinya gelar sarjana, dan jika memungkinkan gelar master , setelah mengujinya terlebih dahulu, dan rencana mereka tersebut benar-benar dilaksanakan
Saat itu Dragon dihadapkan pada satu persoalan melalui sidang lengkap, yang dihadiri oleh para ahlinya, mirip seperti menghadapi ujian skripsi bagi mahasiswa yang ingin dinyatakan lulus dari perguruan tersebut
Namun bagi Dragon itu sangat mudah sekali. Semua pertanyaan yang menjebak berhasil dia jawab, bahkan membuat para dosen pengujinya kehabisan kata-kata.
Mereka merasa, bahwa ilmu Dragon jauh lebih tinggi dari apa yang mereka kuasai, karena Dragon bisa mengatakan hal-hal yang belum pernah mereka dengar. Apalagi setelah Dragon mengatakan, bahwa semua ilmu itu bersumber dari satu yang Haq, dan hanya sepersekian persen yang diturunkan kepada manusia
Siapapun boleh mempelajarinya, termasuk dosen-dosen penguji tersebut. dan itu tidak dilarang
Mendengar pemaparan yang seperti itu, membuat mata mereka terbuka lebar. Baru kali ini mereka mendengar dan menyaksikan, ada seorang anak manusia yang secerdas itu.
Cara dia menyampaikan pun sangat sopan, hingga membuat para dosen tersebut menjadi terkesan, terlepas dari apakah Dragon itu putra pemilik kampus tersebut atau bukan
Bukti nyata sudah ada di depan mata. Walaupun Dragon notabene nya adalah pemilik kampus tersebut, tapi dia tidak pernah menyombongkan diri, bahkan selalu mengingatkan pada dosen-dosen yang mengujinya itu, agar tidak berlaku segan padanya, karena bagaimanapun, Dragon tetaplah sebagai seorang mahasiswa biasa, yang harus diperlakukan sama seperti mahasiswa mahasiswa lainnya.
Dia tidak mau mendapatkan gelar karena statusnya. Menurut Dragon apalah gunanya status itu kalau hanya berbohong, demi untuk mempertahankan legalitasnya di kampus tersebut.
Ditambah lagi Dragon merupakan putra pemilik dari kampus tempat para dosen itu bekerja, yang tentu saja akan membuat dosen-dosen tersebut akan merasa segan, dan karena pengaruhnya itu, mereka akan memberikan selembar kertas untuk dia bawa pulang, demi untuk menyenangkan orang tua Dragon, dan demi untuk mempertahankan statusnya di kampus itu
Hal itulah yang tidak Dragon inginkan. Dia ingin mendapatkan gelar karena kemampuannya, bukan karena pengaruh ayahnya
Berkat kesungguhan, kecerdasan dan kejeniusan Dragon, ditambah lagi dengan attitude-nya yang sangat mempesona. membuat Dragon diakui dan langsung diberi gelar master dalam bidang ekonomi
Namun ada satu hal yang menarik dalam sidang luar biasa tersebut. Ratarata dosen yang mengujinya itu sudah tua, dan mengidap berbagai.macam penyakit yang sangat merepotkan mereka
Salah satu diantaranya adalah Rektor Pramuji Satya. Dia mengidap sindrom Edwards, dimana kromosom yang dia miliki adalah kromosom autosomal atau kromosom trisome 18, yang selalu menimbulkan masalah bagi penderitanya
Tapi efek pada sindrome sangat bervariasi dan tergantung pada riwayat genetiknya. biasanya tidak ada yang bisa selamat. Mereka bisa mati antara 3 sampai 4 bulan, bahkan dalam satu kasus, ada yang bisa bertahan selama satu tahun
Tapi dalam kasus profesor Pramuji Satya ini lain. Walaupun dia mengidap sindrom tersebut, Tapi dia bisa hidup sampai setua ini. Namun efek yang iya derita sangat terasa
Salah satu yang dideritanya adalah cacat jantung struktural, ditambah dengan ususnya yang menonjol sampai membekas di kulit. Kesulitan makan, gangguan sistem pernapasan dan gangguan otot
Khusus untuk penyakitnya, Dragon mempunyai rencana lain, yaitu tidak mendiagnostiknya secara mendalam, karena mata tembus pandangnya sudah melihat itu
Dragon hanya memberikan setetes air kehidupan, yang dia ambil dari ruang jiwanya dan diberikan pada rektor Satya
Sebentar saja reaksi yang dihasilkan sangat luar biasa. Tubuh Pramuji Satya kembali menjadi segar bugar. Semua keluhan yang selama ini dia alami, hilang begitu saja
"Woah luar biasa!"
"Selain ahli dalam bidang ekonomi, master juga ahli dalam bidang pengobatan."
"Jika ini diketahui oleh pemerintah, mungkin mereka akan tertarik dan merekrut anda menjadi menteri atau staf ahli kesehatan!" Respon salah seorang dekan dengan nada girang
__ADS_1
"Santoso!. Apakah kau tidak sadar siapa tuan ini? Apakah dia pantas menjadi asisten kalau usahanya saja banyak. Bahkan kampus sebesar ini saja miliknya?" Ucap rektor Satya mengingatkan
"Oh ya saya lupa prof. Maaf!" Jawab orang yang bernama Santoso itu tidak enak hati, dan tersenyum malu malu kearah Dragon