
Sementara itu ditempat lain, atau tepatnya daerah pinggiran sungai, yang jumlah penduduknya cukup ramai, dan perumahannya juga cukup banyak
Di tempat itu saat ini sedang terjadi pertengkaran besar, dimana ratusan orang petarung yang sebagian besar nya terdiri dari wanita, terlihat sedang berhadapan dengan kelompok Eric, ditambah dengan kelompok Dragon, yang hanya terdiri dari dirinya, Abhicandra, Leon, Jenifer dan Anjani, dan situasinya sangat mencekam sekali
Pertengkaran itu terjadi, karena pihak penyerang atau anak buah Vienna, memaksa kelompok Eric untuk berlutut dan meminta maaf, karena telah berani mengganggu dan menghancurkan kelompok delapan pimpinan Jodi
Selain bertujuan untuk menghina dan menaklukkan mereka, kedatangannya juga ingin merebut kembali wilayah itu dari kekuasaan Eric, yang mereka sangka pemain baru itu
Tapi dugaan mereka ternyata salah. Eric dan anak buahnya yang diancam untuk dibunuh, malah tersenyum saja
Baginya menghabisi kelompok sombong itu, cukup tiga sampai lima orang saja yang turun tangan
Namun karena pertengkaran terjadi di tengah pemukiman penduduk, dan terjadi sore menjelang senja. Eric sengaja mengulur ulur waktu, dan meminta mereka untuk menjauhi pemukiman tersebut, serta mencari tempat aman untuk bertarung
Bak gayung bersambut. Tawaran Eric itu disetujui oleh Anggita, komandan regu tiga, yang didukung oleh Romney wakilnya itu
Sepuluh menit kemudian kedua belah pihak sudah berada di tempat lain. dan tidak seorang pun yang ditinggal. Itu semua berkat Dragon yang turun tangan
Dia memindahkan lokasi pertarungan mereka ke daerah hulu, yang tidak ada penduduknya, serta berada di pinggiran hutan cukup lebat, tapi mempunyai tanah lapang bekas penebangan liar cukup luas
Menyadari tubuh mereka sudah berpindah tempat dan berada di daerah yang tidak mereka ketahui, membuat nyali anak buah Anggita dan Romney menjadi ciut
Menurut pendapat mereka, jika seseorang bisa memindahkan benda apalagi dalam jumlah banyak, berarti orang tersebut sangat kuat dan sakti sekali
Jangankan untuk mengalahkan, melawan saja serasa tidak mungkin. Dan mereka yakin orang yang bisa berbuat itu pasti komandan Eric
Tapi karena belum yakin dan rasa gengsi yang sangat tinggi. Pemimpinnya tidak mau mengakuinya
Namun karena peristiwa itu sangat aneh dan sangat langka, mau tidak mau Anggita membuka suara juga
"Dimana ini?. Kenapa kita bisa berada di sini. Siapa yang melakukannya?" Tanya Anggita pada anak buah nya
"Apakah kau keheranan nona Anggita?"
"Ketahuilah!, bahwa Ini adalah lokasi yang cocok untuk kita bertarung!"
"Tempatnya luas dan jauh dari pemukiman penduduk."
"Jika salah satu dari kita ada yang tewas, tidak akan ada yang tau beritanya."
"Oleh karena itu sangat cocok sebagai arena pertarungan."
"Sekarang ayo kita mulai mumpung matahari masih ada!"
"Pilihlah beberapa anak buah mu yang kuat kuat, untuk melawan satu atau dua orang anak buah ku."
"Aku yakin mereka tidak akan bisa mengalahkannya!" Ucap Eric penuh wibawa
"Sombong!. Baru belajar hidup saja sudah belagu!"
"Hanya dengan satu anak buah ku, kelompok mu akan kalah dan lari terbirit birit karena takut!" Jawab Anggita cukup jumawa
"Benarkah?.Hebat sekali!"
"Kalau begitu kirim wakil mu untuk menghadapi anak buah ku itu. atau kau sendiri yang maju!"
"Jika ia kalah, maka aku akan menyerah, dan pergi dari sini." Respon Eric terkesan lucu
"David, Ramon dan kau Riska!Maju dan hajar orang sombong itu!"
"Buat dia mati dengan sekali pukul!"
"Aku ingin lihat apakah tubuh orang itu sehebat mulutnya?" Ucap Anggita memberi perintah. Walau dalam hatinya belum yakin, bahwa anak buahnya bisa mengalahkan anak buah Eric
"Siap ketua!" Jawab tiga orang itu patuh
Kemudian keluar dari kerumunan, dan maju mendekati anak buah Eric
"Siapa yang akan mewakili kelompok kita?" Tanya Eric pada anak buahnya
"Saya komandan!" Jawab Jordan tegas
"Baik!. Kau majulah!, dan beri contoh bagaimana seni bertarung yang sebenarnya!" Respon Eric senang
"Siap laksanakan komandan!" Jawab Jordan semangat
Kemudian maju mendekati tiga orang itu, dan berhenti tepat enam langkah dari mereka
"Maju satu satu atau tiga sekaligus?" Tanya Jordan sesaat setelah sampai itu
"Sombong!. Cukup aku saja sudah mampu merobohkan mu!" Jawab Ramon percaya diri
"Kalau begitu bersiaplah!. Aku akan mulai menyerang." Sambut Jordan santai. Lalu tiba tiba tubuhnya menghilang, dan..
Wus!
Shut
Bugh!
Bam!
__ADS_1
Belum juga kering bibir Jordan, dia sudah menyarangkan pukulan serta tendangannya ke arah Ramon, hingga membuat tubuhnya terpelanting dan muntah darah
Tak sampai tiga detik, tubuhnya sudah tidak bergerak, terkapar di tanah dan pingsan
"Apa yang terjadi?. Kapan orang itu bergerak?" Ucap Anggita keheranan
"Romney!. Apakah kau melihatnya?" Tanya Anggita pada wakilnya
"Tidak ketua!. Gerakan orang itu sangat cepat sekali."
"Jika kita teruskan aku yakin kita semua akan dikalahkannya!" Jawab Romney mulai takut
"Uh!. Tidak ku sangka ucapannya tidak main main."
"Bagaimana ini?. Nampaknya anak buah ku bukan lawan mereka."
"Apakah aku harus menyerah?" Batin Anggita dalam hati
Hatinya sudah mulai ciut, dan sedang berusaha mencari alasan, untuk tidak melanjutkan pertarungan
Riska dan David, yang sudah terlanjur maju itupun menjadi gentar. Dalam hatinya membatin, ternyata apa yang dikatakan oleh Eric itu bukan gertakan semata
Ramon yang terkenal kuat, satu tingkat diatas mereka pun tidak berdaya dibuatnya. Hanya dengan sekali serang sudah tumbang, dan kalah tanpa sempat melakukan perlawanan
"Bagaimana nona?. Apakah pertarungan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Eric mengintimidasi
"Dan kalian berdua! kenapa malah bengong saja?"
"Ayo maju dan serang anak buah ku itu!" Ucapnya lagi
David dan Riska yang dipanggil, tidak bisa menjawab. Mereka berdua hanya diam, sambil menoleh kearah komandannya untuk minta persetujuan, atau membatalkan pertarungan
"Siapa sebenarnya kalian ini?. Apakah bukan berasal dari daerah sini?" Tanya Anggita mencoba mengalihkan pembicaraan
"Mengenai siapa kami itu tidak penting!"
"Tapi yang penting adalah membuat kelompok kalian itu musnah, dan tidak ada lagi di bumi ini!" Jawab Eric tegas
"Apakah kelompok kami pernah berurusan dengan kelompok anda, hingga bertekad untuk memusnahkan kami?" Tanya Anggita pula
"Secara harfiah sih tidak. Tapi secara hukum iya!"
"Ketahuilah oleh mu nona!. Salah satu dari kelompok mu itu telah berani mengganggu Birawa Group yang ada di daerah ini."
"Karena itu penguasanya merasa tidak senang, dan memerintahkan pada kami untuk menyelidikinya."
"Tapi ternyata belum apa apa, kami sudah diserang. Jadi terpaksa kami melawan, hanya sekedar untuk mempertahankan diri."
"Apa kata mu?. Kalian berasal dari Birawa Group yang sangat legendaris itu?"
"Apakah kalian sedang tidak membohongi kami?" Reaksi dan tanya Anggita juga yang lain tidak percaya
"Ya kira kira begitulah!. Mumpung sekarang kita sudah disini. Ayo kita buat perhitungan!"
"Mau dilanjutkan atau tidak?"
"Jika iya!. Seluruh anak buah ku ini akan bergerak, dan menghabisi kalian sampai tidak tersisa!" Jawab Eric tanpa tedeng aling aling lagi
"Tidak! tidak!. tidak!. Kami menyerah!. Tapi tolong jangan bunuh kami!"
"Kami masih ingin hidup!" Jawab Anggita yang menyadari situasi kurang menguntungkan buat kelompoknya itu. Sambil menjatuhkan lututnya ke tanah tanda menyerah
"Pilihan bagus!. Tapi kalian tidak akan aku lepaskan!"
"Agar tidak membuat masalah di kemudian hari. maka tubuh kalian akan aku segel, dan aku cabut semua ilmu kalian!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang ditengah tengah mereka itu
"Salam hormat tuan muda!" Ucap Eric dan anak buahnya penuh hormat
"Terima kasih!" Respon Dragon tulus
"Tuan muda?" Batin Anggita dalam hati
"Mungkinkah ini anak Dion, orang yang sangat dibenci oleh ketua Bison?" Batinnya lagi
"Benar sekali apa yang kau katakan itu nona!"
"Aku Dragon, putra dari Dion Mahesa Birawa!"
"Apakah ada yang bisa aku bantu?" Ucap Dragon tegas
"Uh!. Bagaimana ia bisa tahu apa yang aku ucapkan?"
"Bukankah aku mengucapkan nya hanya dalam hati?" Batin Anggita keheranan
"Sudahlah!. Jangan kau pikirkan masalah itu lagi!"
"Sekarang bersiaplah!. Aku akan mengunci tubuh kalian, dan membuatnya tidak berfungsi!"
"Setelah aku yakin bahwa kalian benar benar berubah, ilmu itu akan aku kembalikan lagi!" Ucap Dragon cukup tegas
Kemudian mengirimkan segel penguncian dan segel kutukan darah ke tubuh Anggita dan seluruh anak buahnya
__ADS_1
Sedetik kemudian tubuh mereka mengejang, lalu kaku tidak bisa bergerak dan tertidur sambil berlutut itu
"Komandan Eric dan komandan Rudolf!"
"Aku serahkan mereka pada kalian, ditambah dengan orang orang yang kemarin kalian kalahkan!"
"Jaga jangan sampai melakukan hal hal yang merugikan mereka!"
"Aku khawatir mereka akan nekat, dan membuat tubuh mereka meledak!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap tuan muda!" Jawab keduanya patuh. Kemudian memeriksa serta menghitung jumlah mereka
Tapi belum juga selesai, datang lagi yang lain, dan menambah jumlah mereka semakin banyak
Mereka yang baru didatangkan oleh Dragon, adalah bekas anak buah Haidar, yang telah dikalahkan oleh Jenifer waktu di warung makan itu, juga orang orang yang dikalahkan oleh Eric, waktu menyerang markas mereka
"Oh ya senior Eric!. Aku berencana menempatkan mereka di sini untuk selamanya. Biar menjadi orang yang berguna."
"Nanti orang orang yang kita kalahkan juga akan ditampung disini."
"Untuk tempat tinggal sementara. Aku akan kirimkan tenda yang pernah kita gunakan waktu di hutan Kalimantan itu, lengkap dengan lampu penerangannya."
"Selain itu ditempat ini juga akan dipasang array pelindung, yang melingkupi areal seluas 100 hektar."
"Jenis binatang apapun di hutan ini tidak akan bisa masuk. Jadi keselamatan mereka akan terjamin."
"Setelah ini aku akan membangunkan mereka untuk diberi pengarahan." Ucap Dragon memberi instruksi
"Baik tuan muda!"Jawab Eric tegas
Sepuluh detik kemudian, Dragon telah membangunkan Anggita dan anak buahnya, serta membuka segel penguncian ditubuh masing masing
"Dengarkan semua!. Kalian sudah kami taklukkan!"
"Ada dua penawaran. Apakah mau bekerja sama dengan kami atau tetap melawan?" Ucap Dragon tegas
"Kami menyerah tuan muda, dan tidak akan berani untuk melawan!" Jawab Anggita maju ke depan
"Bagus!. Mulai hari ini kalian adalah orang orang ku yang akan aku tempatkan di sini untuk selamanya."
"Tempat ini akan aku beli dan merubahnya menjadi pemukiman, yang isinya adalah kalian semua." Respon Dragon senang
"Tapi bagaimana dengan pemimpin besar kami. Dia pasti tidak terima kekalahan ini?" Ucap Anggita bertanya
"Itu masalah gampang.Anak buah ku bisa menyelesaikan nya." Jawab Dragon enteng
"Komandan Eric!. Bawalah anak buah mu untuk menangkap dan mengalahkan bos mereka ini!"
"Kebetulan dia sedang bersama dengan ketua satu kelompok delapan dan 100 anak buah nya itu."
"Buat mereka menyerah tapi jangan sampai membunuh nya!" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Eric patuh
"Pergilah!" Ucap Dragon berwibawa. Kemudian mengibaskan tangannya ke arah Eric dan anak buahnya
Seketika tubuh mereka menghilang dari pandangan, dan pergi ke markas besar kelompok sembilan untuk membuat perhitungan
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Mustahil orang sebanyak itu bisa menghilang?"
"Ilmu apa yang orang ini pakai?" Batin Anggita serasa tidak percaya
Dragon yang mengetahui itu hanya diam saja. Tapi sejurus kemudian menatap wajah Anggita dengan pandangan menusuk, hingga membuat tubuh nya menggigil ketakutan
"Kakek Abi!. Tolong bantu aku mengikat tempat ini, agar formasinya benar benar berfungsi dan aman buat mereka!" Ucap Dragon meminta bantuan
"Siap tuan muda!" Jawab Abhicandra patuh
Kemudian bersama sama merilis ilmu kesaktiannya, dan dikirimkan pada array yang sudah terpasang di atas lokasi itu
Sedetik kemudian. Array berwarna putih, dengan titik kuning dan biru ditengahnya, terlihat mengambang di angkasa, membentang seluas 1 juta meter persegi. Setinggi 200 meter, dan melingkupi sebagian besar hutan tanpa penghuni tersebut
Semua yang dilakukan oleh Dragon juga Abhicandra serta hasilnya itu, bisa dilihat dan dirasakan oleh Anggita dan seluruh anak buahnya, termasuk anak buah Jodi
"Nah!. Sekarang tempat ini sudah aman, dan akan menjadi tempat tinggal kalian selamanya."
"Aku ingin kalian berubah menjadi baik, dan mencari rejeki yang halal!"
"Tempat ini akan aku rubah menjadi perkampungan semi modern, yang pada masanya nanti akan menjadi sebuah kota besar."
"Untuk menuju itu tentu butuh waktu dan biaya serta pengorbanan!"
"Tapi tenang saja. Aku melalui Birawa Group akan membuat impian ini menjadi nyata!"
"Suatu saat nanti, daerah ini akan jadi terkenal, dan membuat orang lain ingin menetap disini!"
"Tapi karena ini sudah mulai malam, dan tempat inipun sudah mulai gelap. Aku akan mendatangkan tenda untuk kalian tidur, dan mengatur strategi untuk hari berikutnya!" Ucap Dragon tegas memberi motivasi pada orang orang taklukannya
Satu jam kemudian, apa yang diinginkan oleh Dragon telah ada di lokasi itu, bahkan bersama dengan tenda tenda itu, ikut juga seratus pengawal tingkat dua dan tiga, yang bertugas memasang tenda dan lampu penerangan yang dibutuhkan
__ADS_1
Dalam rombongan itu juga ada James, Shio Lung serta Erisha. Mereka bertugas untuk memuluskan rencana menjadikan tempat itu menjadi sebuah perkampungan, dan pada masanya nanti akan berubah menjadi sebuah kota